
Saat ini Naya berada di pengadilan, setelah beberapa hari di talak oleh Abimana sebentar lagi Naya akan resmi menyandang status setatus sebagai janda sebentar lagi.
Ayah Naya juga turut hadir dengan Naya di pengadilan. Mata Ayah Santosa menajam saat melihat Sean juga turut hadir di sana. Sean juga berbincang dengan seseorang yang tadi Naya kenalkan padanya sebagai seorang pengacara Naya yang akan membantu Naya mempercepat proses perceraiannya.
"Ada hubungan apa kau dengan pria bernama Sean?" Sang ayah bertanya penuh selidik.
"Dia kekasihku." Naya berkata jujur, ia tak ingin menutupi hubungannya dengan Sean.
"Nayaa." Santos menggeram di antara gertakan giginya, ia marah kepada putrinya, seandainya saja ini bukan di tempat umum mungkin Santosa akan menampar dan memaki putrinya.
Ternyata, Sean pimpinan perusahaan yang menawarkan kerja sama dengannya kemarin adalah kekasih gelap putrinya, penyebab dari kehancuran rumah tangga Naya.
Disa tidak ikut ke persidangan, sedangkan ayah Darma kini terlihat berjalan ke arahnya dengan di temani oleh Abimana.
"Kau keterlaluan Naya, kau sudah mengkhianati suamimu. Kurang apa Abimana padamu selama ini?" Ayah Santosa kini menatap wajah putrinya dengan raut penuh kekecewaan.
"Abimana belum bercerita? Sungguh? Apa Abimana hanya menceritakan kuburukanku saja? Sebentar lagi Ayah akan tau kebudukan menantu Ayah itu." Naya kini berdiri menyalami mertuanya.
"Apa kabar Nak?" Ayah Darma mengusap puncak kepala Naya dengan senyuman tipis yang di sunggingkan di wajah kuyunya.
"Kabarku baik Ayah." Naya turut tersenyum kepada ayah mertuanya. Naya melihat keramahan ayah Darma padanya tidak berubah sama sekali. Padahal Naya yakin Abimana sudah menceritakan masalah rumah tangganya terhadap Ayah Darma.
__ADS_1
"Ayah maafkan aku!" Naya menunduk, rasanya akan lebih baik jika Ayah Darma memaki dan marah terhadapnya, bukan malah berbuat sebaliknya, Naya semakin merasa bersalah terhadap ayah Darma.
"Jika ayah hendak menghukum atau memarahi Naya. Sungguh Naya tidak Papa, Naya bersalah." Setetes cairan bening lolos dari sudut mata Naya.
"Nak, kau adalah putriku. Sesalah apapun dirimu kau tetap putriku. Hubunganmu yang hancur tidak akan turut menghancurkan rasa sayang ayah dan ibu terhadapmu. Ayah berharap kau tidak mengangap kami sebagai mantan mertuamu." Ayah Darma memang sebijak itu membuat Naya tidak dapat menahan diri untuk memeluk tubuh mertuanya.
"Terimakasih Ayah, terimakasih. Sampaikapanpun kalian akan menjadi ayah ibuku."
Abimana membisu menatap Naya dengan pandangan nanar. Naya memang wanita baik sebelum dirinya berhasil merubah Naya menjadi Mahakali. Mahakali adalah sosok legenda dewi perang yang pedendam dan selalu memenangkan peperangan.
"Santosa, maafkan kesalahan putraku! Abimana bersalah sehingga Naya turut menjadi pedendam." Ayah Darma memang sangat baik hati, tapi pernyataan ini membuat Ayah Santosa semakin kebingungan dengan apa yang terjadi, Abimama hanya menceritakan kesalahan Naya padanya. Beruntung Ayah Santosa belum menganbil tindakan.
Hakim sudah membuka persidangan dan mempersilahkan Abimana untuk memberikan kesaksiannya.
"Yang mulya. Saya selaku suami Naya sudah menjatuhi Naya talak satu. Karna kesalahan mantan istri saya." Abimana membuka pembicaran dengan lantang mengatakan kesalahan demi kesalahan Naya di dampingi oleh pengacaranya.
Naya membiarkan Abimana mengatakan apapun karna ini sesi Abimana, Naya sudah mempelajari caranya menjaga sikap saat di pengadilan.
"Ada bukti?"
Pengacara Naya berujar, Abimana membisu, ia tidak memiliki bukti apapun atas tudingan perselingkuhan Naya dengan Sean, waktunya terlalu mepet sehingga Abimana tidak bisa mencari satupun bukti.
__ADS_1
Sekarang sesi Naya, Naya hanya diam. Ia mempercayakan semuanya kepada pengacara yang sudah Sean siapkan untuknya. Bukti-bukti lengkap tentang adanya pernikahan kedua yang tidak di restui istri pertamanya, juga tindak kekerasan dalam rumah tangga yang Abimana lakukan Sean sudah memperdiapkan segala sesuatunya dengan matang membuat Abimana mati kutu.
Tidak hanya itu Sean memperjuangkan hak-hak Naya yang harus Naya dapatkan. Bukan Sean ingin untung, Sean hanya tak ingin rumah tangga yang Naya jalani selama belasan tahun tak mendapatkan apapun. Sebelum kesalahan ini Naya merupakan istri yang berbakti.
Sean bahkan sudah memusnahkan surat perjanjian Abimana, dan Abimana tidak dapat melakukan apapun.
Hakim kini memutuskan.
"Abimana Darmawan dan Naya Santosa kini resmi bercerai."
Tok tok tok ...
Hakim mengetuk palu tiga kali.
"Dan mengenai harta gono gini akan di bagi secara rata, dan hak asuh sang anak, dikarnakan ananda Disa sudah lebih berusia 12 tahun maka anak kalian berhak menentukan di mana anak kalian akan tinggal."
Tok tok tok ...
Tiga ketukan palu terdengar kembali mengakhiri sidang hari ini. Naya tak menyangka semuanya akan berjalan selancar ini, dan tentu saja ini semua tidak lepas dari campur tangan Sean.
Abimana duduk melemas di kursinya, wanita yang selama belasan tahun menemaninya kini bukan miliknya lagi, kenangan itu kini terpecah menjadi puing-puing yang mustahil untuk bisa di satukan kembali.
__ADS_1