Revenge Of The Princess (Revisi)

Revenge Of The Princess (Revisi)
23


__ADS_3

Pagi,siang sore sudah berganti menjadi malam, semua orang sudah berada di tempat peristirahatan masing-masing.


Begitu juga dengan Nathan dan Zania yang kini tengah ada di dalam kamar.


Zania kini sedang duduk di ranjang menunggu Nathan yang sedang ada di kamar mandi untuk membersihkan diri.


Zania kini sedang berfikir bagaimana ia akan membalas dendam terhadap keluarga kerajaan Belian.


Ia bisa saja langsung memberikan ukiran legenda nya, hanya saja itu terlalu mudah bagi mereka. Ia harus membuat mereka malu terlebih dahulu, lalu membuat mereka mengakui semua kesalahan mereka, setelah itu membuat mereka mendapatkan hukuman berat bahkan lebih berat dari hukuman yang ia terima dulu. Selepas itu baru ia akan memberikan ukiran legenda itu hahahaha.


Tapi bagaimana caranya ia membuat mereka mengakuinya yah.


"*Hyuna, menurutmu bagaimana cara membuat mereka mengakuinya" tanya Zania.


"Hahaha itu sangat gampang" ucap Hyuna tertawa enteng.


"Bagaimana caranya?" Tanya Zania.


"Caranya adalah *************" jelas Hyuna(sengaja di sensor yah biar jadi kejutan :)


"Oh benarkah, itu sangat gampang, baiklah hahahaha" ucap Zania tertawa senang*.


Nathan kini sudah selesai membersihkan diri dan keluar dari kamar mandi.


Ketika ia keluar dari kamar mandi ia mendapati Zania sedang melamun dan senyum senyum sendiri. Ada apa dengan istrinya itu?.


"Nia" panggil Nathan sembari berjalan mendekat. Ia melihat Zania masih melamun dan senyum senyum sendiri dan tidak menjawab panggilannya.


"Nia!!!!" Teriak Nathan sembari mengguncang tubuh Zania.


Zania yang tubuhnya diguncang pun sadar. Ia langsung melihat Nathan yang kini berada tepat di depan nya dengan bertelanjang dada, ia yang melihat dada bidang Nathan menjadi malu.


Ia mengingat kejadian malam itu ketika mereka skidipappap.


Wajahnya memerah saat mengingat kejadian malam itu.


Nathan yang melihat wajah merah Zania menjadi bingung, ada apa dengan istrinya ini sebenarnya?.


Pertama istrinya melamun dan senyum senyum sendiri dan kini wajahnya memerah dengan tampilan senyuman malu malu kucing. Ia menjadi bingung dengan sikap istrinya ini.


Nathan pun kembali mengguncang tubuh Zania.


"Zaniaaaaaa!!!!!" Teriak Nathan tepat di telinga Zania membuat zania terlonjak kaget dan langsung berdiri.


"Ada apa, ada apa." Tanya Zania panik.


"Apanya yang ada apa? Kau itu kenapa sih sayang?" Tanya Nathan.

__ADS_1


"Aku? Memang nya mengapa ?" tanya Zania bingung.


"Kau itu dari tadi melamun saja, setelah itu senyum senyum sendiri. Ada apa dengan mu apa yang sedang kau bayangkan?. tanya Nathan heran.


"Oh hehehe tidak ada, ayo kita tidur sayang aku sangat lelah" ajak Zania.


"Tapi aku mau jatah malam ini" ucap Nathan dengan nada manja.


"Hmmm baiklah tapi hanya sebentar saja yah" Ucap Zania. Nathan yang mendapatkan lampu hijau pun tersenyum cerah.


Dan terjadilah penyatuan kedua insan yang saling mencintai.


🌹🌺🌹


Keesokan harinya


Nesya dan Maria kini tengah jalan jalan pagi menikmati aroma wangi dari bunga lavender. Sebenarnya mereka heran mengapa istana ini dominan sekali dengan bunga lavender.


Ketika mereka sedang berjalan jalan santai, Nesya melihat putra mahkota sedang berjalan jalan sendiri dengan santai.


Nesya yang melihat itu sungguh terpesona, putra mahkota semakin hari semakin tampan saja.


Ia pun berinisiatif untuk mendekat, ia harus berusaha sedikit lebih keras agar ia bisa memiliki putra mahkota.


Ia dan Maria pun berjalan mendekat pada Nathan, sesampainya di depan Nathan mereka langsung memberi salam.


"Salam putra mahkota" Ucap mereka serentak.


"Anda sedang apa yang mulia, apa kami mengganggu anda?" tanya Nesya dengan nada sopan dan lembut.


"Apa setiap kegiatan ku harus kulaporkan pada kalian?" Ucap Nathan sembari mengangkat sebelah alisnya.


"Tidak yang mulia, maaf kan kami yang sudah lancang" Ucap Nesya takut dengan aura mengintimidasi Nathan.


Sedangkan di ujung sana ada Zania yang kini sedang tertawa mengejek melihat kedua wanita itu yang di abaikan oleh Nathan.


Sepertinya aku punya ide, hahahaha


Zania pun berjalan mendekat pada Nathan dan kedua wanita itu.


"Sayang!!!!!" Panggil Zania sembari tersenyum riang, Nathan yang mendengar pangilan itu langsung berbalik dan tersenyum manis.


Sedangkan Nesya dan ibunya Maria yang melihat Nathan tersenyum langsung melihat kearah Zania yang kini tengah berjalan setengah berlari sambil merentangkan tangannya.


Yah Zania masih menggunakan sihir penyamarannya agar keluarga kerajaan Belian tak mengenalinya.


Nathan yang melihat Zania merentangkan tangannya langsung tersenyum geli dan merentangkan juga tangannya.

__ADS_1


Dan akhirnya merekapun berpelukan mesra membuat Nesya menjadi kesal dan marah.


Yah itulah tujuan Zania, ia ingin membuat kedua wanita itu kesal.


"Sayang apa yang kau lakukan disini" Tanya Zania dengan nada manja.


"Hanya berjalan jalan saja tak lebih" ucap Nathan sembari mencium kepala Zania.


Nesya dan Maria yang melihat itu menjadi kesal, bisa bisanya kedua orang itu bermesraan di depan mereka.


"Ehem" Dehem Nesya sembari melirik tajam kearah kedua insan tersebut, rapatnya pada zania.


"Oh, ternyata ada putri dan selir dari kerajaan Belian, salam " Ucap Zania hormat sembari menunduk. Tapi tak dibalas oleh kedua orang tersebut, dan itulah yang diharapkan oleh Zania.


Nathan yang melihat istrinya menunduk menjadi kesal terlebih lagi ketika kedua wanita itu tak membalas salam Zania ia sangat murka.


"Apa kalian tak punya tata krama, apa seperti ini sopan santun dari kerajaan Belian?" Tanya Nathan sinis membuat kedua wanita itu menegang, sedangkan Zania tersenyum menyeringai.


"Maaf kan kami".


"Salam yang mulia permaisuri, maaf kan atas ketidak sopanan kami" Ucap mereka menunduk.


Zania yang melihat itu pun tersenyum puas di dalam hatinya.


"Tak apa, itu tak masalah bagiku. Lagi pula aku hanya wanita dari rakyat biasa" Ucap Zania pura pura sedih.


Nathan yang melihat wajah sedih Zania langsung memeluk istrinya itu, ia menatap tajam kearah Nesya dan Maria.


"Sudahlah sayang, jangan sedih, meski kau dari rakyat biasa aku tetap mencintaimu" ucap Nathan menenangkan Zania.


" Terimakasih sayang. Oh ya aku kesini ingin mengatakan sesuatu pada mu" Ucap Zania menatap Nathan, dan mengabaikan tatapan kesal dari kedua wanita tersebut.


"Apa itu?" tanya Nathan sembari tersenyum


"Aku hanya ingin mengatakan, bahwa aku sudah tidak lelah lagi. Jadi kita bisa lanjutkan kegiatan kita yang semalam" Ucap Zania dengan nada menggoda.


"Benarkah? kalau begitu ayo kita lanjutkan" Ucap Nathan tersenyum senang.


"Kami pergi dulu yah, semoga kalian menikmati penginapan disini" Pamit Zania sembari tersenyum .


Nesya yang melihat kepergian Nathan dan Zania sangat kesal dan marah.


"Awas saja kau!"


sedangkan Zania..


"Ini baru permulaan"

__ADS_1


jangan lupa vote dan tinggalkan jejakyah


tbc


__ADS_2