Rembulan Pengganti

Rembulan Pengganti
BAB 18


__ADS_3

Siang itu Shen Ling berada di taman kediaman Chao menunggu kepulangan Xuan Ye, rupanya nyonya Chao sangat menyukai buah - buahan, dan di taman itu terdapat sedikit sekali tanaman bunga.


'Hmm.. Jika ada penyusup mereka sangat mudah memantau dari arah sini. Batang pohon di sini besar - besar dan daunnya pun rimbun, sangat mudah untuk kamuflase tempat persembunyian penyusup. Aku harus hati - hati dengan tempat ini.'


Cuaca hari itu begitu panas, Shen Ling merasa sangat haus dan ingin memakan sesuatu yang manis. Akhirnya dia meminta A Li untuk menyiapkan cemilan dan air untuk Shen Ling.


A Li pergi ke dapur untuk menyiapkan kesukaan nona nya, saat sedang menyiapkan makanan salah seorang pelayan memanggilnya, A Li pun menemui pelayan itu, "Ada apa?"


"Aku menemukan kantong wewangian ini, apakah ini milik nona mu?" jawab pelayan itu.


A Li merasa tidak mengenali nya, dia pun menggelengkan kepala nya, "Bukan, nona ku tidak pernah membawa benda seperti itu."


Lalu A Li kembali menyiapkan makanan serta minuman, lalu membawa nya untuk Shen Ling.


Dia tidak tahu bahwa di dekat jendela seseorang tersenyum dengan jahatnya.


Shen Ling Sangat bahagia melihat kedatangan A Li, "Cepat cepat aku sangat haus A Li, kau tahu kan cuaca sedang tidak menentu, saat siang gerah seperti ini berarti malam ini akan turun hujan."


A Li dengan tersenyum segera menuangkan minumannya dan memberikan pada Shen Ling. Ketika hendak meminumnya Shen Ling merasakan aroma yang sedikit berbeda walaupun tercium samar - samar, akhirnya dia pura - pura meminumnya dan mengedarkan pandangannya. 'Seperti nya aku sedang diawasi.' Shen Ling berusaha bersikap biasa saja dan mengobrol dengan A Li. Diam - diam Shen Ling mengeluarkan jarum perak miliknya dan mencelupkannya pada minuman itu, walaupun jarum tidak berubah warna menjadi hitam sepenuhnya, tetapi terdapat bercak kehitaman yang tidak terlalu kentara pada jarum.


A Li yang melihat sikap nona nya pun langsung mengerti, dia pura - pura menyenggol piring camilan itu, "Ma - maaf nona, aku tidak sengaja menjatuhkan makanan ini, maafkan aku."


Shen Ling pun mengikuti akting A Li, "Kau ini bagaimana?! Apakah kau tahu aku sangat kelaparan, lihatlah sikapmu ini?!"

__ADS_1


A Li pun menjawab dengan berpura - pura ketakutan, "Hamba akan mengganti yang baru nona."


Shen Ling pun berdiri dan memberi sedikit sinyal pada A Li, " Sudah lah aku sudah tak lapar lagi, aku akan kembali ke kamar. Dan kau bereskan semua nya."


Shen Ling pun kembali ke kamar nya, dan langsung menutup jendela di kamarnya.


Setiba nya A Li di kamar itu Shen Ling berbicara dengan keras dia tahu bahwa dirinya sedang diawasi, "Aku mengantuk, aku mau tidur siang dan kau cepat tutup pintu nya, aku tak mau tidurku terganggu."


A Li memahami maksud nona nya itu, dia sudah mengikuti nona nya dari kecil dan tahu perubahan drastis nona nya pasti ada sesuatu yang terjadi, terlebih lagi tadi nona mengeluarkan jarum perak. Berarti ada yang menaruh racun di dalam makanan maupun minuman itu.


Beberapa saat kemudian Xuan Ye pun telah selesai rapat, dia ingin mencari Shen Ling.


Terdengar ketukan pintu yang membuat Shen Ling terkejut dan waspada, saat A Li membukakan pintu, Shen Ling sudah siap dengan pisau terbang miliknya.


Xuan Ye terkejut melihat sikap Shen Ling, "Ada apa ini? Apa yang terjadi?"


Shen Ling pun menceritakan semua nya pada Xuan Ye, Xuan Ye sangat terkejut bahwa ada seseorang yang ingin meracuni Shen Ling dan apa tujuannya.


Shen Ling pun melanjutkan ceritanya, "Dosis yang digunakan sangatlah kecil, racun yang digunakan pun bukan racun yang mematikan lalu apa tujuan orang ini? jika dia memberikan dosis sedikit maka hanya menimbulkan efek pusing dan tidak enak badan."


Xuan Ye pun ikut berpikir, "Nona Shen bagaimana jika digunakan dalam jangka panjang dan rutin?"


Shen Ling terkejut mendengarnya, itu artinya pelakunya hendak mencelakai secara perlahan. Xuan Ye melihat ekspresi Shen Ling mulai panik, dengan segera Xuan Ye memeluknya dan berbisik, "Jangan takut, aku akan melindungi mu dan tidak akan ada yang dapat menyakitimu."

__ADS_1


Kalimat Xuan Ye membuat Shen Ling merasa nyaman, baru kali ini ada seseorang selain ayahnya yang ingin melindunginya, 'Ya Tuhan, bolehkah aku mencintai lelaki ini? Aku tahu di hatinya tidak akan pernah ada aku, tetapi aku rela hanya tinggal disisinya walau hanya sebagai teman.'


Kemudian Xuan Ye melepaskan pelukan dan berjalan mendekati A Li, "Ceritakan semua hal saat kau menyiapkan minuman itu, jangan lewatkan satu hal pun, mengerti?"


A Li mengangguk ketakutan melihat ekspresi serius Xuan Ye, tatapan matanya begitu tajam menunjukkan tatapan seorang pemimpin yang cerdas.


A Li pun menceritakan semua nya dan tidak melewatkan satu hal pun.


Xuan Ye mencerna semua kata - kata nya, Kemudian dia memanggil prajurit bayangannya, "Kalian tangkap lah pelayan yang memanggil A Li tadi dan interogasi siapa yang bekerja sama dengannya, kau diijinkan menggunakan metode apa pun agar dia mau berbicara jujur, dugaan ku komplotan pengaruh racun itu ada dua orang. Setelah dia berkata jujur bunuh mereka berdua dan kalian gantikan posisi nya. Aku ingin tahu siapa orang besar di balik rencana busuk ini."


prajurit bayangan pun melakukan tugas mereka sesuai perintah putera mahkota.


Setelah prajurit itu pergi Shen Ling membahas mengenai rapat tadi. Dan Xuan Ye menceritakan semua nya, tidak ada masalah apa pun dalam rapat dan pembangunan akan dimulai besok pagi.


Justru saat ini masalah Shen Ling yang ada dipikirannya, bagaimana pun masalah ini tidaklah sepele, pasti ada sangkut paut dengan dirinya atau pun dengan musibah di Lin Man.


Xuan Ye menyadari walaupun Shen Ling terlihat kuat, tetapi dia juga seorang wanita yang mengetahui bahwa dirinya menjadi sasaran pembunuhan. Dengan lembut dia memegang tangan Shen Ling dan berkata, "Jangan lah takut setelah komplotan pemberi racun digantikan oleh orang ku maka tidak akan ada yang dapat mencelakai mu. Saat ini tersangka utama adalah tuan Chao, tetapi aku merasa hal ini tidak sederhana itu, aku berjanji akan menyelidiki masalah ini, kau tenang saja."


Shen Ling mengangguk perlahan, dia sangat senang diperhatikan oleh Xuan Ye, "Hamba mengerti."


Kemudian Xuan Ye menatap A Li, "Kau harus bisa bersikap wajar, anggap tidak terjadi apa - apa sehingga kita dapat menangkap pelaku sebenarnya. Apakah kau paham?"


A Li sepenuhnya mengerti, "Hamba paham yang mulia."

__ADS_1


__ADS_2