
Reichel pagi-pagi sudah siap dengan pakaian kantornya. mengambil tas kantor dan jasnya
mengecek ponsel lalu kearah tepat tidur mengelus pucuk kepala Abigail dan mencium perut nya.
"Mas bayi, Daddy kerja dulu ya ingat jangan nyusahin Mommy ok. kalau mau sesuatu tunggu Daddy pulang kerja aja ya" bisik Reichel
Setelah itu Ia pergi kekantor meninggalkan sarapan yang telah Ia buat untuk Abigail di meja kamar mereka. Matthew dan Reichel berangkat kantor lebih awal pagi ini ada urusa mendadak yang akan mereka kerjakan.
_Kantor
Reichel duduk di kursi kebanggan nya, Matthew duduk di sofa ruangan.
"Lu panggil beberapa orang kita terus hantarkan pesan perdamaian ke Aron" ucap Reichel
"What !! lu lagi gak becanda kan?" tanya Matthew kaget
"Gak, gue udah pikirin ini matang-matang " jawab Reichel
"Tapi---em maksud gue gini, emang mereka mau? lu tau kan Aron itu gimana orangnya" ucap Matthew
"Gimana pun caranya, gue sama Aron harus damai. gue gak mau ini berdampak ke Abigail dan Anak gue nantinya. gue juga sudah memikirkan beberapa hal yang mungkin akan terjadi." ucap Reichel
"Ok gue akan kirim beberapa orang kesana. gue juga akan kesana untuk memastikan" ucap Matthew
"Gak usa. lu punya tugas sendiri dari gue" ucap Reichel
Reichel memberikan surat kepada Matthew. Matthew pergi dari ruangan Reichel.
***
Reichel menatap pigura foto pernikahan mereka di mejanya. wajah Manis Abigail terus di eluanya.
"(Mas akan memulai semuanya dari awal. Mas akan memberikan kehidupan yang normal untuk mu dan Mas Bayi kita kedepanya. percayalah pada Mas kita akan hidup normal untuk selamanya. Aku janji padamu Abigail) " gumam Reichel
Ia menghela nafasnya dan bangkit dari tempat duduknya. Sosok yang baru saja dia pikirkan muncul di depan pintu ruangannya sembari menenteng rantang makanan yang sedang tersenyum padanya dengan manisnya.
Ia mengucek matanya, Ia merasa ini pasti mimpi. lalu membuka mata nya dan mendapati Abigail berdiri disana dengan tatapan bingung.
"Mas! apa yang terjadi kenapa muka Mas seperti itu?" tanya Abigail
Ia mengucek matanya lagi dan lagi. Abigail yang melihat tingkah nya merasa marah.
"Apa apaan ini Mas, aku gak disuruh masuk gitu?" pekik nya
Reichel dengan sigap menghampiri Abigail dan mengandeng nya menduudkanya di kursi kebesaran nya.
"Maafkan saya Nyonya Reichel Adiwigona, saya sedikit kaget atas kedatangan wanita secantik anda disini" ucap Reichel
"Karena Aku ini baik hati maka aku akan maafkan. tapi dengan satu syarat" ucap Abigail
__ADS_1
"Apa itu Nyonya?" tanya Reichel
"Makan siang bersama ku, apa anda bersedia Tuan Reichel?" ucap Abigail
"Tentu saja, siapa yang bisa menolak ajakan makan siang dari wanita cantik seperti dirimu Nyonya" balas Reichel
Abigail berdiri dari kursi itu dan mendudukan Reichel disana. membuka rantang makanan yang telah Ia bawah dari rumah diatas meja kecil disudut ruangan.
"Emm makanan nya pasti enak. bau harumya enak banget" ucap Reichel
"Aku buatkan nasi goreng kesukaan Mas ayok dimakan" ucap Abigail
Mereka berdua makan bersama. wajah Reichel sedikit mengerut saat memakan nasi goreng buatan Abigail.
"Mas kenapa? gak enak ya makananya?" tanya Abigail
"Em-- enak kok. Mas suka banget masakan kamu hari ini" ucap Reichel
"Tadi aku gak nyobain Mas soalnya gak suka baunya cuma aku kasih bumbunya kira-kira aja heheheh." ucap Abigail
"(Oalah pantasan aja asin banget. mau gak makan takut diamuk, dimakan takut darah tinggi naik duh gini amat jadi suami punya bini bumil serba salah jadinya)" batin Reichel
Matthew masuk kedalam ruangan Reichel.
"Eh Abi kamu disini?" tanya Matthew
"Iya Matt, nganterin makan siang untuk Mas. btw kamu udah makan?" tanya Abigail
"Belum Bi" jawab nya
"Kalau gitu kamu makan bareng Mas aja, kebetulan aku buat nya banyak. dari tadi Mas makanya sedikit gak tau kenapa" ucap Abigail
"Boleh juga tu"
Matthew duduk di meja.
"(Mampus dah gimana ini. kalau Matthew ngomong gak enak gimana ini)" batin Reichel
Matthew menyendok makanan kedalam mulutnya.
"Wow makananya enak banget ini" dengan wajah mengerut
Reichel yang sedari tadi melihat Matthew menahan tawanya saat melihat ekspresi Matthew.
Mereka selesai makan siang. Abigail beristirahat di kursi sofa sementara Reichel dan Matthew sedang membicarakan sesuatu yang amat serius di meja kerja Reichel.
Abigail memilih untuk kembali kerumah lebih cepat meninggalkan Reichel dan Matthew membahas pekerjaan mereka.
"Semua sudah beres dan orang-orang dikota ini juga menerima dengan senang hati bahkan mereka sangat berterimakasih atas kebijakan ini" ucap Matthew
__ADS_1
"Syukurlah mereka senang. Gue senang sekarang berjalan dengan lancar tinggal tunggu jawaban Aron aja" ucap Reichel
Anak buah Reichel memasuki ruangan Reichel bersama dengan Aron.
"Silahkan duduk Kak" ucap Reichel
Aron tidak perduli sedikit pun. tidak ada ekspresi apapun dari nya.
"Jadi ingin berdamai?" tanya Aron
"Saya berharap semuanya cukup sampai disini saja, jangan ada lagi dendam atau permusuhan antara kita Kak. saya ingin berdamai dengan Kak Aron" ucap Reichel layaknya seorang adik laki-laki pada kakak nya
"Jadi seperti itu? Abigail ternyata sukses membuat es ini menjadi cair sekarang. hebat juga wanita itu" ucak Aron
"Abigail!! dia Abigail bukan wanita itu" ucap Reichel dengan penekanan
"Oh Maafkan aku, maksud ku Abigail. apa yang bisa kamu berikan sebagai imbalan?" Aron
"Aku tidak punya apapun, semuanya menjadi milik kita berdua kan?". ucap Reichel
"Aku hanya bercanda, jangan terlalu serius. baiklah aku harap kita bisa menjadi keluarga sesungguhnya mulai saat ini" ucap Aron
Reichel memeluk Aron dan berterima kasih atas kesediaan untuk berdamai dengan dirinya.
"Sebentar malam datang lah kerumah, kami akan adakan pesta untuk perdamaian kita" ucak Reichel
"Aku akan datang, kamu tenang saja" ucap Aron
Ia pergi meninggalkan Matthew dan Reichel.
"Gue masih gak yakin dia mau nerima penawaran ini dengan sunggu" ucap Matthew
"Jangan curiga berlebihan. seseorang ada masanya untuk berubah" ucap Reichel
"Dih sekarang lu juga mulai bijak dan berubah. benar-benar beruntung si lu dapat Abigail". ucap Matthew
"Gue bukan cuma tapi sangat beruntung dapatin Dia. Dia bisa merubah segalanya didiri gue dan juga hidup gue" ucap Reichel
Matthew sedikit merinding melihat perubahan bos sekaligus sahabatnya ini. terkadang Ia tidak mengenali lagi Reichel yang di hadapannya ini.
***
Reichel dan Matthew pulang dari kantor lebih cepat dan menyiapkan pesta untuk perayaan menyatunya kedua kubu yang saling berlawanan sejak 15 tahun silam ini.
Ibunda Reichel menatap kedua putra dan seorang putri nya berjalan bersama ketaman belakang rumah. tidak bisa si pungkiri kebahagiaan yang Ia rasakan karena mereka sekarang sudah akur. Ia menghampiri Abigail dan memeluknya.
"Terimakasih Nak sudah hadir dalam kehidupan anak saya. kamu membawah keberuntungan kepada Putra saya. terimah kasi banyak ya Sayang" ucap Ibunda Reichel
"Ma, tidak perlu berterima kasih, ini juga AMS sendiri yang berinisiatif untuk berdamai dengan Kak Aron" ucap Abigail
__ADS_1
"Kamu membawah keberuntungan pada Anaku". ucap nya lagi