
Readers Bab ini langsung ke hari H yah karena author kurang suka bertele-tele..yang ada buyar semua isi pikiran author..jadi mohon di maklumi... semoga suka!!☺️☺️
🌹🌺🌹
Hari demi hari dilewati Zania hanya dengan termenung sebentar lagi ia akan melepaskan masa lajangnya impian nya dulu adalah menikah dengan orang yang dicintainya dan memiliki keluarga kecil bahagia bersama anak anaknya nanti, tapi takdir berjalan tak sesuai keinginan nya.
Tak terasa 5 hari berlalu dengan cepat, Zania hanya mengabiskan waktunya dengan berbaring melakukan perawatan ia tak di izinkan keluar dari paviliun.
Hari ini adalah hari dimana Zania akan melepas masa lajangnya menikahi pria yang bahkan tidak ia cintai sungguh takdir yang merepotkan.
Zania kini sedang berada di ruang hias pengantin, ia menghiasi dirinya sendiri karena tak percaya dengan hiasan orang lain.
meskipun pernikahan ini terpaksa ia tetap harus terlihat cantik di hari istimewa ini.
Huffff
Zania menghela nafas berat, jantung nya berdebar tak karuan,pikirannya melayang kesana sini.
"Nia! kau kenapa"tanya Lumi melihat Zania yang sedari tadi tak tenang tampak gelisah.
"hmm aku gugup sekali kakak"Jawab Zania lemah. Lumi yang mendengar perkataan Zania tersenyum hangat dan mencoba menenangkan Zania.
"Aku tau ini adalah hari yang sangat istimewa bagi setiap wanita, dan kau tak perlu gugup ada kakak yang akan menemanimu"Ucap Lumi menenangkan Zania
"Hmm baiklah kak" ucap Zania sembari tersenyum.
"Semangat"ucap Lumi menyemangati dan dibalas senyuman manis Zania.
Ruang pernikahan
Di ruangan megah nan indah banyak tamu tamu dari kerajaan maupun dari kalangan rakyat biasa yang sudah berdatangan membawa hadiah terbaik mereka masing-masing.
Raja Ronald tak terlalu memandang status dari tamu nya, karena hari ini adalah hari bahagia untuk anak dan keluarganya jadi ia akan membagikan kebahagiaannya pada rakyat rakyatnya.
Masyarakat yang mendapat undangan Raja Ronald sangat senang, karena mereka bisa menyaksikan secara langsung acara pernikahan putra mahkota.
Sebenarnya mereka juga sangat penasaran dengan wujud dari putra mahkota.
Para tamu undangan sudah berada di tempat duduk mereka masing masing. Para putri bangsawan pun memakai pakaian terbaik mereka untuk menarik perhatian pangeran pangeran kerajaan lainnya. Termasuk Nesya ia sudah berdandan se optimal mungkin, ia terlihat cantik dan anggun banyak yang mengagumi kecantikannya dan itu membuat Nesya semakin percaya diri, ia yakin tak ada yang dapat mengalahkan kecantikannya.
__ADS_1
Saatnya keluarga kerajaan masuk ke ruangan.
Raja Ronald terlihat sangat tampan dan gagah dan permaisuri Luisa terlihat sangat cantik nan anggun berjalan di samping raja Ronald.
Semua orang menunduk dan memberi salam. lalu dimana Lucy? Yah dia sedang berada di kamar Nathan menemani sang kakak yang tengah gugup setengah mati.
"Hei kak, tak bisa kah kau diam dan duduk" ucap Lucy geram melihat Nathan yang tak bisa tenang.
"Hmm"Nathan hanya berdehem tanpa memperdulikan Lucy yang terus mengomel.
"Kakak!!!!!!"teriak Lucy karena kakak nya hanya mengabaikannya saja sedari tadi.
"Master sebaiknya anda duduk, kalau banya bergerak nanti anda berkeringat"ucap Vian menyuruh Nathan untuk duduk.
"Iya kakak, sebaiknya kau duduk nanti kau berkeringat dan muka mu itu tambah buru rupa"ucap Lucy sudah terlalu kesal pada kakaknya.
Nathan yang mendapatkan Omelan dari kedua orang tersebut akhirnya memilih duduk dan menenangkan diri.
Lama mereka duduk dalam kamar Nathan hingga seseorang mengetuk pintu kamarnya. Vian pun bergegas membuka pintu.
"Salam yang mulia, anda telah di panggil untuk segera memasuki ruangan"ucap orang itu sembari menunduk.
Nathan pun mengangguk lalu bergegas berdiri diikuti oleh Lucy dan Vian di sampingnya, ia berjalan dengan gagahnya .
Tak tak tak suara derap sepatu menggema pintu terbuka menampilkan sesosok pria dengan wajah tampan nyaris sempurna, hidung mancung,rahang tegas, bola mata hitam, tatapan tajam, bibir yang seksi, serta postur tubuh ideal dan seksi.tak lupa pula aura membunuh nya yang membuat orang menjadi merinding.
Betapa terkejut nya mereka ketika melihat wujud putra mahkota yang di katakan buruk rupa ternyata begitu tampan dan sempurna.
Para putri putri bangsawan sangat terkejut, termaksud Nesya. Ia begitu terpesona dengan ketampanan dan kegagahan dari putra mahkota, ia harus memilikinya, itu yang ia pikirkan.
"Wah kakak, lihat lah mereka! mereka sangat terpesona dengan wajah buruk rupa mu ini hihihi"bisik Lucy terkekeh geli
"Apa aku terlalu buruk rupa hingga mereka menatap ku seperti itu"bisik Nathan dengan tampang polos
"Iya kakak bahkan lebih buruk rupa sekarang dari pada kemarin kemarin nya"bisik Lucy lagi terkekeh geli.
Setelah sampai di posisi, mereka memberi salam pada raja dan permaisuri lalu pergi ketempat masing-masing.
Saatnya giliran Zania yang di panggil.
__ADS_1
"Mempelai wanita nona Zania Alexander memasuki ruangan"ucap orang tersebut membuat mereka kembali menoleh kearah pintu.
Tak tak tak suara langkah laki terdengar hingga pintu kembali di buka, menampilkan sang bidadari yang cantik,manis, anggun, dan elegan dengan senyuman manisnya membuat semua orang kembali terpesona lagi, khusus nya para pria.
Nathan yang melihat cara pria pria itu menatap Zania geram, ingin rasanya ia mencongkel mata mereka semua.
Zania berjalan anggun memberi hormat kepada raja dan permaisuri lalu pergi ke posisinya.
Ia melihat pria yang diyakininya sebagai putra mahkota, ia terpesona dengan ketampanan dan senyum manis pria itu.
Nathan yang melihat ekspresi Zania terkekeh geli.
Acara pernikahan pun di mulai, janji demi janji di ucapkan hingga selesai dan mereka sudah sah menjadi pasutri.
Saatnya mempelai pria memberi ciuman pertama, dan itu membuat Zania gugup setengah mati. Bagaimana tidak ini adalah ciuman pertama nya.
Saat Nathan mendekatkan wajahnya, Zania langsung menutup matanya dan menahan nafasnya. Lalu Nathan mengecup lembut bibir Zania sekilas karena ia tak mau membuat Zania kehabisan nafas ia terkekeh geli melihat pipi Zania merah merona.
Prok prok prok suara tepuk tangan dari para tamu.Mereka sangat bahagia.
tapi tidak dengan Nesya, ia sangat kesal dan bertekad merebut putra mahkota dengan cara apa pun.
Zania tersenyum malu malu..kini ia sudah resmi menjadi seorang istri.
Nathan mendekatkan mukanya lalu berbisik di telinga Zania.
"Aku tunggu malam pertama nya Sayang"goda Nathan sembari tersenyum manis
Zania yang mendengar kata malam pertama langsung menegang."MATILAH AKU"
Penasaran dengan kelanjutannya...
simak kelanjutan nya pada bab selanjutnya ..
Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah..
Agar author makin semangat untuk update setiap bab nya...
typo bertebaran dimana-mana harap tenang dan bijak dalam berkomentar....
__ADS_1
terimakasih.....
tbc