Reuni Invite Hell

Reuni Invite Hell
Satu Sama


__ADS_3

Naya keluar dari kamarnya dengan menggerek satu buah koper miliknya. Tak perduli Abimana akan menerima perceraiannya atau tidak, ia ingin tetap melanjutkan niatnya. Ia akan pergi dari rumah yang menurutnya sudah menciptakan kenangan buruk sekaligus saksi atas dirinya juga yang berkhianat.


"Naya kau mau kemana?" Abimana dengan panik berlari menuju Naya yang tengah menarik kopernya.


"Aku akan pergi dari rumah ini." Naya terlihat tak main-main dengan ucapannya.


"Naya, kau jangan berbuat gegabah seperti ini. Aku tau aku salah aku dudah meminta maaf Naya." Abimana bingung harus dengan cara apa ia membujuk Naya agar tetap bersamanya.


"Bukan hanya dirimu yang bersalah dalam hal ini. Aku juga bersalah Bima itu sebabnya aku akan pergi dari rumah ini." Naya juga menyadari kesalahannya, ia akan menerima apapun yang akan ia dapatkan nanti. Ini pilihannya.


"Kau pemilik rumah ini Naya, jika memang ada yang harus pergi maka akulah yang akan pergi dari rumah ini." Abimana mencoba menglah, tapi ia berharap Naya menahan langkah kakinya. Abimana benar-benar mengharapkan Naya menghentikan kepergiannya. Namun itu hanya harapan Abimana saja. Nyatanya Naya malah mempersilahkan Abimana pergi dari rumah itu dengan senang hati.


Abimana memasuki kamar miliknya dan membawa beberapa pakaian miliknya ke dalam koper, ia masih berharap Naya akan menahan langkah kakinya. Abimana juga bertekad pergi dari rumah hanya dua hari saja , ia hanya akan membiarkan Naya menenangkan diri. Dan setelah Naya tenang Abimana akan kembali ke rumah itu.


Pria itu menyesal telah menawarkan diri untuk pergi dari rumahnya sendiri.


"Aku pamit Naya. Aku akan membiarkanmu menenangkan diri. Aku akan kembali jika semuanya sudah membaik." Naya tak menjawab, ia melipat tangan di dadanya dengan sangat angkuh.

__ADS_1


Dalam hati Naya menggerutu. Lama sekali Abimana pergi, padahal ia sudah merindukan Sean.


Naya benar-benar sudah muak dengan pria yabg bernama Abimana itu. Naya baru tau benci dan cinta itu bedanya sangat tipis. Setipis kulit bawang, bertahun- tahun Naya mencintai Abimana, tapi hanya dengan satu kesalahan cinta itu habis tak bersisa. Jangan salahkan Naya jika dirinya terlalu ksras kepala, sejak awal Naya sudah memperingati Abimana agar pria itu berhati-hati padanya.


"Naya aku pamit." sekali lagi Abimana berucap dengan suara parau. Ia berat harus meninggalkan istrinya seorang diri. Padahal selama ini Abimana sudah melakukan hal itu selama beberapa bulan.


"Ya, Abimana. Pergilah yang jauh." Naya kembali ke kamar yang ia tempati.


Abimana berjalan dengan sesekali mengok ke arah belakang. Berharap Naya akan menghentikan langkahnya, tapi sampai Abimana sudah menjalankan mobilnya, Naya sama sekali tak menghentikannya.


.


Semua pekerja Naya di liburkan Abimana yang bermaksud untuk memperbaiki hubungan mereka tapi justru, Abimana juga harus turut pergi.


Saking bersemangatnya Sean sampai tak menutup pintu.


"Sayang. Ini sarapannya." Sean meletakan bubur yang ia bawa di meja yang terletak di ruang tamu, kemudian Sean merentankan kedua tangannya untuk menyambut Naya kedalam pelukannya.

__ADS_1


"Aku kangen." Naya membenamkan tubuhnya di pelukan Sean.


Sean duduk di kursi dan membiarkan Naya bermanja di atas pangkuannya.


Di sisi lain Abimana melupakan dompetnya sehingga ia memutar balik kembali mobilnya menuju rumah mereka.


Abimana berjalan mengayun kakinya dengan sangat panjang, ia sama sekali tak memiliki firasat tentanga apa yang akan terjadi.


Abimana memasuki pintu rumah yang terbuka begitu saja. Seketika ia di buat membatu dengan rasa yang sulit ia percayai, jantungnya serasa di renggut dengan sekali tarikan. Nafasnya juga tersengat dengan mata yang merah menyala. Tangannya terkepal kuat hingga buku-buku jemarinya memucat.


Abimana menyaksikan wanita yang berstatus masih sebagai istrinya, tengah berada di pangkuan pria lain dengan bibir yang saling memagut dalam.


Ini kehancuran sesungguhnya.


"Nayaaaaa!!!"


Suara Abimana menggelegar, hingga tautan kedua orang itu terlepas secara paksa karna terkejut, menciptakan kecipakan yang terdengar sampai ke telinga Abimana.

__ADS_1


"Tega sekali dirimu." Abimana masih di tempatnya.


"Satu sama." ujar Naya dengan ringannya.


__ADS_2