Rembulan Pengganti

Rembulan Pengganti
BAB 17


__ADS_3

Akhirnya Xuan Ye dan rombongan pun sampai di kota Lin Man, mereka menginap di kediaman Bupati Chao, dikarenakan hari sudah gelap mereka langsung melepas lelah.


Bupati Chao seorang pejabat yang kurang menonjol, tetapi Xuan Ye sengaja menggandeng Bupati Chao untuk permasalahan bendungan ini, selain kompeten bupati Chao juga merupakan pejabat yang bersih dan bertanggung jawab.


Shen Ling berjalan di sekitar kamarnya dan tanpa sengaja bertemu dengan Xuan Ye saat keluar kamar, barulah dia menyadari bahwa kamar mereka bersebelahan.


Xuan Ye tersenyum senang saat melihat Shen Ling, "Kau juga tak bisa tidur?"


Shen Ling mengangguk, "Benar yang mulia, banyak peristiwa sepanjang perjalanan kita, hamba ingin mencari udara segar."


Xuan Ye menghela napas panjang, "Tahu kah kau, daerah yang terendam banjir dulunya merupakan ladang bunga yang sangat indah. Dan saat aku melihat daerah yang terendam itu, sungguh amat sangat disayangkan. Semoga bendungan yang kau pikirkan dapat segera kita realisasikan sehingga kota Lin Man dapat bangkit kembali."


Shen Ling pun mengangguk besok mereka akan mengadakan pertemuan untuk membahas tentang ini semua. dan tampaknya pangeran kedua dan keempat baru akan tiba besok tetapi mereka berada di daerah yang berbeda untuk menyalurkan bantuan pangan.


Kali ini Kaisar mulai mempercayakan permasalahan istana pada para pangeran.


Tiba - tiba Shen Ling merasa lelah, dia pun pamit kepada putera mahkota.


Saat Shen Ling akan berjalan pergi, Xuan Ye memanggilnya, "Nona Shen, terima kasih banyak atas bantuanmu. Dan bisakah kita selalu berteman seperti ini?"


Langkah Shen Ling berhenti, dia berpikir saat ini yang terbaik memang menjadi teman, dia tidak mau berharap lebih dari itu, "Tentu saja yang mulia, suatu kehormatan bagi saya."


Lalu mereka pun beristirahat di kamar masing - masing.


Di markas pemberontak


Hok Ben sangat marah kepada anak buahnya, mereka adalah pasukan elite terlatih, bukan hanya kehilangan empat orang pasukan, tetapi dia telah gagal untuk menghabisi putera mahkota. Prajurit yang tersisa pun pulang dengan luka parah.

__ADS_1


"Laporkan padaku bagaimana kalian bisa gagal?"


"Lapor tuan, putera mahkota berangkat tidak hanya dengan pasukannya, tetapi dia membawa seorang wanita bangsawan dan juga prajurit bayangan. Ilmu mereka juga tidak rendah."


Hok Ben pun memikirkan kembali rencana penyerangannya. Akan tetapi salah satu kawanannya menyarankan supaya dia mundur sejenak. Kesalahan terbesar mereka adalah tidak mengukur kekuatan lawan terlebih dahulu, jika penyerangan dilakukan kembali dan kalah maka hanya akan membuang nyawa para pejuang setia dinasti Tang.


"Sayang sekali Puteri bangsawan yang dibawa oleh putera mahkota bukanlah Puteri Huang Ro, jika itu Puteri Huang Ro maka kita memiliki kesempatan emas untuk mengajak nya bergabung dalam pemberontakan ini." Celetuk salah seorang anak buah Hok Ben.


Hok Ben pun menjawab, "Belum saatnya, kita pasti akan mendapatkan kesempatan emas itu."


Keesokan harinya


Shen Ling bertemu dengan Xuan Ye saat akan pergi ke perjamuan makan pagi bersama para pejabat, "Yang Mulia, sudahkah anda mengingat yang harus dibahas saat rapat nanti siang? Sekiranya yang mulia dapat mengutarakan rencana saya, karena saya tidak akan hadir dalam rapat itu."


Xuan Ye terkejut dengan pernyataan Shen Ling, seharusnya jika dia yang menyampaikan ide di depan para pejabat daerah, maka pamor perdana menteri akan naik, sangat menguntungkan untuk urusan politik perdana menteri di kemudian hari.


"Nona Shen apa alasan mu?" Xuan Ye sangat penasaran, Shen Ling selalu penuh kejutan.


"Hamba hanya mengerti kedudukan seorang wanita. Ibu hamba selalu mengajarkan bahwa sepintar nya seorang wanita, tetap tidak berhak untuk berbicara di pertemuan rapat istana. Jadi menurut hamba akan lebih baik jika yang mulia mewakili hamba."


Shen Ling menjawab penuh hormat, tidak dapat dipungkiri awalnya Shen Ling akan terjun langsung dalam rapat kota Lin Man, tetapi dia tidak mau mencolok. Seorang wanita lebih baik diam tapi berisi daripada banyak bicara tetapi kosong.


Setelah berpikir sejenak akhirnya Xuan Ye menyetujui permintaan Shen Ling,


"Baiklah jika itu keputusanmu dan apa pun hasil rapat hari ini aku akan menyampaikannya padamu dan kita cari jalan keluar bersama."


Xuan Ye pun pergi, Shen Ling cukup senang karena Xuan Ye akan mengikutsertakan dirinya dalam proyek ini, 'Dia memang orang yang baik, dia tidak mengabaikan pendapatku maupun mengambil ide ku untuk kepentingannya. Jika di masa depan dia dapat menjadi seorang Kaisar pasti negeri ini akan semakin makmur sejahtera.' Batin Shen Ling.

__ADS_1


Shen Ling kembali mengagumi Xuan Ye, tetapi dia menyadari bahwa Xuan Ye hanya ingin berteman dengannya dan tidak lebih. Maka tidak mungkin Xuan Ye akan jatuh hati padanya.


Mereka berdua tidak tahu bahwa ada yang menguping pembicaraan mereka, dia adalah pejabat Huo. Pejabat Huo sejak awal tidak menyukai kedatangan putera mahkota, jika memang putera mahkota mengawasi langsung proyek ini maka dia tidak dapat lagi menjual bahan pangan dari Kaisar dengan harga tinggi. Tentu saja hal ini sangat merugikannya.


Setelah perjamuan makan pagi, para pejabat pun mengadakan rapat.


Xuan Ye sebelumnya mengajukan syarat kepada para pejabat, bahwa dia tidak mau identitas nya terungkap, sehingga dia lebih mudah berbaur dengan rakyat. Untuk penanganan kota Lin Man akan dibagi dua kelompok.


Kelompok pertama mengurusi pembangunan dalam hal ini Xuan Ye yang memimpin, sedangkan kelompok kedua mengurusi ketersediaan pangan dan obat - obatan, dalam hal ini yang memimpin adalah Xuan Er dan Xuan She.


Para pejabat terkejut, yang mulia menyuruh anak anak nya langsung untuk mengatasi kota Lin Man. Seperti nya Kaisar memang merasa pejabat disini tidak beres.


Ada sekelompok pejabat yang berdiskusi setelah kepergian putera mahkota, dia adalah pejabat Huo dan antek antek nya.


"Pejabat Huo, hamba rasa saat ini hamba tidak berani membantu anda untuk menggelapkan bahan pangan dan obat lagi."


Pejabat Huo dengan dingin menatap anak buah nya, "Betul kita tidak bisa melakukan hal itu, tapi jika kita dapat membuat putera mahkota kembali ke kerajaan maka kita dapat menggelapkan bahan pangan dan obat obatan lagi."


Antek - antek nya terkejut, "Apa rencana tuan Huo?"


dengan tersenyum menyebalkan tuan Huo berkata, "Apakah kalian tidak menyadari putera mahkota membawa seorang puteri bangsawan. Dapat diartikan nona itu sangat berharga bagi putera mahkota. Bagaimana ceritanya jika nona cantik itu sakit parah dan hanya seorang tabib istana saja yang dapat menyembuhkannya. Bukan kah itu sangat menarik?" Lalu tawa tuan Huo pun menggelegar.


Salah satu antek nya masih bingung, "Nona itu terlihat sangat sehat, lalu bagaimana cara membuat dia jatuh sakit?"


Tuan Huo sangat marah pada antek nya itu, bagaimana mungkin dia dapat mengajukan pertanyaan seperti itu, "Kau Bodoh, tentu saja kita akan meracuni nona Shen itu. Tunggu saat yang tepat maka putera mahkota sialan itu akan pulang ke istana. Jika putera mahkota kembali aku yakin pangeran kedua dan keempat juga akan pulang."


Setelah itu tuan Huo hanya tinggal memikirkan waktu yang tepat untuk melakukannya. Dan dia berencana akan menjadikan pejabat Chao sang empunya rumah sebagai kambing hitam.

__ADS_1


pasti sangat menyenangkan


__ADS_2