Rembulan Pengganti

Rembulan Pengganti
BAB 15


__ADS_3

Malam itu di pojok ibu kota sekelompok orang dinasti tang berkumpul, mereka memakai pakaian serba hitam dan sebilah pedang menghiasi pinggang mereka.


Nyonya Rong yang mereka tunggu akhirnya datang juga.


Beberapa orang tidak sabar dengan cara Nyonya Rong yang terus menyembunyikan identitas Puteri mereka. "Nyonya Rong, sampai kapan kita akan menunggu kemunculan tuan Puteri kami? Setidaknya kita harus menunggu satu atau dua tahun untuk melatih tuan Puteri kita agar siap memimpin era baru dinasti tang. Jika kau terus menunda maka impian era baru dinasti tang kita tidak akan terwujud."


Beberapa pendukung pun mulai ricuh, mereka menyampaikan aspirasi mereka dengan sembarangan, situasi pun semakin memanas, mereka terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok yang mendukung keputusan Nyonya Rong dan tidak mendukungnya.


Nyonya Rong semakin emosi dengan teriakan orang - orang itu, "Diam kalian semua!? Apakah kalian pikir menggulingkan dinasti Ming semudah membalikan telapak tangan? Aku Rong Yi Lin, dahulu merupakan orang kepercayaan Yang Mulia Permaisuri dinasti Tang. Ya benar, aku memang menyembunyikan tuan Puteri dinasti Tang. Jika sekarang kalian pikir kehadiran tuan Puteri akan membantu kalian, maka kalian salah besar. Sekarang coba kalian pikir, berapa prajurit kita? berapa persediaan senjata kita? bagaimana sumber dana perang kita? Jika Puteri Tian Yu bersama kalian saat ini dan kalian memintanya untuk memberontak bukankah sama saja kalian menyuruhnya mengantarkan nyawa?"


Semua orang terdiam dan berpikir bahwa perkataan Nyonya Rong adalah benar, tetapi seorang yang bernama Hok Ben merasa Nyonya Rong selalu menutupi semua nya. Pada era dinasti Tang, dia adalah seorang jenderal yang tangguh, semua misi yang dia jalankan selalu berhasil, namun ada satu kegagalan yang dia lakukan Dan sangat fatal yaitu terbunuhnya kaisar dinasti Tang dan kemenangan dinasti Ming.


Hok Ben merasa bahwa Nyonya Rong banyak menyimpan kebohongan dan rahasia, "Nyonya Rong jika kau berpikir seperti itu, baiklah kami bisa menerima nya, tetapi setidaknya kau harus memberitahu kami apakah benar Puteri Huang Ro adalah Puteri Tian Yu yang kau bawa ke istana ibu suri?"


Nyonya Rong terdiam, dahulu saat dinasti Tang mengalami kekalahan, permaisuri menitipkan anak yang berusia 8bulan padanya, dia adalah Puteri Tian Yu satu satu nya keturunan yang selamat dari pembantaian seluruh anggota kerajaan dinasti Tang. Sebelum permaisuri meninggal dia sempat menitipkan wasiat bahwa dia hanya ingin Tian Yu sehat dan selalu bahagia. Dia tidak menginginkan Tian Yu berada dalam konflik perang yang tidak berkesudahan. Dan Nyonya Rong sudah berjanji pada permaisuri bahwa dirinya akan selalu melindungi identitas Puteri Tian Yu, dan menjamin kebahagiaannya.


Setelah tersadar dari lamunannya, Nyonya Rong tertawa, "Hok Ben, urus saja prajuritmu, setelah kemenangan mu barulah kau jemput Puteri Tian Yu untuk duduk di singgasana nya. Atau kau hanya ingin menjadikan Puteri Tian Yu sebagai umpan agar rakyat bersimpati padamu. kemudian kau yang akan duduk di singgasana era baru itu?"

__ADS_1


Hok Ben menahan semua amarahnya, dia sangat lelah menghadapi Nyonya Rong yang terus berputar - putar. Kemudian senyum sinis menghiasi wajahnya, "Tenang lah Nyonya Rong, aku sudah tahu bahwa Tuan Puteri Tian Yu memiliki tanda lahir berbentuk bulan sabit di bahu sebelah kiri nya. Mata - mataku sudah memberitahuku bahwa Huang Ro memiliki tanda lahir itu, benar demikian?"


Nyonya Rong menatap tajam padanya, "Sekali lagi aku katakan padamu Hok Ben, uruslah urusan mu sendiri dan jangan menyentuh Puteri Tian Yu, karena itu sudah menjadi tugasku untuk melindunginya."


Setelah itu Nyonya Rong pergi dari tempat itu, setelah kepergian nyonya Rong, beberapa orang pun ikut membubarkan diri dan hanya bersisa Hok Ben dan tiga orang rekannya.


"Kakak pertama, bagaimana langkah kita berikutnya?"


"Tenanglah adik, jika kita sulit menjangkau kaisar Ming, setidaknya kita bisa membunuh penerusnya terlebih dahulu. Kita akan siapkan rencana kita pada Putera mahkota."


"Tapi kak, bagaimana kita bisa menyerang putera mahkota? penjagaan di istana sangat ketat."


Akhirnya setelah mereka menyusun strategi penyerangan putera mahkota. Mereka semua membubarkan diri.


Keesokan harinya.


Rombongan Shen Ling dan Xuan Ye akan berangkat ke kota Lin Man dengan membawa beberapa prajurit.

__ADS_1


Sebelum kereta mereka berangkat, Huang Ro menemui Xuan Ye dan meratapi kepergiannya. Bagaimana pun dia sangat cemburu pada Shen Ling, bagaimana bisa Shen Ling menemani Xuan Ye dalam perjalanan penting seperti ini.


"Putera mahkota, mohon jaga diri anda, Huang Ro selalu menunggu kepulangan Yang mulia. Jangan lupa mengirimkan aku surat jika kau sudah tiba disana." Huang Ro memeluk Xuan Ye dengan erat. Xuan Ye tersenyum bahagia dan mengusap lembut rambut Huang Ro. Baru kali ini Huang Ro mengantarkan keberangkatannya dengan sangat romantis, biasanya jika Xuan Ye hari bertugas ke luar kota atau pun berperang Huang Ro tak pernah mengantarkannya, tapi kali ini berbeda.


Xuan Ye pun berpamitan pada Huang Ro dan mencium kedua punggung telapak tangannya.


Xuan Ye naik ke dalam kereta kuda dan rombongannya pun berangkat.


Suasana di dalam kereta kuda sangatlah suram, Shen Ling yang melihat adegan kemesraan antara Xuan Ye dan Huang Ro menjadi sangat bad mood.


Sepanjang perjalanan mereka hanya membisu. Setelah setengah perjalanan Xuan Ye memerintahkan anak buahnya untuk mencari tempat peristirahatan dan mereka berhenti di sebuah kedai teh kecil di pinggiran kota.


Setelah memesan beberapa makanan dan teh, rombongan itu akhirnya dapat duduk dan bersantai.


Tak lama kemudian seorang pelayan keluar dengan membawa beberapa pesanan mereka, Tanpa sengaja, pelayan itu tersandung kaki meja dan terjatuh di dekat Shen Ling. Shen Ling segera memapah dan membantu pelayan itu berdiri. Saat dia membantu pelayan itu, Shen Ling menyadari ada bau yang berbeda pada teh itu, lalu dia mengangkat botol teh dan mencium nya sekilas. Ternyata dugaannya benar, minuman telah diberi obat pelemah tenaga.


Saat pelayan pergi ke dapur untuk mengambil minuman dan makanan yang baru, secara diam - diam Shen Ling mengatakan pada Xuan Ye tentang semua nya. Dengan cepat Xuan Ye memerintahkan anak buahnya untuk membuang makanan dan minuman ke lantai.

__ADS_1


Xuan Ye melihat bahwa lingkungan ini tidak menguntungkan bagi nya, maka dia memerintahkan rombongan untuk segera pergi dan tidak menimbulkan kecurigaan apa pun.


Dalam perjalanannyA kembali, rombongan itu pun diserang oleh 5orang berbaju hitam.


__ADS_2