Revenge Of The Princess (Revisi)

Revenge Of The Princess (Revisi)
35


__ADS_3

1 Bulan kemudian


Satu bulan sudah berlalu semenjak kejadian berdarah itu terjadi. Setelah kepergian Zania, Nathan seperti orang hidup tanpa nyawa.


Tatapan kosong, namun jangan di tanya lagi untuk sikap kejam nya. Ia semakin kejam dan tak berbelas kasih.


Setelah kabar kematian permaisuri putra mahkota, banyak para putri-putri dari kerajaan lain berusaha untuk merebut posisi permaisuri dari putra mahkota.


Tapi tak ada satupun di antara mereka yang bisa menarik perhatian Nathan. Bahkan Nathan tak segan-segan membunuh para putri kerajaan itu karena berusaha menggodanya.


Pernah sekali Nathan membunuh putri dari kerajaan lain, karena wanita itu berusaha menggoda Nathan. Padahal Nathan sudah menolak wanita itu, tapi wanita itu bersikukuh untuk menarik perhatiaan Nathan.


Karena kesal, Nathan langsung membunuh wanita itu tepat dihadapan orang-orang dan juga keluarga wanita itu.


Apa keluarga dari wanita itu menuntut atau marah?


Tidak!!! Kalau marah mereka memang marah tapi untuk menuntut mereka tak berani. Mereka hanya bisa menampilkan senyuman paksa.


Bahkan mereka berkata.


Anak dapat di buat lagi nanti hehehe.


****


Kini Nathan tengah duduk di taman bunga lavender yang ia buat dulu untuk istri tercintanya.


Ia memandangi hamparan bunga lavender yang indah itu, ia memejamkan matanya menghirup aroma lavender yang selalu melekat pada tubuh istrinya.


Nathan kembali mengingat kejadian berdarah itu, apa yang telah dikatakan oleh Hyuna padanya.


Flashback on


Setelah membunuh Thalia, Hyuna langsung mengembalikan ruangan itu seperti semula. Dalam hitungan detik ruangan itu kembali seperti semula seperti tak terjadi apa-apa.


Nathan menghampiri Hyuna yang masih berdiri dengan tatapan tajamnya. Ia menatap lekat mata Hyuna yang tajam.


"Aku tau kau ingin menanyakan istrimu" Ucap Hyuna langsung.


"Yah, dimana istriku" Tanya Nathan lemah.


"Akan ku beri tahu kau sesuatu yang sudah lama di rahasiakan oleh istrimu itu, tapi sebelum itu apakah kau siap mendengarnya?" Ucap Hyuna dengan tajam, sebagai wanita ia tak memiliki sisi lembut seperti wanita lainnya. Meskipun itu dengan kekasihnya dulu.


Nathan mengangguk setuju. " Kalau begitu kita bicara di ruangan pribadimu. Aku tak mau orang lain mendengar dan menjadikan ini sebagai kelemahan mu" Ucap Hyuna dan di angguki oleh Nathan.


Nathan pergi bersama keluarganya yaitu Ayah, Ibu, adik dan orang kepercayaannya Vian keruang pribadi milik nya.


Sesampainya di dalam ruangan itu mereka semua duduk dan siap mendengarkan kebenaran apa yang akan di ungkap.

__ADS_1


"Baiklah aku akan memulai nya!"


"Zania adalah perpaduan dari tiga orang, yang pertama adalah pemilik tubuh bernama Zania Gracia. Yang kedua adalah si pengendali tubuh bernama Alice Catherina Alexander. Dan yang ketiga adalah aku si pengendali kekuatan Hyuna Delia Cassandra.


Kami di takdir kan bersatu dalam satu tubuh untuk membalaskan dendam dari si pemilik tubuh yaitu putri Zania dari kerajaan Belian.


Setelah kami selesai membalaskan dendam, kami akan pergi untuk selamanya. Begitu juga istrimu. "Ucap Hyuna datar.


Nathan tertegun mendengar penjelasan Hyuna, ia mengingat kata-kata Zania dulu.


"Lalu sebenarnya siapa istri kak Nathan?" Tanya Lucy penasaran.


"Secara keseluruhan istrimu adalah kami bertiga. Namun secara khusus istrimu adalah Alice. Karena ia yang menggunakan tubuh, pikiran, ia yang memberikan tindakan dan segala hal apapun itu. Karena kami hanya menjadi pelengkap dari Alice saja." Jelas Hyuna.


"Lalu di mana istriku?" Tanya Nathan lemah.


"Pergi!! Dia sudah pergi, dan aku juga akan menyusulnya." Ucap Hyuna datar.


Nathan hanya bisa terdiam mendengar jawaban Hyuna. Pikirannya kosong.


"Apa aku tak bisa menemuinya lagi?" Tanya Nathan lemah.


"Tidak!! Kau tak bisa menemuinya lagi. Kecuali takdir mempertemukan kalian kembali" Ucap Hyuna.


"Sudah selesai! Aku akan pergi" Ucap Hyuna berdiri.


"Ada apa lagi?" Tanya Hyuna datar.


"Bolehkah aku memelukmu untuk terakhir kalinya" Ucap Nathan menatap lekat mata Hyuna.


Hyuna menghela nafas berat lalu mengangguk. Kemudian Nathan mendekat dan langsung memeluk erat Hyuna, wangi bunga lavender keluar dari tubuh Hyuna.


Nathan semakin mempererat pelukannya. Tanpa izin air matanya jatuh dalam diam. Apa kah ia bisa hidup setelah ini?.


Nathan menghapus air matanya lalu pelan-pelan melepas pelukannya, ia menatap mata Hyuna.


Hyuna melihat tatapan sendu Nathan menghela nafas berat. Ini yang terakhir. Pikirnya.


Kemudian Hyuna tersenyum manis menatap Nathan. Nathan yang melihat senyuman itu tersenyum sendu. Ini adalah senyuman terakhir.


Hyuna perlahan lahan menghilang dan meninggalkan kelopak-kelopak bunga lavender.


Disaat Hyuna sudah menghilang barulah air mata Nathan menetes dengan derasnya. Ia jatuh berlutut lemah.


Ia masih mengingat senyuman terakhir tadi, kenangan-kenangan bersama istrinya terlintas di benaknya.


Nathan terisak memegangi dadanya yang sesak. Mereka yang melihat Nathan seperti itu juga ikut sedih.

__ADS_1


Luisa memeluk erat tubuh putranya yang masih terisak-isak. Ia tahu ini adalah hal terberat dalam hidup putranya.


Setelah kejadian itu Nathan menutup diri dari semua orang bahkan dengan keluarganya sendiri. Ia lebih sering termenung memikirkan kenangan-kenangan yang telah ia lewati dengan istrinya.


Nathan dah jadi duda readers. Ada yang mau??🤭🤭


Flashback off


Air mata Nathan jatuh meski ia masih menutup matanya. Setiap kenangan dengan istrinya selalu melekat walau satu bulan telah berlalu.


Lemah!!


Yah itulah yang Nathan pikirkan sekarang. Ia adalah laki-laki lemah, bodoh. Ia merutuki dirinya sendiri yang tak bisa melindungi istrinya sendiri.


Nathan masih menutup rapat matanya. Tiba-tiba ia menyadari bahwa ada yang sedang memperhatikannya.


Ia pura-pura tak tahu dan berusaha tetap tenang. Ia merasakan seseorang itu bergerak mendekat di balik pepohonan besar.


Nathan merasakan sesuatu menuju ke arahnya. Ia langsung menangkap benda yang mengarah padanya.


Hap


Nathan membuka matanya dan melihat anak panah yang ada di tangannya. Ia memperhatikan sekelilingnya. Tapi tak mendapatkan siapapun.


Nathan berdiri lalu mencoba untuk mendeteksi keberadaan orang tersebut, Nathan mendekat pada salah satu pohon besar yang ia duga tempat keberadaan orang itu.


Nathan berjalan perlahan-lahan agar ia tak ketahuan. Ketika sudah dekat dengan target Nathan langsung menarik tangan orang itu dan bersiap-siap untuk menancapkan anak panah itu ke tubuh orang itu.


Ia menarik dan memutar tubuh orang itu untuk menghadap padanya.


Ketika ia ingin menancapkan anak panah itu. Ia menatap langsung orang tersebut dan membuat ia terbelalak kaget.


Anak panah nya jatuh dan ia masih terpaku dengan orang yang ada di hadapannya yang menatapnya dengan tajam.


Siapakah dia???


****


Penasaran??


Simak kelanjutan nya pada bab selanjutnya


jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah ☺️


Agar author makin semangat untuk update setiap hari nya ☺️


Terimakasih ☺️

__ADS_1


tbc


__ADS_2