Revenge Of The Princess (Revisi)

Revenge Of The Princess (Revisi)
9


__ADS_3

Setelah sampai di rumah Zania segera masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri barang barang belanjaannya tadi telah ia letak kan di dapur, setelah selesai membersihkan diri Zania langsung berpakaian dan pergi menuju dapur.


Di sana ia melihat Lumi tengah menata makanan di atas meja..ia pun bergegas menuju meja makan dan menyapa Lumi sembari tersenyum.


"Hai kakak.apa yang kakak lakukan"Sapa Zania menanyakan kegiatan apa yang dilakukan kakaknya padahal ia tahu kakak nya sedang menata makanan di meja tapi ia menanyakan itu hanya sekedar basa basi saja.


"Menyiapkan makan malam kau sudah membersihkan diri"Ucap Lumi sembari terus menata makanan dan selesai menata ia langsung menyuruh Zania duduk dan makan.


"Oh ya Nia dari mana kau mendapatkan makanan sebanyak ini"Tanya Lumi bingung dari mana Zania mendapatkan makanan sebanyak ini, mereka kan tak punya uang untuk membeli makanan ini yang terlihat sangat mahal.


"Ohh aku membeli nya kak mana mungkin aku mencurinya."Ucap Zania sembari memakan makanan nya.


"Membeli? Tapi ini makanan mahal Nia dari mana kau mendapatkan uang untuk membeli makanan mahal ini, apa kau bernyanyi di jalan lagi?"Ucap Lumi penasaran.


"Tidak! aku tidak bernyanyi di jalan lagi kak uang ini aku dapatkan dari pertandingan"ucap Zania dengan nada santai.


"Pertandingan? Pertandingan apa itu?Tanya Lumi penasaran.


"Pertandingan senam"Ucap Zania berbohong karena ia tak mungkin mengatakan kalau ia tadi sudah membunuh orang demi mendapat kan uang yah salah orang itu sendiri terlalu meremehkan nya.


"Ohh ternyata kau bisa senam juga yah lain kali ajar kan kakak yah"Ucap Lumi percaya sembari tersenyum.


"Hmm oh ya kak, apa kakak tau kalau Kerajaan Diamond mengadakan pertandingan?" tanya Zania mengalihkan pembicaraan.


"Benarkah pertandingan apa itu"Tanya Lumi penasaran.


"Pertandingan beladiri dan sihir pemenangan nya akan mendapat kan hadiah besar dan itu sangat lah menguntungkan."Ucap Zania yang matanya berbinar ketika mengingat nominal hadiah yang di berikan, belum lagi dengan hadiah spesial nya pasti lebih menggiurkan.


"Yah, walaupun hadiah nya besar tapi hadiah itu hanya untuk anak bangsawan saja kalau Kitakan rakyat biasa mana bisa kita ikut serta lagi pula kita tak mungkin mengalahkan anak anak bangsawan itu.kalaupun kita ikut serta.mereka itu sangatlah kuat"Ucap Lumi sembari membereskan meja karena mereka telah selesai makan.


"Tapi kak, Raja Diamond memperbolehkan rakyat biasa untuk ikut jadi kita harus mencobanya kak, siapa tau dengan mengikuti pertandingan ini kita bisa kaya.lagi pula aku sudah mendaftar dan tak bisa di batalkan,karena kalau dibatalkan kita harus membayar denda"Ucap Zania sembari terus memikirkan hadiah yang akan ia dapatkan.

__ADS_1


"Tapi Nia, itu berbahaya..apa lagi pasti putri putri dari kerajaan Belian akan hadir kalau mereka melihat mu bagaimana? Bisa bisa mereka akan mencelakai mu lagi. "Ucap Lumi khawatir.


"Hmm kakak tenang saja kalau itu kakak tak perlu khawatir."Ucap Zania dengan santai.


"Bagaimana kakak tidak khawatir Nia mereka itu sangatlah hebat apa lagi putri kedua Nesya dia sangatlah kuat dan kejam ia pasti akan mengikuti pertandingan ini, kau tak boleh mengikuti pertandingan ini kalau ia melihat mu ia akan mencelakai mu nanti kakak tak ingin itu terjadi hiks hiks"Ucap Lumi sembari menangis berharap Zania tak mengikut pertandingan itu.


Zania yang melihat Lumi menangis langsung memeluk Lumi untuk menenangkan kakaknya itu, ia tau kakak nya sangat khawatir padanya, tapi ia harus mengikuti pertandingan ini karena dengan pertandingan ini ia akan selangkah lebih maju untuk membalaskan dendam nya.


"Kakak, kakak tenang saja aku akan berlatih dengan giat aku janji aku tak akan terluka meskipun hanya tergores saja aku berjanji"Ucap Zania menenangkan Lumi.


"Kakak hanya perlu mendukung ku saja agar aku makin semangat"Ucap Zania sembari tersenyum.


"Berjanjilah untuk tidak terluka atau aku akan mengakhiri hidup ku saat itu juga di depan matamu"Ucap Lumi dengan tangan menghapus air mata nya.


Zania yang mendengarkan perkataan Lumi tertegun bagaimana tidak jika ia terluka maka kakaknya akan mengakhiri hidup nya dan itu tak boleh terjadi karena ia sangat menyayangi kakaknya. Tanpa di sadari air matanya pun menetes sebegitu khawatir kakaknya kepadanya sampai kakak nya mengatakan hal tersebut.


"Kakak tenang saja aku berjanji aku tak akan terluka"Ucap Zania memeluk kakaknya.


"Hahahahah kakak lupa jangan kan kekuatan rumah dalam sekejap mata saja aku bisa apa lagi kekuatan sihir itu sangatlah enteng pokonya kakak tenang saja dan semangati saja aku itu sudah cukup untuk ku."Ucap Zania menyombongkan diri sembari tertawa.


"Baiklah, kakak akan menyemangati mu.semangattt!!!" Ucap Lumi memberi semangat


Setelah lama bercakap cakap Zania dan Lumi memutuskan untuk pergi ke kamar masing-masing.


Kamar Zania


Setelah menggosok gigi dan mencuci kakinya Zania beranjak pergi untuk tidur saat berbaring ia terus memikirkan bagaimana cara ia mengalahkan mereka semua nanti apa lagi ia tak pernah menggunakan sihir sebelumnya.


"Hyuna, bagaimana cara mengunakan sihir"Tanya Zania lewat pikiran nya berharap Hyuna yang cuek itu mau menjawab pertanyaan nya.


"Gampang saja, kau hanya perlu pusatkan pikiran mu dengan apa yang ingin kau keluarkan lewat sihir mu dan sisanya aku akan membantumu nanti."Jawab Hyuna.

__ADS_1


"Apa kau yakin aku akan menang"Tanya Zania.


"Hahahah tentu saja mereka semua tak ada apa apanya jika dibandingkan dengan kekuatan ku jadi kau tak perlu khawatir hanya perlu jalankan dan aku akan membantu mengarahkan yang penting kau harus terus berlatih agar kau tak kaku saat melakukanya."Ucap hyuna.


"Contohnya, bisa kau beri contoh dari sihir mu."Ucap Zania penasaran.


"Coba sekarang kau tutup mata mu lalu pikirkan apa yang ingin kau keluarkan minsalnya seperti air,api, angin pedang es.api, dan lain lain yang kau inginkan, pusatkan pikiran mu pada benda ataupun kekuatan apa yang ingin kau keluarkan"Jelas Hyuna


"Emm, baiklah"Ucap Zania sembari menutup mata nya.


Setelah lama menutup mata tak ada yang terjadi, Hyuna yang melihat itu pun merasa aneh.mengapa tidak terjadi sesuatu, padahal sihirnya tak pernah gagal apa yang terjadi?.


"Zania, Zania, apa yang kau pikirkan? Mengapa tak terjadi sesuatu?"Tanya Hyuna penasaran sebenarnya apa yang diinginkan Zania.


Lama tak mendapat respon dari Zania akhirnya Hyuna mengerti letak kesalahannya,


ternyata Zania sudah tertidur, karena terdengar sedikit dengkuran, yang membuktikan bahwa ia sudah dalam alam bawah sadar.


Hyuna yang melihat itu pun hanya bisa menghela nafas berat bagai mana tidak Zania tadi sangat ingin melihat kekuatannya giliran di suruh tutup mata ehh malah tertidur, untung tidak menutup mata selamanya.


Ia pun membiarkan saja Zania tertidur agar dapat mengumpulkan banyak tenaga untuk besok, karena besok ia akan melatih Zania untuk menggunakan sihir, dan latihan itu sangat membutuhkan tenaga ekstra.


yup.. penasaran dengan kelanjutan nya


simak kelanjutan nya pada bab selanjutnya..


jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah..


terimakasih


tbc

__ADS_1


__ADS_2