
Suasana di ruangan itu semakin panas,
Orang-orang menepi memberikan ruang untuk Nathan dan Nesya.
Nesya berinisiatif untuk bergerak duluan, ia berlari menyerang Nathan dengan pedang api nya. Nathan yang mendapatkan serangan hanya diam santai melihat Nesya mendekat.
Nesya terus menyerang Nathan, tapi tak ada satupun serangannya yang bisa mengenai Nathan.
Karena sedikit membosankan, Nathan kemudian mengangkat pedangnya. Lalu ia mengibaskan pedangnya mengeluarkan sihir dari pedang itu yang mengakibatkan Nesya terpental jauh lalu terbentur ke dinding.
Kuatnya satu serangan santai Nathan mampu memporak-porandakan ruangan dan membuat Nesya terpental hingga terbatuk mengeluarkan darah.
Apakah Nesya menyerah? Tentu tidak entah dapat dari mana kekuatannya tiba-tiba bertambah membuat ia menjadi semakin ganas.
Sedangkan di sisi lain tepatnya sudut ruangan gelap, seseorang tersenyum menyeringai melihat Nesya mendapatkan kekuatan lebih, ia akan menonton pertunjukan ini. Tidak enak rasanya menonton pertunjukan kalau kekuatan dua orang itu tidak imbang.
"Yang mulia,apa kita langsung mengaktifkan fungsi ramuan itu.?" Tanya seorang pria yang setia di sampingnya.
"Nanti saja! Aku yakin pria itu dapat melawannya, mengingat ia sangatlah kuat."
" aku hanya memberi wanita itu sedikit kekuatan agar pertunjukan ini tidak membosankan, aku hanya ingin sedikit bersenang-senang dengan pertunjukan ini sebelum pertunjukan ku 'dengannya' di mulai" Ucap wanita itu santai sambil melirik sesekali pada posisi Zania, lalu fokus pada pertunjukan.
***
Nesya kini bangkit berdiri dengan gagah, kemudian ia mengeluarkan kekuatan apinya yang dahsyat.
Raja Ronald yang melihat kekuatan itu langsung siaga memasang dinding sihir pembatas, agar serangan itu tak mengenai orang lain dan tak melahap hangus ruangan ini.
Nesya kemudian mengarahkan serangannya pada Zania bukan pada Nathan. Serangan itu melaju cepat, Nathan yang melihat serangan itu menuju istrinya memasang muka datar.
Lalu kemudian
Ting.. satu kedipan mata Nathan mengubah serangan api itu menjadi ribuan kelopak bunga lavender yang menghujani Zania.
Nathan yang melihat itu tersenyum manis, istrinya tampak begitu cantik, sedangkan Zania tersipu malu, suaminya ini memang romantis. ( Dalam suasana genting aja mereka masih menganggap dunia milik berdua. Hadeh kapan author kayak gini ༎ຶ‿༎ຶ )
Nesya yang melihat serangannya gagal menjadi semakin kesal, ia terus menyerang Zania dengan serangan api nya, tapi Nathan malah mengubahnya menjadi bunga-bunga indah.
Karena merasa sangat bosan, Nathan pun mulai mengeluarkan satu serangan lagi. Kali ini ia akan mengeluarkan serangan yang sama pada Nesya, yaitu serangan api. Ia ingin melihat bagaimana wanita itu menghindar dari serangannya.
Ia mulai mengumpulkan kekuatannya dengan sebelah tangannya, lalu
__ADS_1
Duar.. sebuah ledakan yang mengakibatkan Nesya terpental lagi dan pingsan dengan tubuh yang mengenaskan.
"Hanya seekor semut seperti mu sangatlah mudah bagi ku untuk menyingkirkan mu."Ucap Nathan menyeringai licik.
Maria yang melihat anaknya sekarat berlari mendekati Nesya, lalu ia memeluk tubuh Nesya yang mengenaskan sembari menangis pilu. Tak ada yang ingin menolong mereka karena takut akan membuat putra mahkota marah.
Kejam.. Yah inilah hidup, jika kau tak mau diperlakukan dengan kejam, maka jangan pernah memperlakukan orang dengan kejam juga.
"Aku raja Ronald memutuskan bahwa selir pertama dan putrinya akan mendapatkan hukuman mati!" Umumkan raja Ronald yang membuat Maria terkejut.
"Yang mulia saya mohon ampunilah kami, kami menyesal yang mulia!! hiks hiks" Mohon Maria berlutut memohon.
"Tak ada pengampunan bagi seseorang yang menghina dan ingin membunuh anggota kerajaan Diamond. Meski ia adalah keluarga kerajaan yang penting" Jawab Ronald dengan dingin.
"Dan satu lagi aku juga akan mengumumkan bahwa raja dari Belian Raja Hiugo beserta keluarganya akan di cabut tahtanya dan di tempatkan di pengasingan sebagai seorang rakyat biasa" Ucap Raja Ronald tegas.
Hiugo yang mendengar itupun hanya bisa pasrah, ini semua adalah kesalahan nya jadi ia akan menanggung akibatnya.
"Hukuman pada selir pertama dan putrinya dari Kerajaan Belian akan di lakukan hari ini juga tepat disini" Ucap Raja Ronald membuat seisi ruangan semakin terkejut.
"Undang semua rakyat untuk menonton hukuman ini agar hukuman ini menjadi pelajaran penting bagi mereka yang berani macam-macam pada kerajaan Diamond" Perintah Raja Ronald.
Beberapa menit setelah perintah raja Ronald di ucapkan kini masyarakat sudah berkumpul dengan tanda tanya besar di kepala mereka.
Maria dan Nesya kini di seret paksa oleh seorang pengawal. Maria yang di seret paksa hanya bisa menangis pilu, sedangkan Nesya belum sadar dari pingsannya.
Di sana sudah ada 2 algojo dan berbagai alat yang akan di gunakan. Sebelum menghukum mati algojo akan terlebih dahulu menyiksa mangsanya.
"Perhatian semuanya!!!! Kedua wanita ini adalah seorang penghianat, mereka ini adalah anggota kerajaan dari kerajaan Belian yang berniat membunuh permaisuri dari putra mahkota."
"Dan hukuman bagi seorang penghianat adalah mati!! Jadi bagi kalian semua yang menonton ini harap jadikan pembelajaran untuk kedepannya" Ucap salah satu jendral dari kerajaan Diamond.
Semua orang yang mendengar itu pun terkejut, mereka tidak akan melakukan hal yang sama agar mereka tak mendapatkan musibah.
"Laksanakan!!!" Perintah jendral itu.
Ctar..
Ctar..
Cambukan demi cambukan menghantam tubuh Maria dan Nesya yang baru sadar dari pingsannya.
__ADS_1
Maria menatap Zania sendu, ia berharap Zania mau menyelamatkannya setidaknya meringankan hukumannya. Ia berharap Zania masih mempunyai sifatnya yang dulu lembut dan penuh kasih sayang.
Zania yang di tatap seperti itu tersenyum mengejek. Ia tak merasa iba sedikit pun karena ia bukanlah Zania yang penuh lemah lembut. Ia adalah Alice pshycophat gila pencinta teriakan kesakitan dan cairan kental merah.
Setelah mendapatkan siksaan yang bertubi-tubi yang membuat tubuh Maria dan Nesya menjadi lemah tak berdaya dan mengenaskan, kini saatnya hukuman terakhir di laksanakan yaitu hukuman penggalan kepala.
Sring..
Sring..
Suara pedang yang tajam sedang di asah agar semakin tajam. Semua orang yang mendengar itu ketakutan tapi tidak pada Zania yang sangat suka suara itu, baginya suara itu bagaikan melodi indah yang sangat romantis.
Setelah pedang di asah kini saatnya untuk melaksanakan hukuman.
Kedua algojo itu sudah mengangkat pedang nya mengarahkan pada kedua wanita yang lemah tak berdaya. Seandainya waktu dapat di ulang pasti mereka tak akan melakukan kesalahan ini, tapi apa boleh buat penyesalan pasti akan datang di ujung cerita bukan di awal maupun di tengah.
Tebasan pedang membuat kepala Maria dan Nesya terpenggal sangking tajamnya pedang itu.
Darah mengucur deras membuat orang bergidik ngeri.
Setelah acara berdarah itu selesai kini darah sudah dibersihkan, tempat itupun sudah di bereskan semua masyarakat sudah di bubarkan.
Zania yang melihat kejadian hari ini tersenyum senang, akhirnya dendam ini terbalaskan juga.
Zania menatap Nathan dengan bahagia dan juga sendu, apa nanti setelah dendam ini sudah terbalaskan ia akan pergi meninggalkan dunia ini karena tugasnya sudah selesai, jika itu terjadi tolong beritahu agar ia bisa menghabiskan waktu terakhirnya dengan suaminya.
***
Yuhu....
Penasaran selanjutnya...
Tetap ikutin terus yah...
Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah..
Agar author makin semangat untuk update setiap hari nya...
Terima kasih...
tbc
__ADS_1