
Abimana tak mampu melihat apa yang terjadi tubuhnya jatuh melutut di tempatnya. Setega itu Naya berlaku demikian padanya.
"Bagaimana Abimana setelah kau melihatnya secara langsung? Kau menyerah? kita memang harus segera bercerai."
Abimana masih bergeming di tempatnya. Sorot mata penuh kecewa ia tujukan kepada Naya dan Sean bergantian.
"Adit kenapa kau tega melakukan hal ini terhadapku?" Suara Abimana bergetar, majahnya berpaling ia tak memiliki tenaga untuk menyerang pria yang ia pekerjakan menjadi supirnya.
"Aku mencintai Naya sejak lama. Kuharap itu bisa menjadi alasan yang masuk akal." ujar Sean datar.
"Tapi Naya masih istriku. Apa kau tidak laku dengan wanita lain Hah!" Abimana meninggikan suaranya, ia bahkan berdiri di hadapan Sean dengan mencengkram kerah baju supir istrinya.
"Aku mempercayakan istriku padamu bukan untuk kau jadikan sebagai tempat memuaskan hasratmu sialan!"
Bugh, Abimana melayangkan bigeman mentah untuk Sean, setidak berdayanya dirinya ia tetap seorang pria yang tengah terluka harga dirinya.
Sean meludah ke samping, saat merasakan rasa asin di ujung bibirnya bibirnya pasti sudah berdarah sekarang. Tapi Sean tak ingin melawan dirinya memang salah, makanya ia hanya diam saja.
Sean pikir Abimana akan kembali meninjunya, di luar dugaan Abimana malah menghempaskan tubuh Sean dan mendekat ke arah Naya.
"Sekarang kau sudah membalaskan dendam padaku. Lalu apa lagi yang kurang untuk menyakitiku Naya?"
"Aku ingin bercerai hanya itu Abimana. Aku tak perduli lagi sekalipun tak mendapatkan sepeser harta dari dirimu. Kau sudah cukup memberiku pengalaman hidup yang menyakitkan." Naya sudah tak ingin lagi bersama Abimana.
__ADS_1
Abimana hanya tersenyum meledek, " Dan kau ingin hidup bersama seorang supir membesarkan anak haram kalian?" Abimana kembali terkekeh. "Ku pikir seleramu sekelas Ceo atau presdir, atau setidaknya setata dengan diriku tetapi ternyata kau malah memilih seorang supir." Abimana tertawa ringan meskipun hatinya sesak.
"Kau juga bagai mana Abimana? Bukankah kita sama? Kau juga memilih office girl untuk kau jadikan maduku. Anggap saja aku tengah meniru kelakuanmu." Naya tak tau sebenarnya pekerjaan Sean, yang ia ketahui, Sean mempunyai banyak uang dan Sean selalu mengutamakan keinginannya itu saja sudah cukup untuk Naya.
Sean tersenyum miring saat Abimana menganggapnya benar-benar hanya seorang supir. Lihat saja ia akan memberikan Abimana pelajaran nanti. Setidaknya mengguncang sedikit perusahaan Abimana akan menyenangkan pikir Sean.
"Kau ingin hidup dengannya Naya? Kau yakin? Aku tak akan memberikan sepeserpun harta yang ku miliki untukmu. Hak asuh Disa akan sepenuhnya ku dapatkan Naya." Abimana mengangkat dagunya angkuh.
"Ya aku ingin bercerai, talak aku sekarang."
Abimana merasa tertantang dengan ucapan Naya, ia ingin memberikan Naya pelajaran. Ayah Naya juga tak akan menerima Naya untuk kembali ke rumah Naya, ia ingin melihat bagai mana Naya menyesal sudah menghianati bahkan berani mengandung benih pria lain.
Abimana benar-benar ingin Naya hidup sengsara dan terlunta-lunta, lalu setelahnya Naya akan kembali datang padanya dan memohon untuk kembali, dan di saat itu tetaplah ia yang akan menjadi pemenang. Lagi pula jika ia hanya diam tanpa memberi Naya pelajaran wanita itu pasti akan semena-mena berlaku padanya. Abimana akan mengabulkan keinginan Naya untuk bercerai, tapi Naya harus pergi dari rumahnya, ia akan menyita semua yang di miliki oleh Naya, Caffe yang Naya miliki Naya juga Abimana yang membelinya dan memilikinya, Naya hanya mengelolanya.
"Terserah." Naya tak ingin berdebat lagi, ia hanya mengambil koper yang sudah ia siapkan.
Sean sudah menunggunya, ia akan membawa Naya tinggal di rumah di samping rumah Abimana.
"Tinggalkan koper dan semua barang-barangmu. Bukankah di surat perjanjian sudah tertera, siapa yang meminta cerai lebih dulu maka, diantara kita akan keluar dari rumah ini tanpa satu barang atau sepeser uang kecuali hanya pakaian yang kau pakai." Abimana semakin menentang Naya, agar wanita itu semakin merasa rugi karna berpisah dengannya.
"Dasar pria licik. Manulatif, kamuflasemu benar-benar mengagumkan Abimana." Naya menatap Abimana dengan tatapan membenci.
"Pergi dari rumahku Naya!" Abimana membentak mantan istrinya itu.
__ADS_1
Naya hanya bergeming dengan kelicikan Abimana, "Kau pasti sudah tidak sabar ingin menjadi gelandangan. Ayahmu tidak akan menerimamu lagi." Abimana berujar enteng.
"Tapi aku akan mengampunimu jika kau mau kembali padaku dan melenyapkan anak haram itu." Abimana berujar angkuh karna menurutnya ia sudah berhasil membalik ke adaan.
Sean yang sedari tadi diam mulai tak menerima atas perkataan Abimana, pria itu menyuruh Naya melenyapkan darah dagingnya. "Berengsek! Beraninya kau menyuruh Naya melenyapkan bayiku." Sean berjalan ke arah Abimana dan langsung memukuli Abimana hingga mantan suami Naya jatuh tersungkur.
Naya membiarkan Sean meluapkan amarahnya, Sean seakan mewakili kekesalan Naya menghajar mantan suaminya.
Bughh
Bughh
Duaks
Duaks
Pukulan dan tendangan Sean berikan tanpa sedikitpun mendapan perlawanan dari Abimana. Hingga Abimana terkapar tak berdaya di atas lantai.
"Sudah, Se, mari pergi. Biarkan pria serakah ini menikmati hartanya." Naya merangkul bisep Sean dan mengajak ayah dari janin di perutnya untuk pergi.
"Kalian akan menyesal!" Abimana berteriak.
"Kita saksikan bersama siapa yang akan menyesal." Naya berbalik, dan kembali melanjutkan langkahnya untuk keluar dari rumah terkutuk itu.
__ADS_1