Rembulan Pengganti

Rembulan Pengganti
BAB 31


__ADS_3

Pagi telah datang, dan mentari mulai menunjukkan wujudnya. Huang Ro yang semula tidak sadarkan diri, perlahan mulai membuka matanya. Dia pun teringat dengan yang telah terjadi dengannya, dia menangis sejadi nya kemudian bersiap untuk membenturkan kepala nya ke tiang istal.


Hok Ben yang ikut tersadar, menyadari niat Huang Ro untuk bunuh diri. Dengan sigap ditangkap nya Huang Ro, "Berani nya kau bunuh diri!"


Huang Ro menjadi histeris, "Lepaskan aku!! Lepaskan!!"


Hok Ben menjadi tertawa, awalnya dia sedikit menyesal telah merenggut kesucian Huang Ro, padahal dia berencana mengantarkan Huang Ro ke negeri Yun. Tetapi setelah dipikir secara matang, jika dia menikahi Huang Ro maka dia akan menjadi raja berikutnya.


Hok Ben menotok aliran darah Huang Ro, membuat gadis itu tidak bisa bergerak. Kemudian memakaikan pakaiannya ke tubuh Huang Ro.


"Jangan kau menyentuh lagi! Lepaskan!"


"Diam!! Kau tak usah bunuh diri! Aku akan mengirim mu kembali ke istana."


Huang Ro menangis sejadinya, "Untuk apa! Aku sudah tidak mempunyai muka untuk bertemu dengan Xuan Ye!"


Hok Ben menatap tajam, "Kau jadilah mata - mataku. Kita akan menggulingkan pemerintahan Xuan Ye yang masih tergolong lemah, terlebih ketika negara sedang kacau akibat pergantian pemimpin seperti ini. Aku berjanji, jika kita berhasil maka kau akan menjadi Permaisuri dan aku akan menjadi kaisar."


Semua perkataan Hok Ben mulai dicerna oleh Huang Ro. Nasi sudah menjadi bubur, sangat tidak mungkin dirinya untuk dapat bersanding dengan Xuan Ye. Tetapi jika memang rencana Hok Ben berhasil, maka dia masih bisa menjadi Permaisuri


"Baiklah, aku bersedia. Pastikan rencana mu berjalan dengan mulus!"


Senyum licik terulas di wajah Hok Ben, "Tentu saja permaisuri ku." Hok Ben pun menggenggam tangan Huang Ro dan mencium nya. Hok Ben sudah berniat untuk mengadu domba kerajaan Yun dengan dengan kerajaan Ming, setelah kerajaan Ming melemah, saat itu lah dia akan merebut takhta dan menjadi kaisar yang baru.


-

__ADS_1


-


Di sisi lain, Shen Ling melamun di pinggir kolam.


Ikan - ikan berenang mendekati dirinya,


"Hey! Aku tak membawa makanan apa pun. Kenapa kalian juga menggangguku? Pergi sana! Hush hush!"


Xuan Ye pun berdiri di belakang nya dan berbisik di telinga Shen Ling, "Tentu saja karena kau terlalu cantik, sangat sayang sekali jika tak mendekati mu."


Shen Ling terkejut, dia sama sekali tidak mendengar langkah kaki Xuan Ye.


"Huh! Kau Lagi!" Saat Shen Ling hendak melangkah pergi, Xuan Ye pun berseru,


"Aku sudah menolak Huang Ro! Apakah kau juga tega meninggalkanku?"


Hanya satu kata itu yang dapat diucapkannya.


"Karena aku sudah berjanji padamu, hanya kau yang akan menjadi Permaisuri ku."


Shen Ling pada awalnya bahagia mendengar hal tersebut, tetapi kemudian dia merajuk


"Tetapi pada akhirnya kau akan meminang nya menjadi selirmu, bukankah itu sama saja dengan mempermalukan aku? Kau menjadikan aku permaisuri, tetapi kau lebih menyayangi selirmu."


Untuk kali ini, Xuan Ye tidak dapat menjawab nya. Bagi nya sangatlah wajar jika seorang kaisar memiliki isteri lebih dari satu. Bukan kah almarhum ayah nya pun demikian, dan hal tersebut sama sekali tidak menjadi masalah. Keluarga mereka tetap akur, dan tidak ada masalah apa pun.

__ADS_1


Ketika suasana semakin tidak menyenangkan, datanglah ibunda Xuan Ye.


Sang permaisuri yang kini telah menjadi ibu suri pun berdeham.


Shen Ling maupun Xuan Ye kedua nya memberi salam. Ibu Suri yang memahami perkara mereka, memberi isyarat pada Xuan Ye, "Yang mulia kaisar, ijinkan hamba untuk berbincang dengan nona Shen Ling."


Xuan Ye pun menangkap isyarat tersebut, "Baiklah Ibunda. Hamba memohon diri."


Setelah kepergian Xuan Ye, Ibu Suri menepuk kursi di samping nya, dibantu para sayang, Shen Ling pun duduk berdampingan dengan ibu suri.


"Aku tahu suasana hatimu."


"Hamba baik - baik saja."


"Shen Ling, kau tak bisa membohongiku. Garam yang aku makan jauh lebih banyak darimu." Ibu Suri tersenyum dengan ramah, dan dengan lembut menggenggam tangan Shen Ling.


"Apakah permaisuri menerima selir yang dinikahi oleh almarhum baginda kaisar tanpa rasa cemburu?"


Ibu Suri tersenyum lembut, "Mau tidak mau, walaupun rasa cemburu pasti ada. Tetapi tidak ada aturan kerajaan yang membatasi jumlah pendamping kaisar. Jika kau bisa bersikap lembut maka kau akan bisa melunakkan hati Xuan Ye, begitu pula sebaliknya saat kau semakin keras maka Xuan Ye pun akan semakin menjauh. Aku dapat melihat jauh di dalam hati mu kau menyukai Xuan Ye, bukankah begitu?"


Pipi Shen Ling merah merona, dia hanya menunduk dan tersenyum malu.


Ibu Suri sangat memahami nya, dia pun pernah melalui fase ini. Dimana rasa cemburu membakar nya ketika baginda raja memutuskan untuk menikah kembali.


"Shen Ling, ketahuilah aku tidak ingin mencampuri urusan kalian berdua. Hanya untuk kali ini saja aku berbicara, selebihnya aku serahkan kembali padamu. Tetapi jika aku boleh memilih menantu, maka aku akan memilihmu daripada Huang Ro."

__ADS_1


Setelah itu, Ibu Suri pun pergi meninggalkan Shen Ling yang tetap terdiam.


__ADS_2