
Sampailah mereka di tempat tujuan mereka.
tatapan tak ramah dari Reichel membuat semua orang ketakutan. mereka semua membungkuk memberi hormat kepada Reichel, Kirana dan juga Aron. Anna dan Abigail melihat dengan heran. lumpur dengn air keruh di sepanjang jalan membuat Reichel menekuk wajahnya sepanjang perjalanan. bagaimana tidak, tadi yang awalnya mereka harus pergi ke Supermarket terdekat merubah rute mereka ke pasar tradisional di kota tersebut. jangan kan mobil motor pun susah untuk masuk kepasar ini gang sempit juga lumpur dan genangan air banyak disana.
setiap kali mereka berjalan mencari bahan untuk acara nanti malam orang-orang disana terus beri hormat kepada mereka.
"Tuan Muda, salam hormat" ucap pedagang itu yang memberi hormat pada Reichel
dibalas anggukan saja olehnya.
"Kapan kita pulang? saya sudah bosan disini" Ucap Reichel
"Kenapa buru-buru sekali tuan ini.kan belum beli semua bahan makanan nya" Jawab Abigail
"Pasti ini pertama kalinya kan Tuan kesini?". tanya Anna
"Hahaha betul sekali, dia punya tempat ini tapi gak pernah datang ke sini. inilah pertama kalian ia datang melihat secara langsung tempat ini" Jawab Matthew
Mereka terus menyusuri tempat-tempat disana. Abigail membeli beberapa sayuran dan buah harganya cukup mahal bagi Abigail
"Kenapa bisa semahal ini? bukanya ini pasar tradisional jika di jual harga segini masyarakat menengah kebawah pasti tidak akan bisa membeli sayuran disini" Ucap Abigail
"Mau bagaimana lagi Nona, pajak di pasar ini sangat tinggi kami hanya bisa mendapatkan 20% dari hasil jualan kami. jika harga nya murah kami akan rugi" jawab pedangang1
"Apa? kalian hanya mendapat 20% dari hasil jualan ini? siapa pemilik nya katakan? berani-beraninya dia mengambil pajak dari orang kecil sebanyak itu" Abigail marah
"Kami belum pernah bertemu pemilik nya Nona. tapi semua ini berlaku atas kebijakan dari dia bukan? jadi bawahanya hanya menjalankan tugasnya saja. orang-orang kaya itu memang rakus akan kekayaan. semoga hidupnya selalu sejatra diatas penderitaan kami" Pedagang itu menangis
"Kau !!!! berani sekali bicara seperti itu pada....."
"Sudah, kita pergi saja dari sini dan untuk sayur dan buah mu ini antarkan kerumah saya semuanya nanti. untuk bayarannya nanti dia yang mengurusnya" Reichel memotong pembicaraan Matthew agar Abigail tidak salah paham padanya.
"Kenapa lu gak biarin gue jelasin sama tukang buah dan sayur itu. biar dia tau bagaimana yang sebenarnya berlaku". Bisik Matthew pada Reichel
"Andai bisa semudah itu sudah ku beri pelajaran dia. tapi ada Abigail dan Anna disini gue gak mau mereka tau ini kelakuan ayah tiri Abigail " balas Reichel
Pedangan itu bersujud kepada Reichel dan berterima kasih padanya.
"Dan lagi untuk kalian semua, kalian bisa menjual disini dengan harga sewajarnya dan tidak akan di kenakan pajak. kalian akan bebas pajak Sekarang" ucap Reichel membuat Abigail Anna dan Matthew terkagum-kagum.
"Bagaimana tuan bisa membuktikannya?" tanya pedangan lain
"Saya akan berbicara dengan pemilik pasar ini untuk kalian jadi tenang saja urusan ini biar saya yang berbicara" Ucap Reichel lagi
setelah itu mereka pergi dari sana. semua orang membicarakanya. sementara kedua orang dari jauh melihat mereka dengan tatapan dengki.
"Lihat Bang, pahlawan kesiangan kita ini sudah mulai Lulu rupanya dengan tuan putrinya itu"
"Itu tidak akan lama, kamu tau saya mendapati sesuatu yang bisa membuat Reichel bisa mengusir dan menendang tuan putri malu nya keluar dari rumah sang pangeran buruk rupanya itu"
"Apa itu?"
"Sesuatu yang bisa membuat Reichel akan mengembalikan Abigail pada ayah dan ibunya adik ku sayang" Smirknya menyeringai
"Kamu akan lihat bagaimana abang akan menghancurkan dia"
mereka tersenyum jahat melihat kearah mereka.
Sementara itu Kirana melihat Matthew menyelamatkan Anna yang hampir terjatuh menariknya kedalam pelukannya. amarah nya memenuhi matanya. ya memang Kirana sudah lama menyukai Matthew.
Abigail dan Reichel jalan berdua pisah dari rombongan dan ke tempat penjualan ikan
Reichel menutup hidungnya dengan kedua jari jempol dan telunjuknya.
"Apa yang kau lakukan disini, ini sangat bau aku tidak bisa disini berlama-lama" ucap Abigail
"Saya mau berenang disini tuan" menunjukan kolam ikan yang masih hidup disana
"Apa kau gila? itu sangat amis" Reichel
"Lagian pertanyaan tuan ini tidak masuk akal." jawab Abigail yang tertawa melihat Reichel yang menahan nafasnya membuat wajah nya memerah.
__ADS_1
"*ππ*tuan sangat lucu kalau seperti ini. pasti ini pertama kalinya tuan kesini kan?" pertanyaa Abigail dijawab anggukan oleh Reichel
Orang-orang disana di buat tertawa dengan kelakuan Reichel dan Abigail. bagaimana tidak Reichel menenteng keranjang sayur dengan dua jari saja. ia bahkan mengangkat nya seperti jijik. hilang sudah sifat Cool dan Kaku seorang Reichel Adiwigoena jika bersama Abigail.
"Nona, suami nona ini sangat lucu meskipun dia tidak menyukai tempat ini tapi dia memaksakan diri untuk datang demi nona. kalian sunggu pasangan serasi sangat mengemaskan" ucap pedangan ikan itu
"Sudah. ayok waktunya kita pulang" ucap Abigail
mereka semua berjalan kaki ke parkiran mobil
untung saja Reichel membawah banyak pengawal jadi barang-barang mereka yang bawah bersama dengan pekerja Art di rumah mereka.
mereka sampai dirumah hari sudah sore mereka semua membersikan diri untuk
memulai acara bakar- bakar di halaman belakang rumah nya.
Semua orang sudah berkumpul di belakang rumah Reichel yang mengenakan kaos hitam dengan rambut yang di biarkan terura kedepan membuat ketampanan nya menjadi berkalilipat.
_Visual Reichel malam ini_
Abigail baru saja ke halaman belakang tatapan semua orang mengarah padanya tanpa terkecuali. Reichel menatapnya Tampa ekspresi membuat ia bingung.
_Visual Abigail malam ini_
"Belum mulai kan?" tanya Abigail
"Belum sayang, kemarilah" pinta mertuanya
Abigail menghampiri mertuanya itu.
"Ma, kan semua kumpul ni disini bagaimana kalau aku juga membawah orang spesial ku kesini?" ucap Aron
"Apa lagi yang di buat sama si pucat itu" tanya Anna
Reichel terus menatap Abigail. seseorang wanita datang dari luar dan bergabung dengan mereka. tatapan Reichel tajam menatap wanita itu tanganya di kepal sangat erat sampai bergetar pundak nya. Abigail melihat Reichel terus menghampirinya mengusap pundak Reichel perlahan menenangkan Reichel agar tidak marah.
"Perkenalkan ini kekasih hati saya. adik ipar ayo berkenalan dengan calon kakak ipar mu ini" Ucap Aron
"Halo, Saya Rachel" ucap gadis itu.
Abigail teringat kembali dengan kertas yang ia temukan di kamar Reichel. ia membelalak seakan tidak percaya, darah nya mulai panas melihat gadis itu tersenyum dengan manisnya membuat dia ingin sekali menempelkan sendok panas yang ia pegang kewajah gadis dihadapannya itu.
"(Oh jadi ini gadis itu. ah bukan gadis tapi wanita ituπ)" Batin Abigail
Tangan wanita itu terus terulur kearah Abigail
ia menjabat tangan Wanita itu.
"Saya Abigail istri Reichel" untuk pertama kalinya Abigail menyebut nama Reichel dan dengan tegas ia ucapkan. manik mata wanita dihadapanya terlihat kaget dan melirik kearah Reichel yang sedari tadi duduk tanpa ekspresi.
"Nona silahkan duduk." Abigail
Abigail dan Anna juga Matthew memanggang ikan untuk makan malam ini. dari kejauhan Abigail terus melihat Reichel Matthew melihat Abigail curiga bahwa ia mengenal wanita itu.
"Kenapa kamu menatap dia kek gitu Bi?" tanya Anna
"Apa kau tau Ann, wanita yang sok cantik itu mantan Tuan" Ucap Abigail dengan kesal
"Seriusan kamu? tau dari mana?" tanya Anna tidak percaya
"Apa menurut mu dia itu cantik?" Tanya Abigail
"Ia dia cantik. sangat cantik" Anna sengaja membuat Abigail agar terlihat lebih cemburu lagi .
"Benar kata ku kan, Abi suka sama Reichel jadi kamu tenang saja" Abigail berbisik pada Matthew
Reichel terus menatap Abigail yang sedari tadi menatap wanita di seberang nya dengan penuh intimidasi. ia belum pernah melihat Abigail semarah itu di sorot matanya. ia berdiri untuk menghampiri Abigail
__ADS_1
"Mau kemana ? disini saja biarkan mereka membakar ikanya Kak" Pinta Kirana
Ia sengaja membuat Abigail lebih marah lagi ditamba ia menyuru Reichel duduk dekat wanita itu membuat Abigail yang melihat nya menjadi tidak konsentrasi dengan pangganganya.
"Auwwwww" teriak Abigail
Reichel yang melihat itu berlari kearah Abigail. Abigail meniup tanganya yang terkena api.
"Apa yang terjadi?" tanya Reichel. ia melihat tangan Abigail memerah. ia berlari mengambil kotak obat mengambil salep dan mengoles ke tangan Abigail. ia meniup tanganya.
"Makanya kalau kerja mata itu di pake untuk melihat. bukan mala lihat kearah lain" Reichel memarahi Abigail
Abigail tidak menjawab tapi hanya menangis seseguhan seperti sudah di pukuli. Reichel dan Matthew kaget melihat Abigail tiba-tiba menangis.
"Kenapa menangis? saya tidak memukui mu kan? diam lah" ucap Reichel
Abigail tambah menangis dengan keras Reichel menariknya dalam pelukannya membuat Abigail kaget dan berhenti menangis.
"Sorry" hanya itu yang keluar dari mulut Reichel
Ia menjauh kan Abigail dari tubuhnya dan berdiri tanpa ekspresi lagi lalu kembali ke sofa setelah membalut luka Abigail.
Anna menghampiri Abigail.
"Kamu tenang saja, aku sudah menambahkan cabai yang banyak didalam ikan si pucat dan wanitanya yg sok cantik itu" ucap Anna
"Apa yang kau lakukan? kau bisa dapat masalah" Matthew sedikit menyentil kepala Anna
"Biarkan saja, supaya mereka tau lagi berhadapan sama siapa" Jawab Anna dengan pedenya.
Aron mengangkat gelas yang berisi Wine itu
"Mari kita bersulam untuk pernikahan Adik kesayangan ku" Aron mengangkat gelas dan mereka bersulam.
gelas yang berbeda terlihat di gelas Anna dan Abigail. mereka bukan tidak tau minuman itu hanya saja mereka lebih memili mini jus jeruk dari pada minum Wine.
Aron Dan Rachel memakan dari piring yang sama. seakan malam pun mengerti dengan rencana Abigail dan Anna. mereka tertawa kecil disana. wajah Aron dan Rachel memerah menaha pedas dari cabai yang di tuangkan Anna. karena mereka tidak ingin di permalukan mereka makan dan berpura-pura.
"Bagaimana kakak ipar ikanya enak?" tanya Abigail dengan smirk di wajahnya menatap Aron.
tatapan tajam Arin mengintimidasi dirinya.
menarik nafas beberapa kali untuk menetralisir rasa pedas di dirinya.
"Enak sekali adik ipar, sampai-sampai saya berkeringat makan karena bersemangat" jawab Aron
Reichel menarik Abigail
"Apa yang kamu lakukan?" bisiknya
"Tidak banyak hanya sedikit. aku menungkan cabai bubuk ke ikan mereka" jawab Abigail
"Benar-benar bodoh. kau belum tau dia siapa" jawab Reichel
"Bodo amat yang penting sudah ku balas dendam ku, siapa suruh dia menyakitimu" Jawab Abigail polos.
Aron menatap Abigail yang di balas senyuman paksa darinya. Aron smirk dan menaikan alisnya.
"(Rupanya kau cukup cerdik juga Abigail. baiklah akan ku tunjukan siapa Aron sebenarnya padamu)" Batin Aron
Aduh apa yang akan Aron lakukan pada abigail?
-Happy reading ya gyus-βοΈβοΈβοΈ
jangan lupa
Like
komen
dan favorit kan ya
__ADS_1
luphππππ