
Setelah menunggu lama akhirnya prajurit Yuan Cheng pun kembali ke penginapan, Dia melaporkan keseluruhan situasi pada Yuan Cheng, "Jadi gadis itu orang istana? Kau melihatnya sendiri masuk ke dalam istana melalui gerbang depan?"
Prajurit itu mengangguk, "Benar yang mulia hamba melihatnya sendiri, tetapi dia masuk bersama dengan seorang pria yang penuh wibawa. Seperti nya bukan orang sembarangan."
Yuan Cheng pun mencerna semua informasi itu, "Baiklah kita ubah rencana, segera informasikan pihak istana Ming bahwa putera mahkota Yuan Cheng besok akan tiba di istana Ming."
Para Bawahan Yuan Cheng sangat sigap, mereka langsung mengikuti perintah putera mahkota.
Yuan Cheng masih belum paham, jika memang wanita itu adalah Puteri dinasti Tang, kenapa dia bisa berada di dalam istana Ming? Berdasarkan informasi anak buah nya tadi, seperti nya gadis itu memiliki status yang tidak rendah. Yuan Cheng juga memikirkan gadis yang telah ditangkap Hok Ben, mengenai identitas gadis itu dan siapa sebenarnya Puteri Tian Yu.
Xuan Ye telah pulang ke istana bersama dengan Shen Ling, sepanjang perjalanan mereka banyak bercerita, tetapi Shen Ling tidak berani menceritakan bahwa dia telah bertemu dengan pria tadi.
Para pelayan tampak sibuk membersihkan beberapa sudut istana, Xuan Ye yang penasaran bertanya pada seorang Kasim, "Ada apa ini? Kenapa kalian sibuk sekali?"
Kasim pun menjawab, "Menjawab yang mulia, besok pagi putera mahkota kerajaan Yun akan berkunjung dan tinggal agak lama di istana sampai berlangsung nya pernikahan."
Xuan Ye tidak pernah mendengar bahwa perwakilan negeri Yun akan diundang. Akhirnya Xuan Ye menanyakan langsung pad kaisar, "Ayahanda kaisar, Apakah benar mengundang putra mahkota negeri Yun? Selama ini hubungan kita tidak terlalu baik, apakah tidak akan menjadi masalah di masa depan?"
Kaisar Ming hanya tersenyum melihat kekuatiran anak nya, "Anakku, dengan ada nya putera mahkota Yun di kerajaan kita maka saat pernikahanmu ayah harap tidak ada penyerangan dari negeri Yun, Raja Yun tidak mungkin mau mengambil resiko besar saat anak nya berada di kerjaan kita."
__ADS_1
Perkataan raja sangat benar adanya, Xuan Ye pun pergi tanpa ada pertanyaan yang mengganjal lagi.
Keesokan hari nya pangeran Yuan Cheng sudah tiba di istana Ming, kedatangannya disambut oleh seluruh keluarga kerajaan tidak terkecuali Shen Ling.
Selama beberapa saat pandangan mereka bertemu, Shen Ling terkejut mengetahui bahwa pria yang dia temui kemaren ternyata putera mahkota Yun.
Yuan Cheng sendiri cukup puas dengan keputusannya untuk memasuki istana Ming lebih awal, ternyata wanita itu memang anggota kerajaan.
Setelah ber basa basi dan perjamuan makan, Yuan Cheng menemui Shen Ling yang sedang berada di taman. Yuan Cheng sempat terpana saat angin berhembus dan menerbangkan beberapa helai rambut Shen Ling,
"Ternyata dunia begitu sempit tidak kusangka dapat menemui anda kembali nona."
Suara Yuan Cheng mengejutkan Shen Ling, "Hamba pun tak menyangka ternyata yang mulia sangat menyukai penyamaran."
Belum sempat Shen Ling menjawab, terdengar suara Xuan Ye "Dia adalah tunangan ku, dan pernikahan yang akan kau hadiri adalah pernikahan aku dengan nya." Xuan Ye sudah menjawab dengan nada datar, dia sangat kesal ketika melihat Shen Ling dan Yuan Cheng terlihat akrab.
Yuan Cheng segera menjawab, "Rupanya anda adalah nona Shen Puteri perdana menteri Shen, salam kenal nona."
kemudian dia berbicara pada Xuan Ye, "Selamat yang mulia putera mahkota, semoga acara pernikahan yang mulia dilancarkan."
__ADS_1
Shen Ling dan Xuan Ye mengangguk, "Terima kasih, pernikahan ku masih sangat lama tetapi putera mahkota Yuan Cheng bersedia datang lebih awal, benar benar suatu kehormatan bagi kami."
Perkataan Xuan Ye penuh sindiran dan kecurigaan, Yuan Cheng pun berkelit "Aku bosan di negeri Yun, dan ingin melihat - lihat keindahan negeri Ming. Mohon yang mulia Xuan Ye berbesar hati menerima ku."
Xuan Ye pun menanggapi, "Dengan senang hati yang Mulia Yuan Cheng. Silahkan anda menikmati keindahan negara kami. Tetapi mohon maaf aturan di kerajaan kami, wanita yang akan menikah tidak boleh sembarangan berjumpa dengan pria lain, mohon yang mulia Yuan Cheng mengerti."
Yuan Cheng pun tertawa, ternyata Xuan Ye sangatlah cemburuan "Tenang saja yang mulia Xuan Ye, aku hanya berbincang ringan dengan nona Shen. Dan saat ini aku akan undur diri".
Setelah pergi agak jauh, Yuan Cheng semakin penasaran bagaimana cara melihat tanda lahir di bahu kiri Shen Ling, tadi dia sudah memastikan memang terdapat titik merah di telapak tangannya, kini hanya tinggal memastikan tanda lahir bulan sabit itu.
Shen Ling menginjak kaki Xuan Ye dengan keras, "Bisakah yang mulia tidak membuat hamba malu? Putera mahkota Yun hanya berbicara ringan, tidak perlu bereaksi seperti itu."
Xuan Ye masih mengaduh memegang kaki nya yang kesakitan, "Ini sakit sekali Shen Ling, kau keterlaluan. Hal wajar bagi seorang pria untuk memperingatkan area kekuasaan."
Shen Ling semakin marah, "Area kekuasaan? Yang mulia pikir hamba barang? Yang benar saja." Shen Ling terus memarahi Xuan Ye dan sesekali menginjak kaki nya kembali, hingga Xuan Ye meminta nya berhenti, "Ini sakit sekali, sungguh.. Shen Ling kenapa kau menjadi galak sekali?"
Shen Ling baru menyadari, ini kali pertama Xuan Ye menyebut nama nya, tiba - tiba pipi nya memerah dan berkata dengan serius, "Yang mulia, tidakkah adil bagi yang mulia? Anda begitu mengkuatirkan lelaki lain mendekati hamba, tetapi yang mulia sendiri terus mencari Huang Ro dan berencana langsung mengangkat nya menjadi selir utama ketika ditemukan. Apakah itu tidak keterlaluan? Hamba permisi." Shen Ling langsung pergi meninggalkan Xuan Ye.
Xuan ye pun terdiam, dia juga tidak menyadari sikapnya tadi berlebihan, dan entah kenapa dia mulai merasa nyaman dengan ketidakhadiran Huang Ro di istana. Dia tidak merasa kehilangan lagi dan entah kenapa merasa nyaman bersama dengan Shen Ling.
__ADS_1
Sikap, sifat, maupun gaya bergurau Shen Ling sangat berbeda dengan Huang Ro, tetapi dapat membuat Xuan Ye nyaman.
'Saat bersama Huang Ro hatiku tidak pernah berdebar, mungkin karena aku sudah lama sekali bersama dengannya, perasaan ku terhadap Huang Ro hanya lah ingin melindungi. Tetapi terhadap Shen Ling ada perasaan marah, bahagia, tertekan, nyaman dan semua emosi menjadi satu. Sebenarnya bagaimanakah perasaanku terhadap Huang Ro? Apakah aku melindungi nya hanya karena terbiasa. Mungkin aku lelah dalam pencarian Huang Ro beberapa hari ini.'