
Di dalam kamar Zania
"Aaaaaa aku harus bagaimana, bagaimanaaaaaa seseorang tolong aku aaaaa"teriak Zania sambil mengacak ngacak rambutnya frustasi.
"Apa apaan ini aku dijebak, aku dijebak. hadiah istimewa itu mengapa sangat mengerikan."Gumam Zania sembari memasang wajah stress karena memikirkan pernyataan yang baru saja di ucapkan Raja Ronald di acara sebelumnya.
FLASHBACK ON
"Baiklah aku Raja Ronald akan mengumumkan kepada seluruh anggota kerajaan bahwasanya aku menyatakan Zania Alexander sebagai pemenang dari pertandingan dan berhak mendapatkan hadiah istimewa"ucap Ronald sembari tersenyum.
"Dan hadiah istimewanya adalah menikah dengan putra mahkota"ucap Raja Ronald sembari menyeringai.
"Apaaaa!!!! menikah!!!oh tidak ini adalah hal terburuk dimana istimewanya?ini tak boleh terjadi."batin Zania karena terkejut dengan keputusan sang raja.
"Oh suara, mengapa suaraku tiba tiba saja tak bisa keluar"batin Zania bingung karena suaranya yang tak bisa keluar,sedangkan raja Ronald menyeringai melihat kebisuan Zania.
"Tapi yang mulia Raja apa sebaiknya di pikirkan lagi karena putra mahkota sepertinya lebih baik menikah dengan putri dari kerajaan lain bukan dengan gadis dari rakyat biasa."Ucap salah seorang raja menentang keputusan Raja Ronald, Zania pun mengangguk menyetujui.
"Siapa kau yang berani menentang dan membantah keputusanku, katakan apa hak mu untuk membantah ku."Ucap Ronald dengan nada dingin sambil menatap tajam kearah Raja yang berani membantah keputusannya.
"Ampun yang mulia saya tidak bermaksud untuk mem."ucap Raja itu namun langsung di potong oleh raja Ronald.
"Tak ada yang bisa mengubah keputusan ku, jika kalian keberatan maka majulah kemari dan hadapi aku secara langsung dan bersiaplah hancur berkeping-keping beserta keluarga mu."ucap Ronald dengan nada mengintimidasi.
Zania yang mendengar itu tak bisa berkata apa apa dia tak mau berurusan dengan Raja Ronald karena ia tak mau menambah musuh, musuh nya yang dulu saja belum ia Brantas.
"Ka kami me mengerti yang mulia"ucap mereka serentak dengan nada gugup.
"Baiklah pernikahan akan di adakan 5 hari lagi siapkan hadiah terbaik kalian dan penampilan terbaik kalian karena aku akan memberi hadiah untuk mereka yang memiliki penampilan terbaik."ucap Ronald sembari memasang wajah datar.
Nesya yang melihat raut wajah Zania tersenyum puas untung dia tak menang dalam pertandingan itu kalau tidak ia akan menikah dengan putra mahkota yang buruk rupa itu.
Putra mahkota?? dimana dia ahhh dia sedang berbaring di tempat tidur menikmati cerita yang disampaikan Vian tentang keputusan ayahnya, dia membatalkan untuk pergi dan memilih untuk tidur bermalas-malasan.
Karena ketidak hadirannya.membuat orang orang berasumsi bahwa putra mahkota memang buruk rupa dan malu menampakan wajahnya.
Mereka sangat kasihan melihat Zania. Wanita cantik yang harus menikahi putra mahkota yang buruk rupa sungguh malang nasibnya.
FLASHBACK OFF
Di dalam kamar Zania terus merenung bagaimana nasibnya..apa dia harus kabur ah tidak itu rencana buruk.
"Aaa Hyuna tolong akuuuu hiks hiks."ucap Zania berharap ia mendapatkan solusi.
"Hei mengapa kau menangis"ucap hyuna bingung karena Zania menangisi hal yang sepele.
"Aku tak mau menikah tolong gantikan aku saja"ucap Zania frustasi.
"Hahaha apa yang kau takutkan dari menikah hah"goda Hyuna sembari tertawa.
"Hei kau tak tau yah aku menikahi pangeran buruk rupa itu mengerikan"ucap Zania frustasi
__ADS_1
"Apa kau pernah melihat wajahnya??" tanya hyuna dengan nada santai.
"Belum"jawab Zania dengan nada lemah.
"Kalau kau belum pernah melihatnya bagai mana kau bisa berasumsi bahwa dia buruk rupa"tanya Hyuna masih dengan nada santai
"Tapi banyak orang yang bilang kalau dia buruk rupa"jawab Zania
"Kau terlalu mempercayai kata orang. huffff"ucap hyuna
"Terus aku harus bagaimana."ucap Zania kembali merengek
"Yah jalani saja apa susahnya, lagi pula dengan kau menikahi putra mahkota dan menjadi permaisuri nya itu akan mempermudah mu untuk membalas dendam."ucap hyuna menyakinkan Zania
"Tapi aku takut"ucap Zania sembari merengek lagi Hyuna yang melihat sikap Zania merasa jengkel entah apa yang di takutkan nya.
"Apa yang kau takutkan "tanya Hyuna karena sudah merasa sangat kesal
"Emm itu anu haaaaa aku takut aku takut"teriak Zania frustasi
"Apa?"tanya Hyuna penasaran.
"Itu ma malam pertama aku takut itu itu sangat mengerikan"cicit Zania malu
"Puff hahaha aku kira apa tadi, haha ternyata itu yah"ucap hyuna sembari tertawa terbahak-bahak
"Hei kau bukan nya memberi solusi malah memperburuk suasana hati ku saja."ucap Zania frustasi.
"Heeiii KAU KEMBALI KAU SAUDARA KEMBAR SIALAN"teriak Zania tapi percuma Hyuna sudah menghilang.
"Aaaa bagaimana ini."ucap Zania frustasi sembari menutup matanya.
"Hmm sebaiknya aku keluar saja untuk menghirup udara segar, kalau tidak aku bisa gila"ucap Zania sembari berdiri dan keluar dari kamar.
Zania pun keluar dari kamarnya dan menuju taman yang di penuhi bunga lavender yang wangi angin malam yang dingin menerpa kulit halus Zania sunyi, yah itu lah keadaan taman tersebut dimana orang orang sudah terlelap dalam mimpi indah mereka.
Disaat Zania sedang asyik merenung tiba tiba ia merasakan ada yang sedang memperhatikannya dan itu dari arah pohon besar di dekat taman.
"Siapa itu? Keluarlah sebelum aku memenggal kepalamu" ucap Zania menatap tajam kearah pohon tersebut.
lama tak mendapat jawaban zania bergerak mendekati pohon tersebut.
"Aku bilang keluar!!!" ucap Zania geram.
"Hahaha kau sungguh galak yah"ucap orang itu sembari turun dan tertawa.
zania belum pernah melihat orang ini sebelumnya orang itu adalah seorang pria yang memakai topeng.
"Siapa kau?"tanya Zania dengan wajah datar.
"Hahaha ternyata kau orang yang begitu penasaran yah"goda pria tersebut sembari tertawa.
__ADS_1
"Jawab saja pertanyaan ku dan jangan bertele- tele siapa kau"ucap Zania sembari menatap tajam ke arah pria tersebut sedangkan pria itu hanya terkekeh geli melihat tatapan tajam dari Zania.
Merasa di abaikan Zania berinisiatif untuk menyerang ia menyerang pria itu dengan lincah sedangkan pria itu hanya mengelak tanpa ada niat untuk membalas serangan Zania.
Zania yang tak bisa mengenai pria itu sangat kesal dan marah.
"Hahahaha ternyata kau liar sekali hihihi aku sudah tidak sabar menunggu malam itu hahaha"Ucap pria itu sembari tertawa membuat Zania bingung.
"Apa maksud mu?"tanya zania menatap tajam kearah pria itu
"Maksud ku adalah kau sangat liar dan lincah aku sudah tak sabar menunggu malam itu terjadi."ucap pria itu semakin membuat Zania bingung bukan main.
"Apa maksud mu menunggu malam itu apa yang kau ingin kan, mengapa kau mengganggu ku"ucap Zania sudah mulai kesal karena pria itu terlalu bertele-tele
"Malam itu adalah malam pertama kita Zania Alexander"ucap pria itu sembari tersenyum.
zania yang mendengar kata malam pertama langsung menciut.
"Siapa kau? Apa kau."tanya Zania penasaran namun langsung di sela pria tersebut dengan tawanya.
"Hahahaha kenapa kau jadi menciut Sayang apa kau takut hm."tanya pria itu dengan nada mengejek.
"Kau tenang saja aku akan pelan pelan nantinya dan kau hanya perlu menikmatinya saja nanti" ucap pria itu dengan nada menggoda.
Zania yang mendengar kata kata vulgar dari pria itu kesal bukan main ia bersiap siap menyerang pria itu, tetapi pria itu sudah duluan menghilang.
"Eh, kemana dia"ucap Zania sambil celingak celinguk
"Kau mencari ku sayang bahkan aku baru beberapa detik menghilang mau sudah merindukan aku hahahah"Ucap pria itu sembari tertawa dari atas pohon.
"Heii turun kau akan ku hajar kau"teriak Zania kesal.
"Nanti saja menghajar ku sayang nanti waktu malam pertama kita kau bebas menghajar ku hahaha sampai berjumpa lagi sayang ku dada"ucap pria itu melambaikan tangannya dan menghilang begitu saja.
Sedangkan Zania hanya bisa mematung memikirkan kata malam pertama ia menjadi lemas apa lagi pria itu sangat menyebalkan ia sudah menerka bahwa pria itu adalah putra mahkota.
"Aaaa tolong aku HABISLAH AKU.aaaaa!!!!!"teriak Zania frustasi.
sedang kan pria itu yang masih di sana namun agak jauh dari posisi Zania terkekeh geli melihat Zania yang frustasi ia sudah tidak sabar lagi untuk segera menikah dengan Zania.
penasaran dengan kelanjutannya...
simak kelanjutan nya pada bab selanjutnya...
jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah...
typo bertebaran dimana-mana harap tenang dan bijak dalam berkomentar..
terimakasih....
tbc
__ADS_1