
Tak tak tak
Suara derap langkah kaki menggema di ruangan dalam kesunyian malam, semua orang yang ada dalam ruangan menunduk hormat pada wanita yang kini tengah berjalan menuju singasananya.
"Hormat kami yang mulai"ucap mereka serentak sembari menunduk hormat.
"Bagaimana situasi di sana"tanya wanita itu dengan suara lembut nan halus.
"Situasi aman yang mulia." ucap salah seorang dari mereka.
"Baiklah, sudah cukup bersenang senang nya! waktunya permainan di mulai"ucap wanita itu dengan aura membunuhnya membuat semua orang yang ada dalam ruangan merinding ketakutan.
"Maaf yang mulia, Apa rencana kita selanjutnya yang mulia"tanya salah satu orang dalam ruangan itu.
"Hemmm, buat kekacauan di bagian selatan kerajaan diamond, hancurkan semua ladang dan buat mereka gagal panen, bunuh semua binatang ternak penduduk, buat kerusuhan tapi jangan sampai mencolok dan mereka sampai tau kalau kalian pelakunya"ucap wanita itu sembari tersenyum licik.
"Baik yang mulia" Ucap mereka serentak dan segera meninggalkan ruangan untuk melaksanakan segera tugas mereka sebelum pagi menjelang.
Wanita yang melihat kepergian anak buahnya tersenyum menyeringai.
"SEHARUSNYA KAU SUDAH MATI SEJAK DULU, DAN SEKARANG AKU AKAN MEMBUAT MU MERASAKAN MATI SESUNGGUHNYA"ucap wanita itu sembari tertawa terbahak bahak.
Di kamar Nathan dan Zania.
Setelah kejadian ingus itu mereka pun akhirnya memilih untuk tidur, tanpa melanjutkan aktivitas apa pun.
Keduanya tertidur pulas, namun badan Zania terlihat berkeringat, urat urat tangan nya menegang sepertinya ia sedang bermimpi buruk.
Didalam mimpi
Zania sedang berjalan di taman yang indah menikmati aroma lavender kesukaannya, disaat ia sedang menikmati pemandangan yang indah, ia di kejutkan dengan suara minta tolong seorang wanita, dan ia kenal suara siapa itu.
"Nia tolong kakak, hiks hiks" ucap wanita itu yang ternyata adalah Lumi.
Zania yang mendengarkan suara kakaknya bingung, ia mencari kesana kesini namun ia tak menjumpai seorang pun di situ.
"Nia"teriak Lumi menggema di hamparan bunga membuat bunga berguguran layu.
"Kakak! kakak dimana? tanya Zania semakin bingung.
Kemudian beberapa saat muncullah seorang wanita yang ia kenali, yah itu adalah Lumi. ia muncul dengan senyuman manisnya.
zania yang melihat keberadaan Lumi langsung berlari memeluknya ia sangat merindukan Lumi. Padahal baru satu malam mereka berpisah.
__ADS_1
"Kakak! aku merindukanmu"ucap Zania lemah.
"Aku juga Nia aku sangat merindukanmu" ucap Lumi dengan wajah mulai memucat.
"Kakak, apa kakak sakit?" tanya Zania khawatir
"Aku hanya merindukan mu"ucap Lumi meneteskan air mata.
"Mengapa kakak menangis"tanya Zania kebingungan sembari menghapus air mata Lumi.
"Nia aku sangat menyayangimu, sangat. bahkan lebih dari nyawaku sendiri"Bagaikan petir menghantam jiwa Zania ketika ia mendengar perkataan Lumi, apa maksudnya.
Lama ia memandangi Lumi dan semakin lama semakin ada yang aneh pada tubuh Lumi. tubuhnya tampak mengeluarkan darah, air mata yang keluar dari bening sudah berganti menjadi darah.Hal itu sukses membuat Zania panik. ada apa ? apa yang terjadi?.
"Kakak apa yang terjadi pada mu"tanya Zania dengan wajah paniknya.
"Nia aku sangat menyayangimu"ucap Lumi sembari perlahan menghilang dalam tangisannya.
Zania yang melihat Lumi menghilang langsung mengejar, namun Lumi sudah menghilang tanpa jejak.
"Kakak!!!!!!!"teriak Zania namun tak ada seorang pun yang ada di taman tersebut*.
"KAKAK!!!"teriak Zania terbangun dari mimpi buruknya.
Ua melihat istrinya duduk dengan air mata dan wajah yang sangat pucat.
"Nia apa yang terjadi" tanya Nathan sembari mendekat dan memeluk Zania.
Zania menangis sejadi-jadinya dalam pelukan Nathan.tadi itu mimpi yang sangat buruk.
"Ada apa Nia?"tanya Nathan kembali dengan wajah panik, apa yang membuat istrinya sampai menangis di tengah malam.
"Kakak hiks hiks, aku merindukan kakak ku"ucap Zania di sela tangisannya.
"Nia, kau baru saja berpisah semalam dan ini bahkan belum pagi, mengapa kau begitu khawatir."ucap Nathan pelan untuk menenangkan Zania.
"Tapi aku bermimpi buruk tadi"ucap Zania semakin mempererat pelukannya.
"Sayang itu hanya mimpi, lagi pula itu terjadi karena kau kelelahan dan coba lihat muka mu sangat pucat, dan badan mu panas sekali."ucap Nathan sembari meraba tubuh Zania, suhu tubuhnya panas, sepertinya Zania sedang demam.
"Em itu karena wangi bunga itu"ucap Zania sembari menunjuk kelopak bunga di lantai.
"Kenapa memang nya dengan bunga itu, bukankah bunga itu wangi" ucap Nathan bingung apa yang salah dengan bunga berkelopak merah atau bunga mawar merah.
__ADS_1
"Aku alergi dengan bunga itu"ucap Zania lemah. Nathan yang mendengar itu menjadi panik, mengapa Zania tak memberi taunya.
"Sayang mengapa kau tak memberitau ku?" tanya Nathan sembari memegang pipi Zania.
"Em sudahlah, tak apa apa. aku mengantuk.oh ya besok boleh kah aku melihat kakak ku"ucap Zania pelan dengan nada memohon.
"Baiklah tapi tak boleh lama lam karena kau sedang sakit, dan juga aku akan menemanimu"ucap Nathan sembari mengelus rambut Zania.
Zania pun mengangguk setuju dan langsung berbaring untuk melanjutkan tidurnya. karena ini masih tengah malam.
Setelah Zania tertidur pulas Nathan beranjak pergi dari tempat tidur menuju pintu.
Ia membuka pintu karena tau siapa sekarang yang sedang ada di balik pintu.
"Ada apa Vian"tanya Nathan sembari menutup pintu dan menuju ke arah Vian.
"Maaf mengganggu tidur mu master, saya membawa kabar buruk"ucap Vian menatap Nathan penuh arti. Nathan yang melihat tatapan itu mengerti bahwa beritanya sangat penting. Mereka langsung pergi ke ruang kerja Nathan.
Ia dan Vian langsung menuju ruang kerja ayahnya. di sana sudah ada ayahnya yang menunggu sedari tadi.
Setelah itu mereka langsung duduk. mereka berdua bingung mengapa Vian menghubungi mereka di tengah malam.
"Ada apa Vian? " Tanya Ronald penasaran.
"Begini yang mulia, di bagian selatan kerajaan diamond, ada yang membuat keonaran dengan menghancurkan tanaman tanaman warga yang sebentar lagi akan panen dan juga banyak hewan hewan yang mati "ucap Nathan dengan nada serius.
"Siapa pelakunya"tanya Nathan penasaran.
"Saya tidak tau master,yang saya lihat mereka bukan manusia."ucap Vian
"Bukan manusia, dari mana kau tau"tanya Ronald penasaran.
"Karena saya melihat sendiri, ketika mahluk itu menghisap habis darah hewan hewan ternak hingga membuat hewan hewan itu mati dengan tubuh kurus kering "ucap Nathan merinding membayang kan apa yang baru saja dilihatnya tadi.
"Hmmm menarik! " ucap Nathan sembari tersenyum menyeringai.
penasaran dengan kelanjutan
simak kelanjutan nya pada bab selanjutnya
terimakasih ☺️
tbc
__ADS_1