
Suasana pasar malam sangat riuh, rupanya malam itu banyak atraksi digelar. Walaupun sudah ada larangan dari istana untuk tidak mengadakan pesta rakyat selama masa berkabung, tetap saja segelintir warga mengadakan atraksi.
Shen Ling sangat bahagia melihat pertunjukkan itu, dan Xuan Ye terus mengamati gadis pujaan hati nya itu. Shen Ling mengenakan pakaian sederhana begitu pula dirinya, tetapi aura kecantikan tetap terpancar.
"Yang mulia lihat! Woahh makanan itu tampak enak sekali. Aku mau itu. yang merah disana aku juga mau!"
Shen Ling tampak berbinar melihat makanan yang dijajakan. Xuan Ye pun tersenyum melihat kelakuannya.
Dalam keramaian Xuan Ye melihat sosok Huang Ro mengenakan pakaian berwarna pink. Bayangan penyerangan terhadap ayahnya lun terlintas dalam kepalanya, dengan penuh emosi tanpa sadar Xuan Ye meninggalkan Shen Ling dan mulai mencari Huang Ro.
Huang Ro sengaja memancing Xuan Ye ke jalan buntu. Dia butuh tempat tenang untuk berbicara dengannya.
Ketika Huang Ro hendak berjalan, tangan Xuan Ye menyergap nya. Huang Ro merintih kesakitan ketika tangannya di ****** ke belakang.
"Yang mulia, ini sakit sekali."
"Katakan, sebenarnya apa maumu? Kenapa kau tega membunuh ayahanda? Cepat katakan!!"
Air mata Huang Ro menggenang di pelupuk matanya, "Yang mulia. Hamba terpaksa melakukan itu. Hamba juga diancam oleh para penculik."
Genggaman Xuan Ye melonggar, Huang Ro pun tersenyum dalam hati ketika dia dapat melepaskan dirinya.
"Apa maksudmu Huang Ro? Siapa yang berani mengancammu? Apakah kau tidak apa-apa?"
Huang Ro pun menggeleng, kemudian memeluk Xuan Ye, "Para penculik itu memaksaku melakukannya. Jika aku berani menolak maka mereka akan membuatku cacat dan akan membuat hidupku jauh lebih menderita daripada kematian. Sebenarnya saat itu aku dipaksa untuk menghujam kan pisau tersebut ke dadamu. Tetapi mana sanggup aku melakukannya, dalam hatiku kau adalah nyawaku. Jika kau mati maka aku akan mengikuti mu mati."
__ADS_1
Tangisan pilu Huang Ro membuat hati Xuan Ye tersentuh. Xuan Ye pun memeluk Huang Ro dengan erat.
"Apakah kau sungguh - sungguh dengan ucapanmu? Apakah para penjahat itu melakukan hal yang sudah menyakitimu? Kau tahu satu hal Huang Ro, saat ini aku sangat membenci para pemberontak itu. Jika memang kau terbukti salah satu dari mereka. Maka kau Terima sendiri akibatnya."
Huang Ro mendorong sedikit tubuh Xuan Ye, kemudian dia membuka bahu kiri nya, memperlihatkan bekas luka yang dulu didapatkan nya saat bermain dengan Xuan Ye waktu kecil.
"Kau ingat luka ini?"
"Tentu saja, itu luka yang kau dapat ketika kecil dulu. Apa hubungan luka itu dengan para pemberontak itu?"
Huang Ro meletakkan jari telunjuk nya di bibir Xuan Ye. "Shhsstttt!! Hati - hati banyak mata - mata yang mengawasiku. intinya mereka mengira bekas luka dibahuku ini adalah tanda lahir bulan sabit milik Puteri Tiann Yu."
Xuan Ye terkejut, "Apakah maksud mu Puteri dinasti Tang masih hidup?"
Tangis histeris Huang Ro membuat Xuan Ye tanpa sadar bergerak untuk memeluknya erat.
"Maafkan aku Ro'er. Pasti saat itu keadaanmu sangat sulit. Maafkan aku yang tidak cepat menemukanmu."
Tanpa mereka sadari, Shen Ling berhasil menemukan Xuan Ye yang hilang mendadak. Dia sangat terkejut melihat Xuan Ye sedang bersama dengan Huang Ro dan tanpa sadar dia bersembunyi untuk mencuri dengar perbincangan mereka.
"Xuan Ye, kenapa kau akhirnya menerima Shen Ling menjadi permaisuri mu?"
"Aku terpaksa.. Ayahanda menyuruhku untuk menikahinya supaya posisiku semakin kuat dengan dukungan keluarga Shen."
Wajah Shen Ling memucat, dia tak menyangka semua yang telah terjadi hanyalah kepalsuan Xuan Ye. Air mata sudah mengalir di pipi manis nya, dengan tangan kanannya berusaha membungkam suaranya yang tertahan di tenggorokan.
__ADS_1
"Dan kini aku telah kembali, aku sudah menjelaskan semua nya padamu Xuan Ye! Apakah kau masih mencintaiku?"
Shen Ling tak kuat mendengar jawaban dari Xuan Ye. Dia pun berlari untuk meninggalkan tempat itu.
Di sisi lain, Xuan Ye bingung harus bersikap bagaimana pada Huang Ro. Sejak hilang nya Huang Ro banyak hal sudah terjadi, "Maafkan aku Ro'er, aku tak dapat menjawabnya sekarang. Memang pada awalnya aku menikahinya demi dukungan keluarga Shen. Tetapi kini aku mulai nyaman berada di dekatnya, aku sudah memaafkan mu untuk penyerangan tempo hari. Tetapi untuk mencintaimu kembali sangat sulit untukku. Jika kau sudah siap dan ingin kembali bersamaku ke istana maka pintu istana terbuka lebar untukmu, tapi tolong kau selesaikan dulu urusanmu dengan para pemberontak itu."
Air mata Huang Ro kali ini benar - benar mengalir deras, ditarik nya pakaian Xuan Ye ketika akan pergi meninggalkan dirinya. Tetapi Xuan Ye tetap tidak perduli padanya. Dia terus meninggalkan Huang Ro sendirian di sana.
Huang Ro menatap punggung Xuan Ye yang terus menjauh, diusap kan air mata yang tersisa. "Tunggulah Xuan Ye. Aku akan merebutmu kembali, hanya aku wanita yang berhak kau cintai dan berada di samping mu saat ini. Hanya aku!"
-
-
Halo pembaca semua nya☺ Maaf author baru update lagi, sebelumnya ponsel author rusak dan saat ganti ponsel, author lupa kalau punya tanggungan novel.
Sebelum nya author berniat untuk melanjutkan kembali cerita ini. Tetapi tergiur lomba time travel dari pihak NT. Jadi author menulis dulu karya baru dengan konsep time travel
The RunningPrincess
*Novel nya juga sudah tamat, jadi jika ada pembaca yang menyukai konsep time travel mungkin bisa mampir 🙏☺
untuk karya Rembulan pengganti, saat ini author berusaha menulis kembali sampai tamat. Semoga cerita author berkenan ya. Dukung author terus ya, author akan berusaha update di sela - sela pekerjaan author juga supaya cerita Rembulan Pengganti bisa tamat.
Terima kasih
__ADS_1