
Anak buah tuan Hao melaporkan pada tuannya bahwa Shen Ling telah meminum air beracun itu walau hanya sedikit.
Tuan Hao sangat senang mendengarnya, "Apakah kau sudah memberi perintah lengkap pada dua pelayan itu? Ingatkan mereka untuk memberikan minuman maupun makanan beracun untuk gadis itu. Dan aku ingin melihat pertunjukkan menarik tiga hari dari sekarang. hahaha."
Antek tuan Hao pun mengangguk, "Tuan tenang saja, hamba sudah memberikan masing masing satu Tael perak pada mereka. Dan berjanji memberikan Tael emas saat rencana tuanku berhasil."
"Bagus, bagus sekali. Tapi kau harus ingat ketika gadis itu berhasil dilumpuhkan kau harus membereskan kedua orang itu. Aku tak mau rencana ini bocor."
Anak buahnya pun mengerti yang dimaksud oleh tuannya, dia tidak akan membiarkan saksi mata hidup. "Baik laksanakan."
Mereka tidak tahu bahwa pelayan yang mereka maksud sudah meninggal dan yang tersisa hanya orang suruhan Xuan Ye yang menyamar.
Malam itu tuan Chao mengadakan perjamuan makan malam, Shen Ling dan Xuan Ye mengamati tidak ada yang mencurigakan dari tuan Chao, dia hanya memiliki seorang isteri dan dua orang anak yang masih kecil. Keluarga tuan Chao pun terlihat harmonis, rasanya tidak mungkin dia berani mengambil resiko meracuni orang kerajaan dan membahayakan kedua anak nya.
Setelah perjamuan makan selesai, Xuan Ye dan Shen Ling berjalan bersama di area kamar, "Menurutmu siapa pelaku nya? dan apa tujuannya?"
Shen Ling terus berpikir keras, "menurut hamba kita hanya bisa menunggu, dalang dibalik semua ini pasti akan muncul dalam beberapa hari ini."
Xuan Ye pun berpikir demikian, karena pelaku yang menaruh racun pun tidak mengetahui siapa pesuruh mereka. Orang ini sangat rapi dalam menyembunyikan identitasnya.
"Betul kita tunggu saja."
Shen Ling pun bingung, dia merasa tidak memiliki dendam dengan siapa pun disini. Kecuali orang itu memang tidak menginginkan kehadirannya, "Yang mulia, apakah mungkin pelaku hanya ingin menyingkirkan hamba? Dia tidak menyukai hamba di kota ini? tapi mengapa?"
Semua pertanyaan Shen Ling di simpulkan oleh Xuan Ye, "Tidak! bukan kau yang mereka incar tapi aku. Kau hanya sebuah bidak catur, dia mengira jika kau jatuh sakit pasti aku akan membawamu ke istana. Dia tidak menginginkan kehadiranku disini."
"Yang mulia, dalam rapat siang tadi apakah ada pejabat yang tidak menyukai mu atau tidak menyukai proyek ini?" pertanyaan Shen Ling membuat Xuan Ye berpikir keras, Ya memang ada seorang pejabat yang tidak senang dengan dirinya. Dia adalah tuan Hou, sebelumnya tuan Hou yang mengurus segalanya dari perlengkapan bantuan pangan, bantuan obat - obatan maupun tenaga medis bantuan.
__ADS_1
Tetapi Yang Mulia Kaisar malah melempar tanggung jawab pada Xuan Ye, pangeran ke dua dan pangeran keempat. Berarti selama ini tidak dapat dipungkiri lagi bahwa tuan Hou sudah melakukan korupsi semua bantuan dari kaisar, dan dia ingin menyingkirkan kita semua dari kota Lin Man.
"Nona Shen kau benar, aku akan menyuruh orang untuk mengawasi tuan Hou. Ada yang tidak beres tentangnya."
Kemudian Shen Ling yang sudah muak dengan kondisi di Lin Man pun bertanya, "Yang Mulia, bagaimana cara kita menjebak Tuan Hou dan membongkar semua kejahatannya?"
Setelah berpikir keras Xuan Ye pun memiliki sebuah rencana, "Nona Shen apakah kau mengetahui gejala ringan dari racun yang kau dapatkan kemarin?" Shen Ling mengangguk, dia memang mengetahui jenis racun apa yang digunakan dan gejala awalnya.
"Bagus, Nona Shen mulai besok kau berlatihlah untuk pura - pura sakit. Kita akan memancing ular untuk keluar dari sarangnya."
Shen Ling pun setuju dengan rencana putera mahkota.
Keesokan hari nya Shen Ling muntah - muntah hebat dan timbul bintik merah kebiruan di sekitar tangan dan kaki nya, tentunya dia telah meminta A Li untuk membeli pewarna pakaian dan mengoleskan pada kulitnya.
Ketika itu seluruh pejabat sedang berkumpul di aula kediaman tuan Chao, salah seorang pelayan datang melapor, "Lapor tuan, Nona Shen muntah - muntah dan kata pelayannya timbul bercak aneh di tangan serta kaki nya."
Tiba - tiba Xuan Ye menggebrak meja, "Kenapa bisa terjadi? Kemarin dia baik - baik saja, cepat panggilkan tabib pribadiku. Aku ingin tahu apa penyakit calon isteri ku atau memang ada orang yang sengaja mencelakainya?"
Tuan Hou segera memberi kode pada anak buah nya untuk membungkam kedua orang pelayan dapur suruhannya.
Anak buahnya segera ke dapur dan hendak membunuh kedua orang itu, tetapi dia terkejut ternyata pelayan suruhan itu adalah prajurit bayangan Xuan Ye yang menyamar. Mereka pun bertarung dengan sengit, akhirnya antek tuan Hou dapat ditangkap.
Di Aula kediaman Chao, antek tuan Hou pun dibawa dan digeledah untuk menemukan botol berisi racun, Tuan Hou sangat ketakutan.
Xuan Ye tersenyum puas, "Tuan Hou bukankah ini anak buahmu? Apakah kau bisa menjelaskan padaku, Apa salah Nona Shen hingga kau tega meracuni nya?"
"Ampuni hamba Yang Mulia, Hamba tidak bermaksud mencelakai nona Shen. Itu hanyalah kecelakaan."
__ADS_1
Xuan Ye memanggil salah seorang pengawal, kemudian pengawal tersebut datang membawa laporan dana bantuan, bahan pangan serta obat - obatan yang disalahgunakan oleh tuan Hou.
"Kau bisa memberi penjelasan padaku tentang ini semua. Ternyata selama ini maksud baik Yang Mulia Kaisar telah kau salah gunakan, hukuman mati menunggu mu tuan Hou."
Tuan Hou sangat ketakutan, dia terus berlutut meminta pengampunan. Kemudian Xuan Ye memerintahkan untuk menangkap tuan Hou dan mengirimkannya ke ibu kota, supaya pengadilan istana yang menentukan hukuman yang cocok untuknya.
kemudian seluruh harta kekayaan keluarga Hou disita oleh Xuan Ye dan menyerahkannya pada Xuan She untuk keperluan korban bencana.
Beberapa hari setelah kejadian itu, pembangunan bendungan sudah mulai terlihat, pemulihan korban bencana pun berangsur angsur membaik.
Beberapa wilayah Lin Man sudah mulai surut dan rakyat sudah mulai mengelola ladang dan sawah mereka.
Xuan sedang memeriksa laporan pembangunan dan laporan lain terkait dengan bencana banjir tersebut, Shen Ling mengunjunginya membawakan teh dan camilan untuk Xuan Ye, "Yang Mulia istirahatlah sebentar."
Xuan Ye tersenyum padanya, "terima kasih nona Shen. Aku ingin segera menyelesaikan ini semua agar kita bisa kembali secepatnya."
"Apakah kau sudah bosan berada disini?" Tanya Shen Ling.
Xuan Ye meletakkan pekerjaannya, "Aku merindukan Huang Ro, sejak disini aku sangat sibuk dengan pekerjaan, hanya sesekali saja menulis surat untuk Huang Ro. Aku berencana dalam tiga hari ini harus menyelesaikan semua laporan. Nona Shen, kau sudah menjadi temanku apakah aku boleh meminta tolong padamu?"
Dalam hati Shen Ling ada perasaan tidak enak yang begitu menyakitkan, "Katakan saja Yang Mulia."
"Tolong Carikan perhiasan tercantik dari kota Lin Man, Huang Ro sangat menyukai perhiasan, sejujur nya aku tidak sempat mencari nya sendiri."
Shen Ling memaksakan dirinya untuk tersenyum, dia menyetujui permintaan Xuan Ye walaupun dalam hati nya terasa sakit.
Beberapa hari ini Shen Ling memiliki harapan yang besar, dia mengira Xuan Ye akan meluangkan sedikit tempat di hatinya untuk Shen Ling, tapi seperti nya itu tidak mungkin.
__ADS_1