
Kerajaan Ming, merupakan kerajaan yang kuat pada massa nya, kerajaan yang dipimpin oleh Kaisar Xuan Long. Kaisar xuan Long memiliki 5 pangeran dan 1 Puteri kesayangan. Xuan Ye merupakan putera mahkota dan anak kesayangan sang kaisar.
"Pangeran pertama kau yang bertugas mencari, aku akan bersembunyi. hahaha"
suara nan lembut dan renyah tersebut adalah milik puteri Huang Ro, cucu angkat dari ibu Suri, gadis yang memiliki paras cantik itu sangat antusias bermain.
"aku tidak mau bermain lagi denganmu, aku sudah bosan bermain permainan anak perempuan. Aku akan berlatih memanah dengan adik ke3 saja." Xuan Ye kecil segera berlari kecil meninggalkan Huang Ro.
Huang Ro dengan segera mengejar sang putera mahkota, dia selalu mengikuti kemana saja putera mahkota pergi. Tanpa sengaja kaki Huang Ro tersandung, dan dia pun terjatuh lalu menangis sekencang - kencang nya. Xuan Ye segera berlari menghampiri Huang Ro.
"apakah kau terluka? coba aku lihat bagian mana yang sakit?" Xuan Ye sangat panik, dia selalu ingat bahwa Huang Ro tidak tahan sakit.
Tangisan Huang Ro bertambah keras, sampai para dayang pun berkumpul, termasuk kepala dayang ibu suri, dayang Rong.
dengan suara tegas dayang Rong memerintahkan bawahannya mengambilkan obat luka dan mengoleskan pada kaki Huang Ro yang terluka.
Huang Ro yang kesakitan dipeluk oleh pangeran Xuan Ye "sudah sudah, sakitmu akan segera berlalu. maafkan aku meninggalkanmu bermain. nanti aku bawakan manisan kesukaanmu, ayo hapus air matamu Ro'er"
Dengan masih berlinang air mata, Huang Ro memaksakan untuk tersenyum "terima kasih putera mahkota, aku tidak akan menangis lagi, tapi berjanjilah kau tidak akan meninggalkanku lagi"
Dengan suara tegas Xuan Ye menjawab "aku tidak akan meninggalkanmu. hanya kau yang boleh selalu berada di sampingku"
Dengan senyum bahagia Huang Ro menggandeng tangan Xuan Ye dan mereka bermain kembali.
Kota DaLi
Lima orang pria berkumpul di sebuah kedai teh, masing - masing dari mereka membawa sebilah pedang ditangannya.
"Kakak sampai kapan kita akan bersembunyi?" salah seorang diantaranya mulai berbicara.
"Bersabarlah adik kelima. kalau sudah saatnya kita akan bergerak. adik ketiga apakah kau sudah yakin dimana Puteri Tian Yu berada? Hanya dia keturunan dinasti Tang yang tersisa. kita harus memastikan keberadaannya dan melindungi nya."
"Lapor kak, sudah dipastikan bahwa Puteri Huang Ro merupakan Puteri Tian Yu yang sudah hilang. dayang Rong yang merupakan dayang permaisuri terdahulu berhasil melindunginya dan membawa tuan Puteri masuk ke istana ibu suri, bisa dipastikan beliau aman disana."
"bagus, sungguh bagus. tunggu saat yang tepat kita akan bertindak. adik keempat jangan lupakan tugasmu, terus jaga komunikasi dengan dayang Rong. jika ada perubahan segera laporkan."
"Baik kak"
__ADS_1
"kita akan berbagi tugas, aku sebagai kakak tertua kalian akan mengurus masalah tentara tersembunyi. sementara kita akan terus bersembunyi dan melatih pasukan kita serta melengkapi persenjataan. jika sudah saatnya bergerak kita akan menjemput Puteri Tian Yu dan menyusun rencana pemberontakan."
lalu mereka mengangguk dan berpencar sesuai dengan rencana mereka masing - masing.
Istana
Di lapangan istana terdengar suara memanah dan suara kuda, para pangeran kecil sedang berlatih bela diri disana. Tampak sang Putera Mahkota Xuan Ye sangat mencolok dibanding saudaranya. di usia nya yang menginjak 11 tahun dia sudah menguasai ilmu pedang dan memanah, Kaisar Ming sangat menyayangi nya dan berharap banyak padanya.
Setelah latihan selesai, seperti biasa Huang Ro akan datang membawakan banyak camilan untuk para pangeran.
"kakak Huang Ro, lagi lagi semua makanan kesukaan kakak pertama. kapan kau akan membawakan makanan kesukaanku?" pangeran kelima, Xuan Wu tampak merengut.
"Hahaha adik kelima seperti tak tahu saja, bagi kakak pertama, beras mentah pun bisa bagaikan emas jika kak Huang Ro yang membawakan" pangeran ketiga, Xuan San sangat suka melihat ekspresi Huang Ro. jika digoda seperti itu pipi Huang Ro akan merah bagaikan pantat babi.
"Ehem.. sudah.. kasian Huang Ro. kalian semua diamlah" pangeran kedua Xuan Er, walaupun dia tahu kalau Huang Ro sangat menyukai putera mahkota, tetapi entah kenapa hatinya selalu tidak nyaman melihat mereka berdua.
dengan langkah gesit Xuan Er pun berlari dan menghilang
"sudah saatnya bubar" Xuan She yang paling pendiam diantara mereka berlima pun pergi. diikuti Xuan san dan Xuan Wu
"hey Huang Ro, kenapa kau melamun?" perkataan Xuan Ye membuat Huang Ro tersipu.
"hahaha.. sejak kapan kamu jadi begini? setahu ku gadis bernama Huang Ro tidak pernah risih dengan perkataan orang lain"
dengan lembut Xuan Ye menepuk kepala Huang Ro.
"KAISAR DATANG"
Suara Kasim Yu menggelegar diikuti dengan kedatangan kaisar
semua orang pun memberi salam.
kaisar hanya melirik sekilas kearah Huang Ro. dia tidak pernah menyukai gadis ini, asal usul nya tidak jelas, tetapi apa daya Ibu Suri sangat menyayanginya.
"Xuan Ye bagaimana latihanmu?"
"Lapor ayah kaisar, hamba dan adik semua, berlatih dengan giat supaya bisa makin memajukan kerajaan kita dimasa mendatang"
__ADS_1
"Hahahaha, aku selalu suka mendengar cara bicaramu putera mahkota, ayo temani aku bermain catur."
"dengan senang hati ayah kaisar" pangeran pun tertawa dan berjalan disamping Kaisar.
Dengan tatapan tajam, kaisar menatap Huang Ro "yang tidak berkepentingan menurutku tidak diperlukan, banyak pekerjaan di istana ibu suri, benar begitu, Huang Ro?"
Huang Ro yang selalu takut pada tatapan kaisar hanya bisa menunduk
"Hamba mengerti, Hamba mengantar kepergian yang mulia kaisar dan yang mulia putera mahkota, panjang umur selalu"
"Dayang Rong, kenapa kaisar tidak menyukaiku?" tanya nya
"Tuan Puteri jangan kuatir, kaisar adalah naga yang mendapat titah langit, kita tidak dapat selalu bersanding dengan yang mulia."
jawaban itu selalu menjadi andalan dayang Rong dalam menjawab pertanyaan, dia tidak berani berkata jujur sebelum Puteri berusia 12tahun.
"kakak Huang Ro" suara Puteri Xuan Nu terdengar dari sisi timur.
"Huang Ro memberi salam pada tuan Puteri, semoga tuan puteri panjang umur"
"tidak usah sungkan kak, Aku hanya sekedar lewat dalam perjalananku menemui ayah kaisar."
"lapor Puteri, yang mulia bermain catur dengan pangeran Xuan Ye di ruang baca."
"Baiklah, ayo Kakak Huang Ro kita pergi bersama."
"akh tidak, ibu suri memanggilku."
"sayang sekali, baiklah besok bermain bersamaku ya kak, aku punya motif sulaman bagus untuk kutunjukkan."
Huang Ro hanya tersenyum kecut pada Puteri Xuan Nu.
Dia selalu iri dengan Puteri Xuan Nu, walaupun berbeda ibu dengan para pangeran yang lain. dia tetap dekat dan sangat disayangi oleh para pangeran dan kaisar.
Kaisar Xuan Long memiliki seorang permaisuri, yang merupakan ibu dari putera mahkota, pangeran kedua dan pangeran kelima.
Selain itu memiliki dua orang selir, selir Wan merupakan ibu kandung pangeran keempat.
__ADS_1
Dan Selir Lin merupakan ibu kandung dari si kembar pangeran ketiga dan Puteri Xuan Nu.
Walau pun mereka memiliki banyak saudara, tetapi selama ini sangat sedikit konflik intern yang terjadi.