
Naya di buat bertanya-tanya sepanjang perjalanannya menuju Caffe.
Bukankah Abimana mengatakan jika Dewi sedang masa pemulihan sehabis oprasi pengangkatan rahim. Jika iya tak mungkinkan mereka melakukan hubungan intim di saat Dewi baru beberapa minggu setelah menjalani oprasi. Tapi Naya melihat dengan mata kepalanya sendiri jika suaminya dan Dewi melakukan hal itu. Ataukah Abimana berbohong kepadanya hanya agar ia mengasihani Dewi dan agar Naya merestui pernikahan mereka.
Entahlah Naya benar-benar tak mengerti masalah kanker serviks atau yang biasa di sebut juga kanker leher rahim.
"Naya ada apa?" Sean bertanya, membagi fokusnya mengemudi.
"Tidak Se, aku hanya sedikit pening saja."
Naya mengambil ponselnya demi mengetahui apa yang terjadi. Sekarangkan jaman canggih Naya mencari informasi penyakit yang di derita Dewi di ponsel pintar milknya.
Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada sel-sel di leher rahim. Kanker ini terjadi saat ada sel-sel di leher rahim alias serviks yang tidak normal, dan berkembang terus dengan tidak terkendali. Sel-sel abnormal ini dapat berkembang dengan cepat, sehingga mengakibatkan tumbuhnya tumor pada serviks. Tumor yang ganas ini kemudian akan berkembang dan menjadi penyebab kanker serviks.
Kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang paling banyak menelan korban pada wanita di seluruh penjuru dunia. Apalagi kanker serviks ini juga tidak akan menunjukkan gejala pada tahap awal. Gejala baru muncul saat kanker sudah mulai menyebar dan memasuki tahap stadium lanjut. Dalam banyak kasus, kanker serviks ini juga berkaitan erat dengan infeksi menular sek sual.
"Pantas saja Abimana mengenakan pengaman semalam." bathin Naya, ia melihat hal itu sekilas.
Gejala baru akan muncul saat tu mor sudah tumbuh. Tu mor ini kemudian dapat mendorong organ di sekitar dan mengganggu sel-sel sehat. Nah, berikut ini gejala kanker serviks yang pelru diwaspadai:
Perdarahan yang tidak wajar dari **** *.
Siklus mens truasi jadi tidak teratur.
Nyeri pada panggul (di perut bagian bawah).
Nyeri saat berhubungan se ks atau berhubungan se ks.
Nyeri di pinggang (punggung bawah) atau kaki.
__ADS_1
Badan lemas dan mudah lelah.
Berat badan menurun, padahal tidak sedang diet.
Kehilangan nafsu makan.
"Astagha." lirih Naya, wanita itu menenggak salivanya dengan susah payah. "Lalu apa Dewi mengalami itu semua atau bagaimana?atau Dewi berbohong hanya untuk menarik simpati Abimana saja." Naya di buat bertanya-tanya setelah membaca artikel di ponselnya.
Naya kemudian mencari tau sesuatu yang lainnya juga.
Wanita yang telah menjalani operasi angkat rahim boleh berhubungan **** sekitar 6-8 minggu setelah prosedur dilakukan. Ini adalah waktu yang dibutuhkan oleh jaringan reproduksi untuk benar-benar sembuh.
"Loh, padahal jarak oprasi Dewi baru 3 minggu, benar-benar tidak sabaran si Bima." Naya menggelengkan kepalanya tak habis pikir jika suaminya setega itu.
Naya kembali melanjutkan bacaannya.
Ihhh, ngeri banget pikir Naya, itu habis oprasi loh. Naya aja dulu melakukan hubungan intim setelah melahirkan normal setelah dua bulan. Kelakuan Abimana dan Dewi benar-benar membuat Naya terasa jijik.
Setelah mengalami operasi angkat rahim, sebagian wanita mungkin mengalami gangguan sek -sual seperti diantaranya kesulitan untuk merasakan sensasi, susah terangs -ang.
Pengaruh prosedur ini juga membuat beberapa wanita yang sebelumnya aktif secara seksual, menjadi tidak aktif.
Pengaruh rahim diangkat dapat dialami pada saat orga -sme vag -ina yang melibatkan kontraksi panggul yang dalam. Mungkin akan mengalami hilangnya sensasi setelah hister -ektomi karena pada operasi ini ada beberapa saraf yang ikut terpotong. Tentunya ini tidak terjadi pada semua wanita.
Meskipun tidak akan kehilangan kemampuan untuk orga -sme secara keseluruhan karena masih bisa mengalami orga -sme klit -oris, sensasi orga -sme yang dirasakan mungkin akan menjadi kurang intens atau kurang memuaskan.
Naya tiba-tiba merasa mual. Juga kepalanya sedikit pusing karna pengaruh semalaman Naya menangis dan meratapi nasibnya yang malang serta penyesalan yang hadir.
Huekk,
__ADS_1
Naya mual.
Sean meminggirkan mobilnya dan dengan sigap membuka pintu jendela. Sehingga Naya memuntahkan isi perutnya ke ke pinggir jalan. Beruntung jalanan lenggang.
"Kau tak mungkin hamil secepat ini kan Naya? Atau kau hamil anak Abimana." Sean menatap Naya dengan tajam
"Aku kurang enak badan Se, Tidak mungkin aku hamil anak suamiku. Lebih dari 3 bulan dia tidak menyentuhku. Lagi pula aku baru selesai datang bulan beberapa hari yang lalu." Terang Naya apa adanya.
"Jadi saat kita kemarin kita melakukannya kau dalam masa subur?"
"Ya Sean, aku tidak bercanda saat berbicara mengenai bayi yang ku minta darimu." Naya berujar lemah, keringatnya sudah benar-benar keluar membasahi sekujur tubuhnya.
"Kau semalam menangis Nay?"
Sean mengetahui semuanya tapi ia memilih bertanya. Sebenarnya Sean meletakan micro kamera di beberapa sudut rumah Abimana.
Rumah Abimana yang tidak di lengkapi cctv memudahkan pekerjaan Liam asisten Sean yang ia tugaskan untuk memasan cctv.
"Hm, apa mataku bengkak sehingga kau tepat menebak."
"Ya Sayang kau benar."
Sean menseka keringat di kening Naya, dengan punggung tangannya. Sean di buat semakin panik saat suhu tubuh Naya begitu tinggi.
"Kita kerumah sakit sekarang."
"Tidak usah."
"Naya kau sakit. Dan butuh penanganan."
__ADS_1
Namun sesaat kemudian Naya tak sadarkan diri di tempat duduknya. Ya Naya pingsan.