Reuni Invite Hell

Reuni Invite Hell
Tersesat bersama


__ADS_3

Naya memiliki sebuah ide, ia berpikir hal yang paling menyakiti Abimana adalah memiliki seorang anak dari pria lain, di jamin Abimana akan marah dan menggugat cerai dirinya. Pria mana yang akan terima jika istrinya memiliki anak dari pria lain.


Hah, Naya benar-benar merasa itu adalah ide paling baik.


"Apa yang kau rencanakan Nayaaa?" Sean menatap penuh curiga ke arah kekasihnya. Pria itu duduk di atas kursi sopa yang tersedia di ruangan Naya.


Naya dengan berani naik ke pangkuan pria yang ia anggap kekasihnya.


"Aku ingin memiliki bayi lagi Se, dan aku memintanya darimu."


"Jangan bercanda Naya." Sean menghentikan gerakan tangan Naya yang kini dengan lancang mulai membelai rahang tegas yang sedikit di tumbuhi bulu-bulu halus.


"Nayaaa!"


"Jangan menggodaku aku adalah seorang pria dewasa Naya." Sean menatap Naya penuh maksud bahkan nafasnya sudah memburu tak karuan. Pertanda jika dirinya tengah terang sang dan menginginkan pelepasan.


"Ya Sean, aku akan menggodamu dan kau harus tergoda olehku."

__ADS_1


"Kita bisa melakukannya sekarang, aku membawa pengamana Sayang." Sean tak tahu mahu meraih dompetnya dan menunjukan sebuah pengaman berkualitas di hadapan kekasihnya.


"Bukannya aku mengatakan jika ingin bayi darimu, itu artinya kita tak perlu menggunakan pengaman untuk ini.


Naya meraih pengaman itu dan menyelipkannya di sela kursi sofa di ruangannya.


"Pikirkan dengan baik Naya, jangan hanya kau ingin membalaskan dendam lalu kau ingin menghadirkan sosok mungil di luar pernikahan." Sean bersungguh-sungguh berkata demikian.


"Aku sudah memikirkan ini dengan matang. Aku akan tetap menyayangi bayiku dan bertanggung jawab terhadapnya." Naya sudah di butakan oleh dendam. Benar kata orang, jika orang yang tengah di rundung sakit hati akan melakukan apapun demi berbalas dendam dan berpuas hati.


"Aku berjanji, aku sunghuh akan memastikan bayimu mendapatkan kasih sayang yang seharusnya."


"Aku tetap menolak! kecuali kau mau ku nikahi. Aku tak akan membiarkan kau mengandung benihku jika tanpa ku nikahi lebih dulu." ujar Sean tegas, tapi ia mulai goyah, ia adalah pria brengsek. Siapa yang menolak jika di ajak membuat bayi tanpa pengaman apalagi perempuan yang mengajaknya merupakan wanita yang ia incar.


"Ya, sudah jika kau tidak mau tidak apa. Aku tak akan memaksa. Aku masih memiliki kandidat pria lain yang pastinya dengan suka rela pria itu akan memberikan benihnya untukku." Naya mengambil tasnya dan hendak beranjak dari sana.


Sean terlonjak, matanya membulat penuh. Ia tau ucapan Naya tak main-main dan benar adanya.

__ADS_1


"Naya jangan mengancamku!"


"Aku tidak mengancammu. Aku hanya berkata jujur."


"Aku tak akan membiarkanmu tersesat dengan orang lain Nayaaa." Sean bahkan mengepalkan keduatangannya dengan seraut kemarahan.


"Kau tak memiliki hak untuk mengaturku."


"Aku kekasihmu aku berhak meluruskanmu."


"Sean, Sean. Kau baru kekasih jangankan dirimu, Abimana saja yang berstatus suamiku tak akan bisa menghentikan kegilaanku, saat aku mengambil keputusan aku sudah siap dengan segala kosekuensinya.


Sean di buat bungkam. Naya benar-benar keras kepala.


Naya sudah mendekat ke arah pintu dan hendak membukanya. Namun tiba-tiba Sean merengkuhnya dari belakang.


"Jangan pergi kemanapun! Apa lagi berniat mendatangi pria lain. Jika kau mau berbuat salah mari bersamaku. Aku tidak keberatan jika harus tersesat bersamamu." Sean memeluk tubuh Naya dengan sangat erat seakan ia tak mau kehilangan wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2