
Alice dan Nathan kini masih berada di taman. Mereka melepaskan kerinduan nya bersama-bersama.
"Sayang! Ayo kita pulang!" Ucap Nathan.
"Hmmm ayo! Aku juga sudah sangat lelah. Aku ingin tidur." Ucap Alice.
"Kalau begitu ayo! Orang-orang pasti akan senang melihat mu" Ucap Nathan antusias.
Alice dan Nathan berjalan-jalan kecil sambil menikmati tiupan angin yang sejuk.
"Sayang apa sekarang kau menjadi vampir yang suka minum darah?" Tanya Nathan di sela perjalanan mereka.
Mereka sengaja memilih berjalan dari pada menghilang, demi menikmati waktu berdua saja.
"Kurasa tidak! Buktinya aku bisa terkena sinar matahari dan aku tak terbakar!" Ucap Alice.
"Hmmm kalau begitu kau itu mungkin vampir jadi-jadian" Ucap Nathan sembari tersenyum jahil.
"Apa!! Jadi-jadian!!" Ucap Alice kesal.
"Hahaha iya sayang! buktinya kau suka meminum darah seperti vampir tapi kau tak terbakar bila terkena sinar matahari. Bukan kah itu namanya vampir jadi-jadian?" Ucap Nathan meledek.
"Kau sangat menyebalkan! pergi sana, pergi! Aku akan mencari suami baru saja" Ucap Alice cemberut berjalan sambil menghentakkan kakinya.
"Hahaha baiklah aku akan mencari istri baruuuuuuu!!!" Ucap Nathan.
"Kauuu ini!!!! hiks hiks pergi sana !! cari saja istri baru mu!! aku membencimu!!" Ucap Alice pergi sambil menangis.
eh kok istrinya ini menjadi sensitif sekali sih.
"Sayang tunggu!!! jangan tinggalkan aku!!! hahaha" Kejar Nathan berlari mengejar Alice.
"Pergi sana kau!!" Usir Alice.
"Aku tak mau!" Ucap Nathan memeluk Alice.
"Kau kan mau mencari istri baru!! jadi pergi sana!! aku tahu aku tak cantik lagi. Dasar menyebalkan. Lepaskan aku!!" Ucap Alice memberontak.
" Sayang tapi kan kau yang duluan mengatakan akan mencari suami baru" Ucap Nathan pura-pura cemberut.
"Tapi kan aku hanya bercanda"
"Kalau kau bercanda itu berarti aku pun bercanda. Meskipun itu serius aku akan tetap setia pada mu" Ucap Nathan membuat hati Alice menghangat.
Tak terasa mereka sudah sampai di istana. Mereka langsung masuk ke istana. Banyak orang yang melihat mereka berdua menghentikan langkahnya.
Apa kah itu permaisuri?
Tapi bukankah permaisuri sudah meninggal?
Jadi siapa dia?
Beragam pertanyaan terpikirkan dalam benak mereka hanya saja mereka tak berani menanyakannya dan hanya menunduk hormat saja.
"Ayah, ibu!!" Panggil Nathan semangat ketika melihat ayah dan ibunya sedang berjalan-jalan berdua.
Kedua orang yang di panggil itu menoleh. Dan alangkah terkejutnya mereka ketika mendapati Nathan tengah tersenyum manis kearah mereka, senyuman yang dalam beberapa waktu yang lalu telah pudar. Lalu yang di ada samping Nathan semakin membuat mereka terkejut.
"Nathan!! Zania!!"
"Ayah ibu Nia ku sudah kembali" Ucap Nathan tersenyum manis.
__ADS_1
"Nathan, siapa ini? Apa mungkin ia Zania" Ucap Luisa.
"Yah ibu ini Zania. Dia adalah Nia ku" Ucap Nathan senang.
"Tapi bagaimana bisa?" Tanya Ronald penasaran.
"Ceritanya panjang" Ucap Nathan.
"Singkat kan" Ucap Ronald. Sudah menjadi kebiasannya kalau ia penasaran pasti ia akan menggali sampai akar.
Mereka pun pergi ke taman dan duduk di situ. Nathan mulai menceritakan segalanya.
"Ooo begitu rupanya!" Ucap Luisa tersenyum.
Ia kemudian memeluk Alice dengan sayang.
"Syukurlah kau telah kembali. Asal kau tahu suamimu ini sudah seperti mayat berjalan saja setiap harinya tanpa kau" Ucap Luisa di sela pelukannya.
"Oh iya Bu. Namanya bukan Zania lagi, tapi Alice." Ucap Nathan.
"Hmmm tak bisa di ganti Nathan. Karena semua orang mengenalnya sebagai Zania. Jika tiba-tiba di ganti itu akan membuat orang menjadi bingung." Ucap Ronald.
"Bagaimana sayang?" Tanya Nathan.
Alice menghela nafas berat. Inilah akibatnya kalau ia kembali, ia harus menanggung semuanya dari Hyuna dan Zania.
"Hmmm yasudah lah" Ucap Alice pasrah.
*****
Beberapa Minggu telah di lalui oleh Nathan dan Zania (Alias Alice) (Langsung kita ganti yah namanya biar kagak bingung.
Tapi mereka juga ikut senang karena dengan itu putra mahkota semakin menjadi baik dan ramah.
Bahkan putra mahkota sering turun ke pasar bersama permaisurinya untuk sekedar melihat-lihat.
*****
Hari demi hari telah di lewati, Nathan semakin di buat pusing oleh sikap Zania yang terkadang tak karuan.
Nathan kini harus sering memakan buah-buahan dan makanan bergizi lainnya yang bisa menambah darah nya.
Entah mengapa Zania semakin hari semakin rutin meminum darah. Nathan di buat kewalahan.
Bahkan Zania tak mau mencoba untuk minum darah orang lain, ia hanya mau darah Nathan saja tak mau yang lain.
Sikap Zania yang begitu agresif kadang-kadang membuat Nathan lelah, tapi ia tak mau menyerah.
"Sayang!!!!" Teriak Zania Langtang.
"Iya sayang" Ucap Nathan.
"Aku haus" Ucap Zania manja.
"Haus lagi!! tapi kau baru saja minum tadi" Ucap Nathan.
."Kau tak mau memberiku minum. Baiklah jangan pernah tampilkan wajahmu lagi di depanku!" Ucap Zania kesal.
"Baiklah baiklah"
Nathan pun mendekat membiarkan Zania menghisap darahnya dengan rakus. jujur saja ia sudah sangat lelah.
__ADS_1
Ia bukanlah peminum darah seperti yang di rumorkan. Ia hanya bergelar haus darah karena ia suka menumpahkan darah orang lain bukan untuk diminum.
"Sayang kepalaku mulai pusing" Ucap Nathan yang merasakan kepalanya pusing akibat kekurangan darah.
"Cih, hanya begitu saja sudah lemah." Ucap Zania melepaskan gigitannya.
Nathan yang mendengar itu tersenyum kecut. Istrinya ini tak tau berterima kasih. Tapi ia tetap sayang hehehe.
"Aku beristirahat dulu yah, nanti kalau sudah pulih kau boleh minum lagi" Ucap Nathan lembut lalu berbaring di samping Zania.
"Baiklah, kali ini aku melepaskan mu, tapi lain kali tidak" Ucap Zania berbaring dan memeluk erat Nathan.
Sepertinya Nathan harus membawa istrinya ke tabib.
"Aku sayang kamu suamiku"
"Aku juga sayang kamu istriku"
*****
WARNING!! HARAP DI BACA YAH.
**Hai readers✋✋✋
Author mau kasih tau nih. untuk ending novel Revenge Of The princess itu sampai pada Zania melahirkan yah. Tidak akan di sambung dengan kehidupan anak-anak nya.
Kalau readers ingin tahu kisah anak-anaknya. Author akan buatkan tapi tidak di sambungkan dengan Cerita ini.
Author akan membuat novel baru khusus anak-anaknya.
Karena jujur!!
Author gak terlalu suka kalau cerita nya di campur aduk. dan menciptakan ratusan episode yang membuat author muak menulis.
Jadi kalau readers setuju. akan author buatkan. dalam jangka beberapa hari ini, dan author akan memberi tahu kapan up nya.
Yang jelas akan terbit setelah novel ini end.
Kalau readers tidak setuju author tidak akan buat ceritanya anak-anak dari Zania.
Itu berarti author akan merilis novel baru yang ceritanya sama bergenre Romantis- Action_Fantasi.
Jadi bagaimana nih readers.
Keputusan ada di tangan para readers.
Sebagai author yang baik, Author mah iyain ajah😅
*****
Yup penasaran dengan kelanjutannya.
simak terus yah.
jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah.
Agar author makin semangat untuk update setiap hari nya
Terimakasih**
tbc
__ADS_1