
Di taman istana 4ekor kuda sudah disiapkan untuk mereka berempat.
Huang Ro sedang berusaha mencari perhatian putera mahkota, dia akan menunjukkan pada Shen Ling sesungguhnya siapa yang lebih dicintai putera mahkota.
Mereka berempat berkuda dengan santai, Shen Ling tersenyum lebar sekali, sudah sekian lama dia tidak berlatih kuda, sangat menyenangkan rasanya beradu dengan angin. Xuan Ye memperhatikan Shen Ling, 'Gadis ini menyukai nya, sepertinya aku harus sering mengajaknya berkuda.'
Tiba - terdengar suara detakan kaki kuda dari arah selatan, ternyata pangeran Xuan Er "Wah kalian bersenang - senang tanpa aku. Aku juga ingin ikut bermain."
Suasana hati Xuan Ye memburuk, Huang Ro tersenyum, rencana berjalan dengan sempurna dan Shen Ling akan tahu siapa sebenarnya yang dicintai oleh Xuan Ye.
Xuan She menatap tajam pada Huang Ro, senyum licik Huang Ro tak luput dari pengamatannya. 'Rubah ini selalu mencoba mengadu kakak pertama dan kakak kedua, dia selalu merasa dirinya wanita yang istimewa.'
Xuan She pun berkuda mendekati Shen Ling, baginya melihat kedua kakak nya bertengkar karena seekor rubah merupakan hal yang sia sia.
Shen Ling diam - diam mengamati perubahan suasana hati Xuan Ye, dia paham kalau Xuan Ye merasa cemburu pada Xuan Er, 'Rupanya putera mahkota memang menyukai Huang Ro. Lalu sebetulnya untuk apa permaisuri terus menyuruhku tinggal di istana? Dan kenapa dada ku terasa tak enak melihat ini semua?'
Suara Xuan She memecah keheningan, "Hei gadis Shen kau mau mencoba balapan denganku? Jika kau menang aku akan meminta koki istana membuatkan mu makanan terenak malam ini, tapi jika kau kalah kau hanya mendapatkan mantao untuk makan malam mu. Bagaimana kau berani?"
Shen Ling merasa tertantang, "Bagaimana jika kau kalah? Tidak seru jika aku hanya mendapatkan makanan enak."
"Hmmm jika aku kalah, aku akan menemanimu jalan - jalan di area kediaman tabib istana, bagaimana?"
__ADS_1
"Setuju, jadi kita mulai dari Sekarang" Dengan muka berseri - seri mereka berdua berlomba.
Terdengar gelak tawa Shen Ling dan Xuan She, Xuan Ye yang melihat mereka merasa sedikit cemburu.
Akhirnya pertandingan itu dimenangkan oleh Xuan She, "Kau curang sekali, kuda mu jauh lebih berkualitas daripada kuda milik ku." Shen Ling merajuk pada Xuan She, dan membuat pangeran itu tertawa.
Xuan Ye, Huang Ro dan Xuan Er memperhatikan mereka berdua, Huang Ro tersenyum dan berusaha mendekatkan mereka berdua, "Nona Shen kalian sangatlah serasi, bagaimana kalau kau menghadap permaisuri dan meminta tinggal di istana bulan dekat dengan kediaman pangeran keempat? Jadi kalian bisa bermain bersama."
Xuan Ye tiba - tiba membentak Huang Ro, "Lancang, apakah kau pikir ibunda permaisuri membuat keputusan sesuka hati?"
Huang Ro dan semua orang disana terkejut, ini adalah pertama kalinya Xuan Ye membentak Huang Ro.
Mata Huang Ro seketika berkaca - kaca menahan tangis, Xuan Ye jadi merasa bersalah "Maafkan aku, aku tak bermaksud memarahi mu. Tetapi Ibunda permaisuri sedang bersedih atas penyerangan ayahanda kaisar, saat ini bukanlah waktu yang tepat jika kita mengajukan masalah tidak penting."
Malam harinya, Xuan Ye mendatangi kamar Shen Ling untuk pertama kalinya. A Li dan Shen Ling sangat terkejut dengan kedatangannya, tatapan mata Xuan Ye menunjukkan kemarahan.
Dengan sekali perintah Xuan Ye menyuruh A Li untuk meninggalkan mereka berdua.
Shen Ling teringat dia hanya menggunakan baju yang tipis dan segera berusaha menutupi bagian yang terbuka, "Ada urusan apa putera mahkota datang ke kamar hamba? Ini sudah larut, dan hamba ingin beristirahat."
Dengan langkah panjang Xuan Ye mendekati Shen Ling dan memegang erat kedua lengannya, "Bukan kah aku sudah bilang untuk tidak membiarkan lelaki lain memandang mu, lihatlah kelakuanmu, di siang hari kau berusaha menggoda adik keempat. Apakah memang keluarga Shen tidak memiliki malu?"
__ADS_1
Shen Ling yang mendengar itu menjadi sangat marah, "Apa maksudmu? Aku menggoda siapa? Jangan dikira kau putera mahkota lalu berani berbicara dan menuduh ku sembarangan."
Xuan Ye tersenyum Licik, "Menuduhmu? Lihatlah bagaimana caramu tertawa, dan kau masih berkata aku Menuduhmu?"
Shen Ling merasakan sakit dibagian lengannya, lalu dengan ilmu bela diri nya, dia berusaha melepaskan diri dari Xuan Ye, mereka bertarung sengit, tetapi Xuan Ye yang terkenal sebagai prajurit dengan kungfu terbaik negeri Ming bukanlah lawan Shen Ling, dia berhasil menangkap tangan Shen Ling dan memitingnya kebelakang, Shen Ling pun mendesis, "Lepaskan aku, kau memang tidak waras."
"Aku cukup terkejut, ternyata kau bukan hanya bisa memanah, berkuda, bahkan kungfu pun kau kuasai. Rahasia apa lagi yang dimiliki mu?"
wajah Xuan Ye pun mendekat, dan bibir mereka hampir bertemu, Shen Ling yang merasa tidak rela dipermalukan seperti ini akhirny menangis, dia tidak terima atas tuduhan Xuan Ye, lagi pula Shen Ling tidak terikat apa pun dengannya lalu kenapa Xuan Ye begitu marah padanya, melihat Shen Ling menangis Xuan Ye pun melunak dan melepaskannya.
Shen Ling mendorong Xuan Ye sekuat tenaga, "Pergi kau dari sini"
Xuan Ye merasa bersalah padanya, dia paham bahwa sebenarnya dia hanya cemburu melihat Shen Ling dekat dengan Xuan She.
Tetapi dia merasa gengsi untuk mengakuinya dan dia sendiri bingung dengan perasaannya.
Xuan Ye akhirnya pergi keluar dari kamar Shen Ling dan mendengar Shen Ling menangis.
Setelah sampai di dalam kamarnya, Xuan Ye merebahkan diri di ranjang nya dan menutup mata dengan lengan tangannya.
Dia menghela napas panjang, 'Apa yang telah kulakukan? Gadis itu benar, dia dan diriku tidak memiliki ikatan apa pun, kenapa aku harus marah padanya? Bahkan aku sampai tega memarahi Huang Ro yang tidak bersalah, mungkin aku memang sudah tidak waras.'
__ADS_1
Lalu bayangan Shen Ling dengan rambut panjang terurai dan baju tidur tipis nya terus menghantui pikiran Xuan Ye,
'Aku hampir menciumnya, entah kenapa setiap aku dekat dengannya hatiku selalu terasa aneh, itu pasti karena baju yang dikenakannya, ya benar aku ini kan pemuda normal, akh sudahlah aku akan pergi mandi dan tidur, besok aku akan melihat Huang Ro dan gadis Shen itu akan pergi dari pikiranku.'