
"Nathan"panggil Zania
"Iya sayang" sahut Nathan
"Pelan pelan yah" Zania
"iya" Nathan
"Nathan itu apa" Zania
"Ini! Buat nusuk sayang" Nathan
"Sakit enggak" Zania
"Hanya sebentar, nanti juga enakan " Nathan
"Hei! mengapa di tekan " Zania
"Menggemaskan" Nathan.
" Apanya yang menggemaskan" Zania
"Itu nya!" Nathan.
"Ah jangan di tekan terus, buruan di tusuk" Zania
"Iya sayang, mengapa kau tak sabaran, katanya pelan pelan aja". Nathan
"Iya tapi aku sudah tidak tahan lagi " Zania
"Iya sabar sayang, aku mulai yah." Nathan.
"Auw Nathan pelan pelan hiks hiks" Zania
"Iya sayang ini juga sudah pelan pelan" Nathan.
"Nathan!!!! sakit hiks hiks" Zania
"Tahan sayang sebentar lagi" Nathan
" Nathan berdarah" Zania
"Yah, memang seperti itu sayang" Nathan.
"Hiks hiks Nathan, perih!!!" Zania
"Iya tahan sayang, sebentar lagi" Nathan.
"Nathan lubangnya besar sekali" Zania
"Iya sayang, kan sudah di tusuk makanya besar" Nathan
"Nathan!!!!!!!" zania
"Iya sayangku, ini sudah selesai"
"Hiks hiks mengapa lama sekali" Zania.
"Katanya tadi pelan pelan" Nathan.
__ADS_1
" Sekarang bagaimana? sudah enakan belum" Nathan.
"Kau jahat" Zania.
"Hei kurang baik apa suamimu ini? aku sudah melakukannya pelan pelan
"Tapi sakit!!". Zania
"Tapi kan sekarang udah enakan." Nathan
"Tapi berlubang" Zania
"Yah namanya juga jerawat, kalau di tusuk memang berlubang sayang" Nathan.
"Sekarang aku sudah tak cantik lagi" Zania
"Walaupun wajahmu seperti bulan yang berlubang-lubang aku tetap mencintai mu" Ucap Nathan sambil tersenyum genit.
"Nathan aku mencintaimu" Zania sembari memeluk.
"Aku membencimu" Nathan
"Apaa!!!! " Zania
" Tapi bohong hahahaha" ucap Nathan sembari tertawa dan berbaring di ranjang.
"Kau menyebalkan" ucap Zania sembari naik keatas tubuh Nathan dengan posisi tengkurap.
"Aku mencintaimu Nia, sangat mencintaimu" Ucap Nathan sembari mengelus rambut Zania.
"Nathan, jika suatu hari nanti ada wanita yang lebih cantik dari ku, apa kau akan meninggalkanku" tanya Zania sembari mengelus dada bidang Nathan.
"Hahahaha, pertanyaan macam apa itu." Tanya Nathan sembari tertawa.
"Nia, coba kau lihat ayah ku, dia juga seorang raja tapi istrinya cuma satu dan itu adalah ibu ku, yang sekarang menjadi ibu mu juga"
"Banyak wanita wanita bangsawan yang mencoba mendekati ayah ku dengan berbagai pesona, berharap ayah akan tertarik menjadikan mereka istri atau seorang selir, tapi ayah ku tak menghiraukan mereka, dimatanya hanya ibu wanita yang paling sempurna sedangkan wanita lain hanyalah daun kering semata."
"Jadi, karena aku ini anak dari seorang laki laki yang setia dengan satu wanita, jadi aku juga memiliki gen itu yang menjadikan aku seorang lelaki setia seperti ayah ku." ucap Nathan sembari mencium kepala Zania.
zania yang mendengar perkataan Nathan menjadi terharu, semoga saja yang Nathan katakan benar.
"Nathan boleh aku bercerita" ucap Zania
"Cerita lah sayang aku akan mendengarkannya." ucap Nathan.
"Nathan, kalau aku katakan aku sudah mati sebelumnya apa kau percaya" Tanya Zania mendongak kan kepalanya menatap lekat mata Nathan
"Entahlah" ucap Nathan sembari mengelus pipi Zania.
"Kalau aku katakan bahwa aku sudah mati dan aku hidup lagi menempati tubuh yang sekarang ada di hadapan mu, apa kau percaya" ucap Zania. Nathan yang mendengar penuturan Zania menatap lekat mata Zania mencari sebuah kebohongan atau hanya bercanda tapi nihil.
Nathan kemudian tersenyum hangat sambil terus mengelus pipi Zania.
"Nia, apa pun diri mu aku tak peduli. Yang penting kau ada di sini. Siapapun kau di masa lalu atau apapun itu aku tak peduli. Aku akan tetap mencintaimu, yang tak bisa aku terima dari mu adalah kau pergi dari sisiku. Jadi tetaplah seperti ini menjadi dirimu sendiri meski tubuh ini milik orang lain."ucap Nathan sembari memeluk erat Zania.
"Nathan, terimakasih hiks hiks" Ucap Zania sembari menangis terharu.
"Apapun untuk mu sayang. Sayangku sepertinya kau nyaman sekali tidur di atas ku tanpa memikirkan adik kecil ku yang sudah menegang" ucap Nathan tersenyum mesum.
__ADS_1
Zania yang mendengar itu pun langsung bangkit dengan pipi merona.
"Hei mengapa kau malu" tanya Nathan Dudu menghadap Zania. sedangkan Zania menggeleng-gelengkan kepalanya malu.
"Hahahahaha"tawa Nathan menggelegar
"Mengapa kau tertawa" tanya Zania cemberut.
"Aku sangat suka kau seperti itu hehehe"ucap Nathan terkekeh geli
"Seperti apa maksud mu" ucap Zania bingung.
"Seperti itu! aku suka ketika kau sedang malu malu kambing" ucap Nathan sembari terkekeh
"Apa!!! kambing, kenapa tidak kucing. Biasanya kan malu-malu kucing bukan kambing" ucap Zania kesal.
"Tapi kau tak seperti kucing sayang, kau itu seperti kambing" ucap Nathan sembari tersenyum geli
"Ihh kau menyebalkan" ucap Zania cemberut.
"Hahaha tapi memang benar sayang, kau itu seperti kambing."ucap Nathan tertawa terbahak-bahak.
"Mengapa aku seperti kambing, memang wajah ku jelek yah" ucap Zania dengan raut wajah sedih.
"Hahaha kau cantik sayang ku, hanya saja sifat mu seperti kambing, jarang mandi. contohnya saja malam ini, kau bahkan hanya membasuh wajah mu saja. kau itu sama seperti kambing malas mandi." ucap Nathan membuat Zania semakin malu. Memang benar ia tak mandi tadi, tapi dari mana Nathan tau apa dia bau.
"Apa aku bau?" tanya Zania menciumi aroma tubuhnya.
"Hahaha, meski kau tak mandi seminggu pun kau tetap wangi dan aku tetap mencintaimu" ucap Nathan.
"Jadi istriku tersayang, apa boleh suami mu ini mendapat kan jatahnya sekarang" ucap Nathan sembari memeluk Zania.
Zania yang mendengar itu mengangguk malu. Sedangkan Nathan yang mendapat kan anggukan pun tersenyum puas. Ia pastikan istrinya tak bisa berjalan besok hahahahaha.
(Selanjutnya hanya Nathan, Zania, dan Author yang tau. Bagi readers Yang penasaran silahkan menikah terlebih dahulu😅 yang jomblo diam aja, {kayak author}.)
***
Prangggg
"Dasar tidak berguna!!" teriak seorang wanita menggema dalam ruangan yang membuat orang-orang yang ada di dalam ketakutan.
"Maafkan kami yang mulia, kami sudah melakukan perintah yang mulia. Kami sudah memporak porandakan bagian selatan dan timur Kerajaan Diamond. Tapi ketika pagi semuanya menjadi kembali seperti semula." Ucap salah satu dari mereka.
"Baiklah, kalau begitu rencana B" Ucap wanita itu
"Kapan itu dimulai yang mulia" tanyanya.
"Ketika jamuan makan kerajaan" ucap wanita itu sembari tersenyum licik.
"Baik yang mulia" ucap mereka.
"BERSIAPLAH UNTUK KEMATIAN MU YANG TERTUNDA" ucapnya menyeringai
***
penasaran? simak kelanjutan nya pada bab selanjutnya.
jangan lupa vote dan tinggalkan jejakyah.
__ADS_1
Terimakasih
tbc