
Kaisar dan Para Selir berkumpul di ruang baca Kaisar, mereka mendiskusikan mengenai penculikan Huang Ro, bagaimana pun yang mulia Kaisar tidak menyukai hubungan antara Huang Ro dan Xuan Ye.
"Jika aku memajukan tanggal pernikahan Xuan Ye dan Shen Ling, bagaimana menurut kalian? Mereka berdua dapat saling melengkapi, Shen Ling sangat cerdas dan memiliki kemampuan begitu pula dengan Xuan Ye. Aku yakin di masa depan negeri ini akan semakin berjaya." kata kaisar kepada isteri - isteri nya.
Selir Wan yang pertama kali membuka suara, "Yang Mulia, seperti yang mulia ketahui posisi Huang Ro di hati Xuan Ye sudah sangat melekat. Saat Huang Ro hilang seperti ini pun Xuan Ye sudah membabi buta ingin mencari nya. Bagaimana mungkin dia mau menikahi orang lain?"
Kaisar mencerna kata - kata selir Wan yang masuk akal, 'itu berarti aku harus mencari cara agak Xuan Ye mau memajukan tanggal pernikahan.' kemudian kaisar melanjutkan pembicaraan, "Apakah ada ide atau pendapat lainnya?"
Permaisuri dengan penuh keraguan menjawab, "Yang Mulia, kalau memang hendak memajukan tanggal pernikahan maka kita harus menyusun rencana dan memberikan waktu kepada Xuan Ye untuk menjernihkan pikirannya. Kemudian Yang Mulia juga harus memikirkan Ibu Suri, bagaimana pun Huang Ro merupakan cucu kesayangannya, langkah ini pasti menyakiti hatinya"
Kaisar terdiam sejenak, kemudian dia pun memutuskan, "Urusan ibu suri biarkan aku yang mengatakannya, dan untuk Xuan Ye aku akan memberi waktu dua Minggu untuk mencari Huang Ro, jika dalam dua Minggu Huang Ro belum diketemukan maka dia harus menikahi Shen Ling."
Keputusan Kaisar tidak ada yang berani membantah.
Keesokan hari nya kaisar menemui ibu suri dan membicarakan masalah Shen Ling dan Xuan Ye, sesuai dugaan ibu suri marah besar. "Yang Mulia, aku tidak mempermasalahkan rencana mu menikahkan Xuan Ye dan Shen Ling, yang jadi masalah untukku adalah waktu dua Minggu yang kau berikan untuk pencarian Huang Ro ku, apakah kau tidak keterlaluan?"
Kaisar lun menjawab, "Tetapi Bu, Saat ini negara kita baru saja berjaya, tidak memungkinkan jika sewaktu waktu negara Yun akan menyerang kita untuk perebutan wilayah. Jika seluruh pasukan di kerahkan untuk mencari Huang Ro selama mungkin, bukankah hal itu hanya sia - sia?"
__ADS_1
Ibu Suri mulai menangis bagaimana pun Huang Ro sudha dia besarkan bertahun - tahun dan dia sangat menyayangi nya, kaisar menghela napas panjang kemudian melanjutkan "Lagi pula dia bukan cucu kandungmu Bu. Apakah ibu tidak berpikir diculik oleh kawanan pria dan belum diketemukan sampai saat ini, bukankah kehormatan seorang gadis sangat penting, jika Huang Ro kehilangan kehormatan bukankah lebih baik dia menyerah saja?"
Di lain pihak, Xuan Ye tanpa sengaja mendengarkan semua percakapan ayahanda nya dengan ibu suri. Awalnya dia hendak menemui ibu suri yang kurang enak badan karena memikirkan Huang Ro, ternyata ayahanda nya memiliki rencana seperti ini.
Xuan Ye pun tidak bisa menahan diri dan menemui kaisar, "Hamba mohon yang mulia, beri hamba waktu paling tidak sebulan untuk pencarian Huang Ro."
Kaisar terkejut dengan kemunculan Xuan Ye yang tiba - tiba, karena putera mahkota sudah terlanjur mengetahui rencana nya maka tidak ada jalan lain, "Xuan Ye, kau kan tahu kalau negeri Yun sudah lama sekali menginginkan wilayah kita, jika kau meminjam pasukan ku lebih lama dari dua Minggu maka kekuatan pertahanan kita di perbatasan juga melemah. Jika kau memang menginginkan memakai kekuatan militer milikku, maka perkuat lah posisi mu sebagai putera mahkota. Dengan kau menikahi Shen Ling maka kau bisa memperkuat posisi mu sebagai calon raja dan mendapat dukungan dari para menteri. Dan ketika nantinya kau dinobatkan sebagai raja, maka seluruh kekuasaan akan tunduk padamu. Bukan hanya Huang Ro yang dapat kau gapai, seluruh wanita di negara ini pun boleh kau dapatkan dengan mudah, pikirkanlah dengan baik. Ibu suri ananda pamit."
Setelah itu Kaisar pergi meninggalkan ibu suri yang menangis dan putera mahkota yang terus menunduk dan mengepalkan tangannya.
Dia tidak menyangka ayahnya akan memojokannya seperti ini, 'Jika dengan menikahi gadis Shen itu dapat memperkuat posisi ku, baiklah akan kuturuti kemauan ayahanda, lagi pula aku hanya menikahi gadis Shen itu dan tidak perlu mencintai nya sehingga aku tidak mengkhianati Huang Ro.'
Kaisar tersenyum samar Xuan Ye yang sudah terpojok akhirnya menerima rencana nya.
"Baiklah dalam dua Minggu ini pergunakan sebaik - baiknya pasukan ku. Dan dua Minggu lagi kau akan menikah dengan Shen Ling."
Xuan Ye hanya bisa mengangguk dan mengantar kepergian ayah nya.
__ADS_1
Istana Plum
Shen Ling duduk di pinggiran kolam, kondisi fisiknya sudah jauh lebih baik, tetapi hatinya merasa sangat kosong. Dia tidak terima dirinya di fitnah oleh Xuan Ye, Shen Ling tahu kalau Xuan Ye hanya mencintai Huang Ro, tetapi bukankah sangat tidak adil melimpahkan kekesalan karena kehilangan Huang Ro padanya. Dalam suasana hati yang tidak enak Shen Ling memerintahkan A Li untuk menyiapkan manisan dan teh. Saat sedang menikmati manisan, Xuan Ye pun menghampirinya."Aku rasa kau sedang bersantai nona Shen, tidakkah kau merasa kuatir sedikit dengan keadaan Huang Ro ku? Dan kau masih sempat menikmati manisan dan teh, kau sungguh berhati batu."
Shen Ling sudah muak dengan perilaku Xuan Ye yang terus memojokkannya, dia menyesal telah bersedia menerima dua pukulan dari para penjahat itu hanya demi melindungi Huang Ro, "Apa maksud kedatangan yang Mulia? Hamba hanya ingin menikmati sore yang cerah dan indah ini, apakah yang mulia mau mencoba beberapa manisan? Atau perlu hamba tuangkan teh juga?"
Senyuman Shen Ling membuat emosi Xuan Ye meluap - luap, "Bukankah kau seharusnya menyesali perbuatan mu nona Shen? gara - gara kau, seorang gadis lemah bisa jatuh ke tangan penjahat."
Shen Ling pun semakin membalas perkataan Xuan Ye, "Bukankah yang mulia sudah mengerahkan seluruh pasukan negeri untuk mencari jarum di tumpukan jerami? Apakah masih membutuhkan empati dan simpati hamba?"
"Kau!!"
Xuan Ye hendak mencengkram Shen Ling, lalu dengan sigap Shen Ling menghindarinya, dan pertarungan mereka berdua pun terjadi, karena badannya yang masih lemah Shen Ling terbatuk dan mengeluarkan sedikit darah dari ujung mulutnya, Xuan Ye segera memeluknya dan menghapus darah itu, "Kau memaksakan dirimu sendiri, apakah tabib sudah memeriksa luka mu hari ini?"
Perlakuan Xuan Ye tiba - tiba menjadi lembut, Shen Ling hanya bisa menggeleng pelan. Lalu Xuan Ye menggendong Shen Ling dan berkata pada A Li, "Panggil tabib istana dan suruh dia memeriksa nona mu."
A Li pun dengan patuh pergi mencari tabib istana, sedangkan Xuan Ye menggendong Shen Ling menuju kamarnya dan membaringkannya. "Kau jangan memaksakan diri, tubuhmu masih sangat lemah."
__ADS_1
Shen Ling pun membalas dengan dingin, "Aku masih menunggu permintaan maafmu Yang Mulia,"
Tanpa berkata apa - apa Xuan Ye pergi meninggalkan Shen Ling