Revenge Of The Princess (Revisi)

Revenge Of The Princess (Revisi)
38


__ADS_3

Malam sudah berganti menjadi pagi yang sejuk nan tenang, semua orang sibuk dengan kegiatannya masing-masing, tapi tidak bagi dua insan yang masih terlelap sambil berpelukan sepanjang malam.


"Ooohaiii. Hmmm" Gumam Zania menguap.


"Sayang ayo bangun!! Aku haus" Ucap Zania menggoncang-goncang tubuh Nathan.


"Hmmm sebentar lagi sayang, aku masih mengantuk" Ucap Nathan kembali tidur.


"Aaaaa cepat aku haus"Ucap Zania manja.


"Minum saja!"


"Baiklah"


Zania langsung menggigit leher Nathan membuat Nathan terkejut hebat karena merasakan perih yang sangat kuat.


"Sa sayang!" Ucap Nathan.


"Mengapa kau mengigit ku?"


Zania melepaskan gigitannya, sarapannya jadi terganggu.


"Ck, kan kau sendiri yang menyuruh ku untuk minum" Ucap Zania kesal karena sarapannya terganggu.


"Oh tapi kau mengigit ku secara tiba-tiba" Ucap Nathan.


"Cih, menyebalkan" Ucap Zania berlalu pergi ke kamar mandi.


Nathan hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku istrinya itu, sepertinya ia harus benar-benar membawa Zania ke tabib.


Nathan masuk ke kamar mandi menyusul Zania. Di dalam sana Zania tengah mengguyur badannya dengan air sambil meloncat-loncat ria.


Nathan hanya bisa menghela nafas berat, kali ini ia harus memangil tabib untuk memastikan istrinya ini kerasukan atau sudah gila. Ih kejam, mengatakan istrinya sendiri gila. Tapi tak mengapa kan ia tak mendengarnya hehehe.


Nathan mendekat dan memeluk Zania yang sedang berputar-putar sambil bernyanyi.


"Sayang!" Panggil Nathan memeluk Zania.


"Apa"Jawab Zania lembut sambil menoleh kearah Nathan dan membalas pelukannya dengan erat.


Eh bukankah istrinya tadi sedang kesal mengapa sekarang sudah berubah. Ck Ck ini benar-benar harus di periksa.


"Ayo mandi bersama!" Ucap Nathan manja, kan kesempatan bisa mandi sambil peluk-pelukan. Hehehe


"Ayo"Ucap Zania mengangguk lucu.


"Hehehe. kau akan menyesal karena setuju" Batin Nathan.


Ritual mandi yang seharusnya tidak terlalu lama menjadi lama. Bagaimana tidak Nathan terus mensabuni istrinya walau tubuh Zania sudah bersih. Ia bahkan memijit-mijit punggung Zania dan sesekali mengecup mesra.

__ADS_1


Zania yang di perlakukan seperti itu acuh tak acuh, kalau badan nya terkena sabun lagi ia akan menyiram tanpa protes.


Setelah ritual mandi selesai mereka berdua langsung berpakaian.


"Sayang hari ini kau harus di periksa oleh tabib yah!" Ucap Nathan di sela ia memakai pakaiannya.


"Haaaaa aku tak mau" Rengek Zania.


"Tapi kau ha..ru..s"Ucap Nathan pelan ketika ia berbalik sudah tak mendapatkan istrinya lagi.


Nathan memegangi dadanya. Sabar, sabar, sebagai suami yang baik harus sabar menghadapi tingkah laku istri tercintanya.


Ck, tak mau ke tabib yah. Baiklah aku akan menangkap mu dan menyeret mu, apapun yang terjadi kau harus ke tabib. Karena aku sudah pusing menghadapi tingkah mu yang aneh, jadi istriku bersembunyi lah dengan baik agar aku sulit menemukan mu. Tunggu aku hahahaha.


*****


Setelah berhasil kabur, kini Zania tengah berjalan-jalan. Ia harus menghindar dari Nathan agar tak ke tabib.


Zania melihat 4 orang putri dari kerajaan lain beserta pelayan pribadi mereka.


Ia kemudian menyelinap mendekat, ia penasaran dengan apa yang sedang di perbincangkan.


"Hai kalian tahu permaisuri dari putra mahkota ternyata masih hidup dan sekarang sudah kembali"Ucap putri 2.


"Yah, kalau begitu kita akan sulit untuk mendekatinya." Ucap putri 4 kecewa.


"Hahaha kau tenang saja, tak akan ada yang bisa menolak kecantikan ku. Pasti aku bisa merebutnya." Ucap putri 1 dengan percaya diri.


"Yah, aku juga mendengar berita itu. Bahkan saudari dari permaisuri saja pernah di penggal" Ucap putri 2 bergidik ngeri.


"Itu karena wanita itu bodoh dan aku adalah gadis jenius yang sudah terkenal dimana-mana." Ucap putri 1 bernama Meira dari kerajaan Angin.


"Hmmm terserah kau saja! Kami tak ingin ikut campur".


Zania yang mendengar itu semua menjadi kesal. Ternyata kejadian sebelumnya tidak di jadikan pembelajaran untuk mereka.


Ia berjalan menghampiri wanita-wanita itu. Ketika melihat Zania muncul di hadapan mereka, mereka langsung berhenti berjalan dan menunduk hormat dan memberi salam. Tapi tidak bagi Meira.


Zania yang melihat itu menjadi kesal, entah mengapa belakangan ini ia mudah kesal.


"Hei kau!! Apa kau tak punya sopan santun?" Ucap Zania tajam.


"Untuk apa, apa aku harus menunduk hormat pada rakyat biasa?" Ucap Meira sombong.


"Cih, terlalu sombong." Ucap Zania muak.


"Lalu mengapa kalau aku sombong, aku kan putri dari kerajaan, bukan sepertimu rakyat biasa yang mencoba menjadi seorang ratu" Ucap Meira tersenyum mengejek.


"Hahaha. Kau tau sekarang tangan ku sedang gatal. Entah mengapa aku ingin memegang pisau dan melihat darah dari tubuh seseorang lalu meminumnya" Ucap Zania horor dengan mata yang menghitam.

__ADS_1


Semua orang bergidik ngeri mendengar kata-kata Zania, bahkan Meira sempat menelan ludahnya kasar.


"Aku dengar tadi pembicaraan kalian, dan kau ingin mencoba merebut suamiku yah." Ucap Zania mengeluarkan belatinya. Lalu


Jleb..


Zania menusuk jarinya hingga mengeluarkan darah, ia menghisap darah dari jarinya itu. Semua orang benar-benar takut.


"Ka kalau iya mengapa a apa kau takut aku akan mengalahkan mu?" Ucap Meira terbata-bata.


"Hahaha takut, sejak kapan aku takut. Sepertinya ini kurang aku ingin darah lebih. Siapa yang ingin menyumbangkan darahnya?" Ucap Zania menjilati bibirnya yang terdapat sisa-sisa darah yang tadi.


"Monster!! Kau itu monster" Ucap Meira gugup.


"Kalau kau tau aku monster, maka berhati-hatilah. Karena aku akan memadai mu dan mendatangimu untuk mendapatkan apa yang aku mau hahaha"


Orang-orang ketakutan, mereka tak akan mencari-cari masalah dengan permaisuri itu.


"Aku tak ta takut" Ucap Meira tetap bersikukuh.


"Hahaha tak takut? Tapi nada suaramu gugup. Sungguh lucu" Ucap Zania memanasi keadaan dan berhasil membuat Meira kesal.


"Mengapa? apa kau kesal, ayo!! ayo kemari biar ku hisap darah mu sampai habis." Ucap Zania mengeluarkan taringnya.


Seketika nyali Meira menciut, Zania hanya tersenyum mengejek saja.


"Hah sudah kuduga kau takut. Aku hanya membuang-buang waktu saja! Lebih baik aku pergi."


"Dan ingat pesan ku! Jangan coba-coba mendekati suamiku, kalau tidak ajal mu akan mendekat juga, meski kau putri kerjaan terbesar sekalipun." Ucap Zania melangkah hendak pergi.


Baru beberapa langkah berjalan, tiba-tiba suara teriakan seseorang membuat semua orang berbalik untuk melihat.


"Zaniaaaaaa!!! Cepat kemari" Teriak Nathan.


Zania menelan ludah kasar, ia harus kabur, harus.


Ia tak mau ke tabib.


"Matilah aku. Lariiiiiiiiii"


.******


yuhu.. penasaran ?


Simak terus yah


jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah ☺️


agar author makin semangat untuk update setiap hari nya ☺️

__ADS_1


terimakasih


tbc


__ADS_2