Rembulan Pengganti

Rembulan Pengganti
BAB 27


__ADS_3

Di tempat lain, Huang Ro sedang berbicara serius dengan Hok Ben, mereka sedang membicarakan rencana penyusupan ke dalam istana.


Huang Ro yang penuh dengan dendam kepada kaisar Ming menjadi tidak sabar untuk bisa membunuh Kaisar dan keluarga nya.


"Tuan Hok Ben, kapan dan bagaimana rencana kita untuk dapat membunuh Kaisar Ming? Aku harap sebelum pernikahan mereka aku sudah dapat membunuh keluarga itu."


Hok Ben terkejut dengan sifat asli Puteri Tian Yu, selama ini dia berpikir Puteri Tian Yu tidak akan mau berkerja sama dengan nya, tetapi ternyata Puteri Tian Yu jauh lebih kejam dari yang dipikirkannya.


"Tenang lah tuan Puteri, kita pasti akan menyusup kurang lebih tiga hari dari sekarang. Jika kita bergerak menjelang perayaan pernikahan maka kita pasti kalah. karena jumlah prajurit akan ditingkatkan. Apakah kau dapat menggambarkan seluk beluk istana secara lengkap?"


Huang Ro mengangguk, dia menggambarkan secara terperinci denah istana pada Hok Ben, Huang Ro mengingat seluruh perlakuan kaisar Ming pada dirinya sedari kecil hingga dewasa. Kaisar itu tidak pernah menyukai kehadirannya di istana, kini saatnya roda nasib akan berputar. Huang Ro hanya ingin membalas semua penggunaan dan pengkhianatan keluarga kerajaan padanya.


Akhirnya Hok Ben pun menyusun strategi penyerangan Kaisar, besok pagi mereka akan mulai bergerak.


Malam itu di istana Ming, Shen Ling memainkan kembali seruling giok nya. Nada lembut dan merdu terdengar di pelosok istana, tak terkecuali pangeran Yuan Cheng, secara tak sadar dia mencari sumber suara merdu itu.


Saat melihat Shen Ling dia terpukau, gadis cantik itu sangat lihai memainkan seruling nya, rambutnya yang panjang dan berkilau melambai lembut tertiup angin malam, bibir mungilnya terus meniup seruling itu, dan pancaran mata nya seolah olah menjadi cermin rembulan di malam itu.


Tiba - tiba Yuan Cheng terpikirkan sebuah cara untuk mencari tahu tanda lahir di bahu itu, dia menyuruh anak buahnya berpakaian serba gelap dan menyerang Shen Ling terutama bahu kiri nya. Anak buah Yuan Cheng mematuhi perintah tuannya, dengan segera dia menyerang, Shen Ling yang terkejut tidak sempat menghindar lagi, akibatnya baju di bahu kirinya robek dan terluka. Kemudian Shen Ling membalas serangan dengan menggunakan seruling gioknya, dan perkelahian pun terjadi. Yuan Cheng tersenyum saat menemukan fakta bahwa Shen Ling memiliki ilmu bela diri.


Saat anak buah Yuan Cheng menyerang Shen Ling, muncullah Xuan Ye dan menolong Shen Ling. Yuan Cheng yang melihat anak buah nya terpojok segera membantunya, secara diam - diam dia melemparkan batu ke kaki Shen Ling, Shen Ling pun terkejut dan tergelincir masuk ke dalam kolam. Dengan secepat kilat, anak buah Yuan Cheng pun menghilang, kemudian dengan berpura - pura panik, Yuan Cheng pun melompat ke kolam untuk menolong Shen Ling. Di dalam air Yuan Cheng dengan sengaja merobek sedikit baju Shen Ling untuk melihat tanda lahir itu, ternyata benar, terdapat tanda lahir bulan sabit di bahu kiri nya. Shen Ling pun mendorong Yuan Cheng dan berusaha memukul nya atas ketidak sopanan nya tadi.

__ADS_1


Tak lama kemudian Xuan Ye menyusul ke dalam kolam untuk menolong Shen Ling, akhirnya dengan bantuan mereka berdua Shen Ling dapat tertarik ke atas.


Di tengah usaha nya mengambil napas, Shen Ling teringat bahwa Yuan Cheng dengan sengaja telah merobek baju nya di dalam air. Dengan segera dia mendekati Yuan Cheng dan menamparnya, "Hamba tidak tahu bahwa putera mahkota Yun ternyata orang yang cabul."


Yuan Cheng tertawa dan menjawabnya, "Nona jangan salah paham, aku hanya melihat apakah terdapat racun dalam luka mu. Jika memang luka itu beracun maka akan sangat berbahaya saat kau tercebur ke dalam air."


Shen Ling pun menyadari perkataan Yuan Cheng benar adanya, walaupun cara yang dia gunakan sangatlah kurang ajar


Seorang prajurit melapor pada Xuan Ye, bahwa pelaku penyerangan berhasil lolos. Xuan Ye sangat marah dan memperketat penjagaan, "Mulai sekarang perketat penjagaan dan aku tak mau kejadian seperti tadi terulang kembali. Lalu panggilkan tabib istana untuk memeriksa nona Shen."


Prajurit itu akhirnya pergi untuk melaksanakan perintah Xuan Ye. Di saat Xuan Ye berbicara dengan prajurit istana, rupanya anak buah Yuan Cheng sudah membawakan jubah untuk tuannya, kemudian Yuan Cheng memberikan jubah itu kepada Shen Ling dan memakaikan nya, "Nona Shen air kolam ini begitu dingin pakailah jubah ini untuk menghangatkan mu."


Shen Ling pun menerima perlakuan Yuan Cheng dan berterima kasih padanya.


Yuan Cheng hanya tersenyum, 'Jika memang benar wanita itu adalah tunangan ku maka aku tak akan menolak nya, tetapi jika memang dia benar putri Tian Yu kenapa dia bisa ada di istana Ming?.'


Kemudian Yuan Cheng menulis surat dan mengabarkan ayahnya bahwa tanpa sengaja dia menemukan Puteri Tian Yu yang sebenarnya.


Di dalam kamar Shen Ling, Xuan Ye menurunkan Shen Ling dengan kasar, "ouw, sakit sekali yang mulia." Xuan Ye hanya terdiam dengan ekspresi muka datar, "Apakah sekarang kau tidak menyangkal? Lihatlah pangeran Yun menyukai mu dan kalian sempat sempatnya bermesraan."


Shen Ling tiba - tiba tertawa, Xuan Ye semakin kesal melihat nya, "Kenapa kau tertawa?"

__ADS_1


Shen Ling berkata dengan menahan tawanya, "Apakah kau cemburu?"


Xuan Ye terkejut mendengar itu, "Ya aku cemburu, aku tak ingin kau berdekatan dengan pria lain selain aku."


Shen Ling tersipu mendengar jawaban terus terang Xuan Ye, dia tidak menyangka Xuan Ye akan menjawab gurauannya seperti itu, Shen Ling langsung menunduk dan tidak berani menatap Xuan Ye. Tindakan Shen Ling hanya membuat Xuan Ye semakin gemas, dia mendekati Shen Ling dan mengangkat kepala nya kemudian wajah mereka saling berdekatan lalu berbisik "Kau adalah milikku, pria lain tidak boleh mendekatimu. Apakah kau paham?"


Shen Ling mengangguk perlahan, kemudian Xuan Ye mencium lembut bibirnya, sebuah kecupan yang ringan dan manis.


"Tabib akan segera datang dan mengobatimu, Aku akan pergi berbicara pada para pengawal istana."


Shen Ling hanya bisa bengong, kejadian itu begitu cepat, baru pertama kali ini Xuan Ye mencium nya. Shen Ling melupakan luka nya dan tersenyum senyum di tempat tidurnya.


Keesokan hari nya tanpa sepengetahuan kelompok Hok Ben, penjagaan istana Ming sudah diperketat oleh Xuan Ye, tetapi kelompok Hok Ben tetap nekat ingin menerobos istana. Seluruh senjata mereka sudah dilumuri racun, merek sudah membuat rencana penyerangan dan rencana meloloskan diri dari istana.


Tampak Huang Ro berlari ke arah istana dan menerobos para pengawal, "Buka pintunya, ini aku Huang Ro dari kediaman ibu suri, apakah kalian tidak mengenaliku?"


Para pengawal awalnya kebingungan, orang yang mereka cari sudah pulang dengan sendirinya. Namun akhirnya mereka tetap membiarkan Huang Ro masuk dan melaporkan kepada Kaisar.


Berita pun tersebar dengan cepat, sampai ke telinga ibu suri, Xuan Ye dan Shen Ling.


Semua berlarian menuju aula kerajaan tempat Huang Ro menghadap. Di aula kerajaan, tampak kaisar Ming sedang menginterogasi Huang Ro, ibu suri yang sangat merindukan Huang Ro menyuruh kaisar untuk berhenti, "Hentikan! hentikan! Apakah kau tidak lihat, cucuku telah kembali, jangan mempersulit dia lagi. Cucu ku sayang apakah kau terluka? coba kulihat kemari lah." Huang Ro mendekati ibu suri, lalu memeluknya..

__ADS_1


Saat memeluk ibu suri dia melihat wajah pucat Shen Ling dan muka tak bersalah Xuan Ye, seketika emosi nya menjadi tinggi dan dia sangat ingin membunuh mereka semua. 'Tenang Huang Ro, tenang, ini belum lah saatnya kau bertindak. tenanglah.'


__ADS_2