Revenge Of The Princess (Revisi)

Revenge Of The Princess (Revisi)
8


__ADS_3

Istana Diamond


Setelah selesai menonton pertunjukan Zania, Nathan pun pergi ke istana. Sesuai dengan perkataan nya bahwa ia akan memberikan satu syarat untuk menikah.


Saat ini ia tengah berjalan menyusuri lorong lorong di istana dengan senyum mengembang di wajahnya pelayan pelayan yang melihat itu pun sangatlah kaget dan terpesona meskipun Nathan memakai topeng, mereka dapat melihat betapa manisnya senyuman Nathan saat.Karena memang topeng yang ia pakai hanya sekedar menutup area mata sampai hidung.


Sesampainya ia di depan pintu ruang pribadi ayah nya ia segera membuka pintu di sana ia dapat melihat keluarganya sedang bercanda ria ia pun bergegas masuk dan menyapa.


"Hai semua teganya kalian tertawa tanpa aku"Sapa Nathan sembari duduk dan melepas topengnya.


"Kau kan sibuk tak ada waktu untuk tertawa bersama kami"Jawab Luisa.


"Ada angin apa kakak datang kemari biasanya kalau bukan di panggil kakak tak mau datang kemari"Tanya Lucy sembari tersenyum


"Yah aku datang kemari untuk memberikan syarat yang kemarin ku katakan "Jawab Nathan enteng.


"Oh ya katakanlah apa itu"Tanya Ronald antusias


"Yah syaratnya adalah pertandingan beladiri"Ucap Nathan dengan nada serius..


"pertandingan beladiri? Hanya itu baiklah itu bukan masalah,karena memang istrimu harus lah kuat."Jawab Ronald enteng.


"Bukan hanya pertandingan beladiri ayah aku juga ingin kalian menyertakan rakyat biasa untuk ikut berlomba bukan hanya anak bangsawan saja dan tentang hadiah nya tidak boleh ada yang membocorkan bahwa hadiahnya adalah menjadi permaisuri ku" Ucap Nathan dengan seringaian liciknya.


"Apa? Apa maksudmu Nathan? Kau hanya boleh menikah dari kalangan bangsawan saja bukan rakyat biasa ayah menyetujui tentang pertandingan itu dan menyembunyikan hadiah nya, namun tidak untuk rakyat biasa"Ucap Ronald serius menentang permintaan Nathan yang menurutnya berlebihan.


"Kalau ayah tak setuju, aku pun tak akan setuju untuk menikah lagi pula ayah sendiri yang bilang bahwa aku harus menikahi wanita yang kuat."Ucap Nathan dengan nada santai.


"Tapi percuma saja sayang, mekipun kau memperbolehkan rakyat biasa untuk ikut serta mereka pasti tak bisa melawan putri putri bangsawan itu"Ucap Luisa lembut


"Tapi, ibu kita tak boleh memandang kekuatan seseorang hanya dari status sosialnya saja bisa jadi mereka lebih kuat dari pada putri putri bangsawan itu ."Ucap Lucy membela Nathan, Nathan yang mendapat pembelaan dari Lucy pun tersenyum puas karena adiknya sangat mengerti keadaannya.


"Lagi pula akan menyenangkan kalau memang aku mempunyai kakak ipar dari kalangan rakyat biasa dari pada anak bangsawan yang menyebalkan kakak! Aku mendukung mu semangat"Ucap Lucy sembari menyemangati kakaknya.

__ADS_1


"Hmm baiklah tapi bila yang Menang adalah putri bangsawan maka kau harus menikahinya, dan tak berniat mencelakainya. dan aku juga punya persyaratan yang harus kau terima."Ucap Ronald setuju sembari memberi satu persyaratan.


"Katakan !" Ucap Nathan santai..


"Syaratnya adalah pertandingan ini bebas memakai sihir"Ucap Ronald sembari tersenyum licik.


"Baiklah itu bukan masalah"Ucap Nathan sembari berdiri


"Kalau begitu aku menyetujuinya. Pertandingan nya akan di mulai 1 Minggu lagi "Ucap Ronald


"Yah terserah, semuanya aku serahkan pada kalian saja aku pergi dulu."Ucap Nathan melenggang pergi keluar dari ruangan.


Setelah keluar dari ruangan iya segera menghampiri Vian dan memberi tau apa yang baru saja ia diskusikan bersama keluarganya.


"Vian pastikan berita pertandingan ini sampai pada gadis itu dan pastikan ia mengikutinya"Ucap Nathan


"Baiklah master semua akan saya atur " Ucap Vian patuh


"Tapi master apa anda yakin dia akan menang? Secara, banyak putri putri bangsawan yang hebat dalam beladiri dan sihir dan gadis itu kita hanya sekali melihatnya bertarung tapi tak pernah melihat ia menggunakan sihir ."Tanya Vian akan takut Nathan akan menyesal dengan keputusannya.


"Tapi kalau gadis itu kalah bagaimana master? Apa anda akan menikahi pemenangnya."Ucap Vian penasaran


"Ya tapi sebelum itu terjadi..ia sudah tak bernyawa lagi"Ucap Nathan sembari tersenyum licik Vian yang mendengarkan itu pun sudah menerka bahwa masternya akan melakukan hal tersebut sebegitu terobsesi masternya pada gadis tersebut


"Hmm pastikan gadis itu mengikutinya..kalau tidak kau akan tau akibatnya"Ucap Nathan sembari melenggang pergi


Vian pun hanya mengangguk saja dan segera pergi untuk melaksanakan tugasnya.


#K**embali ke pasar**


Setelah berhasil memenangkan pertarungan kini Zania tengah berbelanja untuk kebutuhan di rumah, ia banyak sekali membeli makanan untuk ia makan bersama kakaknya Lumi.


Setelah selesai berbelanja iapun bergegas ingin pulang, namun di tengah perjalanan ia melihat kerumunan orang ia pun penasaran apa yang terjadi di situ ia bergegas pergi untuk melihat

__ADS_1


"Pengumuman pengumuman Raja Diamond akan segera mengadakan pertandingan beladiri dan sihir yang akan di ikuti oleh putri putri bangsawan bukan hanya itu kalian rakyat biasa pun bisa mengikutinya dan menangkan hadiah sebesar 50 buah emas batang dan satu paviliun indah yang terdapat di bagian barat kerajaan Diamond dan juga akan ada hadiah spesial yang pastinya lebih besar dari pada hadiah yang tadi jika kalian berminat segera ambil formulir ini dan isi disini lalu serahkan langsung disini hari ini pertandingan akan di adakan satu minggu lagi"Ucap laki laki yang sepertinya adalah utusan dari kerajaan.


Mereka yang mendengarkan itu sangatlah tergiur dengan hadiah yang diberikan tapi meskipun hadiah yang diberikan begitu besar mereka tak mungkin bisa mengalahkan putri putri bangsawan yang terkenal kuat.


Berbeda dengan Zania matanya berbinar ketika mendengar nominal hadiah yang diberikan ditambah lagi dengan hadiah spesial, dia harus mengikutinya itulah yang di pikir kan nya.


Iapun segera maju ke depan dan meminta formulirnya lalu mengisinya.Mereka yang melihat Zania mengisi formulir pun hanya bisa berbisik-bisik namun Zania tak memperdulikannya yang penting dengan ini ia bisa menjadi kaya.


Setelah selesai mengisi formulir zunia pun langsung bergegas pergi pulang ke rumahnya dengan senyuman mengembang di wajahnya. Iya bertekad harus menang dalam pertandingan ini agar ia dapat menjadi orang kaya dan dengan mudah membalas kan dendam nya yang tertunda.


Vian yang melihat formulir yang baru saja di isi Zania pun tersenyum senang karena ia berhasil melaksanakan tugas yang di beri master nya.


Ia langsung bergegas pergi untuk menemui master nya dan memberitahu bahwa tugas yang diberikan telah selesai.


Sesampainya iya di istana iya langsung menemui master nya yang sedang duduk di ruang kerjanya.


"Master aku berhasil" Ucap vian sembari memberi formulir yang telah diisi Zania kepada Nathan.


Nathan yang melihat formulir itu pun tersenyum smirk.


"Pastikan ia tak berubah fikiran dan mengikuti pertandingan ini"Ucap Nathan sembari menyimpan formulir Zania.


" Baik master saya permisi"Ucap Vian menunduk sembari pergi dari ruangan Nathan.


Setelah kepergian Vian, Nathan kembali melihat formulir milik Zania lalu tersenyum manis.


"Zania Alexander hmmm menariknkau akan segera menjadi milik ku "Ucap Nathan sembari menyimpan lagi formulirnya dan pergi dari ruangannya.


penasaran dengan kelanjutan nya...


simak kelanjutan nya pada bab selanjutnya...


jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah...

__ADS_1


terima kasih...


tbc


__ADS_2