Revenge Of The Princess (Revisi)

Revenge Of The Princess (Revisi)
33


__ADS_3

"Niaaa!!!" Teriak Nathan. Ia jatuh berlutut lemas melihat orang yang sangat ia cintai terbaring kaku.


Bodoh!! ia merutuki dirinya sendiri yang sangat lemah, untuk melindungi istrinya saja ia tak bisa.


"Hahaha ouhhh ini sungguh drama yang menyedihkan, aku sangat terharu hahaha" Ucap Lumi sembari tertawa mengejek.


"Kau!! bukannya kau adalah kakaknya mengapa kau tega membunuh adik mu sendiri?" Tanya Lucy yang memegang bahu kakaknya untuk menenangkan Nathan.


"Hehehe kakak? yah tubuh ini memang milik kakaknya tapi yang menempati tubuh ini bukan kakaknya lagi. Lagi pula mereka itu bukan saudara kandung, mereka hanyalah sebatas tuan dan nyonya saja" Ucap Lumi santai. Hal tersebut membuat mereka terkejut, kalau itu bukan Lumi dimana Lumi yang sebenarnya?.


"Kalian pasti bertanya dimana si pemilik tubuh ini? Seharusnya aku mengatakan sebelum wanita sialan ini mati!" Ucap Lumi sembari menginjak belati yang tertancap di tubuh Zania hingga belati itu semakin dalam menusuk tubuh Zania.


"Jauhkan tubuhmu dari istriku!!!" Teriak Nathan.


"Hahahaha baiklah" ucapnya sembari menjauh.


"Tak ku sangka kau begitu tampan putra mahkota, aku jadi tertarik untuk memilikimu" Ucap Lumi sembari tersenyum genit.


"Cuih, meskipun di dunia ini hanya ada kau, aku tetap tak akan mau dengan dirimu yang menjijikan itu" Ucap Nathan geram dengan nada jijik.


"Hahaha benarkah? sebegitu cintanya dirimu pada wanita sialan ini"


"Sebenarnya apa masalah mu dengan kakak ipar hah?" Tanya Lucy mengubah topik pembicaraan.


"Pertanyaan yang bagus"


"Aku hanya tak suka kalau wanita ini hidup, hanya itu saja " Ucap Lumi santai.


"Kau sudah membunuh kakak ipar sekarang buka dinding ini dan pergilah sebelum kau menyesal akan hal itu" Ucap Lucy geram.


"Pergi?"


"Aku akan pergi bersama dengan mayat kakak ipar mu ini, karena tujuanku adalah membunuh dan melenyapkan tubuhnya" Ucap Lumi menyeringai licik.


"Dasar wanita menjijikan, kalau kau berani buka dinding ini dan lawan kami secara langsung bukan hanya bisa berlindung di balik dinding saja, pengecut" Tantang Lucy.


"Hahaha bocah sepertimu mau melawan ku, itu hanya buang-buang waktu ku saja"


"Kenapa? apa kau takut?"


"Tentu tidak, tapi asal kau tau aku tak mau membuang energi ku untuk melawan kalian, karena aku akan membutuhkan energi yang besar untuk menghancurkan tubuh wanita sialan ini agar ia tak hidup lagi" Ucap Lumi.


"Banyak alasan, bilang saja kalau kau takut. Kau hanya bisa berlindung di balik dinding itu dan segala antek-antek mu." Ucap Lucy mengejek.


"Hahaha aku tak peduli apa pendapatmu, karena tujuan ku hanya satu yaitu menghancurkan wanita sialan ini"

__ADS_1


Lumi bergerak mendekat pada tubuh Zania yang terbaring kaku, ia menyeringai puas melihat wajah pucat Zania.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Nathan melihat Lumi mendekat dan ingin membawa tubuh Zania.


"Melaksanakan kewajiban ku"


"Letakkan di situ tubuh istriku, apa kau tidak puas sudah membunuhnya dan sekarang kau ingin mengambil jasadnya" Ucap Nathan frustasi.


"Kau tenang saja, setelah aku selesai dengan kewajiban ku, akan ku kembalikan jasad istri tercintamu. Tapi tidak utuh hahahaha" Ucap Lumi tersenyum mengejek.


"Kecuali dengan satu syarat, aku tidak akan membawa jasad istrimu ini" Ucap Lumi tersenyum licik.


"Syarat? apa itu?" tanya Lucy


"Putra mahkota harus berlutut dan memohon agar aku tak membawa jasad istrinya." Ucap Lumi lantang.


Semua orang terkejut mendengar syarat itu, apa putra mahkota akan berlutut dan memohon?.


Nathan tak punya pilihan lain, ia sudah kehilangan istrinya. Ia tak mau sampai kehilangan jasad istrinya.


Lemah. Satu kata yang cocok padanya, tapi apa boleh buat, ia juga manusia yang punya titik kelemahan. Tak selamanya ia kuat dan bisa memberantas musuh.


Nathan kini memilih berlutut dengan tatapan kosongnya, tangannya gemetar karena memikirkan istrinya yang sudah tidak ada di sampingnya mulai sekarang.


"Aku putra mahkota kerajaan Diamond memohon agar kau tak mengambil jasad istriku !" Ucap Nathan lemah.


"Hahahaha, baiklah, baiklah. Aku tak akan mengambil jasad istrimu." Ucap Lumi menyeringai licik.


"Robert!!!! bawa pergi tubuh wanita ini sekarang!!" Perintah Lumi yang di angguki oleh Robert.


"Apa apaan ini, kau sudah berjanji untuk tidak mengambil nya tapi mengapa kau tetap mengambilnya juga." Tukas Nathan berdiri.


"Aku bilang tadi, kalau kau berlutut dan memohon agar aku tidak mengambil jasad istrimu, dan aku mengabulkannya.


Apa masalahnya sekarang" Tanya Lumi pura-pura bingung.


"Tapi kau menyuruh anak buah mu untuk mengambilnya, itu sama saja!" Ucap Lucy.


"Itu tak sama bocah, aku sudah bilang aku tak akan membawanya, tapi aku tak bilang kalau anak buah ku juga tak bisa membawanya. Lagi pula persyaratannya kalau ia mau berlutut, aku tak akan membawa jasad istrinya, tapi aku bisa memerintahkan anak buah ku untuk mengambilnya. Asalkan bukan aku yang membawanya. Hahaha mengerti?" ucap Lumi tertawa mengejek.


"Dasar wanita licik!!" Teriak Lucy geram.


"Aku tak peduli"


Robert mendekat pada tubuh Zania, berniat untuk menjalankan tugasnya. Tapi tiba-tiba angin kencang berhembus kabut hitam muncul . Dalam hitungan detik, dinding pembatas itu pecah.

__ADS_1


Semua orang terkejut termaksud Lumi dan juga Nathan. Siapa yang melakukan ini?


Hawa dingin menyeruak di ruangan itu yang membuat tubuh mereka bergidik ngeri.


Aroma darah tercium dimana-mana.


Lumi yang merasakan itu menjadi tegang. Ia tau siapa yang memiliki aroma ini, bukan hanya ia yang tegang, antek-antek nya juga merasa ketakutan karena mereka tau siapa yang memiliki aura seperti ini.


Ini tak boleh terjadi! Ia harus segera melenyapkan tubuh wanita itu sekarang juga.


Ia mengeluarkan pedangnya dan berjalan kearah Zania. Nathan yang melihat itu tak akan membiarkan hal itu terjadi, ia berlari mendekat pada zania.


Lumi semakin dekat, ia mengangkat pedangnya tinggi dan ingin menancapkan pedang itu. Namun Nathan sudah ada di dekatnya dan menahan pedang itu, ia mendorong Lumi dengan kekuatannya hingga membuat Lumi terpental jauh dan terbentur di dinding.


Lumi terpental hingga terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah. Ia berdiri dan berniat menyerang balik Nathan. Tapi tatapannya tertuju pada sesosok wanita yang ada di belakang Nathan yang membuat ia menjadi tegang.


Nathan yang melihat Lumi seperti orang yang sedang panik pun menjadi heran. Ia tak menyadari apa yang ada di belakangnya sekarang.


Semua orang tampak terkejut melihat sosok itu yang kini tengah berdiri di belakang Nathan.


Nathan berbalik untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Ia membulatkan matanya melihat sesosok wanita yang berdiri di depannya.


Mata hitam yang tajam, aura hitam yang kuat. Bau darah yang kental. Itu bukan Nia nya.


Siapa dia? Mengapa wajah nya sama dengan Nia nya? Ia mencari letak tubuh Zania tapi ia tak menemukannya.


Ia menatap kembali wanita yang ada di hadapannya.


Lumi menelan ludah nya kasar, tapi ia tak akan takut lagi. Ia sudah punya rencana yang matang, jadi ia bisa sedikit tenang. Hanya sedikit.


"Siapa kau? " Tanya Nathan penasaran.


Wanita itu menatap Nathan dengan tatapan tajamnya, kemudian ia tersenyum.


"HYUNA"


***


Yuhu.. penasaran??


Simak kelanjutan nya pada bab selanjutnya


jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah ☺️


Agar author makin semangat untuk update setiap hari nya..

__ADS_1


Terimakasih


tbc


__ADS_2