Rembulan Pengganti

Rembulan Pengganti
BAB 2


__ADS_3

Kediaman keluarga Shen


"Nona Shen, mohon ampuni hamba, jangan bermain dengan tumbuhan obat hamba. Nona Shen ampuni hamba, hamba mohon Nona Shen"


Tabib Huan terus memohon pada nona nya, dia sudah 10tahun bekerja untuk keluarga perdana menteri Shen. Dia sangat tahu bahwa Puteri pertama keluarga Shen sangatlah cerdas. di usia muda nya dia sudah berhasil menguasai dasar ilmu pengobatan dan racun, tidak hanya itu perdana menteri juga melatihnya berkuda dan bela diri.


Hal ini tentunya dirahasiakan, hanya keluarga Shen saja yang mengetahui rahasia ini.


Orang luar hanya mengetahui bahwa perdana menteri Shen memiliki seorang Puteri yang cantik dan seorang putera bernama Shen Ming yang sakit - sakitan.


"Guru tabib, ajari aku membuat ramuan pil penyembuh, aku mohon"


mata kecil Shen Ling berbinar - binar dan tabib Huan hanya bisa geleng - geleng


Tiba - tiba terdengar suara lantang "Ling er, jangan berbuat tidak sopan pada maha tabib. apa kau tahu betapa penting nya maha tabib bagi adikmu."


Shen Ling dan tabib segera memberi hormat kepada perdana menteri Shen.


"Tabib Huan, mohon maafkanlah Shen Ling. Dia masih muda, belum mengerti aturan. Mohon tabib berlapang dada."


"Tuan Shen tidak perlu sungkan, saya sudah diterima di kediaman tuan, sudah kehormatan bagi saya. Puteri Shen Ling pun sudah seperti murid saya sendiri, dengan senang hati mengajarinya."


"Shen Ling kau masih tidak mau mengucapkan terima kasih pada maha Tabib?"


Dengan menggerutu, "Terima kasih Guru"


Tiba - tiba isteri perdana menteri, Nyonya Shen Miao pun datang.


"Tuanku, matahari sudah berada tepat di atas kita, bukankah sudah waktunya kita menghadap Yang Mulia Kaisar?"


Mendengar hal itu, Shen Ling sangat antusias, "Ibunda, ijinkan aku ikut ke istana, aku mohon bujuklah ayahanda. Tidak kah ibunda mengasihani aku yang selalu terkurung dirumah." rengek Shen Ling.


Shen Miao menatap suaminya penuh makna, dan akhirnya perdana menteri pun mengangguk


"Baiklah, kau boleh ikut. Tetapi dengan satu syarat tidak boleh membuat masalah dan tidak boleh sembarangan berkeliaran. Ingat istana bukanlah tempat bermainmu."

__ADS_1


Shen Ling sangat bahagia mendengarnya,


"Terima kasih Ibu dan Ayah, aku akan bersiap - siap. Salam Guru tabib." setelah itu dia berlari menuju kamar nya untuk bersiap - siap.


Taman Air Istana


"Shen Tjiu menghadap Yang Mulia Kaisar, Permaisuri dan Selir Wan. Semoga panjang Umur selalu."


Perdana menteri beserta keluarga menghadap keluarga kaisar.


"Bangunlah, aku sengaja mengundangmu hanya untuk mengobrol ringan dan bersantai saja. Apakah itu Puteri mu? Tidak terasa waktu cepat sekali berlalu, puterimu sungguh cantik."


"Shen Ling menghadap Yang Mulia, terima kasih atas pujian Yang Mulia. Bagaimana pun hamba tidak berani menerima pujian Yang Mulia, bunga yang tumbuh di istana jauh lebih cantik daripada hamba."


Permaisuri mendengar hal ini pun tersenyum, gadis yang cerdas. Dia lebih memilih jawaban yang aman, dan tidak bermaksud untuk mencari musuh. Permaisuri sangat menyukai Shen Ling.


"Ayahanda Kaisar." terdengar suara Puteri Xuan Nu dari kejauhan. Ternyata dia datang bersama dengan putera mahkota dan pangeran keempat.


"Nu Er, dimana sopan santunmu? Apakah kau tidak melihat ada keluarga perdana menteri disini?"


Shen Ling mencuri pandang pada putera mahkota. Ini kali pertama dia bertemu langsung dan jatuh hati padanya.


Permaisuri yang melihat hal ini hanya bisa tersenyum kecil


"Shen Ling berapa usiamu sekarang?"


"Menjawab Yang Mulia permaisuri, hamba berusia 10tahun ini."


"Yang mulia kaisar, tidakkah Yang Mulia merasa bahwa Shen Ling cantik dan cerdas? Bagaimana jika menjodohkan Shen Ling dengan putera mahkota? ketika Shen Ling berusia 17tahun kita dapat menikahkan mereka. Bagaimana menurut pendapat Yang Mulia kaisar dan perdana menteri?"


Yang mulia tertawa, "Bagaimana menurutmu perdana menteri? jika aku setuju saja dnegan ide ini."


ketika perdana menteri akan menjawab, putera mahkota segera memotong


"Yang Mulia kaisar dan Ibunda permaisuri, hamba bukannya menolak maksud baik dari ibunda permaisuri, tetapi ananda sudah menyukai Huang Ro, dan hanya akan menikahi Huang Ro dikemudian hari. Mohon ayahanda Kaisar mempertimbangkan kembali."

__ADS_1


Kaisar seketika menggebrak meja "Lancang, dibandingkan Huang Ro, Puteri perdana menteri jauh lebih baik. Paling tidak dia memiliki latar belakang yang jelas, cantik dan cerdas. Sedangkan Huang Ro latar belakang nya tidak jelas, dan aku tidak menyukai nya."


Melihat emosi Kaisar, Selir Wan langsung menengahi "Yang Mulia harap tenang, mohon perhatikan kesehatan Yang Mulia. Ananda Xuan Ye pun masih muda, kita dapat membicarakan lagi beberapa tahun lagi."


"Perdana menteri, bagaimana pendapatmu?"


"Menjawab yang mulia, hamba setuju dengan selir Wan. keluarga kami hanyalah pengabdi Yang Mulia, titah Yang Mulia tidak berani dilanggar."


"Sementara masalah ini kita kesampingkan dulu, jangan merusak suasana bahagia. Tapi untuk mu putera mahkota, cobalah mulai melupakan Huang Ro. Bagaimana pun gadis itu tidak pantas untuk mu."


Putera Mahkota hanya dapat terdiam mendengar hal itu, "Ananda mohon undur diri, Yang Mulia." Kemudian putera mahkota pun pergi.


Shen Ling pun berbisik pada ibunya, "ibunda, siapakah Huang Ro? Apakah dia sangat cantik?"


Shen Miao pun tersenyum melihat rasa penasaran anak gadisnya, "Huang Ro adalah cucu angkat ibu suri, tentunya sangat cantik dan feminim. Dia menguasai seni musik, puisi dan pandai menyulam. Sangat bertolak belakang dengan puteriku ini."


Shen Ling cemberut, mendengar ibu nya berpihak pada orang tak dikenal.


"Aku juga bisa menyulam dan berpuisi, walau tidak begitu lihai. tapi setidaknya aku bisa meman..." seketika ibu nya langsung menatap tajam padanya. Shen Ling pun teringat bahwa orang luar tidak boleh mengetahui bahwa dia pandai bela diri dan seni racun.


Sebetulnya, ayah nya hanya ingin seorang putera untuk menjadi penerus keluarga, apa daya adiknya Shen Ming bertubuh lemah dan sakit - sakitan, sangat tidak memungkinkan berlatih bela diri. Sehingga ayah nya melatih dirinya, dan untuk seni racun dia belajar dari tabib Huan.


Melihat Shen Ling melamun, selir Wan pun merasa kasihan padanya


"pangeran ke empat, ajaklah Shen Ling berjalan - jalan di sekitar taman."


Belum sempat menjawab, Xuan Nu sudah meraih tangan Shen Ling


"Kakak ayo kita mencari kupu - kupu di taman bunga."


Shen Ling hanya mengangguk, dan berpamitan untuk pergi ke taman bunga. Xuan She pun mengikuti mereka dari belakang.


Shen Ling merasa terpukau dengan kemegahan istana, dirinya selalu merasa kagum dengan keindahan bunga - bunga di istana yang tidak akan dia jumpai di luar sana.


"Kakak, kau baru pertama kali ke istana ya?" Pertanyaan Xuan Nu membuat pipi Shen Ling memerah karena malu. Shen Ling hanya bisa mengangguk diikuti dengan tawa kecil sang tuan Puteri.

__ADS_1


Pangeran keempat seperti biasa hanya mengawasi dari jauh, dia tidak tertarik dengan pembicaraan anak perempuan.


__ADS_2