
Pukul 07:00
Abigail bersiap pergi dengan Reichel, mereka hari ini pergi kebutik langganan keluarga Reichel untuk memilih dan mencocokan gaun pengantin yang akan dikenakan Abigail di hari pernikahan mereka. Abigail membuka pintu mobil bagian belakang, ia tidak ingin duduk berdampingan dengan Reiche yang saat ini mengendarai mobilnya sendiri.
"Memangnya saya ini sopir kamu? kenapa duduk di belakang? cepat duduk di kursi depan" pinta Reichel
"memang apa bedanya duduk di depan atau di belakang? lagi pula saya tidak mau duduk di depan" Ucap Abigail
Reichel membuka pintu mobil dan keluar membuka pintu belakang menari tanggan Abigail keluar dan memasukannya di kursi depan. Abigail terlihat marah dan tidak menyukai perlakuan Reichel sepanjang jalan tidak ada obrolan diantara mereka lagi pula apa yang ingin mereka obrolkan pernikahan ini juga hanya di inginkan oleh satu pihak jadi untuk apa bertanya. Abigail terus beradu dengan otaknya, memikirkan kenapa orang di sampingnya ini yang awalnya seperti singa sekarang tiba-tiba menjadi baik seperti domba entah apa yang ia rencanakan saat ini membuat Abigail bingung
"(ayok Abi pikirkan sesuatu, kenapa hari ini otakmu tidak berfungsi sama sekali)" batin Abigail
"Sedang memikirkan apa?" tanya Reichel
"apa pedulimu?" jawab Abigail ketus
"katakan saja, jika ingin bertanya" Reichel
"kenapa? kenapa kamu menjadi seakan-akan menyukai pernikahan ini? kenapa kamu selalu berubah-ubah, hari ini bersikap lain besok bersikap lain. kamu sedang mempermainkan saya seperti itu? kamu ingin balas dendam padaku begitu?" Jawab Abigail
Reichel terdiam.
"kamu sudah setuju dengan pernikahan ini, lalu apa? ingin membatalkan? tidak bisa. bicara cukup sekali tidak ada pengulangan paham" tekan Reichel
"Saya tidak tau apa yang sedang kamu rencanakan, tapi ingat satu hal apapun itu saya akan melawan tidak peduli kamu akan jadi suami saya" jawab Abigail
Keras kepala dengan keras kepala bertemu tidak tau siapa yang akan menang, siapa yang akan berhasil di taklukkan.
Abigail dan Reichel tibah di butik dan langsung masuk ke dalam.
"Selamat pagi Tuan Rei" sapa Karyawan disana
seperti biasa, tidak ada jawaban dari mulutnya.
"(dasar manusia batu, menjawab salam pun merasa berat seperti sedang memikul gunung)" gumamam Abigail
"keluarkan gaun pengantin yang termahal dan termewah disini" pinta Reichel
"baik tuan kami memiliki baju ini, bahanya sangat......"
"Cepat pakaikan padanya saya ingin melihat" Reichel memotong penjelasan karyawan itu.
mereka semua mengangguk dan cepat-cepat membawah Abigail untuk berganti baju. selang beberapa menit Abigail keluar dan memperlihatkan gaun itu pada Reichel.
"ganti, itu sangat jelek" Reichel
Mereka menganti gaun lagi hal yang sama berulang kali diucapkan Reichel membuat Abigail kelelahan. dari tadi hanya mencoba dan mencoba memuat Abigail sangat marah apa lagi perutnya merasa sangat lapar saat ini. entah apa yang di lakukan pria itu, apa ia sengaja mengerjai Abigail atau bagaimana hanya dia yang tau saat ini. Abigail keluar dengan gaun yang berbeda
__ADS_1
"bagaimana dengan yang ini?" ucap Abigail yang sangat kelelahan saat itu. Reichel sepertinya sangat puas melihat raut wajah Abigail
"Kurang cocok untuk mu, kau ganti lagi dengan yang ini mungkin ini lebih bagus" Reichel menunjukan baju itu kepada karyawan itu
"Mau kamu apa si? dari tadi ganti terus ganti terus, capek tau dan lagi kamu ini tidak mengerti apa bagaimana susahnya mereka bekerja seharian hanya untuk melayani pinta mu yang tidak masuk akal ini Reichel Adiwigoena. jika ini juga tidak bagus saya mau pulang saya lapar mau makan kau nikah la sendiri" kesal Abigail lalu masuk kembali mencoba baju yang padahal di awal ia sudah mengenakan.
"Baju ini sudah saya kenakan di awal tadi kan mbak?" tanya Abigail
"iya Nona" jawabnya
"Keparat itu membuat ku ingin membunuhnya" kesal Abigail
Abigail menunjukan kepada Reichel bajunya itu. Reichel tidak berkedip menatap Abigail saat ini.
"Saya ambil yang ini" ucapnya singkat Abigail yang sedang marah pergi kemobil duluan meninggalkan Reichel yang sedang mengurus pembayaran baju pengantinya. setelah itu ia kembali ke mobil, Abigail tidak berbicara apapun. Reichel menelfon orang-orang kepercayaannya untuk menghandle semua pekerjaan beberapa Minggu kedepan karena kesibukan pernikahan nya ini. ponsel nya di matikan lalu keluar dari parkiran butik Abigail terus memijat dahinya. Reichel melajukan mobilnya dengan cepat dan berhenti di sebuah restoran yang terkenal mahal di kota itu.
"turunlah, kau lapar kan?" ucap Reichel
Abigail menuruti perkataan Reichel, saat ini ia bahkan tidak punya tenaga untuk menolak ajakan Reichel karena sangat lapar. mengabiskan waktu kurang lebih 5 jam di butik hanya untuk mencoba gaun pengantin belum lagi di kerjain habis-habisan oleh Reichel membuat perutnya keroncongan. mereka masuk disambut dengan karyawan
"selamat siang tuan Reichel" ucap karyawan itu
"Selamat siang" jawabnya singkat
"(*a*pa karena kelaparan dia jadi jawab pelayan itu, ah persetan dengan itu sekarang aku sangat lapar ingin makan)" batin Abigail
Abigail melihat daftar makanan di sana membuatnya menelan ludahnya berkali-kali. menu makanan disana membuatnya tidak ingin makan disana.
"Kenapa? tidak selera makan?" tanya Reichel
"menu makanan apa ini? saya tidak terbiasa makan makan orang kaya. nanti perut saya sakit" ucap Abigail
"ingin makan apa?" tanya Reichel
"nasi goreng" jawab Abigail singkat
Reichel memanggil pelayan disana. pelayan datang
"Saya mau nasi goreng satu" Pinta Reichel
Abigail yang mendengar itu menjadi kaget dan sedikit tersenyum.
"tapi tuan,,,,,"
"saya mau satu, sekarang juga" Reichel
Abigail tersenyum manis menatap Reichel. Reichel hanya menaikan satu alisnya entah itu sebagai jawaban atau mungkin juga sedang memikirkan sesuatu.
__ADS_1
***
setelah makan siang mereka pulang dan ditibah di rumah Abigail sekitar jam 4 sorean.
iya berpamitan dengan ibu Abigail ada urusan yang mendadak sehingga ia dan Matthew harus pergi.
Anna yang melihat Abigail langsung menarik nya dan masuk kedalam kamar Abigail.
"kenapa kamu lama banget perginya?" tanya Anna
"Kamu tau An, seharian ini aku di kerjain sama si kaku itu." Abigail menjelaskan sambil senyum sendiri
"Tapi ku lihat wajamu bahagia, padahal kamu di kerjain sama dia" heran Anna
"itu karena dia hari ini perhatian padaku" jawab Abigail
"apa? kamu serius?" tanya Anna tidak percaya
"heem" jawab Abigail singkat
"Kamu kok tidak curiga, bukanya dia itu tidak bisa romantis sama perempuan Kenapa kamu....."Anna
"sepertinya kita terlalu...."Abigail
"ya ampun bi, baru juga dia kek gitu kekamu, kamu sudah terpukau.. ingat dia itu pasti berpura-pura" Anna mengingat kan Abigail
"mungkin saja dia tidak seseram yang kita bayangkan An, mungkin saja dia itu sebenarnya baik" Ucap Abigail yang membuat Anna merinding. bagiamana tidak Abigail yang awalnya tidak menyukai Reichel bahkan sangat membencinya hanya denga satu perhatian kecil, ah bukan perhatian si sebenarnya hanya tanggung jawab kecilnya untuk memberikan makan disaat itu kan. ia menggeleng kan kepalanya melihat sahabatnya itu yang entah kerasukan setan apa yang membuat dia seperti itu.
sementara itu di dalam mobil Reichel terus tersenyum.
"Kenapa lu?" tanya Matthew
"ngak pp, gue lagi happy bro" Jawab Reichel membuat Matthew terdiam
"gue tau, lu mulai suka sama Abigail kan? gue senang trauma lu dengan perempuan bisa hilang dan itu karena Abigail gadis yang tidak disangka membuat trauma seorang Reichel Adiwigoena menghilang selamanya" ucap Matthew dengan tawa keras
"Kata siapa? gue lagi senang bermain sekarang" ucap Reichel dengan smirknya
"........" Matthew
ayok loh apa yang di rencanakan Reichel untuk Abigail ya?
jangan bosan baca ya.
beri komen juga like nya ya biar aku semangat up soalnya baru permulaan aku nulis. beri hadia juga kalau ada
jangan lupa favorit nya juga
__ADS_1
🙏
luph 💜💜💜