
Mobil Reichel dan pengawalnya bergerak cepat ke arah lokasi yang telah ia dapatkan.
sampai disana pengawal nya bersiap berpencar. mereka masuk kedalam Reichel memegangi kepalanya. bayangan hitam putih terekam dalam pikirannya. ia melihat seorang anak perempuan dan laki-laki paru baya sendang berlutut menghadap orang yang duduk di kursi. ia berdiri diatas lantai 2 menyaksikan kejadian yang mengerikan itu yang seharusnya bica berusia 4 tahun tidak bisa menyaksikan kejadian yang sangat menyeramkan itu. orang yang tidak asing di dekat lelaki tua itu.
"Aroooonnnnn" Reichel tiba-tiba berteriak sembari memegangi kepalanya.
Matthew segera memegang Reichel
"Kalau ku gak kuat biar gue aja yang masuk" ucap Matthew
"Gak, gue harus temukan Abigail. gue tau semua ini pasti kerjaan Aronnn" ucap Reichel
ia berjalan masuk kedalam rumah kosong yang sudah tidak berpenghuni itu. bangunan itu sudah tidak bisa di huni lagi melihat semuanya banyak yang rusak. Reichel terus memaksakan diri masuk kedalam mereka memeriksa seluruh ruangan disana namun tidak menemukan Abigail. sampai pada ruangan dimana ia menyaksikan penyiksaan 24 tahun lalu. Reichel berusaha sekuat tenaga masuk kesana ia mendapatkan jejak kaki baru disana seperti nya mereka baru saja kabur dari sana. melihat tas milik Abigail disana dan juga sebuah suntikan obat bius disana.
tanggal Reichel mengepal sempurna. ia keluar dari sana.
"Mobil yang berpapasan dengan kita barusan mobil penculik Abigail" ucap Matthew
lalu mereka mengejar mobil itu namun sayangnya tidak ada jejak sama sekali di tinggalkan mereka.
"Kau cari tau siapa dari kita yang telah berkhianat" ucap Reichel
"Apa maksudmu" tanya Anna kebingungan
Anna menjadi sangat kebingungan. ia merasa ini sangat aneh, biasanya kejadian seperti ini hanya terjadi di novel-novel yang ia da Abigail baca namun saat ini ia seperti sedang menyaksikan Novel dalam dunia nyata. ia benar-benar pusing apa setiap orang kaya seperti ini bahkan ia kaget dengan orang-orang yang mengawal mereka. kepalanya pusing memikirkan semua ini
Ia melirik Reichel dan Matthew sesekali
"(Apa mereka ini Mafia?)" batin Anna (Kalau benar mereka mafia berarti Abigail dalam bahaya bisa saja mereka menjadikan Abigali sebagai tumbal untuk perebutan kekuasaan mengingat seluruh wilaya ini adalah milik Reichel dan keluarganya. semua persis seperti Novel yang sering ku baca)" lanjut Anna
ia memukul beberapa kali kepalanya agar pikirannya tentang mafia bos ini menghilang dari kepalanya itu.
"Kamu kenapa ?" tanya Matthew
Anna ketakutan jika ngomong jujur pada mereka apa lagi saat ini ia sendirian disana tidak ada yang bisa menolong dia jika mereka melakukan sesuatu padanya.
mereka kembali kerumah Reichel. seorang Art menemui Reichel dan memberikan sebuah CD pada Reichel.
"Tuan, tadi seorang memberikan ini pada satpam depan, katanya ini untuk tuan" Ucapnya
Reichel mengambil CD itu lalu masuk dan menontonya bersama Anna dan Matthew.
Disana terlihat Abigail yang matanya ditutup dan di ikat tanganya kebelakang berdiri di sebuah Tembok rumah. ia terlihat sangat ketakutan terus memanggil nama Reichel dan juga ibu nya. Luka memar terlihat di sekujur tubuhnya. ia menangis ketakutan dan gemetar.
"Kalian berani seperti ini padaku? lihatlah, Tuan ku akan datang menolong ku dan memenggal kepala kalian semua. Kalian akan menghadapi amarah dari tuan ku lihat saja kalian akan di penggal satu persatu olehnya" Ucap Abigail dengan gemetaran
"Teriak lah sekencang mungkin, dia tidak akan datang menolong mu.tidak mungkin dia akan datang ingat itu" Ucap pria itu
"Bagaimana kalau dia tidak datang? bukan nya kamu ingin sekali membunuhnya dan membalaskan dendam mu padanya suruh lah dia datang biar sekalian saja kuhabisi dia dan kamu disini" Lanjut pria itu
Ia mengepal kan tanganya.
"Jadi seperti ini ya, jadi dia ingin menikah dengan ku untuk balas dendam kematian ayahnya yang bahkan saya tidak tau siapa mereka" Reichel mengepalkan tanganya
"Sudah tidak usa mencarinya lagi. dia sudah membuang-buang waktu ku untuk mencari dia dan ternyata hanya seperti ini" Reichel menyuruh Matthew berhenti mencari Abigail
__ADS_1
"Tidak, jangan lakukan ini tuan Reichel. Abigail tidak mungkin melakukan itu pada anda. awalnya memang niatnya seperti itu tapi......" Ucapan Anna terpotong oleh Reichel
"Stop, sudah jelas semuanya. kalian pulang lah" suruh Reichel
Anna terus memanggil Reichel namun tidak ada jawaban dari Reichel. Matthew membawah Anna dari sana, keluar dari rumah Reichel
Didalam mobil Matthew Anna terus menangis
membuat Matthew terus membujuknya untuk berhenti menangis.
"Sudah lah Ann, Reichel lagi dalam keadaan marah. besok lagi kita bujuk dia ok" Ucap Matthew
"Mungkin kamu tidak akan percaya Matt, Abigail sudah jatuh cinta sama Reichel. rasa cintanya yang besar mengalahkan ego nya sendiri. ia bahkan mengakuinya kemarin dengan saya. dia bahkan menceritakan semuanya kesaya, bahkan ia menceritakan semua kejadian ia sampai di tampar oleh Reichel. ada sesuatu yang ingin saya katakan tapi janji jangan beri tahu Reichel janji" ucap Anna
"Baik lah. apa itu?" jawab Matthew singkat
Ia menceritakan semua kejadian sebelum Abigail di culik oleh orang tidak di kenal itu.
"Apa mungkin yang lakukan ini adalah Kirana atau Aron?" tanya Anna
"Kalau Kirana tidak mungkin, bisa jadi ini perbuatan Aron" Ucap Matthew
"Kalau benar begitu. terus kenapa ia merencanakan untuk membunuh Reichel? Abigail mendengarnya sendiri saat ia berbicara dengan Aron di rumah mereka sebelum ia kerumah ku" Ucap Anna
"Apa? kamu yakin?" tanya Matthew memastikan
"Abi yang menceritakan sendiri padaku" jawab Anna
Matthew mengingat kejadian di kantor Reichel beberapa hari yang lalu.
Ia menatap Anna dan menjadi kawatir pada Anna. bagaimana jika Kirana tau Ia menyukai Anna, Ia takut akan melakukan kejadian serupa pada Anna.
"Kamu tenang saja, saya akan coba membuat Reichel mengerti ya". Matthew mengusap rambut Anna untuk menenangkannya.
Matthew menurunkan Anna membawanya ke apartemen miliknya. ia takut Kirana akan melakukan sesuatu pada Anna
"Kita mau kemana? kok kesini?". tanya Anna
"Kamu disini dulu untuk sementara waktu, kamu juga harus aman saya takut Kirana juga akan menyakiti kamu" Ucap Matthew
"Gak mungkin lah, memang apa hubunganya dengan saya?". tanya Anna
"(Karena aku menyukai kamu, dan Kirana bisa melakukan apa saja jika dia tau kamu dekat dengan ku Anna)" batin Matthew
"Eh, kamu sahabat dekat Abi kan? Jadi besar kemungkinan dia juga akan mengejar kamu" Ucap Matthew bohong.
****
Reichel memutar kembali CD yang tadi didalam kamarnya. ia melihat Abigail terus kesakitan dan menangis memanggil namanya terus.
"Panggil saja sekuat tenaga mu, dia tidak akan datang" ucap pria itu
"Dia akan datang, kalian lihat saja dia akan datang" suaranya lirih seakan tidak yakin Reichel akan datang menolongnya.
"Aku memang berniat untuk membalas dendam ku pada nya, tapi setelah ku tau semuanya kau lah yang harus ku penggal. kau yang harus bertanggung jawab untuk semua penderitaan Ayah, kakak dan juga Ibu. dan satu lagi Kau memberikan banyak penderitan kepada Taun ku. saya tidak akan membiarkan mu menghancurkan Tuan ku meskipun nyawa ku jadi taruhannya kamu dengar itu!!!!!!!" Abigail berteriak pada nya.
__ADS_1
"Wah wah wah, seperinya Juliet mu ini ingin mengorbankan nyawanya untuk mu wahai Romeo" ucap nya
" Benar-benar kisah cinta yang tragis" Pria itu tertawa.
ia memegang suntikan ditanganya lalu berjalan menuju ke arah Abigail
ia memakai jubah hitam dan juga topeng membuat Reichel tidak bisa mengenalinya
ia menyuntikan cairan itu pada Abigail sehingga Abigail tak sadarkan diri.
"Bedebahhhh, apa yang kau lakukan padanya. berani sekali kau menyentuh Abigail ". Reichel berteriak dan meninju tv di kamarnya membuat luka di tanganya. darah menetes kelantai rasa sakit di hatinya mengalahkan semua rasa sakit di tanganya.
Matthew datang tepat waktu dan menolong Reichel membalut lukanya dan memberikan perban.
"Mereka menyiksa Abi dengan kejam. gue tidak akan melepaskan mereka" ucap Reichel
"Bagaimana dengan yang kemarin?". tanya Reichel
"Sudah, ternyata ada seorang yang bekerja untuk si penculik di dalam kubuh kita" Ucap Matthew
"Bawah dia ketempat biasa. saya ingin kesana sekarang" Matthew memerintahkan penjaga untuk membawah dia kerumah tempat biasa Reichel melakukan pekerjaanya
Ia duduk di kursi kayu. memakai sarung tangan hitam dengan mantel hitam.
"Katakan apa permintaan terakhirmu?" ucap Reichel
"Bos ampuni saya, saya mengaku salah tolong bos ampuni saya" pintanya
"Kau telah bermain-main dengan nyawa mu sendiri. berani sekali berkhianat padaku" Reichel mengangkat dagu orang itu dengan pedang di tanganya.
"Bos ampuni saya, saya mengakui salah. baik saya akan memberi tau informasi kepada bos tapi tolong jangan bunuh saya" pintanya
"Kau sudah mebuat Abigail terancam dan masih meminta ku untuk memaafkan mu hah? bedebahhh akan ku habisi kau sekarang juga hiaaa...." Reichel
"Rei, tunggu lebih baik kita biarkan dulu dia hidup. suruh dia tunjukan tempat dimana mereka menyekap Abigail". bisik Matthew pada Reichel
Reichel menurunkan pedangnya. ia menyuruh nya untuk memberi tau dia tempat mereka menyembunyikan Abigail.
akankah Reichel bertemu dengan Abigail?
-happy reading ya gyus-☘️☘️☘️
semoga suka ya baca nya
minta
like
komen
dan
favorit ❤️❤️❤️
terimakasih
__ADS_1
Luph 💜💜💜