
Setelah masuk ke dalam ruang kerja nya, putera mahkota terus saja tertawa. Kasim Li yang tidak pernah melihat hal ini lun tersenyum, kedatangan Shen Ling ke istana Plum memang membawa angin segar untuk putera mahkota.
"Kasim Li, tolong buka jendela nya supaya angin segar dapat masuk ke dalam ruang kerjaku."
Kasim Li segera membuka seluruh jendela di ruangan itu. Xuan Ye berharap bisa melihat kejutan yang lain lagi dari Shen Ling.
kediaman Ibu Suri
"Huang Ro mau sampai kapan kau terus merajuk seperti ini?"
Huang Ro pun terisak - Isak, "Ibu suri, bagaimana hamba tak sedih, gadis itu tinggal di istana Xuan Ye. Lalu bagaimana jika Kaisar menyuruh mereka berdua menikah."
Ibu Suri hanya tersenyum, "Gadis bodoh, saat sarapan tadi Xuan Ye sangat mengkuatirkan mu. Menurutku tidak apa - apa gadis Shen itu tinggal di istana. Sehingga dia dapat melihat kemesraan makin berdua lalu menyerah.
Lebih baik kau cuci muka mu lalu berdandan lah, bukankah sore ini kalian biasa bertemu di taman air?"
Huang Ro menyeka air mata nya, "Ibu Suri benar, ini adalah saat nya membuktikan betapa kuatnya cinta Xuan Ye padaku. Ibu Suri memanglah yang terbaik." Lalu Huang Ro memeluk ibu Suri dengan erat.
Taman Air Istana
Seperti biasa saat sore hari Huang Ro dan putera mahkota akan bertemu di taman air istana.
"Huang Ro, bagaimana keadaanmu? Lihatlah wajahmu masih pucat, apakah tidak lebih baik kau beristirahat?"
Huang Ro bersandar pada putera mahkota, "Apakah yang mulia akan terus memperhatikan hamba? Jika ada perempuan lain, apakah yang mulia akan selalu mencintai hamba?"
Xuan Ye mempererat dekapannya, "Tentu saja aku akan mencintai mu. Hanya kau yang ada dalam hatiku."
Huang Ro sangat puas mendengar perkataan putera mahkota.
__ADS_1
Tiba - tiba terdengar suara tepuk tangan dari arah barat. Ternyata Pangeran kedua Xuan Er, "Hyang Ro apakah kau mempercayai kakak ku? Kaisar tetap akan menikahkan dia dengan perempuan Shen itu. Jika aku menjadi dirimu, lebih baik meninggalkan kakakku daripada menjadi seorang selir."
Tatapan tajam Xuan Ye sangatlah berbahaya, dia mengerti bahwa Xuan Er juga menyukai Huang Ro, tetapi dengan liciknya Xuan Er berani mengambil kesempatan ini untuk memanasi Huang Ro.
Sebersit senyuman mengembang di bibir Huang Ro, dia sangat puas dengan perkataan Xuan Er. Dengan demikian, dengan sifat Xuan Ye pasti akan menjaga jarak dengan perempuan Shen itu. Sekarang hanya tinggal memoles sedikit cerita, supaya tercapai tujuan Huang Ro.
"Putera mahkota, apakah betul yang dikatakan pangeran kedua? Kau akan meninggalkanku? Atau bagimu aku hanya akan menjadi selir saja?"
Xuan Ye memeluk Huang Ro dengan erat, "Tidak akan, bagiku perempuan itu tidak sebanding dengan dirimu. Dan kau Xuan Er jaga bicaramu, jika kejadian ini terulang kembali, kah tidak akan ku maafkan."
Xuan Er hanya bersiul dan meninggalkan kedua orang itu. Dia sangat yakin sebentar lagi akan ada celah baginya untuk memisahkan mereka berdua, dan mendapatkan Huang Ro
Di istana Plum, She Ling sangat kebosanan, biasanya jika dia bosan di rumah dia akan pergi ke kota, tetapi di istana ini sama sekali tidak ada hiburan.
'Lebih baik aku bermain di taman istana Plum. kalau tidak salah di ujung sebelah barat ada sebuah kolam ikan yang sangat indah. Lebih baik aku berjalan - jalan di sana.'
Pelayan Shen Ling yang mengetahui maksud nona nya segera menghadang di pintu, "Nona mau kemana? ini sudah malam nona, mohon tidak mencari masalah."
Dengan mudah Shen Ling pun melewati A Li, "Haha aku pergi dulu, tenang saja aku akan cepat kembali."
Air kolam sangatlah jernih sehingga terlihat sangat jelas beberapa ikan berenang kesana kemari.
Tanpa sadar Shen Ling melepaskan sepatunya lalu mencelupkan kakinya ke dalam kolam ikan.
"Wah ini sejuk sekali, semua ikan mendekati kakiku hahaha."
Shen Ling tertawa dengan bahagia, sampai terdengar suara putera mahkota, "Sedang apa kau disini? Apakah kau memang ditugaskan untuk menggodaku? Kenapa dirimu selalu gentayangan dimana mana."
Shen Ling mengerutkan alisnya, dia tidak suka dirinya dimarahi seperti itu. Apakah tidak terpikirkan oleh putera mahkota bahwa dirinya juga tidak menyukai tinggal di istana ini, jauh dari keluarga serta hidup terkekang. Dengan marah Shen Ling bangkit berdiri, dia memarahi putera mahkota sambil menunjuk - nunjuk dada bidang putera mahkota.
__ADS_1
"Kau pikir dirimu sangat berharga? Apakah kau pikir aku harus mengemis perhatian darimu? Apakah di matamu aku begitu mengenaskan?
Ku akui dirimu memang tampan, tak bisakah kau berkata dengan baik - baik? Jika kau tak suka melihatku berkeliaran buatlah batasan aturan untuk aku patuhi. daerah mana saja yang tidak boleh aku masuki. Aku juga tidak pernah berharap untuk memasuki istana, aku tidak suka kehidupan dengan banyak aturan seperti disini. apakah kau sudah paham?!"
Entah kenapa setelah mendengar perkatan. Shen Ling, Xuan Ye pun menjadi kesal. Xuan Ye maju selangkah demi selangkah, "Jika kau ingin mengetahui jawabanku, Ya. Aku menganggap dirimu sedang mencari perhatianku. Kau pasti sangat berambisi menjadi Puteri mahkota kan? Apakah kau ingin tahu jawabanku? Menjadi selir ku pun kau tak pantas," Secara tak sadar Shen Ling sudah berada di ujung kolam ikan, keseimbangannya pun menghilang dan dia terjatuh ke dalam kolam, sebelum Shen Ling tercebur Xuan Ye segera menangkapnya dan dengan ilmu peringan tubuhnya membawa Shen Ling terbang sampai ke sisi satunya.
Xuan Ye bingung dengan dirinya sendiri, di satu sisi dia sangat menolak kehadiran Shen Ling tetapi di sisi lain dirinya begitu tertarik padanya.
"Turunkan aku."
Xuan Ye tersadar dari lamunannya dan sengaja menjatuhkan Shen Ling ke lantai.
"Ow.. sakit sekali.. Kau sengaja melakukannya kan? Sudah lah bertemu denganmu sungguh membuatku sial. Baiklah aku tidak akan datang ke sini lagi, aku mengerti batasanku dan hanya bermain di taman sebelah timur saja." Lalu Shen Ling pun meninggalkan Xuan Ye.
'Ada apa dengan diriku? Kenapa aku peduli dengan gadis itu. Mungkin aku hanya lelah, di hatiku hanya ada Huang Ro seorang.'
Xuan Ye pun kembali ke ruang kerja nya.
Shen Ling menendang pintu kamarnya dengan kesal, dan langsung menegak air dari teko.
A Li yang kebingungan dengan sikap tuannya tidak berani bertanya. Sikap nya itu sama persis ketika Tuan besar Shen menghukumnya.
"Dia pikir dia siapa? Tuan sok ganteng dan sok berkuasa. Apakah dia pikir semua wanita pasti akan mengejar menjadi isteri nya? Dasar tidak waras." Shen Ling terus saja mengomel, setelah kelelahan Shen Ling merebahkan diri di kasurnya.
Dengan mata terpejam dia mengingat lagi saat Xuan Ye menggendongnya dan me jauhkannya dari kolam, Shen Ling bertanya - tanya jika Xuan Ye membencinya kenapa dia bersikap seperti itu.
"Akhhh sudahlah.. dasar tidak waras."
Teriakan Shen Ling membuat A Li ketakutan, 'Apakah nona juga tidak waras?'
__ADS_1
Lalu A Li pergi dari kamar nona nya.