Reichel & Abigail

Reichel & Abigail
Masa lalu


__ADS_3

Abigail duduk di ruangan Reichel. beberapa kali memanyunkan bibirnya. Reichel yang melihat Abigail seperti itu jadi tidak konsentrasi dalam bekerja. terlihat sangat mengemaskan



"Kenapa seperti itu?" tanya Reichel


Abigail kaget dengan pertanyaan Reichel padanya. ia refleks mengatup kan bibirnya.


keadaan ruangan itu hening seperti tak berpenghuni. entah kenapa keduanya hari ini hemat kata-kata. biasanya mereka selalu mendebatkan hal-hal yang tidak terlalu penting. Abigail sesekali melirik Reichel yang sibuk mengutak Atik laptop nya. Abigail terlihat sangat bosan tidak melakukan apapun disana.


"(Bosan nya, ngapain ya biar gak bosan)" batin Abigail


Abigail menghela nafas nya. tiba-tiba Reichel berdiri di hadapannya.



Tatapanya seperti biasa tajam. membuat Abigail diam menatapnya.


"Lapar?" tanyanya Reichel


Abigail mengangguk.


ternyata dari tadi dia kelaparan makanya tidak bisa diam di tempat.


"Ayok pergi makan" ajak Reichel


Anna dan Matthew masuk kedalam ruangan Reichel membaut mereka kaget dan langsung berdiri pada posisi masing-masing.


Matthew melihat gelagat mereka yang aneh menyipitkan matanya.


"Ayok, kalian habis ngapain?" mencoba cari tahu


"Tidak ada, kami tidak melakukan apapun" jawab Abigail


"Kalau gak ngapa-ngapain terus kenapa ekspresi kalian gitu?" tanya Matthew lagi


"Udah, jangan tanya terus kamu tu kepo banget. ayok makan yok lapar ni" Ajak Anna


Mereka pergi ke restoran terdekat untuk makan siang. Seperti biasa mereka selalu mendapatkan perhatian dari orang yang melihat mereka. apa lagi Reichel yang entah kerasukan apa tiba-tiba mengandeng tangan Abigail sambil berjalan.


"Oh beruntung banget si Nona Abigail ini" ucap karyawan wanita disana


"Benar banget. dia bisa membuat Pak bos bucin banget seperti itu" ucap sala satunya


"Kayaknya dia pake pelet deh" ucap yang lain


"Kamu ma sirik aja, cantikan juga dia" ledek yang lain


Mereka jalan berempat kesana. sampailah di restoran mewah berkelas yang biasa didatangi oleh Reichel dan Matthew untuk makan siang. dan ternyata itu juga milik keluarga Reichel.


"Selamat pagi Tuan muda, selamat datang" Sapa pegawai disana.


"Pagi" ucap Reichel singkat


"Seperti biasa" pinta Matthew

__ADS_1


"Baik Tuan" jawab pegawainya.


Kirana datang dari sana dengan seorang perempuan. nampaknya Ia adalah Rachel mantan kekasih Reichel. Reichel terlihat tidak senang dengan kehadiran Rachel disana.


Abigail mengengam tangan Reichel mencoba menenangkan Reichel dari rasa marah nya.


Reichel menatap Abigail, Abigail. memberi isyarat untuk tenang.


"Kak maaf Kirana telat. tadi ka Rachel telfon Kirana. katanya Kak Aron memukul dia. makanya aku bantuin dia keluar dari rumah kak Aron dan bawah dia kesini" Jelas Kirana


Reichel terlihat tidak memperdulikan kehadiran Rachel. ia tidak menatap nya sama sekali. makanan datang semua hidangan yang tersedia disana makanan yang tidak bisa di konsumsi oleh Abigail. mereka memesan Seafood untuk makan siang hari ini. Anna menatap Abigail dan di balas dengan isarat mata yang menutup oleh Abigail artinya tidak apa-apa.


"Wah, Kak Rei masih ingat aja ya makanan favorit dia sama kak Rachel" Kirana


Abigail langsung melepaskan gengaman tangan Reichel. sontak Reichel melihat kearah nya.


wajah Abigail sedikit berubah karena perkataan Kirana.


"(Apa ia ini restoran favorit mereka berdua dulu?)" batin Abigail


Anna dan Matthew menatap Kirana tidak suka. ia duduk di dekat Matthew menggeser Anna dan duduk di Abigail dan Reichel. Kirana sengaja membuat Rachel duduk dekat dengan Reichel juga.


"Ayok kita makan" pekiknya


Semua orang menikmati makananya. Abigail tidak tau harus makan apa dihadapanya hanya ada makanan yang bisa membuatnya akan kehilangan nyawanya karena dia alergi makanan sejeni seafood.


"Kak Abi tidak makan? ini enak kak biasa kak Rei sama kak Rachel dulu sering makan disini" Ucap Kirana


"Kirana !!!" Suara besar Reichel membuat ia kaget.


Melihat itu Rachel sengaja mengambil makanan yang berada di hadapan Abigail agar Reichel bantu mengambilkan untuknya.


benar saja Reichel mengambilnya dengan sumpit nya lalu menaruh nya ke mangkok Rachel. Abigail tidak terima ia mengambil makanan dihadapanya tidak peduli dengan resiko yang akan terjadi.


"Bi jangan makan ini" Anna melarang Abigail


Abigail tidak menghiraukan larangan Anna. ia terus memasukan makanan itu kedalam mulutnya. terlihat matanya berkaca dan lehernya bergetar saat menelan makanan itu.


"(Aku harap ini tidak terjadi apa-apa)" batin nya.


Kirana yang melihat itu tertawa. ia senang melihat Abigail cemburu dengan perbuata Reichel. dia benar-benar salut dengan Rachel yang mengerti dengan rencananya.


Anna terus memarahi Abigail untuk tidak memakan makananya itu.


"Bi, kamu mau mati apa ya? keluarin cepat kenapa jadi bodoh seperti ini si?" ucap Anna


"Kenapa si kam Anna, santai aja itu makanan bukan racun". ucap Kirana


"Abigail itu alergi makanan seafood kek gini. dia tidak bisa makan makanan yang terbuat dari seafood dan sejenis nya". jelas Anna


Reichel melihat kearah Abigail. ia melihat Abigail sesak nafas dan badanya menjadi merah dan wajanya menjadi sangat merah.


"Abigail" teriak Reichel


Abigail bernafas dengan cepat.

__ADS_1


"Panas, panas, Panas" Ucap abigail


Reichel panik dan mengangkat Abigail kemobil.


"Panggil karyawan tadi. bawah dia kehadapanku" Pinta Reichel


ia membawah Abigail kerumah sakit. Kirana Anna dan Rachel mengikutinya dari belakang.


"Dokter !!". panggila Reichel


Semua satu rumah sakit di buat panik oleh Reichel. mereka semua siap siaga menyambut tuan muda mereka.


Abigail di bawah keruangan UGD. dokter memeriksa keadaan Abigail disana.


Matthew datang dengan pegawai restoran itu.


"Kau, beraninya kau lakukan ini ke saya?" Reichel menarik kera baju pegawai itu


"Tuan, percayalah. saya tidak melakukan apapun pada makanan itu" Jawabnya


"Tapi kenapa Abigail seperti itu?" tanya Reichel


"Tuan dan yang lainya makan makanan yang sama kan? tapi tidak apa-apa" Jawab nya lagi


"Mungkin Nona alergi dengan makanan itu" Sambungnya


Reichel mengingat kembali kejadian disana.


"Saya sudah bilang ke dia untuk tidak makan. awalnya ia tidak mau makan tapi pas lihat Kamu sendokan makanan ke mangkok Rachel dia langsung memakan makanan itu tanpa memikirkan resiko nya" Jelas Anna sembari menangis


"Waktu kecil ia juga sempat keracunan makanan sejenis seafood ini dan hampir meninggal" lanjut Anna


Reichel mendengar itu kaget. ia mengacak kepalnya kasar.


"Lagi-lagi gue penyebabnya" Ucap Reichel


" lu jangan nyalahin diri lu, ini musibah" ucap Matthew menenangkan Reichel


Dokter keluar dari ruangan Abigail


"Dok, bagaimana Abigail?" tanya Reichel


"Sepertinya dia alergi makanan dan keracunan. kami sudah menyuntikan obat untuk merendahkan alerginya di infus. dan Tuan tebus obat ini keapotik" dokter memberikan resep obat itu pada Reichel


Anna mengambil resep obat itu dari tanggan Reichel. biar saya pergi menebus obatnya. kalian jaga Abigail saja. Reichel masuk kedalam ruangan Abigail


"Saya ikut sama kamu?" ucap Matthew


"Ok. ayok" Jawab Anna


Mereka pergi meninggalkan Kirana dan Rachel berdua di luar ruangan. Kirana menatap punggung Anna dan Matthew dengan amarah. Rachel memegang pundaknya menenangkan Kirana.


-happy reading ya gyus-☘️☘️☘️


jangan bosan-bosan membaca

__ADS_1


__ADS_2