Rembulan Pengganti

Rembulan Pengganti
BAB 13


__ADS_3

Keesokan hari nya, Xuan Ye menuju ke kediaman ibu suri untuk menemui Huang Ro.


Sesampainya disana Huang Ro merajuk padanya, "Kau masih marah padaku? Maafkan aku, pikiranku kacau sejak penyerangan ayahanda kaisar beberapa waktu yang lalu. Aku tak bermaksud untuk berbuat kasar padamu."


Xuan Ye yang mengetahui kesukaan Huang Ro, meletakkan sebuah gelang giok dengan ornamen emas yang sangat indah di pangkuan Huang Ro.


Gadis itu tak menyangka putera mahkota akan memberikan gelang seindah ini. Dia tersenyum lebar, "Untuk kali ini saja kau ku maafkan. Tapi jangan sampai kejadian ini terulang kembali."


Xuan Ye pun memeluk Huang Ro, "Baiklah, kau tenang saja, hanya dirimu yang aku cintai."


Setelah Xuan Ye pergi, Huang Ro memanggil dayang Rong dan menceritakan hal yang terjadi kemarin, "Bibi Rong, apakah kau tidak punya akal untuk menyingkirkan Shen Ling?"


Dayang Rong hanya menggelengkan kepalanya, "Hamba tidak berani memberi saran apa pun. Mohon tuan Puteri tidak bertindak gegabah, jika yang mulia Xuan Ye mengetahuinya maka posisi tuan Puteri akan terancam."


Huang Ro sangat marah mendengar jawaban Dayang Rong, dia berjanji pada dirinya sendiri akan mencari akal untuk menyingkirkan Shen Ling.


Setelah lelah dengan dokumen kerajaan yang menumpuk, Xuan Ye mengajak Huang Ro ke taman air istana, seperti biasa Huang Ro akan memainkan kecapi dan Xuan Ye menikmati cemilan dan teh kesukaannya.


Shen Ling yang sedang dalam perjalanan pulang setelah menemui permaisuri melihat mereka berdua.


Mereka berdua tampak serasi, seorang wanita cantik dan pria tampan, entah kenapa hatinya merasa sakit melihat mereka berdua. Xuan Ye yang menyadari kehadiran Shen Ling tersenyum, dan dengan sengaja berdiri lalu memeluk Huang Ro dari belakang.


Shen Ling memalingkan muka dan segera pulang ke istana Plum.

__ADS_1


Di istana plum Shen Ling memanjat pohon tertinggi dan berbaring di salah satu dahannya. Dia ingin mendinginkan kepala nya, sembari bersantai dia melihat sekelebat bayangan berbaju hitam dari kejauhan, Shen Ling yang penasaran pun mengikuti bayangan tersebut, rupanya orang berpakaian hitam itu menyadari kalau Shen Ling mengikutinya. Dia berbalik dan berkelahi dengan Shen Ling. Tidak ada prajurit yang bertugas di sisi taman barat tempat mereka berkelahi, Shen Ling menyadari bahwa dirinya terpancing ke arah sini 'Sepertinya orang ini sudah mengetahui bahwa taman barat istana tidak pernah dijaga dan ilmu orang ini tinggi.'


Xuan Ye yang sedang dalam perjalanan menuju tempat kerja kaisar, mendengar suara orang berkelahi, suara itu datang dari arah taman barat yang tidak jauh dari tempat kerja kaisar.


Xuan Ye yang melihat Shen Ling sedang bertarung dengan orang berbaju hitam segera menolong Shen Ling.


Orang berbaju hitam itu menyadari bahwa posisi nya tidak seimbang. Dia mengeluarkan bola gas dari balik bajunya dan membantingnya ke tanah.


"Hati - hati asap beracun" ucap Shen Ling. Setelah kepulan asap menghilang, orang berbaju hitam itu sudah pergi.


Shen Ling mengeluarkan pil dari sebuah botol di balik bajunya, lalu memberikannya pada Xuan Ye, "Pil ini akan menetralkan gas yang sudah kau hirup. Tenang saja gas beracun tadi tidak terlalu berbahaya, hanya akan menghambat pergerakan mu selama beberapa jam."


Xuan Ye terdiam sesaat, "Darimana kamu tahu kalau gas itu beracun?"


Dia tidak menyangka bahwa gadis ini sungguh mendalami ilmu racun dan pengobatan. Saat Xuan Ye masih melamun Shen Ling langsung pergi dari tempat itu.


Xuan Ye hendak mengejarnya, tiba - tiba Shen Ling berhenti, melirik padanya dan berkata "Anggap saja kehadiranku tidak terlihat. Tidak usah menghiraukanku. Jika kau bertanya tentang orang berbaju hitam itu, aku hanya bisa menjawab aku tidak tahu, yang pasti aku menyadari kalau orang itu sangat menguasai seluk beluk istana, berhati - hatilah."


Xuan Ye tidak mengejar Shen Ling, dia segera menemui kaisar.


Kaisar menanyakan alasan keterlambatannya, tetapi Xuan Ye tidak menceritakan tentang orang berbaju hitam tersebut, dia tidak mau Shen Ling terlibat dalam penyelidikan, terlalu berbahaya bagi seorang wanita untuk menyelidiki kasus ini.


Dalam perjalanan pulang ke istana Plum, Xuan Ye melihat Shen Ling duduk di tepian kolam, "Apakah kau tidak bisa tidur?"

__ADS_1


Shen Ling tidak menjawab, dia berdiri lalu pergi, Xuan Ye sangat marah dengan kelakuan Shen Ling, dia memegang tangan Shen Ling dan mendorongnya ke tembok dan menghimpitnya, "Dengarkan aku, aku paling tidak suka jika diabaikan. Jawablah pertanyaan ku, dan jaga sikapmu, bagaimana pun aku putera mahkota negeri ini."


Shen Ling mendorong Xuan Ye, "Kenapa kau selalu seenaknya? Jika kau sedang membutuhkanku kau mendekat, tetapi saat kau tidak membutuhkanku maka membuang ku seperti baju yang sudah usang. Bukankah tadi jawabanku sudah jelas, aku tidak tahu orang itu dan tujuannya, tetapi yang aku tahu dia sangat mengenali istana ini."


"Bagaimana kau tahu kalau dia mengenali seluk beluk istana?"


"Karena dia paham jika taman barat istana tidak pernah dijaga oleh penjaga istana."


Perkataan Shen Ling benar juga, pasti bukanlah kebetulan jika orang itu sengaja menggiring Shen Ling ke taman barat untuk bertarung, dia sengaja tidak ingin menarik perhatian para penjaga istana. Dengan kata lain, dia adalah orang istana ini sendiri.


Shen Ling memandang Xuan Ye yang begitu serius, 'Dia memang tampan walaupun kelakuannya bagai orang gila. Dan yang terpenting dia milik orang lain, ayolah Shen Ling jangan mau diremehkan olehnya.'


Xuan Ye pun akhirnya berbicara, "Menurutmu apa tujuan mereka? Jika memang seperti katamu bahwa dia orang istana ini, maka dia punya banyak sekali peluang untuk menghabisi ayahanda kaisar. Tetapi sampai detik ini dia tidak menghabisi ayahanda. Lalu apa tujuannya?"


Shen Ling terdiam sesat, perkatan Xuan Ye ada benarnya juga, dan lagi ilmu orang tadi tidaklah rendah. "kalau menurutku, orang itu hanyalah mata-mata, negara Ming memiliki pemerintahan yang tangguh, terlebih lagi yang mulia putera mahkota sudah berada di usia yang cukup untuk pergantian takhta, apakah menurutmu hanya dengan kematian kaisar maka dinasti Ming akan runtuh? Mereka sudah berpikir matang, aku rasa mereka sedang mengumpulkan kekuatan yang besar, sehingga cukup untuk memberontak serta mendapatkan dukungan rakyat."


Xuan Ye tidak menyangka bahwa gadis seperti Shen Ling dapat memberi jawaban cerdas padanya, Shen Ling sangatlah berbeda dengan Huang Ro. Huang Ro selalu dapat menghiburnya saat dia merasa jenuh, tetapi Shen Ling dapat memberikan ide yang tidak pernah terpikirkan olehnya.


Mungkin hal inilah yang membuat Xuan Ye dapat menerima kehadiran Shen Ling.


"Kau benar, seperti nya para pemberontak itu pasti sedang mengumpulkan kekuatan terutama militer dan dukungan rakyat, menurutmu apa yang harus kita lakukan?"


Bayangan Huang Ro dan Xuan Ye di taman terbayang kembali di pikiran Shen Ling, dan hal itu sangatlah menyebalkan, tiba - tiba Shen Ling menjadi bad mood dan menjawab asal - asalan. "Yang dapat kita lakukan adalah tidur, hamba permisi."

__ADS_1


Xuan Ye belum sempat berbicara lagi dengannya tetapi Shen Ling sudah berlari kembali ke kamarnya.


__ADS_2