
"Kau, bukankah tadi bersikeras memesan ruang VIP kedai teh itu? kenapa kau malah keluyuran disini juga?" pangeran ketiga tampak kesal, melihat ternyata lelaki yang berebutan ruang VIP dengannya tidak menggunakan ruangan itu.
"Itu adalah urusanku mau menggunakan ruang VIP itu atau tidak, apa peduli mu dengan hal itu? Justru kau lah yang aneh, bukankah kakakmu bilang kau tidak menyukai keramaian? Kenapa kau sudi berdiri disini dengan banyak orang?"
Shen Ling menjawab dengan asal - asalan. Sampai dia tidak mengetahui bahwa pangeran ketiga sudah sangat marah dengannya.
Belum sempat mereka beradu mulut suara gong yang ramai terdengar,
"Tuan dan Nyonya mari saksikan pertunjukan kungfu terbaik saat ini. Perkenalkan Aming dan Asheng akan beradu kungfu luar biasa, mari mari kita saksikan." suara gendang dan gong saling beradu memperamai suasana.
Semua penonton terpukau dengan kelihaian mereka, tampak ada dua orang anak kecil membawa kain untuk meminta sumbangan setelah melihat pertunjukkan.
Setelah semua uang terkumpul, pertunjukkan pun selesai dan rombongan pawai tersebut sedang berkemas diikuti dengan bubarnya para penonton.
Tiba - tiba Shen Ling menghentikan kedua anak kecil itu.
"Tunggu, kalian boleh pergi setelah mengembalikan semua kantung uang yang kalian curi."
Para penonton yang mendengar hal itu mengecek uang mereka, ada beberapa orang telah kehilangan kantung uang dan giok mereka, tak terkecuali pangeran ketiga.
"Kembalikan milikku dasar pencuri." salah seorang warga mulai berteriak.
Tiba - tiba sang pemilik pawai berteriak, "Diam semua nya, hei Tuan apakah kau mempunyai bukti? Mereka berdua hanyalah anak kecil, atas dasar apa kau menuduh mereka?"
Shen Ling pun tersenyum, "Buka kain hitam yang dibawa anak itu."
Putera mahkota dan pangeran keempat pun tersenyum, mereka juga mengetahui hal tersebut. Tapi ternyata Shen Ling selangkah di depan mereka.
Sang pemilik pawai yang panik akhirnya mengambil sebilah pedang dan menyerang Shen Ling, Shen Ling sudah mengambil aba - aba, tapi belum sempat pedang mengenai Shen Ling tiba - tiba ada pisau terbang melayang mengenai pedang tersebut. Rupanya putera mahkota sudah bertindak, tidak lama kemudian datanglah rombongan petugas yang telah diberi kode oleh pangeran keempat.
__ADS_1
Semua hasil curian telah dikembalikan ke pemilik masing - masing.
Pangeran ketiga sangat terkagum dengan Shen Ling "Hey bagaimana kau mengetahui mereka pencuri? Matamu sangat jeli."
Shen Ling hanya menggelengkan kepalanya, dia justru heran kenapa pangeran ketiga tidak menyadari nya.
Putera mahkota menghampiri Shen Ling, "Nona kau tidak apa - apa?"
Shen Ling terkejut, bagaimana mungkin dia tahu bahwa mereka adalah perempuan yang menyamar.
Kemudian pangeran keempat pun melanjutkan "Apa perlu kami mengantar kalian kembali ke kediaman perdana menteri? aku yakin orang tua mu sedang mencarimu."
"Ba-bagaimana mungkin kalian tahu bahwa aku adalah anak perdana menteri? berarti kalian sudah mengetahui jati diriku di saat kita bertemu di kedai teh?" Shen Ling sangat panik
"Nona Shen, cobalah berpikir siapa kami ini, jika memang lawan kami tadi adalah seorang pria, mana mungkin kami para pangeran akan mengalah begitu saja. Hanya melihat bahwa kau seorang wanita, maka aku dan adik ku mengalah padamu."
"Shen Ling memberi salam pada putera mahkota dan pangeran, semoga panjang umur."
"Tidak usah formal, disini adalah tempat umum, jangan terlalu mencolok." pangeran keempat memarahinya.
"Pangeran, mohon ampuni kelancangan hamba tadi. Hamba hanya ingin bermain saja tidak bermaksud apa - apa. Mohon pangeran berbelas kasih jangan memberitahu ayahanda, nanti hamba bisa dihukum berat." Shen Ling sudah bisa membayangkan reaksi ayahnya jika tahu dia menyelinap keluar dan mempermalukan keluarga kerajaan 'habislah aku, mati aku, mati aku'
"Hahahaha lihatlah reaksimu lucu sekali, kakak darimana kakak mengetahui jika laki laki ini adalah Nona besar keluarga Shen?" pangeran ketiga akhirnya memahami kenapa kakaknya mengalah di kedai teh tadi.
"Dia sangat bau." pangeran keempat menjawab dengan datar dan tanpa ekspresi.
secara tak sadar Shen Ling mencoba mencium bau tubuhnya, dan berpikir apakah dia sebau itu. Bahkan pelayannya pun ikut mencium bau badan nona nya, tapi merasa tidak ada yang salah.
Putra mahkota tersenyum geli melihat kelakuannya, "maksud adik keempat, tubuhmu selalu ada aroma obat yang khas. Kita pernah bertemu saat ulang tahun perdana menteri. Aku dan adik keempat merasa bau tubuhmu sangat khas, entah bau rempah - rempah apa pun itu sangat berbeda dengan para gadis yang selalu membawa kantung wewangian."
__ADS_1
Akhirnya Shen Ling memahami, bau ini muncul karena dia mengkoleksi beberapa herbal langka di dalam kamarnya. Seketika Shen Ling pun tersipu malu.
"Kakak, gadis seperti ini tidak perlu kita antar. Dia sudah terbiasa dengan jalanan kota ini. kalau tidak mana ada seorang gadis bernyali menghadapi pencuri." pangeran keempat tetap saja ketus seperti biasanya.
"itu benar nona, tidakkah kau terlalu berani dengan para pencuri itu? jika keadaan seperti ini terulang, akan lebih baik jika kau melaporkan kepada petugas. Biarkan para petugas mengerjakan tugas mereka."
putera mahkota juga terheran - heran dengan keberanian gadis itu. Shen Ming hanya tersenyum, dia tidak akan bisa mengatakan terus terang bahwa dia menguasai ilmu bela diri, dan yakin bahwa pencuri seperti itu tidak akan bisa mengalahkannya.
Tiba - tiba pelayan Shen Ling berteriak, "Nona sudah mendekati sore. Sebentar lagi tuan dan nyonya akan pulang. Jika nona belum sampai rumah habislah kita, entah hukuman apa lagi yang menanti kita berdua."
Shen Ling menjadi ikut panik, "Para pangeran, hamba mohon diri." dia lalu berlari dengan kencangnya, pangeran ketiga tertawa terbahak - bahak melihat kelakuannya, sedangkan putera mahkota dan pangeran keempat hanya tersenyum.
"Gadis yang menarik." Putera mahkota berguman tanpa sadar, pangeran ketiga yang mendengar hal itu terdiam
"Kakak, ada apa denganmu? Biasanya yang kau bicarakan hanyalah Huang Ro. Kenapa tiba - tiba kau membicarakan gadis bermarga Shen itu?" pangeran ketiga sampai terkejut mendengarnya.
Putera mahkota pun bingung dengan dirinya sendiri, dia merasa gadis itu memiliki sisi menarik yang tidak dimiliki Huang Ro.
Pangeran keempat terdiam dan melirik putera mahkota. Baginya, Shen Ling juga seorang wanita yang menarik. Tanpa Shen Ling sadari, setiap mereka bertemu pangeran keempat selalu mengawasinya. Setiap kelakuan Shen Ling baginya merupakan hal yang menarik, dan menganggap Shen Ling bukanlah wanita yang membosankan.
Pangeran keempat pun berpamitan dengan putera mahkota dan pangeran ketiga dengan alasan bahwa dia ada sedikit urusan. Sesampai nya ditempat sepi dia memanggil penjaga bayangannya. "Ahui"
Dalam sekejap, seseorang berpakaian hitam lun muncul
"Hamba hadir pangeran."
"Ikutilah Nona Shen Ling, dan pastikan dia telah aman sampai rumah."
"Baik pangeran" dalam sekejap prajurit bayangan itu menghilang bagaikan angin.
__ADS_1