
Kerajaan Belian
Kerajaan Belian adalah kerajaan yang dipimpin oleh raja yang bernama Raja Hiugo Malvendrick.Raja yang begitu ramah dan baik hati,.ia memiliki seorang permaisuri.Namun karena kesalahan seseorang dia harus kehilangan wanita yang ia cintai.
Yah seseorang itu adalah Zania putri nya sendiri, ia sangat membenci putrinya itu, karena gara gara Zania ia harus kehilangan wanita yang ia cintai.
FLASHBACK ON
Yah kejadian itu ketika Zania berumur 3 tahun, Diana (ibu Zania/istri Hiugo)sedang sakit sakitan hari itu Zania memberikan obat yang sudah di buat kan tabib pada ibunya ia membantu ibunya untuk meminum obat tersebut, namun setelah beberapa saat ibunya meminum obat tiba tiba ibunya kejang kejang dan meninggal saat itu seluruh istana panik berita meninggal nya Diana tersebar dan akhirnya terdengar ke telinga Hiugo yang hari itu tengah dalam perjalanan pulang dari berperang.
Hiugo pun bergegas menemui istrinya yang kini berbaring kaku tak bernyawa ia menatap benci pada zania yang tak tau apa apa, ia mendengar dari tabib kalau istrinya meninggal karena diracun dan saat itu hanya Zania yang ada dalam kamar tersebut jadi bisa di pastikan bahwa zania lah yang telah meracuni istrinya.
Semenjak itu Zania di asing kan, ia yang masih kecil dan tak tau apa apa hanya bisa menangis karena ayahnya meninggalkan ia.
setelah beberapa tahun pengasingan, kemarahan Hiugo agak meredah dan memutuskan bahwa Zania bisa pulang ke istana.
Namun takdir berkata lain di tengah perjalanan menuju istana mereka di hadang pembunuh bayaran. Zania yang lemah hanya bisa pasrah tak bisa melawan, namun ketika mereka ingin di bunuh Zania bertanya sebagai permintaan terakhir.pembunuh itu menyetujui nya.
Lalu Zania bertanya siapa yang menyuruh mereka untuk membunuh dirinya pembunuh itu pun memberitau nya bahwa yang menyuruh mereka adalah selir pertama kerajaan Belian bernama Maria dan anak pertamanya Nesya.
Setelah mengatakan itu mereka bergegas menari pedang mereka untuk menebas kepala Zania dan Lumi namun tiba tiba angin bertiup dengan kencangnya membuat Zania dan Lumi tak bisa melihat begitu juga dengan pembunuh itu. Kereta yang mereka tumpangi pun terjatuh dan meledak sedangkan Zania dan Lumi yang tak bisa melihat apapun akhirnya terpeleset dan jatuh ke jurang setelah Zania dan Lumi terjatuh angin pun mereda para pembunuh itu melihat Zania dan Lumi terjatuh ke jurang tersenyum puas karena tak mungkin mereka dapat hidup setelah terjatuh di jurang yang dalam itu mereka pun pergi untuk memberitahu selir pertama atas kematian Zania, selir pertama yang mendengar itu pun tersenyum cerah karena sekarang ia sudah menyingkirkan 2 cecunguk sekaligus yang pertama sang permaisuri dan yang kedua putri permaisuri.
Berita kematian Zania terdengar sampai ke telinga Hiugo ia sangat menyayangkan kematian anaknya yang bahkan belum penah ia lihat wajahnya ketika sudah dewasa, berbeda dengan selir dan putri pertamanya mereka sudah pernah melihat wajah Zania karena mereka sering pergi ke pengasingan hanya untuk membuli Zania.
FLASHBACK OFF
Ruang makan keluarga
__ADS_1
Seluruh keluarga kerajaan Belian kini tengah menikmati sarapan pagi di ruangan terdapat 2 orang selir dan putri putrinya.
Selir pertama bernama Maria memiliki satu orang putri bernama Nesya , lalu
selir kedua bernama Lilyana Matsushima memiliki satu orang putri bernama Reina Matsushima.
Setelah selesai sarapan pagi mereka kembali melakukan aktivitas masing-masing.
Nesya dan Riana duduk di taman berdua sambil mengobrol.
"Kakak, apa kakak akan mengikuti pertandingan di kerajaan Diamond?"Tanya Riana memulai topik pembicaraan.
"Tentu saja, aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan emas itu"Ucap Nesya sembari tersenyum licik
"Tapi kakak, apakah kakak yakin akan menang secara kan banyak putri putri kerajaan lain yang kuat apa kakak yakin akan menang"Tanya Reina dengan menatap sembarang arah.
Sedangkan Reina hanya bisa menghela nafas berat karena Nesya sangatlah percaya diri dia takut nanti kalau Nesya terkalahkan, Nesya akan kecewa dan berbuat yang aneh aneh.
"Jakak, apa kakak pernah melihat wujud putra mahkota Diamond"Tanya Reina penasaran.
"Tidak, aku tak pernah melihatnya, dia tak pernah kelihatan dalam pertemuan pertemuan kerajaan."Ucap Nesya acuh sembari meminum teh yang baru saja di suguhkan oleh pelayan.
"Aku dengar putra mahkota kerajaan diamond itu memiliki wajah buruk rupa dan menyeramkan sampai sampai ia tak pernah menunjukan wajahnya karena malu"Ucap Reina menatap Nesya yang kini sedang minum.
"Hmm biarkan saja, aku tak peduli"Jawab Nesya acuh
"Kakak, bagaimana kalau nantinya kerajaan diamond memilih kakak sebagai permaisuri dari si buruk rupa itu apa yang akan kakak lakukan"Tanya Reina.
__ADS_1
"Ih aku tidak mau meskipun kerajaan diamond itu adalah kerajaan terbesar dan di takuti, aku tetap saja tak mau, lebih baik aku menikah dengan putra mahkota dari kerajaan biasa tapi tampan dari pada putra mahkota kerajaan terhebat tapi buruk rupa."Ucap Nesya.
Setelah pembicaraan terakhir Nesya mereka memutuskan untuk diam dan sibuk dengan pikiran masing masing.
Sementara itu.
Di hutan
Di hutan tak jauh dari rumahnya Zania kini sedang berdiri mencoba konsentrasi ia memusatkan pikirannya pada apa yang akan dihasilkan oleh kekuatannya nanti, lama ia menutup mata dan tiba tiba angin kencang bertiup, pepohonan bergoyang bahkan ada yang tumbang namun tidak dengan Zania yang tetap Kokoh berdiri.
Setelah beberapa menit angin bertiup memporak porandakan hutan, ia pun membuka matanya dan angin pun telah berhenti betapa terkejutnya ia ketika melihat hutan yang sudah berantakan dengan pohon pohon yang tumbang.
"Wahh apa tadi terjadi badai? Mengapa aku tak merasakannya yah"Ucap Zania sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Ia pun segera mengabaikan keadaan hutan yang berantakan dan memilih untuk terus berlatih, ia mencoba untuk mengeluarkan pedang es lewat pikiran nya setelah lama berkonsentrasi akhir nya ia berhasil pedang es keluar hawa dingin menerpa se isi hutan ia mulai mengayunkan pedangnya mengeluarkan kekuatan pedang es nya yang membuat pepohonan menjadi beku ia terus berlatih dan berlatih.
Tak terasa sudah 7 hari ia berlatih dan kini ia merasa bahwa ia sudah siap untuk bertarung dan besok adalah pertandingan tersebut senyuman mengembang di wajah Zania.
"Hadiah istimewa! tunggu aku besok"Ucap Zania sembari tersenyum licik dan melanjutkan latihannya.
penasaran dengan kelanjutan nya...
simak kelanjutan nya pada bab selanjutnya...
jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah
terimakasih..
__ADS_1
tbc