Rembulan Pengganti

Rembulan Pengganti
BAB 33


__ADS_3

Nenek suri membawa Huang Ro kembali ke istana, permaisuri terdahulu yang kini menjabat ibu suri menghalangi niat nenek suri.


Rapat istana pun digelar, dihadiri oleh Xuan Ye, para pangeran, ibu suri dan para selir terdahulu.


Akan tetapi Shen Ling tidak diundang, karena rapat tersebut hanya diadakan untuk keluarga kerajaan.


Xuan Ye yang memimpin rapat tampak gelisah, dia tidak menyangka neneknya akan membawa Huang Ro kembali ke istana.


Nenek kaisar akhirnya membuka suara untuk pertama kali nya, "Yang Mulia, hamba berniat untuk menjadikan Huang Ro berada di sisi hamba lagi. Biarlah Huang Ro menemani hari-hari nenek tua yang kesepian ini."


Belum sempat Xuan Ye menjawab, ibu suri sudah memotong terlebih dahulu, dengan suara bergetar dia berkata


"Ibunda, apakah ibunda serius? Dia yang telah membunuh kaisar terdahulu! bahkan jika diijinkan, saat ini juga aku sendiri yang akan memenggalnya!" Air mata berlinang di pipi ibu suri, dia teringat dengan almarhum suami nya yang terbunuh tepat dihadapannya.


Saat ini dia berusaha menahan emosi nya, karena masih menghormati ibu dari suami nya.


Nenek suri tidak kehabisan akal, dia memahami semua yang hadir di ruangan ini akan menentang nya, tetapi dia tidak tega menelantarkan Huang Ro seorang diri. "Aku mengerti. Tetapi apakah kalian tidak melihat keadaanku yang tinggal menghitung hari. Usia ku tak akan panjang lagi, di hari tua ku ini aku hanya ingin ditemani oleh Huang Ro. Biarkan Huang Ro menjelaskan alasan kejahatannya dulu."


Huang Ro pun menceritakan kembali kisah cerita miliknya, ekspresi semua orang yang hadir dalam rapat tersebut tidak dapat terbaca. Tetapi para selir serta permaisuri terdahulu, sangat jelas tidak dapat memaafkan Huang Ro apa pun alasannya.


Xuan Er yang berempati pada Huang Ro pun membuka suara, "Kakak kaisar, biarlah Huang Ro berada di sisi nenek suri. Batasi saja pergerakannya, dia dilarang berkeliling istana tanpa ijin ibu suri. Bagaiamana kak?"


Selir yang hendak membuka suara pun dipotong oleh Xuan Ye, "Aku menerima usul adik kedua. Kita sudah menjelaskan alasannya membunuh ayahanda. Biarlah dia diberi kesempatan kedua untuk menebus dosa nya, dengan menemani nenek berdoa dan menghabiskan hari - hari menyendiri di istana belakang."


Perintah Kaisar adalah mutlak, semua orang yang hadir tidak berani membantah. Walaupun sebagian orang yang hadir dalam rapat itu, masih menyimpan dendam pada Huang Ro. Tetapi mereka menghormati keputusan kaisar.


Huang Ro berlutut dan beberapa kali mengucapkan Terima kasih pada Xuan Ye.


Belum juga Huang Ro pergi, ibu suri mengucapkan perintah terakhir, "Selama nya aku akan menentang hubunganmu dengan Xuan Ye. Jadi jangan berharap aku akan merestui hubungan kalian!"


Huang Ro tampak tidak peduli dengan ibu suri, dia sudah cukup puas berada di istana kembali. Dengan berada di istana kembali, dia dapat merebut Xuan Ye dari Shen Ling.


-

__ADS_1


-


Malam itu, Sesosok jubah hitam muncul dengan ilmu peringan tubuh yang tinggi, gerakannya yang lincah terus berlari menuju kediaman Shen Ling. Yuan Cheng yang menyadari keberadaan Sosok itu, akhirnya membuntuti orang tersebut dari belakang.


Yuan Cheng sama sekali tidak membantu Shen Ling, ketika Shen Ling dan orang tersebut berkelahi, Yuan Cheng melihat orang tersebut tidak mengeluarkan jurus yang berbahaya.


"Nona tenanglah! Aku bukan musuhmu!"


Shen Ling dengan lincah terus menyerang, "Jika kau bukan musuhku, lalu untuk apa kau datang kemari? Ini kedua kali nya kita bertemu, beritahu aku maksud dan tujuanmu!"


Orang tersebut berlutut dan membuka penutup wajah nya, "Hamba Rong Chen Li memberi hormat pada tuan puteri"


Shen Ling menyadari orang tersebut adalah dayang Rong, dan dia heran kenapa dirinya dipanggil tuan puteri.


"Apa maksud mu? aku bukan tuan puteri mu! Kau salah orang."


Shen Ling mulai jengkel, sangat konyol jika ternyata dirinya menjadi taelrget salah sasaran.


"Tidak yang mulia, anda memanglah tuan Puteri hamba. Jika anda tidak percaya, tolong keluarkan kalung giok anda."


"A-apa maksud ini semua?"


Nyonya Rong pun melanjutkan ucapannya, "Di bahu mu terdapat tanda lahir berbentuk bulan sabit, dan ditelapak tanganmu terdapat tanda lahir berwarna merah, benar atau tidak?"


"Da-darimana kau tahu?" Shen Ling mulai gelisah, apa maksud ini semua.


"Hamba adalah dayang permaisuri dinasti Tang, yaitu ibunda anda tuan Puteri, ketika penyerangan terjadi, permaisuri telah menitipkan anda pada hamba."


"Omong kosong! Omong kosong! Semua nya bohong! Aku adalah Puteri perdana menteri, bagaimana mungkin aku menjadi seorang pemberontak." Shen Ling tidak mempercayai dayang Rong.


"Karena hamba yang meletakkan tuan Puteri saat masih bayi, di depan kediaman perdana menteri. beliau mengangkat anak dan membesarkan anda tuan Puteri." Dayang Rong paham, Shen Ling akan sulit menerima hal ini. Tetapi dia sudah tidak ada jalan lagi.


"Tidak! Tidak! Jika memang itu benar, kenapa kau baru muncul sekarang?"

__ADS_1


"Hal itu karena saat ini kondisi Kekaisaran sedang kacau.Jika anda terus berada di istana ini dan dekat dengan kaisar, maka situasi anda akan semakin runyam. Bagaimana jika identitas asli anda terbongkar dan membahayakan nyawa anda!"


"Bohong!! Aku adalah anak kandung perdana menteri, Kau bohong!!"


Air mata Shen Ling mengalir di pipinya, dia tidak percaya jika dirinya merupakan anak angkat.


Nyonya Rong merasa sedikit kasihan pada Shen Ling, dan memahami kesulitannya, tetapi dia tidak bisa menahan diri melihat perkembangan situasi yang sekarang. Terlebih lagi, Huang Ro sudah kembali, berarti hok ben memiliki rencana tersendiri.


" Terserah anda mau percaya atau tidak, tugas hamba hanya melindungi tuan Puteri, tuan Puteri saya mohon tinggalkan istana ini. Tidak usah mengharapkan posisi permaisuri."


Shen Ling memicingkan mata nya, "Apa yang kau tahu tentang perasaanku? Kau hanya orang luar! Aku tidak pernah mengincar posisi apa pun, aku hanya menyukai Xuan Ye, apakah itu salah?"


Nyonya Rong tidak berhenti sampai disitu, "Tetapi kaisar kini sudah menerima Huang Ro masuk istana kembali!"


Satu kalimat itu sudah menghancurkan hati Shen Ling. ucapan Xuan ye kemarin tidak dapat dipercaya! Bagaimanapun pria itu akan selalu kembali ke Huang Ro.


Dengan kesal ny, Shen Ling menggunakan ilmu peringan tubuh nya hendak mencari Xuan Ye.


Di pinggir kolam, dia melihat Xuan Ye sedang memapah Huang Ro.


Penuh emosi dan berlinang air mata, Shen Ling berhadapan dengan Xuan Ye.


Xuan Ye terkejut dengan kehadiran Shen Ling, "Shen Ling, hey ada apa? Kamu menangis lagi?"


Shen Ling berusaha agar air mata nya tidak turun, tetapi rasa sakit di hati nya membuat air mata nya tidak dapat berhenti mengalir, "Kau bilang padaku hanya aku yang akan menjadi permaisuri mu, tetapi aku tidak sanggup jika kau juga meninang wanita lain menjadi selir mu!"


"Kau kenapa Shen Ling? Ayo kita bicarakan perlahan." Xuan Ye yang hendak menenangkan Shen Ling, dindorong dengan keras oleh Shen Ling.


"Maaf yang mulia, hamba tidak sanggup menjadi permaisuri yang akan membagi suami nya dengan wanita lain. Hamba pamit."


Shen Ling pun berlari, ketika Xuan Ye hendak mengejar nya, Huang Ro mencegah nya,


"Yang mulia, dia pasti masih bingung dengan situasi ini, jadi salah paham. Yang mulia biarkan saja dia sendiri dulu. Besok pagi jelaskan padanya secara perlahan."

__ADS_1


Xuan Ye menepis tangan Huang Ro, "Aku tidak bisa mrnunggu lagi! Seharusnya aku mengatakannya sejak kemarin, maafkan aku Huang Ro tapi aku tak mencintaimu, seharusnya aku menyadari sejak kemarin hanya Shen Ling yang aku cintai. Dan aku hanya akan menikahi satu orang isteri saja yaitu Shen Ling. Dia akan menjadi permaisuri ku dan ibu dari anak-anak ku."


Xuan Ye pun berlari mengejar Shen Ling dan mengabaikan Huang Ro yang menangis karena kehilangan cinta pertama nya.


__ADS_2