
Dalam perjalanan pulang menuju kamarnya, Xuan Ye sudah menunggu kedatangan Shen Ling. Tatapan tajam Xuan Ye membuat A Li yang berada di belakang Shen Ling ketakutan, Shen Ling yang menyadari hal itu lalu menyuruh A Li untuk pergi dan meninggalkan mereka berdua saja.
"Nona Shen, aku memintamu untuk menolak titah ayahanda kaisar!" Suara Xuan Ye penuh dengan emosi, Shen Ling pun tahu dia pasti sangat marah tetapi dia juga tidak punya pilihan lain.
"Maafkan hamba yang mulia, hamba akan menerima tawaran kaisar."
Shen Ling sudah memantapkan tekad demi keluarga nya, jika dia berhasil menikah dengan Xuan Ye maka masa depan Shen Ming akan aman, kemudian keluarga pun terhindar dari resiko hukuman karena menolak perintah kaisar.
Xuan Ye merasa urusan ini bertambah runyam, "Apakah kau benar - benar berambisi ingin menjadi calon permaisuri negara ini? Walaupun aku tidak akan pernah mencintaimu?"
Dengan pandangan kosong Shen Ling membenarkan pertanyaan Xuan Ye, "Iya yang mulia, tanpa cinta yang mulia hamba juga tidak apa - apa dan hamba akan menerima jika yang mulia hendak menikah lagi."
"Kau?!" Xuan Ye memegang lengan Shen Ling dengan erat sembari mencengkeramnya, Shen Ling hanya bisa menahan rasa sakit di lengannya, harga yang pantas untuk pilihan yang telah dia ambil.
Melihat Shen Ling tanpa ekspresi membuat Xuan Ye bertambah marah, dia mendorong Shen Ling dan membuatnya terjatuh, "Rupanya aku telah salah menilai dirimu. Ternyata kau sangat licik dan egois."
Setelah itu Xuan Ye pergi meninggalkan Shen Ling. Hati Shen Ling terasa kosong, susah payah dia mendapat kepercayaan Xuan Ye akhirnya kepercayaan itu rusak dalam sekejap. A Li datang menghampiri Shen Ling dan menolong nona nya untuk berdiri.
Dengan langkah berat Shen Ling memasuki kamar, dia tidak mengucapkan sepatah kata pun pada A Li dan langsung pergi tidur.
__ADS_1
Di tempat lain, sekelompok pemberontak berkumpul mereka membicarakan rencana permaisuri untuk pergi ke biara. Negeri sedang berpesta pasti penjagaan akan longgar, mereka berencana untuk menculik Huang Ro saat perjalanan menuju biara. Hokben sendiri yang akan turun tangan untuk penculikan Huang Ro, dia tidak mau rencana yang telah dia susun hancur berantakan.
Mereka menyusun rencana menyesuaikan data jumlah pengawal yang di informasikan oleh mata - mata.
Hok Ben berkata pada anak buah nya, "Ingat rencana ini jangan sampai gagal dan jangan sampai ada yang membocorkan pada nyonya Rong. Jika ada yang berkhianat hukumannya hanya ada satu yaitu kematian. Apakah kalian mengerti?!"
Salah satu diantara anak buahnya pun berkata, "Tuan Hok bagaimana jika Puteri Huang Ro menolak untuk memihak kita?"
Hok Ben pun tersenyum licik, "Dia harus bersedia, selama dia memberontak kita akan mengurungnya, jika dia bersedia bekerja sama dengan kita maka kita dapat mengumpulkan empati rakyat agar mendukung perjuangan kita serta membantu kita untuk melengserkan Xuan Long. Oleh karena itu tidak ada yang boleh membocorkan rencana kita pada nyonya Rong, jika tidak dia pasti akan menggagalkan rencana ku."
Setelah itu semua orang kembali ke posisi mereka masing - masing dan bersiap untuk mengikuti rencana.
Huang Ro sangat bahagia mendengar perkataan Xuan Ye, "Kami hanya pergi seharian saja, sebelum matahari tenggelam kami sudah pulang. Apakah yang mulia akan menyusul atau menjemput kami?"
Xuan Ye berpikiran itu ide yang bagus, dia dapat mengajak Huang Ro berkuda sebelum kembali ke istana, pasti sangat menyenangkan. "Baiklah, besok aku akan mengajak adik keempat dan adik kelima untuk berkuda, saat rombongan kalian dalam perjalanan pulang pasti akan bertemu kami."
Huang Ro sangat senang, kemudian bersandar di bahu Xuan Ye dengan manja.
Secara tak sengaja Shen Ling bertemu dengan mereka berdua, Xuan Ye secara acuh tak acuh merangkul kan tangannya pada bahu Huang Ro, kemesraan mereka berdua membuat hati Shen Ling terluka, kemudian memalingkan muka dan pergi meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
Keesokan harinya rombongan para wanita pun berangkat menuju biara dengan membawa sedikit prajurit bersama mereka. Selama perjalan Shen Ling sedikit bicara sehingga A Li sangat mengkuatirkan nona nya, bahkan sarapan pagi pun tidak tersentuh dan dia hanya melamun seharian.
Setiba nya di biara mereka berdoa, segala sesuatu nya berjalan lancar hingga tiba saatnya mereka dalam perjalanan pulang
Tiba - tiba datang tiga orang pria menyerang rombongan para wanita, para prajurit kewalahan melawan mereka, Shen Ling pun ikut bertarung dan anehnya orang ini hanya mengincar tandu milik Huang Ro, Berkali kali Shen Ling dapat menghalau para penculik tetapi akibat pertarungan merek tandu milik Huang Ro pun rusak, Huang Ro yang ketakutan berlari keluar, secara sekilas Shen Ling melihat Huang Ro berlari ke arah tebing, "Jangan kesana disana sangat berbahaya?!" Huang Ro tidak mengindahkan peringatan Shen Ling, dalam pikirannya hanya ada satu kalimat 'aku harus melarikan diri dari sini.'
Para penjahat mengejar Huang Ro, tetapi berkali kali Shen Ling dapat menahannya, saat Shen Ling kelelahan salah seorang penjahat memukul bagian dada Shen Ling dengan sangat keras, darah segar pun dimuntahkan oleh Shen Ling.
'Demi Xuan Ye, aku harus bisa menyelamatkan wanita brengsek itu. Dia tidak boleh mati atau aku akan berhutang lagi pada Xuan Ye.'
Shen Ling bangkit berdiri dan melanjutkan pertarungan mereka, tiba - tiba Huang Ro berteriak rupanya dia hampir tergelincir di pinggiran tebing. Dari kejauhan terdengar langkah kuda Xuan Ye, "Huang Ro!! Huang Ro!!"
Penjahat itu panik, secara membabi buta mereka berusaha untuk menarik tangan Huang Ro, tetapi ditangkis oleh Shen Ling, Shen Ling pun mendapatkan pukulan kedua nya, kesadarannya menipis tapi dia tetap bertarung, penjahat itu memojokkan Shen Ling sampai tidak sengaja tangan Shen Ling mengenai Huang Ro dan Huang Ro terjatuh dalam tebing, Xuan Ye yang melihat kejadian itu berteriak "Huang Ro!! Tidak!!"
Huang Ro berteriak kencang saat dirinya jatuh ke dalam jurang, dan dengan sigap Hok Ben menangkapnya dengan ilmu meringankan tubuh, dia berhasil membawa Huang Ro naik, kemudian berteriak "Semua Mundur!!"
Xuan Ye berusaha mengejar para penjahat yang membawa Huang Ro, tetapi mereka yang sudah menguasai tempat itu dapat kabur dengan mudah dan menghilang di antara pohon besar. Xuan Ye berteriak, dia sangat marah dan merasa tidak berguna. Kemudian dia mencari Shen Ling untuk melampiaskan kekesalannya, seandainya dia tidak mendorong Huang Ro ke jurang, saat ini Huang Ro pasti tidak akan jatuh ke tangan penculik itu.
'Ini semua karena gadis Shen sialan itu, dia berani mendorong Huang Ro ku.'
__ADS_1
Xuan Ye berlari membabi buta mencari keberadaan Shen Ling