
Setelah Naya ke Caffenya, wanita itu segera mengunjungi salon langganannya untuk melakukan serangkaian perawatan agar dirinya dapat tampil mempesona nanti malam.
Tak ia perdulikan saat Bima menelpon ke ponselnya beberapa kali, ia masih tetap menikmati waktunya untuk memanjakan dirinya di sini, dan di saat panggilannya berganti dan kali ini panggilan itu berasal dari putrinya, Naya langsung mengangkatnya.
Tak banyak yang di bicarakan putrinya pada Naya, hanya saling bertukar kabar juga Disa meminta jika hadiah ulang tahunnya yang ke empat belas tahun ingin sebuah tiket konser boy band favoritnya ke korea selatan sana. Disa sampai mewanti-wanti dari dua bulan sebelumnya, "Ada-ada saja kelakuan abege jaman sekarang." Naya mengakhiri panggilannya,
Naya kembali Fokus melakukan rangkaian demi rangkaian perawatannya mulai dari ujung kukunya sampai ke ujung rambutnya. Ia akan mencoba tretment-tretment baru yang belum pernah ia lakukan sebelumnya. Tujuannya tentu saja untuk menghabiskan duit Bima.
Enak saja, jika Dewi istri baru pria itu mengeruk duit Bima dengan nominal yang tidak sedikit demi oprasi dan perawatan paska oprasi. Mengingat biaya untuk penyakit semacam kanker panti memerlukan biaya yang tak sedikit. Apalagi Naya sangat yakin pasti Bima tidak akan menggunakan Bpjs, mengingat kedermawanan pria murahan itu. Cih dasar pria jika berhubungan dengan wanita pasti akan sangat dermawan.
Naya juga memotong rambutnya sebahu, juga memberikan poni di rambut indahnya, tidak hanya itu, Naya juga mengubah warna rambutnya yang tadinya hitam dengan ujung curly, menjadi lurus dan berwarna coklat tua. Naya terlihat seperti remaja wanita, kali ini ia benar-benar membohongi usia sesungguhnya.
Naya kembali terenyuh saat tak melihat tato di dekat tulang selangka yang mana terukir nama Abimana dengan sangat indah di sana.
"Mbak, aku ingin menghapus tato ini apa bisa?" Naya menunjuk letak tatonya.
"Bisa Nyonya, kami menyediakan laser canggih tanpa jejak, tapi rasanya akan sedikit menyakitkan."
"Laser tato merupakan cara yang aman dan efektif untuk menghilangkan tato. Meski begitu, prosedurnya mungkin bisa menyakitkan dan risiko efek samping tetap ada.”
Laser tato merupakan salah satu metode teraman dan efektif untuk menghilangkan tato. Metode ini dilakukan menembakkan laser bertenaga tinggi yang menembus jauh ke dalam kulit, dan mampu secara permanen menghancurkan partikel tinta di dalam sel yang memberi warna pada tato. Partikel tinta yang sudah dihancurkan tersebut kemudian akan terbawa sebagai limbah dalam aliran darah.
Meskipun laser tato efektif pada semua warna kulit, tapi prosedur tersebut paling efektif pada kulit yang memiliki lebih sedikit pigmen alias kulit putih. Namun, apapun jenis kulitnya, penghapusan tato dengan laser bisa meninggalkan bekas luka dan hipopigmentasi (penurunan pigmen) di lokasi tato yang dihapus. Namun, itu biasanya sangat halus dan bisa menjadi samar seiring waktu.
Menurut dokter kulit, Arash Akhavan, MD, pendiri The Dermatology and Laser Group di New York City, Amerika Serikat, tato warna hitam pada kulit yang kurang berpigmen adalah yang paling mudah untuk dihilangkan. Sedangkan tato dengan warna-warna yang terang, seperti kuning, biru muda, hijau muda dan oranye adalah yang paling sulit dihilangkan.
Sebelum kamu memutuskan untuk menghilangkan tato dengan laser tato, berikut hal-hal yang perlu diperhatikan atau diketahui:
Aman tapi tidak nyaman
Laser tato merupakan prosedur yang aman untuk dilakukan. Namun, pastikan kamu melakukan prosedur tersebut pada profesional yang sudah terlatih untuk menghapus tato dengan menggunakan laser.
Meski aman, laser tato bisa menyebabkan ketidaknyamanan dan rasa nyeri di area yang dirawat. Untuk meminimalkan hal itu, ahli tato akan memberi suntikan anestesi untuk mematikan rasa pada kulit yang bertato.
Efek samping yang perlu diketahui
Setelah prosedur, beberapa pasien mungkin mengalami perubahan pada warna kulit mereka sementara atau kemerahan di sekitar area perawatan. Penurunan pigmen juga bisa terjadi yang membuat warna kulit menjadi lebih cerah, tapi itu biasanya hanya sementara. Kulit biasanya akan kembali ke warna normalnya dalam beberapa bulan setelah prosedur.
__ADS_1
Infeksi kulit kadang-kadang juga bisa terjadi akibat penghapusan tato dengan menggunakan laser, apalagi bila area yang terkena diabaikan. Jadi, penting bagi kamu untuk melindungi area kulit yang dilaser dengan baik untuk mencegah masuknya bakteri penyebab infeksi.
After care yang perlu dilakukan
Sama seperti prosedur medis lainnya, kamu juga akan menerima instruksi after care untuk memastikan hasil terbaik dari perawatan dan juga untuk meminimalisir risiko komplikasi. Berikut after care laser tato yang perlu dilakukan:
Jaga area kulit yang habis dilaser tetap bersih.
Hindari paparan air panas pada area kulit yang dilaser atau melakukan olahraga yang akan menyebabkan panas pada kulit, terutama selama 24 jam pertama. Kamu boleh mandi, tapi gunakan hanya sedikit air hangat di area yang dirawat dan jangan digosok.
Gunakan salep petrolatum selama 2-3 hari pasca prosedur untuk membantu proses penyembuhan kulit.
Sebaiknya tutupi area kulit yang dilaser dengan perban steril untuk menghindarkannya dari paparan sinar matahari, atau garukan yang tidak disengaja yang bisa membuat luka. Tutupi area kulit setidaknya selama satu minggu setelah laser tato. Tapi khusus untuk nanti malam Naya tak akan menutupinya ia akan membiarkan bekas tatonya terbuka.
Naya ingin menunjukan pada semua orang jika dirinya sudah tidak bucin lagi kepada pria bernama Abimana. Benarkah secepat itu Naya menghilangkan prasaan pada satu-satunya pria yang berhasil mendapatkan cintanya. Entahlah!
Menjelang sore Naya baru bisa pulang ke rumahnya.
.
"Salahkah aku yang ingin dan di jaga oleh suamiku sendiri?" Dewi memegangi lengan Abimana yang hendak berlalu. Mencoba membujuk suami sirinya agar tetap menemaninya di rumah sakit.
"Tidak salah Dewi. Jika suamimu hanya memlikimu saja sebagai istri, sedangkan aku." Bima menunju wajahnya sendiri.
"Aku juga memiliki istri lain yang perlu ku perhatikan juga. Sejak awal kau tau aku memiliki istri bukan jadi berhenti menambah rumit hidupku. Ada orang-orangku di sini." Abimana mulai kesal pada Dewi, kemana sikap penurut wanita itu?
"Setidaknya di sini sebentar sampai aku tidur." Mohon Dewi, "Aku tak memiliki siapapun selain dirimu." Bima mengalah lagi sampai jam sembilan malam ia menunggui Dewi, padahal acara reuninya di mulai pukul delapan malam.
.
Naya yang di janjikan Bima untuk berangkat bersama mulai kesal karna terlalu lama menunggu, tampilannya yang anggun dan mempesona dengan balutan gaun berwarna Navy dan belahan kaki hingga ke atas perpotongan pahanya membuat ia semakin cantik malam ini.
Akhirnya Naya berangkat sendiri. Dan mengirimkan pesan pada Bima supaya langsung ke acara reuni mereka saja.
Entah apa yang terjadi mood Naya semakin rusak saat ia tengah memarkirkan mobilnya dan menabrak mobil temannya juga, ini benar-benar sial.
Beruntung temannya tak terlalu mempermasahkan hal itu.
Dari kejauhan Sean memperhatikan Naya yang tampak menjadi bintangnya malam ini, siapa yang tidak menyukai wanita itu ia sangat ramah dan mudah akrab.
Sean akan meminta bekerjasama dengan perusahaan Abimana, agar dirinya bisa lebih tau kondisi rumah tangga Naya, tentu saja untuk mempermudahnya menjadi pembinor tampan.
__ADS_1
"Nay di mana Bima?" ujar salah satu teman pria Naya dan Bima. Pria bernama Aldy itu juga menanyakan keadaan Naya takut terluka karna insiden di parkiran tadi.
"Masih di jalan." ujar Naya cuek.
"Ko gak berangkat bersama?"
"Tadi dia sibuk dengan mainan barunya." Naya menjawab asal. Yang di sambut gelak tawa semua temannya.
"Kalo aku punya bini aduhai kaya gini, biniku yang ku mainin." Kali ini pria bernama Seto yang berceloteh.
"Huhh dasar."
Dan di saat Bima datang, semua tampak memojokan pria itu mengatakan jika Bima keterlaluan mengijinkan istri cantiknya berangkan sendiri, dan bahkan hampir celaka.
Teman-teman Naya mengompori Bima, juga menyarankan agar Bima mencari supir pribadi untuk istrinya. Seto juga mengatakan mobilnya lumayan rusak atas kejadian tadi.
Bima turut mengiyakan pendapat Seto, ia juga khawatir dengan Naya yang semakin berubah.
"Ya Bro, aku akan mencari supir. Kabar-kabar dong jika punya kenalan yang jago nyetir. Aku juga sering khawatir saat Naya pergi sendiri." Bima meminta informasi dan hal itu terdengar oleh Sean.
Sean membanting rencana sebelumnya. Ia mengganti rencana dengan hal ini. Ia akan menjadi supir jika beruntung, Sean akan selalu bersama dengan Naya.
Saat Sean mendekat ke arah Bima dan kawan-kawannya, Naya di buat panas dingin pasalnya ia mengingat kejadian semalam, bagaimana jika Sean mengatakan kegilaannya di hadapan semua orang.
"Maaf, Tuan Abimana, perkenalkan saya Aditya, saya adik kelas anda. Kebetulan saya tengah mencari pekerjaan, jika boleh saya ingin melamar menjadi supir di rumah anda." Sean tanpa basa basi berbicara, beruntung tidak ada yang mengenali dan mengetahui pekerjaannya.
Abimana berfikir untuk memperkerjakan Aditya untuk menjadi supir sekaligus mata-mata untuknya.
Naya membolakan matanya, bagaimana bisa pria sekeren Sean akan menjadi supirnya. Dan lagi ia ketahui pria itu pasti sangat kaya, karna barang yang di pakainya terlihat brended dengan merk dunia.
Para wanita di buat terpaku akan ketampanan Sean juga outfit pria itu.
"Kau yakin? Kulihat barang yang kau kenakan sangat bagus dan bermerk." Lily mengemukakan pendapatnya.
"Semua barang yang ku kenakan ini ku pinjam atau lebih tepatnya ku sewa dari kenalanku. Aku tak ingin terlihat menyedihkan malam ini." bohong Sean, ia terlihat mendrama ke adaan, berakting adalah salah satu bakatnya.
"Kau berpengalaman?" Tanya Bima.
"Jika menyetir dan masalah mesin mobil saya faham tuan, selama ini saya kerja di bengkel." Sean kembali berbohong dengan tampang meyakinkan.
"Terima saja Bim. Kasian kan, dia juga adik tingkat kita. Sekali-kali berbagi rejeki." Seto menjadi kompor kembali.
"Baiklah Kau ku terima menjadi supir di rumahku." Bima menyodorkan kartu namanya.
"Terimakasih Tuan, mulai besok saya bekerja di rumah anda. Saya pastikan anda akan puas. Saya permisi." Sean menyunggingkan senyuman aneh saat melewati Naya yang tengah menggenggam minumannya.
__ADS_1