
Kaisar melihat keanehan dengan kepulangan Huang Ro, jika memang dia disekap oleh penjahat kenapa dia dapat kembali dengan pakaian bersih dan rapi?
Untuk bagian sepatu pun sangat bersih untuk ukuran orang yang melarikan diri dari sarang penjahat.
Huang Ro memasang wajah sedih, dia berlutut ditengah aula kerajaan, "Yang mulia, hamba ingin meminta keadilan untuk diri hamba. Kenapa yang mulia tega mengadakan pernikahan disaat hamba belum diketemukan? Apakah hubungan hamba dan Xuan Ye tidak pernah dianggap oleh keluarga kerajaan? "
Ibu suri yang melihat tangis pilu cucu nya hanya bisa menahan tangis, dia tak kuasa membela cucu kesayangannya itu. Segala keputusan tetap berada di tangan Kaisar.
Xuan Ye pun hanya bisa terdiam, dia mengingat perkataan Kaisar, bahwa dengan menikahi Shen Ling maka status nya akan semakin kuat, selain itu dirinya menyadari bahwa rasa suka yang dia rasakan pada Shen Ling saat ini, berbeda dengan perasaannya terhadap Huang Ro.
Xuan Ye pun mendekati Huang Ro, Shen Ling yang melihat hal ini menjadi lebih waspada, entah bagaimana nasibnya setelah ini, wanita yang dicintai Xuan Ye sudah pulang.
Xuan Ye menghampiri Huang Ro, dan memintanya berdiri "Ayahanda Kaisar, sesuai kesepakatan kita, saat Huang Ro ditemukan saat itu hamba akan mengangkatnya menjadi selir hamba."
Huang Ro merasa terpukul mendengar perkataan Xuan Ye, janji yang selama ini terucap sungguh telah dilanggar. Dahulu Xuan Ye berjanji hanya Huang Ro yang akan menjadi permaisuri nya, tapi kini posisi nya hanyalah seorang selir.
Kaisar menatap Xuan Ye dengan tajam, "Sayangnya anak ku, kita masih harus menginterogasi nya dulu, apakah kau tidak merasa aneh dengannya? Lihatlah pakaian dan sepatunya. Sama sekali tidak ada tanda tanda melarikan diri dari sarang penjahat. Atau insiden penculikan ini memang akal nya sendiri untuk mencari perhatianmu?"
Tangan Huang Ro terkepal dan dia menggenggam pisau yang sudah dilumuri racun di balik pakaiannya, dia sangat sakit hati dengan perkataan Kaisar.
Kaisar tanpa sadar berjalan mendekati Huang Ro dan Xuan Ye, Huang Ro yang merasakan sebuah kesempatan dengan sigap menusuk Kaisar dengan pisau beracun, "Matilah kau orang tua berengsek?! "
Semua mata tertuju pada tubuh Kaisar yang tertancap pisau, beberapa detik kemudian keluar beberapa pria menggunakan topeng dan pakaian serba hitam menyerang aula kerajaan. Xuan Ye berteriak "Lindungi Kaisar! "
Salah seorang berpakaian hitam itu menarik Huang Ro sambil tertawa, "Hahaha bagus sekali tuan Puteri." Xuan Ye yang emosi menghajar pria bertopeng itu dengan membabi buta, beberapa pria bertopeng ada yang menggunakan panah, mereka berniat menyerang permaisuri dari para selir. Tapi para pangeran dan juga Shen Ling dengan sigap berhasil mencegah nya.
__ADS_1
Pertarungan sengit pun terjadi, pangeran Yuan Chen hanya tersenyum melihat pertarungan mereka, dia tidak ingin ikut campur dalam masalah intern kerajaan, tetapi dia mengawasi cara bertarung Shen Ling, 'Ilmu bela diri calon tunanganku tidaklah buruk, ini sangat menarik. '
Tiba - tiba anak panah meluncur ke arah Xuan Ye, Shen Ling yang menyadari itu segera berlari dan memeluk Xuan Ye dari belakang. Alhasil panah itu mengenai tubuh Shen Ling, Xuan Ye terkejut ternyata Shen Ling menjadikan tubuhnya sendiri sebagai tameng.
"Shen Ling.. Shen Ling.. Kau harus bertahan. "
Shen Ling berusaha membuka mata nya, tetapi efek racun pada panah begitu kuat dan langsung membuat Shen Ling pingsan.
Xuan Ye mengangkat pedang nya dan menyerang membabi buta, beberapa pria bertopeng pun tewas, sisa nya berhasil melarikan diri dan tentunya dengan Huang Ro bersama mereka.
Ketika Xuan Ye akan mengejar terdengar teriakan kasim, "Yang Mulia Kaisar telah wafat. "
Xuan Ye sangat lemas mendengar hal itu pedang nya pun dijatuhkan dan dia berteriak histeris.
Di sisi lain, Pangeran Yuan Chen memasukkan sebuah pil ke dalam mulut Shen Ling, "tenanglah, ini hanyalah penetral racun milik kerajaan kami. jika tidak segera dinetralkan aku takut kita tidak dapat menyelamatkannya. " Para tabib istana mengangguk dan dengan cepat memindahkan Shen Ling ke kamarnya dan mengobatinya.
Di sisi lain seluruh kerajaan berduka atas meninggalnya Kaisar.
Xuan Ye pun menjadi sangat marah, dia berjanji pada dirinya sendiri akan menghabisi seluruh pemberontak dinasti Tang, dan tidak akan memaafkan satu orang pun.
Di sisi lain, ibu suri tiba - tiba jatuh dan tidak sadarkan diri. Setelah diperiksa dia mengalami penyakit stroke, mungkin karena tubuh tua nya tidak dapat menerima fakta bahwa cucu kesayangannya telah membunuh anak nya sendiri dan membuat kekacauan negara.
Kini wanita tua itu hanya dapat berbaring dan menangis, dia tidak lagi dapat berjalan, bergerak maupun berbicara.
Permaisuri dan para selir pun berduka, mereka memiliki cara masing - masing dalam kedukaannya. Seminggu kemudian Xuan Ye naik takhta, dia dinobatkan menjadi Kaisar muda yang baru menggantikan ayahnya.
__ADS_1
Pernikahan Xuan Ye dan Shen Ling pun diundur hingga tahun depan sampai suasana duka di istana menghilang.
Shen Ling yang mulai pulih, berjalan jalan di taman kerajaan dan tanpa sengaja bertemu dengan pangeran Yuan Cheng. Yuan Cheng datang dengan membawakan beberapa kuntum bunga yang sangat indah, "Nona Shen, beberapa kuntum bunga ini hamba hadiahkan untuk nona Shen. "
Shen Ling tersipu malu, dan mengucapkan Terima kasih. Kemudian Shen Ling membuka obrolan mereka, "Pangeran Yuan Cheng, sampai berapa lama pangeran akan berada di istana ini?"
pertanyaan Shen Ling yang terus terang membuatnya tersenyum, "Apakah nona Shen sudah tidak mau melihat diriku di istana ini lagi? sejujurnya aku merasa bahagia di istana ini, jauh dari tanggung jawab dan pekerjaanku sebagai putera mahkota. "
Cengiran pangeran Yuan Cheng dibungkam dengan datangnya suara Xuan Ye, "Maka dari itu putera mahkota berencana bermalas malasan di istana ku?"
"Wah wah raja yang baru saja diangkat dalam dua hari sudah ingin mengusirku? "
"Jika dapat aku lakukan )maka pasti aku lakukan lebih cepat, sayangnya kau tamu terhormat kerajaan ini. Sudahlah aku tak mau negara kita berperang untuk saat ini, tapi perlu ku ingatkan jangan dekati calon isteriku."
Yuan Cheng menyadari bahwa raja baru itu cemburu, 'Bagaimana reaksi nya jika tahu kalau Shen Ling sebenarnya adalah tunanganku, pasti seru sekali.'
"Hamba meminta maaf jika baginda raja cemburu, hamba pamit undur diri. " Yuan Cheng memutuskan untuk mundur saat ini, dia akan menyusun rencana terbaik untuk mendapatkan tunangannya kembali dalam satu tahun ini.
Setelah perginya Yuan Cheng, Xuan Ye memeluk Shen Ling dari belakang dan Shen Ling pun menggenggam erat lengan yang merangkul pinggang nya, "Shen Ling, aku sangat lelah hari ini. biarkan aku bersandar sejenak."
"Ada apa denganmu yang mulia? Apakah terlalu banyak masalah yang terjadi di istana?"
"hmmm Ya begitulah, banyak adminstrasi yang harus dibenahi setelah pemindahan takhta. Shen Ling, bagaimana jika kita melihat pasar malam? Sudah lama kita tidak berjalan - jalan ke kota."
Shen Ling sangat bahagia mendengarnya. "Dengan senang hati Yang mulia."
__ADS_1