
Reichel bangun dari tidurnya, ia melihat dirinya berada di tempat tidurnya. seingatnya semalam Dia duduk di depan pintu kamar mandi seketika Ia terperanjat dari tempat tidurnya menujuh kekamar mandi.
Ia membuka kamar mandi dan memeriksa apa Abigail masih berada didalam sana atau sudah tidak ada. Ia mengelus dadanya bersyukur sosok yang dicarinya tidak ada disana.
"Tapi- kemana dia?" gumam nya
Ia memutuskan untuk membersikan dirinya, setelah beberapa menit ia selesai melihat ke kasur berharap Abigail sudah menyiapkan segala keperluannya seperti biasanya namun, harapanya tidak terjadi. sama sekali tidak ada benda apapun disana. Ia terus memikirkan perkataan nya pada Abigail saat kejadian semalam. Ia menghela nafasnya kasar
"Sepertinya Dia sangat marah" gumam nya lagi
Selesai dengan aktivitas Ia turun ke lantai bawah untuk sarapan dan ke kantor. disana semua orang menikmati sarapannya lagi-lagi Ia mencari keberadaan Abigail.
"Abigail kemana?" tanya Reichel
"Tuh" jawab Mamanya sembari menunjukan keberadaan Abigail.
Ia tengah menyiram bunga di halaman belakang rumah mereka. Reichel melihat nya dan sedikit lega. perasaanya sedikit tenang saat sosok yang Ia cari masih berada di rumah nya itu.
"(Syukurlah, Ku pikir kamu akan pergi Abigail)" batin Reichel
Setelah selesai sarapan Reichel segera pergi ke kantor.
"Kenapa buruh-buruh begitu Nak?" tanya sang Mama
"Aku ada urusan penting Ma" jawab Reichel
"Sejak kapan memangnya urusan mu tidak penting? setiap hari selalu penting" Mama Shinta
"Ini lebih penting dari semuanya Ma, Aku pergi dulu" ucap Reichel
Abigail kembali dari siram bunga dan berpapasan dengan Reichel. Ia tidak bicara apapun melewati Reichel dan menujuh kekamarnya. Reichel menatap punggung mungil itu hingga memasuki kamar mereka.
Reichel berangkat dengan Matthew yang sedari tadi menunggunya di teras rumah mereka.
"Bagaimana?" tanya nya
"Mereka menginginkan kamu pergi sendirian kesana" Matthew
"Baiklah, Saya pergi sendirian kesana" Reichel
"Tidak !!! saya tetap ikut dengan kamu" Matthew
"Nanti kita pikirkan bagaimananya, sekarang kita kekantor dan menyiapkan semuanya" Ucap Reichel
Matthew dan Reichel keluar dari pekarangan rumah Reichel dan melaju di jalan kota itu dengan kencang, karena masih pagi kendaraan belum banyak yang berlalu-lalang sehingga memudahkan mereka untuk jalan dengan cepat ke kantor.
***
Abigail duduk di ruang tv.
"Nona, mau saya buatkan minuman?" tanya asisten rumah tangganya
"Boleh, berikan aku jus jeruk ya banyakin es batunya" Pinta Abigail
"Baik Nona" jawab Art nya
"Sama cemilan yang biasa ku makan" pinta nya lagi
"Mama kemana bi?" tanya Abigail lagi
"Tadi Nyonya Besar keluar untuk arisan bersama dengan teman-temannya" Jawab nya
Dua orang itu berjalan dari kamar mereka duduk di sofa bersama dengan Abigail.
"Sepertinya ada yang galau" Kirana
"Sepertinya ada yang mencintai sepihak" ejek Rachel
Abigail tidak menanggapi perkataan dua orang itu. ia pura-pura untuk tidak mendengar baginya itu akan membuang-buang waktunya saja. Artnya datang membawahkan minuman dan makanan ringan yang telah ia pesan.
"Nona, ini pesanan Nona" Art nya
Ia menaruh di meja dihadapan Abigail
"Minum minuman dingin siang hari membuat mu sedikit tenang dari rasa sedih mu" Rachel
"Apa selain menjadi murahan kamu juga akan menjadi perusak rumah tangga orang Nona Rachel? Saya sangat bersyukur Kamu tidak menjadi istri Reichel" Ucap Abigail
"Beraninya kau berbicara seperti itu padaku Abigail?" Rachel
"Kenapa? tidak boleh? bukan kan sudah benar jika kamu itu murahan? saat Reichel berada di titik terendah kamu kemana? kamu bermadu kasih kan dengan kekasih tersayang mu itu? dan sekarang saat Reichel punya segalanya kamu berpura-pura Aron telah memukul mu dan datang kesini minta perlindungan apa kamu tidak punya rasa malu? oh iya saya lupa kan kamu memang tidak tau malu ups😏 kamu bisa merendahkan harga dirimu agar bisa mendapat Reichel kembali benar-benar hebat kamu" Ejek Abigail
"Harus nya kamu itu malu Abigail, sampai saat ini Reichel tidak menyentuh mu kenapa? karena dia masih mencintai saya dengan sangat" ucap Rachel percaya diri
"Oh ya? benarkah? kamu tau kenapa Reichel tidak pernah menyentuh ku? karena dia sangat menghormati saya dan juga komitmen kami. dia tidak akan menyentuh saya jika tanpa seizin saya. kamu mengerti itu? oh iya lupa lagi kamu kan tidak akan mengerti karena kamu mengobral dirimu bahkan memasang harga murah untuk dirimu" Ucap Abigail lagi membuat Rachel marah dan ingin menamparnya.
"Beraninya kau...." Rachel ingin menampar Abigail tapi tanganya lebih dahulu di tahan oleh Abigail.
Plak...
satu tamparan keras mendarat di pipi Rachel
"Ini untuk tangan yang berani kau angkat untuk menampar ku barusan" Ucap Abigail
Plakkk....
"Dan ini untuk semua tindakan tidak tau dirimu yang datang untuk menghancurkan saya atau pun Reichel" Lagi ia menampar Pipi Rachel
Setelah itu ia meminum jus jeruk nya setengah lalu ia menyiram kan setengah nya lagi pada Rachel. entah dari mana keberanian Abigail saat ini, Ia tau betul sedang berhadapan dengan siapa dan pastinya setelah perbuatanya ini mereka tidak akan tinggal diam pasti akan melakukan sesuatu. untuk itu Ia perlu melakukan ini pada mereka agar mereka tau dia sebenarnya.
__ADS_1
Abigail pergi dari sana, meninggalkan mereka berdua disana.
"Kurang ajar kamu Abigail, sudah cukup Kirana ia sudah mempermalukanku sebanyak ini" Rachel
"Apa Kamu ingin Reichel Kembali padamu?" tanya Kirana pada Rachel
dibalas anggukan oleh Rachel.
"Kalau begitu rebut Dia, ambil kembali dia dari Abigail itu lakukan apapun caranya" ucap Kirana
***
Reichel duduk di kursi kebesaran nya Matthew duduk di sofa.
"Jadi bagaimana?" tanya Matthew
"Biarkan saya kesana sendirian" ucap Reichel
"Kamu sudah gila? mereka orang-orang berbahaya setidaknya saya juga harus ikut". kata Matthew
"Kamu harus tetap di sini, jika terjadi sesuatu pasti kan Abigail dan yang lain aman. saya kesana dengan beberapa anggota kita" ucap Reichel
" Tapi lu ga....." kata Matthew di potong oleh Reichel
"Kamu sudah pastikan mereka tidak ada hubunganya kan sama Aron jadi mereka ini hanya tikus-tikus kecil yang mencoba mencari masalah dengan singa jadi itu pasti aman" kata Reichel
"Baiklah, tapi kalau terjadi apa telfon gw" Matthew
"Siap bos" ucap Reichel sambil menepuk pundak Matthew.
Matthew menyerahkan koper berisikan uang sebagai jaminan untuk mengembalikan barang yang disandera oleh orang-orang desa itu. Reichel segera kesana dengan beberapa orang kepercayaan nya. Sementara Matthew mengawasi mereka melalui kamera tersembunyi yang Ia masukan kedalam koper itu melalui ponselnya.
Ia merasa semuanya aman setelah Ia memasakan kamera kesana. dan lagi Ia akan segerah tau tempat Reichel berada jika terjadi sesuatu yang mencurigakan.
****
Abigail sangat haus, Ia keluar dari kamarnya dan pergi kedapur untuk mengambil air minum. didalam kamrnya telah habis dan ia pergi mengisinya kembali. Ia berhenti saat mendengan Kirana dan Rachel berbicara dengan seseorang di balik ponselnya.
"Apa kamu sudah memastikan bahwa Ia tidak tau kamu dibalik ini semua?" tanya Kirana
"Bagus, buatlah seolah-olah orang-orang desa itu yang melakukanya. setelah itu kamu bunuh dia" ucap Kirana
"Apa-apaan kamu Kirana, Kamu bilang tidak akan menyakiti Reichel kenapa kamu menyuruh Aron untuk menghabisi Reichel? kamu sudah janji untuk Reichel baik-baik saja padaku" Rachel keberatan dengan rencana Aron dan Kirana
"Sekarang dia kesana, buat semuanya sesuai dengan rencana kita" Ucap Kirana lagi
Abigail mendengar semua nya. tak ingin kejadian di waktu lalu terulang kembali Ia memilih untuk tenang dan kembali ke kamar dengan diam-diam. Meraih ponselnya untuk menelfon Matthew tapi ponsel Matthew tidak bisa di hubungi.
"Mungkin ponselnya mati atau baterei mati" gumam Abigail
lalu Ia menelfon Anna dan ingin bertemu dia tapi di kantor Reichel. Abigail pergi dengan biasa agar tidak menimbulkan curiga dari orang-orang sekitar.
"Apa saya harus melapor padamu jika ingin keluar?" jawab Abigail
"Ya mau kemana? saya ingin tau?" tanya Reichel
"Memang nya kenapa? apa kamu sedang merencanakan sesuatu?" tanya Abigail mencoba menakuti Kirana
"Kamu apa-apaan, saya hanya bertanya untuk tau" Kirana
"Jika kamu tau, apa kau ingin mencelakai ku?"ucap Abigail
"Lagi pula aku mau ke kantor suami ku memang nya kenapa?" Tanya Abigail pura-pura seakan semuanya tidak terjadi apa-apa
"Oh baiklah silahkan pergi" Kirana
"Aku ikut dengan mu" Rachel
"Gak, saya tidak ingin suami saya moodnya jelek gara-gara kamu"
Abigail segera pergi tidak ingin berlama-lama Ia harus bertemu dengan Anna dan juga Matthew. Sopir nya membawanya ke kantor Reichel untuk saja jalanya masih longgar jadi tidak macet. setelah sampai di kantor Reichel
Abigail segerah turun. menyuruh sopirnya kembali kerumah duluan.
"Pak, kembali duluan saja nanti saya kembali dengan Tuan" pintah Abigail
Sopirnya mengangguk. Ia dengan cepat ke ruangan Reichel, disana ia bertemu dengan Anna dan Matthew yang menunggunya sedari tadi.
"Ada apa? kenapa buru-buru seperti itu?". tanya Anna
"Ia kenapa kamu sangat panik?" tanya Matthew
Abigail mengambil nafas sebentar sebelum menceritakan semuanya. ia menceritakan semua yang Ia dengar.
"Kenapa kamu biarkan Tuan pergi sendiri?" tanya Abigail
"Dia yang meminta, lagi pula dia rasa itu aman" Matthew
"Kita harus kesana, dia akan di bunuh oleh Aron dan Kirana ini rencana mereka." ucap Abigail
"Apa!!!" Matthew
Matthew segera melihat ponselnya ia membuka GPS nya dan melihat lokasi Reichel berada. Ia segera meminta ajudan bersiap untuk pergi mengikuti Reichel. mereka buru-buru turun dan menuju ke tempat Reichel.
****
Reichel duduk di kursi gudang itu. beberapa orang bertubuh kekar terlihat mendampingi seorang disana yang sedang memegang koper berisikan permata dan berlian yang mereka rampas. Reichel melemparkan koper berisi uang 1 miliar permintaan mereka keatas meja.
seorang bertubuh kekar memeriksa koper itu
__ADS_1
"Bos sepertinya ini uang nya lebih dari cukup" tanya nya
"Baiklah, tunggu disini saya akan ambil koper berlian itu" Ucap pria kecil itu.
Dia menatap Reichel sebelum berlalu kedalam sala satu ruangan dan bertemu seseorang.
"Bagaimana?" tanya nya
"Aman, dia seperti sendirian" jawabnya
"Bagus" jawabnya
Seseorang yang bertubuh agak gemuk masuk dengan menggunakan topeng. ia membawah koper itu dan berdiri di hadapan Reichel
Reichel menatapnya sedikit curiga. Ia melepaskan topeng nya, betapa kagetnya dia ternyata seorang di sana adalah.
"Anton!!!" pekik Reichel
"Halo tuan Reichel yang angkuh, apa kabar? senang bertemu kembali dengan mu" ucap Anton
"Bagaimana kamu bisa bebas dari penjarah ku?" tanya nya
"Kamu tidak perlu tau bagaimana, yang harus kamu tau sekarang kamu akan saya habisi disini sekarang juga" ucap Anton penuh amarah
"Apa Maksudnya ini, kamu menipu saya?" Reichel menatap orang yang bertubuh kecil di samping Anton
Ia memanggil Ajudanya yang telah ikut dengannya tadi. beberapa orang kekar itu masuk dan melempar orang-orangnya dihadapanya.
"Beraninya kalian menipu ku, kemari kalian akan ku hajar kalian satu persatu dasa pengecut kemari kalian" Reichel bersiap untuk melawan mereka namun ia di pukul dari belakan sehingga ia terjatuh dan Anton mengikatnya di kursi dan memukulinya hingga babak belur.
****
Abigail begitu kawatir perasanya tidak enak ia terus memikirkan Reichel.
"Matthew cepat lah saya tidak ingin terjadi sesuatu pada tuan, saya tidak mau mereka melakukan sesuatu yang buruk padanya" ucap Abigail
"Bi kamu tenang, tidak akan terjadi apa-apa dengan Reichel dia membawah beberapa pengawal bersamanya kamu tenang ya,". Ucap Anna mencoba menghibur Abigail
Mobil mereka berhenti di luar jalan. dari jauh Matthew melihat mobil Reichel terparkir.
"Itu mobil Reichel, dia pasti didalam sana" ucap Matthew
mereka semua berjalan kedalam gua, ajudan mereka memeriksa semuanya disana. Matthew melihat Reichel yang di ikat di kursi dengan luka-luka di wajahnya. Abigail berteriak memanggi nama Reichel membuat Reichel sadar. Matthew dan beberapa Ajudanya menghajar semua orang disana Anna yang melihat seorang datang untuk memukul Abigail ia segera mengambil balok yang ada dihadapanya dan mumukul orang itu hingga pingsan. Matthew menghajar pria yang sedang menyiksa Reichel. lalu seorang yang memaki jubah hitam datang. dengan penuh amara Abigail mengambil kayu dihadapanya memukul orang itu dengan seluruh kekuatannya sehingga orang itu mendapatkan luka di bagian kepalanya.
karena takut katauan mereka semua kabur dari sana.
Abigail melihat Reichel yang tidak berdaya lagi ia berlari dan menolong nya melepaskan semua ikatan itu dan membantu Reichel berdiri.
Abigail memeluk Reichel dengan erat badanya gemetar. Reichel membalas pelukanya dengan erat.
"Jangan menangis Aku baik-baik saja, bukanya sudah ku bilang aku tidak akan mati" Ucap Reichel lemas
"Hentikan, kamu hampir saja membuat ku mati. kenapa keras kepala seperti ini? kenapa tidak mendengar kan ucapan Matthew? jika saja kami tidak sampai dengan cepat kamu akan...." Reichel menahan ucapan Abigail denga jarinya di bibir Abigail
"Sudah ku katakan Aku tidak akan mati, mereka semua akan mendapatkan balasanya dari ku kamu tenang saja selama kau masih bersama ku aku akan baik-baik saja" Ucap Reichel
Abigail memeluk Reichel dengan erat. setelahnya mereka pun pergi.
disini lain seorang perempuan menahan amarahnya melihat apa yang terjadi di hadapannya. Ia mengambil pistol dari sakunya dan menarik pelatuk nya mengarahkan ke pada Abigail lalu melepaskan tembakan sekali dan mengenai dada Abigail. Reichel kaget melihat Abigail jatuh kedalam pelukanya dengan darah mengalir dari dadanya.
"Bedebah!!! kejar mereka sampai dapat saya ingin mereka hidup-hidup cepat!!!?" Reichel dengan marah menyuruh mereka mengejar orang yang sudah menembak Abigail
"Abigai, Bagun ayo bangun la" Ucap Reichel
" Tolong buka matamu jangan seperti ini tolong"ucap Reichel
Abigail membuka matanya.
"Tuan, jangan menangis aku baik-baik saja" ucap nya
"Kenapa kau melakukan semua ini?" tanya Reichel
"Karena aku mencintaimu Tuan, aku sangat mencintaimu mu. aku bisa memberikan nyawaku jika tuan inginkan" jawab Abigail lalu ia tak sadarkan diri
Reichel tidak peduli dengan rasa sakit pada dirinya. ia mengendong Abigail kedalam mobil nya. Anna dan Matthew berlari membuka pintu mobil di kursi belakang Reichel memeluk Abigail dengan terus menangis dan mengelus wajah Abigail.
Anna dan Matthew melihat ini tidak tega.
"Maaf Rei, saya gagal untuk mejaga Abi untuk tidak terluka" ucap Matthew
"Bukan salah kamu, ini salah saya jangan salahkan dirimu Matt" ucap Reichel
Mereka sampai di rumah sakit dokter segera menangani Abigail. Ibu Abigail dan Mama Reichel datang kerumah sakit. melihat Reichel yang penuh luka dan darah Mana Shinta kaget.
jangan bosan-bosan ya guys untuk baca
-happy reading ya gyus-☘️☘️☘️
jangan lupa
like
komen
dan
❤️❤️
juga hadianya ya
__ADS_1
terimakasih 🙏🙏