Rembulan Pengganti

Rembulan Pengganti
BAB 6


__ADS_3

Kediaman Permaisuri


"Yang mulia, apa yang membuatmu terlihat muram?" dengan lembut permaisuri memijit bahu suaminya.


"Aku memikirkan Xuan Ye, aku tak suka melihatnya bersama dengan Huang Ro. Aku ingin mencarikan gadis yang pantas untuk menjadi Puteri mahkota. Jika anak itu masih tetap bersikukuh pada Huang Ro, biarlah Huang Ro menjadi selirnya, tetapi tidak untuk menjadi Puteri mahkota."


Permaisuri hanya menghela napas mendengar hal itu, lalu dia melanjutkan dengan lembut


"Yang mulia, bukannya aku tidak menghormati keputusanmu, tetapi apakah kau lupa dulu sekali kita pernah akan menjodohkannya dengan Puteri perdana menteri. Lihatlah apa yang terjadi, Xuan Ye menolak mentah - mentah tawaran itu. Apakah yang mulia masih mempunyai rencana lain?"


Kaisar pun terdiam, kemudian berkata, "Sejujurnya aku merasa anak perdana menteri merupakan kandidat yang tepat, dengan posisi Xuan Ye saat ini ditambah dengan dukungan dari perdana menteri maka kedudukan Xuan Ye akan semakin kuat. Ditambah lagi dinasti kita baru saja berjaya, dengan susah payah kita dapat menggulingkan dinasti Tang. Jangan sampai terjadi pemberontakan di kemudian hari. Permaisuri apakah kau ada ide untuk melunakkan Xuan Ye?"


Setelah terdiam beberapa saat, permaisuri pun menjawab, "Bagaimana jika yang mulia membuat perintah Shen Ling untuk memasuki istana. Biarkan dia tinggal sementara di kamar terdekat dengan kamar Xuan Ye, biarkan mereka saling mengenal. Kemudian tahun depan kita dapat menikahkan mereka."


Kaisar tertawa bahagia, "Permaisuri kau memang selalu dapat membantuku. Kasim Yu, siapkan pena dan kertas aku akan membuat titah kaisar, segera kau sampaikan ke kediaman perdana menteri Shen dan jangan lupa aku hanya memberi waktu 3hari untuk persiapan memasuki istana. Kau harus melakukannya sendiri, dan jangan sampai rencana ini diketahui ibu suri, apakah kau mengerti!"


Kasim Yu segera menjawab, "Baik yang mulia"


Surat perintah pun dibuat dan segera dikirimkan ke kediaman Shen. Sementara itu, permaisuri agak bimbang dengan rencana ini, bagaimana pun hubungan yang sudah dibentuk sedari kecil rasanya akan sangat sulit untuk dilepas begitu saja. Tetapi batu yang keras pun dapat hancur jika ditetesi air terus menerus, semoga rencana ini berjalan dengan lancar.


"Permaisuri, sekarang giliranmu yang muram. Ada apa?"


Dengan penuh keraguan, permaisuri pun menjawab, "Yang Mulia, hamba memikirkan reaksi Ibu Suri. Bagaimana jika Ibu Suri menanyakan hal ini, aku yakin sekali berita Shen Ling tinggal di istana akan sangat cepat menyebar."


Kaisar pun menghela napas panjang, "Ibu Suri sudah terlalu tua, seharusnya dia menyerahkan hal seperti ini pada generasi yang lebih muda. Kita lihat saja bagaimana rencana ini akan berjalan. Mudah - mudahan Puteri keluarga Shen dapat menyingkirkan Huang Ro dari hati Xuan Ye."


Meskipun tidak yakin, permaisuri pun berharap demikian. Ibu Suri terlalu memanjakan Huang Ro, terkadang sikap nya menjadi seenaknya sendiri tidak memiliki batasan sama sekali. Banyak para dayang istana yang tidak menyukai nya, tetapi mata Xuan Ye selalu tertutup dan tidak pernah melihat sifat asli Huang Ro.


Kediaman keluarga Shen


Kasim Yu akhirnya datang ke kediaman keluarga Shen, kedatangannya disambut oleh seluruh anggota keluarga Shen.

__ADS_1


Kasim Yu membaca titah kaisar dengan lantang


"Perintah Kaisar untuk nona Shen Ling dari keluarga Shen."


Seluruh anggota keluarga pun berlutut


"Puteri tertua keluarga Shen, yakni Shen Ling diberi waktu persiapan tiga hari untuk memasuki dan tinggal di istana. Segala keperluan selama di istana akan dijamin langsung oleh yang mulia permaisuri.


Nona Shen Ling menerima perintah."


Shen Ling terkejut mendengar perintah itu, dia sama sekali tidak berminat untuk memasuki istana. Jika dia tinggal di istana akan sulit sekali untuk bermain - main di luar istana. Tatapan tajam ayah nya memecahkan lamunannya,


"Shen Ling berterima kasih atas perintah Yang Mulia Kaisar, semoga panjang umur."


Setelah menerima titah itu, barulah Nyonya Shen bertanya pada Kasim Yu


"Jika boleh tahu, untuk keperluan apa anak ku akan tinggal di istana?"


Kasim Yu segera berpamitan setelah membacakan titah Kaisar.


Setelah Kasim Yu pergi, lutut Shen Ling terasa lemas, "Ayah ada apa ini? kenapa aku harus tinggal di istana? Aku tidak mau." rengek Shen Ling.


Perdana menteri pun heran, tetapi sejauh ini keluarga Shen tidak membuat kesalahan apa pun, jadi dia sangat tenang tentang hal ini.


"Kau patuhi saja titah Yang Mulia, tidak menerima titah sama saja dengan hukuman mati sekeluarga. Kau masih memiliki persiapan 3 hari. Dalam dua hari ini kau aku ijinkan untuk bermain sepuasnya di kota. Tetapi ingat bawa lah pelayan dan seorang pelayan, dan tidak berbuat onar."


Mungkin di hari biasa Shen Ling akan merasa bahagia mendengar ucapan ayahnya. Tetapi dalam situasi seperti ini, bagaikan tahanan eksekusi yang diberikan makanan enak sebelum hari eksekusi tiba.


'Sudahlah, percuma aku berpikiran terlalu jauh. Hanya tinggal di istana saja tidak akan ada masalah. Besok aku akan mengajak A Li untuk menemaniku bermain di festival lampion."


Taman Air Istana

__ADS_1


Seperti biasa, Huang Ro dan putera mahkota akan bertemu dipinggir kolam teratai.


"Huang Ro, besok malam akan ada festival lampion di kota. Apakah kau mau melihat - lihat bersamaku?" mendengar perkataa. putera mahkota, mata Huang Ro pun berbinar, belum pernah sekalipun dia meninggalkan istana kecuali pergi ke kuil bersama Ibu Suri.


"Tentu saja mau, tetapi bagaimana cara mendapatkan ijin Ibu Suri?"


"Tenanglah, hal itu sudah aku atur. Besok sore kita akan pergi ke festival lampion."


Keesokan harinya


"Nona pelan - pelan, disini terlalu ramai. haduh.. permisi.. permisi.." pelayan Shen Ling keteteran mengikut kemauan nona nya, semua tempat keramaian dikunjungi oleh nya.


"Apa kau sudah lelah? Jika sudah lelah kita istirahat didekat jembatan sebelah sana saja."


Shen Ling menunjuk beberapa batu yang tertumpuk di dekat jembatan.


Ketika mereka melewati jembatan itu, seorang anak kecil tanpa sengaja tertabrak seorang wanita berpakaian mencolok, anak itu pun kehilangan keseimbangan dan tercebur ke dalam sungai. Tanpa pikir panjang, Shen Ling melompat ke dalam sungai untuk menyelamatkan anak itu.


"Anakku, tolong.. anakku." Ibu itu menangis histeris, bersamaan dengan pelayan Shen Ling


"Nona.. nona.. aduh."


Dalam hitungan detik Shen Ling muncul dengan menggendong anak itu.


Untunglah anak tersebut cepat diselamatkan, ibu si anak menghampiri mereka dan langsung menggendong anak nya lalu bersujud


"Terima kasih nona, terima kasih banyak."


Dengan badan basah kuyup Shen Ling pun tersenyum, "Bawalah anakmu, segera ganti pakaiannya dan hangatkan di dekat tungku api. Jika nanti malam dia demam segera kompres dengan air hangat dan jaga dia tertidur di dekat tungku api sambil dipeluk."


Orang - orang disana bertepuk tangan, mereka menebak nona dari keluarga mana yang berani menolong anak yang tak dikenal dan juga mahir dalam ilmu pengobatan.

__ADS_1


__ADS_2