
Di Istana berita mengenai pernikahan Shen Ling dan Xuan Ye menyebar dengan cepat. Sebagian besar pelayan yang tidak menyukai Huang Ro bersorak Sorai, tetapi ada juga yang menggunjingkan betapa cepat Xuan Ye pindah ke lain hati.
Berita tersebut juga sudah terdengar oleh Pangeran kedua Xuan Er, dia sangat marah dan kecewa pada Kaisar dan Xuan Ye. Bagi Xuan Er yang terpenting untuk saat ini adalah menemukan Huang Ro dan masih menjadi misteri kemana para penjahat membawa nya? Apakah dia masih hidup atau sudah mati?
'Jika memang Xuan Ye akan mencampakkan Huang Ro, biarlah aku yang akan menemukannya kembali dan tidak akan kuserahkan Huang Ro pada kakak pertama. Hanya aku seorang yang setia kepada Huang Ro.'
Tiba - tiba pangeran kelima muncul dan mengagetkan Xuan Er, "Kakak kedua aku memberi selamat kepadamu."
Xuan Er tampak bingung dengan perkataan Xuan Wu, melihat ekspresi kakak kedua nya yang kebingungan Xuan Wu pun tertawa, "Kakak, kakak pertama akan menikah dengan Shen Ling dalam waktu dua Minggu dari sekarang, bukankah itu hal bagus? Berarti kesempatanmu untuk menikahi Huang Ro terbuka lebar."
Mendengar perkataan Xuan Wu, Xuan Er pun tersenyum, 'Betul juga, jika aku bisa menemukan Huang Ro aku bisa menunjukkan kepadanya siapa yang tulus mencintai nya.'
Xuan Er pun kembali bersemangat dan dia mendukung sepenuhnya dengan pernikahan putera mahkota. Tidak ada yang boleh mengacaukan pernikahan ini.
Di atas kapal yang masih terombang ambing Huang Ro masih duduk terikat, sudah dua hari dia berada di atas kapal yang tidak tahu arah tujuannya.
Tiba - tiba Hok Ben menemuinya, "Tuan Puteri apakah kau sudah siap memberi jawaban?"
Huang Ro memilih diam, dia sangat takut jika salah bicara pada orang ini dan dia masih menunggu ketika kapal ini telah merapat.
"Kau masih belum bisa memberi keputusan? Aku akan membantu mu memberi pilihan, beberapa jam yang lalu burung merpati ku sudah datang membawa kabar gembira. setengah bulan lagi istana akan merayakan perayaan besar."
__ADS_1
Huang Ro masih diam tidak bereaksi dengan Hok Ben yang terus memprovokasi dirinya.
Hok Ben menyeringai kepadanya, "Baiklah karena kau sangat menyedihkan akan kuberi tahu, istana akan menggelar pesta pernikahan yang sangat meriah antara Puteri perdana menteri dengan putera mahkota, bukankah itu sangat luar biasa? Hahahaha."
Huang Ro terkejut mendengar itu, "Kau bohong!! Berita itu tidak benar!!" Huang Ro terus berteriak
Hok Ben tersenyum puas melihat reaksinya, "Tenanglah tuan Puteri, jika kau bisa bekerja sama dengan kami, kau dapat menghadiri pernikahan itu. Lihatlah kenyataan, baik Kaisar, Ibu Suri maupun putera mahkota kesayanganmu itu tidak ada yang peduli kau hidup atau mati. Hahahaha." Hok Ben terus tertawa dan meninggalkan Huang Ro sendirian.
"Arghhhhhhhhhhh.. Arrghhhhhhhhh.."
Huang Ro berteriak histeris, semua kenangan dan janji Xuan Ye terus melayang di pikirannya. Dia tidak menyangka Xuan Ye tega melakukan ini padanya. Tidak hanya kehilangan masa depannya sebagai calon permaisuri negeri ini, tetapi dia juga telah kehilangan orang yang dicintai nya.
Istana Plum
Shen Ling tersenyum, dia sangat senang dengan perlakuan Xuan Ye, dia merasa Xuan Ye sudah memaafkannya.
kemudian Xuan Ye berdeham untuk memecah suasana canggung, "Kedatangan ku saat ini untuk membicarakan pernikahan kita. Sebelumnya aku mau berterima kasih dan meminta maaf kepadamu. Ibunda permaisuri sudah menceritakan kepadaku seluruh kejadian kemarin. Penculikan Huang Ro sepenuhnya bukanlah kesalahanmu."
Sambil cemberut Shen Ling pun menjawab, "Sekarang yang mulia sudah tahu, apakah yang mulia tahu pukulan para penjahat itu sangat sakit sekali. Untung saja Tuhan masih menyayangi nyawa hamba."
Xuan Ye pun tersenyum, dia tidak menyangka bahwa Shen Ling sangat berlapang dada mau memaafkan kekasarannya tempo hari.
__ADS_1
Lalu Shen Ling pun melanjutkan, "Apakah maksud kedatangan yang mulia ingin hamba membantu berbicara pada kaisar untuk menunda pernikahan sampai Huang Ro ditemukan?"
Xuan Ye menggeleng kan kepalanya, "Tidak, bukan itu. Pernikahan akan berlangsung sesuai jadwal. Aku hanya ingin meminta pengertian mu, saat kita menikah kau resmi menjadi Puteri mahkota, tentu saja hal ini akan menguntungkan keluarga mu terutama ayahmu. Akan tetapi aku memiliki satu hal yang ingin kau terima juga, yaitu ketika waktu nya aku menemukan Huang Ro, maka Huang Ro akan aku angkat sebagai selir utama. Apakah kau bersedia?"
Mendengar pertanyaan Xuan Ye, hati Shen Ling terasa sakit. Walaupun dia tahu perkataan ini suatu saat pasti akan keluar, tetapi Shen Ling belum siap mendengarnya.
Dengan satu tarikan napas panjang akhirnya Shen Ling pun berkata, "Yang mulia ingin menyelamatkan nama baik Puteri Huang Ro kan? Pasti akan beredar rumor tidak baik jika Puteri Huang Ro tidak segera diketemukan, dia terlalu lama berada di sarang penjahat."
Xuan Ye pun menjawab, "Betul, tapi aku percaya Huang Ro akan tetap menjaga kemurniannya demi diriku."
Shen Ling hanya tersenyum lemah, 'Putera mahkota terlihat sangat mencintai Huang Ro, apakah suatu saat nanti akan ada diriku dihatinya? tetapi rasa nya sangat sulit dan berat.' Batin Shen Ling, kemudian Shen Ling pun menjawab, "Hamba mematuhi permintaan Yang Mulia"
Xuan Ye tersenyum dan memegang lembut tangan Shen Ling.
'Seperti nya pernikahan ini akan baik - baik saja, aku hanya tinggal menunggu Huang Ro ditemukan, lalu segera menikahi nya' Xuan Ye terus memikirkan bagaimana menyelamatkan Huang Ro serta harga dirinya. Rumor buruk tentang Huang Ro yang diculik dan disekap di sarang penjahat sudah tersebar di penjuru negeri.
Saat ini perhatian para pengawal terpecah, di satu sisi mereka harus mencari Huang Ro dan di sisi lain merek harus menjaga keamanan jelang pernikahan. Kaisar yang was was dengan penyerangan negeri Yun akhirnya memutuskan untuk mengundang negeri Yun menghadiri pernikahan Shen Ling dan Xuan Ye, sehingga mereka tidak akan berani menyerang ketika keadaan negara tidak stabil seperti saat ini.
Raja negeri Yun, mengutus putera mahkota negeri Yun yaitu Yuan Cheng untuk menghadiri pernikahan itu.
Negeri Yun sedang menghadapi dilema, selain undangan pernikahan raja negeri Yun juga menerima surat dari Hok Ben mengenai peminjaman pasukan elite negeri Yun untuk membantu pemberontakannya.
__ADS_1
Dahulu dinasti Tang dan negeri Yun menjalin hubungan yang sangat baik, bahkan berencana menikahkan salah satu anak mereka. Akan tetapi dinasti Tang berhasil digulingkan, selama ini negeri Yun menunggu kesempatan emas untuk menyerang kerajaan Ming. Tetapi seiring dengan berjalan nya waktu, Raja Yun melihat bahwa Kaisar Ming memerintah negeri nya jauh lebih baik daripada dinasti Tang, kekuatan militer mereka kuat dan rakyat jelata selalu diperhatikan oleh Kaisar Ming.
Sehingga selama ini negeri Yun dan negeri Ming hanya menjalani perang dingin. Mereka tidak saling serang tetapi tetap saling waspada dan penuh kecurigaan satu dengan lainnya.