Rembulan Pengganti

Rembulan Pengganti
BAB 20


__ADS_3

Tiga hari kemudian, Kaisar telah menerima laporan pemulihan kota Lin Man secara pesat, banjr pun teratasi dan korban pun sudah mendapatkan hak mereka. Kaisar sangat senang dengan kabar baik ini dan merasa bahwa sisanya dapat diurus oleh pejabat setempat. Kaisar pun memerintahkan para pangeran untuk kembali ke istana.


Huang Ro pun mendengar kabar baik ini, dia senang sekaligus was - was. Selama di kota Lin Man putera mahkota selalu bersama dengan Shen Ling, sampai mereka berdua berhasil menangkap koruptor dana bantuan bencana, Huang Ro berpikir harus menyusun beberapa rencana untuk memisahkan mereka. Kedudukan Puteri Mahkota hanya dia saja yang berhak mendapatkannya.


Dua hari kemudian rombongan para pangeran kembali ke istana, setiba nya di istana mereka langsung melapor pada kaisar. Kaisar sangat bahagia dan bangga pada ketiga anaknya.


Setelah Kaisar memberikan penghargaan kepada para pangeran, dia melihat hubungan Shen Ling dan putera mahkota semakin baik. Sehingga pada sore itu Kaisar berbincang dengan permaisuri nya, "Permaisuri bagaimana menurutmu mengenai hubungan Xuan Ye dengan Puteri perdana menteri? Haruskah kita meresmikan secepatnya? Tidak ada salahnya mengangkat seorang Puteri mahkota dalam waktu dekat ini."


Permaisuri pun tersenyum, "Yang Mulia tidak ada salahnya mengumumkan pernikahan mereka, tapi jangan terburu - buru, paling tidak langsungkan pernikahan mereka satu atau dua bulan lagi saja, bagaimana menurut yang mulia?"


Setelah agak lama memikirkannya, kaisar pun menyetujui nya. Kemudian permaisuri menambahkan, "Yang Mulia, lusa hamba ingin mengajak ibu suri, para selir, puteri Huang Ro serta nona Shen Ling untuk berdoa di biara. Itu pun jika Yang Mulia setuju."


Kaisar sedang dalam suasana hati yang baik, dia pun menyetujui nya. Dengan segera dia memerintahkan Kasim untuk mengadakan pesta penyambutan malam ini, dia berencana akan mengumumkan kabar bahagia malam ini.


Shen Ling telah mendapatkan undangan ke perjamuan malam ini, dengan sengaja dia berlama lama berendam di bak mandi. Rasanya sudah lama sekali dia tidak berendam seperti ini. Setelah selesai mandi, Shen Ling ingin menggunakan gaun tercantik miliknya dan berdandan secantik mungkin, berharap Xuan Ye akan melirik padanya.


Shen Ling memilih gaun berwarna pink muda dengan hiasan bunga berwarna ungu Lilac yang menonjolkan warna kulitnya.


Dia pun memakai riasan tipis dan meminta A Li untuk menata rambutnya supaya lebih elegant.

__ADS_1


Di sisi lain, Huang Ro pun sedang berdandan pada perjamuan ini dia akan melepas rindu dengan Xuan Ye. Setelah lama berpisah dengannya, Xuan Ye pasti akan terpukau melihat penampilan cantik Huang Ro.


Kedua wanita itu ingin berebut perhatian Xuan Ye malam ini.


Acara perjamuan makan malam pun berlangsung dengan meriah, Kaisar telah memanggil penari terbaik dari seluruh negeri untuk merayakan keberhasilan para pangeran.


Huang Ro yang sudah datang terlebih dahulu sengaja duduk di dekat Xuan Ye, seperti biasa mereka selalu berbincang dengan akrab. Kemudian terdengar Kasim menyebut kedatangan Shen Ling. Shen Ling pun melangkah masuk dan mencari ibu serta ayahnya. Dia sangat merindukan keluarga nya dan akan memanfaatkan waktu malam ini sebaik mungkin.


Xuan Ye tersenyum melihat penampilan Shen Ling malam itu, dia terlihat sangat cantik dan menawan. Huang Ro yang mengetahui ketertarikan Xuan Ye pada wanita itu pun menjadi marah, "Yang Mulia apa yang kau lihat? Tidak kah yang mulia merindukan Huang Ro?"


Xuan Ye pun terpecah lamunannya, "Maafkan aku Huang Ro, tentu saja aku merindukanmu, setelah perjamuan ini selesai ada yang ingin kuberikan untukmu."


Kemudian setelah puncak acara, yang mulia mengumumkan dua hal yaitu mengenai permaisuri yang akan ke biara untuk berdoa dan tentang pernikahan Xuan Ye dan Shen Ling bulan depan.


Berita itu mengejutkan semua orang, perdana menteri yang hadir disana pun terkejut dengan keputusan Kaisar.


Huang Ro yang mendengar hal itu pergi meninggalkan perjamuan dan menangis, dia sangat marah dan sedih pada keputusan Kaisar. Xuan Ye pun mengejar Huang Ro dan memeluknya dari belakang, "Lepaskan hamba yang mulia?!" Huang Ro berteriak pada Xuan Ye, tetapi Xuan Ye tetap mempererat pelukannya, "Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau tenang. Tenanglah, aku juga tidak tahu tentang rencana itu, aku akan berbicara pada ayahanda."


Huang Ro pun menangis, dia tidak ingin menjadi seorang selir. Dia hanya ingin menjadi Puteri mahkota, "Apakah Yang Mulia Kaisar akan mendengarkan mu? Apakah hamba akan menikah dengan yang mulia putera mahkota?"

__ADS_1


Xuan Ye memeluknya semakin erat, "Itu sudah pasti, hanya kau yang selalu berada di hatiku."


Kemudian Xuan Ye mencium Huang Ro dengan intens, semua emosi, rasa rindu dan rasa bimbang menjadi satu.


Di sisi lain Shen Ling pun terkejut dengan perintah kaisar, dia tak menolak dan tidak bisa menolak, menolak perintah kaisar sama saja dengan mempermalukan kaisar dan akan menjadi hukuman mati bagi seluruh keluarga Shen. Tetapi jika dia menikah dengan Xuan Ye, dia hanya akan mendapatkan status saja, tidak akan ada cinta dan kasih sayang Xuan Ye untuknya, dan mungkin jika Xuan Ye menikahi Huang Ro sebagai selir maka dia hanya akan dijadikan boneka pajangan saja. 'Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan, aku tidak mau membahayakan keluarga Shen dan juga tidak mau Xuan Ye menikah dengannya karena terpaksa. Dia hanya ingin pernikahan seperti kedua orang tua nya, tidak ada selir dan mencintai satu sama lain seumur hidup.'


Nyonya Shen melihat anaknya menghela napas panjang, kemudian dia berbisik "Anakku apa pun keputusanmu kami akan mendukungmu. Jika kau keberatan biarkan ayahmu menemui kaisar. Bagi kami kau adalah segalanya."


Shen Ling merasa terharu dengan perkataan ibu nya, dia tidak dapat membendung air matanya dan memeluknya. Mana mungkin dia akan membahayakan hidup orang tua yang sudah sangat baik padanya, 'Maafkan hamba yang mulia putera mahkota, hamba akan menyetujui perintah kaisar walau kebahagiaanku menjadi taruhannya.'


Kaisar sedikit kesal melihat Xuan Ye pergi begitu saja meninggalkan perjamuan, kemudian dia menanyakan persetujuan Shen Ling, "Bagaimana menurutmu Shen Ling? Kau pasti setuju dengan keputusanku kan?"


Tepat saat Shen Ling akan menjawab Xuan Ye kembali ke perjamuan, 'Ayolah Shen Ling kau harus menolaknya, jika kau dan aku menolak maka pernikahan ini tidak akan terjadi.'


Sebelum menjawab Shen Ling sempat melihat ke arah ayah nya yang sudah berumur, dia tidak tega jika ayahnya mendapat masalah, "Hamba menerima maksud baik Yang Mulia Kaisar."


Kaisar tertawa senang, dan sebagian besar tamu yang hadir di perjamuan pun bertepuk tangan bahagia.


Kecuali Xuan Ye, dia sangat marah pada Shen Ling, selama ini dia menganggap Shen Ling sebagai temannya, 'Apakah gadis itu memiliki rencana tersendiri? Aku harus menanyakannya.'

__ADS_1


__ADS_2