Revenge Of The Princess (Revisi)

Revenge Of The Princess (Revisi)
25


__ADS_3

"Salam yang mulia" Ucap salah seorang pria memberi hormat pada seorang wanita yang kini tengah duduk manis di kursinya.


"Ada apa.?" Tanya wanita itu.


"Acara jamuan kerajaan akan di laksanakan 2 hari lagi, apa yang mulia akan langsung turun ke sana?" tanya pria itu.


"Yah, aku akan kesana untuk memberi kejutan pada wanita itu" Ucapnya sembari tersenyum licik.


"Apa yang akan anda lakukan pada permaisuri dari putra mahkota itu yang mulia?" Tanya pria itu penasaran.


"Kau tak perlu memanggil wanita itu permaisuri atau semacamnya, karena itu tak pantas bagi wanita hina itu." Ucapnya santai.


"Baik yang mulia saya mengerti!" Ucap pria itu mengangguk.


"Kalau begitu siap kan saja semua keperluan, kita harus memberikan kejutan istimewa bukan? Jadi persiapkan semuanya dengan baik."Perintah nya.


"Baik yang mulia!" ucap pria itu sembari pergi.


Wanita itu pun berjalan menuju jendela ruangannya, ia melihat hamparan bunga lavender yang sangat indah.


Melihat bunga lavender itu ia pun tersenyum smirk. Sebenarnya ia sangat membenci bunga lavender karena orang yang di bencinya sangat menyukai bunga lavender.


Tapi ia memilih membiarkan tumbuhan itu hidup, anggap saja sebagai hadiah terakhirnya sebelum ia mencabut nyawa orang yang ia benci itu.


"SUDAH LAMA TIDAK BERTEMU, KUHARAP KAU MERINDUKAN AKU"Ucapnya sembari menutup matanya.


"DAN DI HARI KITA AKAN BERTEMU, DIHARI ITU PULA KITA AKAN BERPISAH UNTUK SELAMANYA"


"BERSIAPLAH UNTUK KEMATIAN MU YANG KEDUA KALINYA!!!".


***


Zania kini tengah berada di taman dekat kamar nya, ia sedang menikmati indah dan wanginya bunga lavender, ia sangat menyukai bunga ini dan tentu saja ada alasannya.


Disaat Zania tengah menutup matanya dan menikmati ketenangan nya, tiba-tiba ia merasakan sesuatu menuju nya dan


Hap


Sebuah anak panah berhasil ia tangkap, ia melihat ke sekitarnya tapi tak ada seorang pun di sana. Ia beralih pada anak panah itu, di sana terdapat sebuah surat. Ia pun membuka gulungan surat itu dan membacanya.


"Datanglah ke ruang rahasia ku di belakang, aku akan memberikanmu sebuah kejutan. Aku menunggu mu sayang.!" isi surat tersebut.


Zania yang melihat isi surat itu bingung, apa Nathan yang mengirimkan surat ini. Tapi tak biasanya Nathan mengirimkan surat padanya.


Walau begitu ia tetap akan pergi kesana siapa tau surat ini memang dari Nathan.

__ADS_1


Zania pun pergi ke ruangan yang di maksud dalam surat itu. Ia bertanya kepada pelayan tentang letak ruang rahasia itu.


Banyak pelayan yang ketakutan ketika ditanyai prihal ruang rahasia itu, tapi Zania tak memperdulikan itu. Memangnya apa isi ruang rahasia itu? Apa di sana ada monster?.


Zania pun akhirnya sampai di depan pintu yang besar, ia menduga bahwa ini adalah ruang rahasia itu.


Ia sedikit berpikir, untuk apa Nathan menyuruhnya kemari. Sepertinya ada yang tidak beres!


Tapi ia tetap akan masuk, ia penasaran apa yang ada di dalam ruangan ini sehingga banyak pelayan takut ketika di tanyai prihal ruangan ini.


Zania pun bergegas masuk, ia membuka pintu ruangan itu dan ternyata tidak di kunci.


Dan hal itu sukses membuat Zania bertambah bingung, kalau ini ruangan rahasia mengapa ruangannya tidak di kunci?.


Tapi mungkin saja karena Nathan sudah mengaturnya jadi ruangan ini tidak terkunci, ia


semakin penasaran apa yang ada di dalamnya.


Zania pun masuk kedalam ruangan itu, ruangan yang gelap bahkan sangat gelap.


Ketika ia masih melihat ruangan gelap itu tiba-tiba suara pintu tertutup terdengar membuat Zania menoleh ke belakang.


Ruangan itu sangat gelap.


Sedangkan di tempat lain ada yang sedang tersenyum bahagia ketika melihat mangsa sudah masuk kedalam perangkap.


Zania terus berjalan meraba-raba, ia mencari letak pintu tapi tak kunjung ia temukan.


Disaat ia sedang sibuk mencari letak pintu, tiba-tiba ia merasakan sebuah aura membunuh yang sangat kuat,dan ia pernah merasakan aura ini sebelumnya.


Tepat ketika ia ketahuan oleh Nathan saat pergi ke wilayah timur (bab 17-18).


Hal itu sukses membuat Zania ketakutan.


Ia tak takut dengan aura itu, tapi yang ia takutkan adalah ruangan yang gelap.


Keringat dingin mengucur deras dari tubuh Zania, ia tak sanggup lagi rasanya nafasnya sangat sesak ia tak tahan dengan ruangan gelap, ia phobia dengan ruangan gelap karena masa lalu nya ketika ia kecil semasa di zaman modern.


Zania hanya berdiam diri dan merasakan aura membunuh itu perlahan lahan mendekat tapi ia tak bisa melihatnya.


Apa Nathan yang mengirimkan surat itu?


Sepertinya bukan! Ia pasti di jebak.


Zania hanya bisa terdiam membisu, kepalanya pusing bayangan bayangan menyakitkan ketika ia kecil mulai terpampang jelas di pikirannya.

__ADS_1


Bayangan ketika ia di siksa saat ia berumur 5 tahun, cambukan, sayatan, pukulan, tendangan, pelecehan di sebuah ruangan gelap terlintas di benak Zania.


Badan nya bergetar hebat, air matanya keluar tanpa izin. Ia sudah berusaha untuk melupakan masa lalu itu dan sekarang ia malah mengingatnya kembali.


Suara benda jatuh membuat Zania terkejut dan mulai panik, ia berjongkok menutup telinganya. Air matanya tak kunjung berhenti detak jantung yang tak karuan, bayangan masa lalunya semakin lekat pada penglihatannya.


"Ampun ampun ayah, ampun hiks hiks" ucap Zania lemah sembari menangis,nafasnya begitu sesak rasa sakit di masa lalu kembali tercipta lagi meski ia telah berpindah zaman.


"Ayah!! ampuni aku, jangan!! jangan!!! jangan!! hiks hiks sakit ayah, sakit hiks hiks" Ucap Zania sembari memeluk lutut nya dan menundukkan kepalanya.


Bayangan ketika ayahnya sendiri melecehkannya terpampang jelas.


"tolong!!! tolong aku!! siapapun tolong aku!!" ucap Zania pelan.


"Aku janji tak akan nakal lagi, aku janji akan pergi jauh, tapi tolong ampuni aku ayah!! hiks hiks. Ampunnn!!" Ucap Zania histeris.


Ketika itu ruangan menjadi terang dan Zania pun terjatuh tak sadarkan diri.


***


**Hai readers!


sesuai dengan hasil vote dari readers semua.


ending dari cerita ini jatuh pada c Dan d.


sebenarnya author pengen kasih sad ending, kan biar beda gitu😅.


Lagi pula kalau sad ending si Nathan nya bakalan jadi duda, barang kali dia mau sama kalian. Kan lumayan dapat suami yang baik, setia, tampan, seksi😅😅..


Tapi tak apa sesuai kemauannya readers author bakalan buat endingnya sampai Zania melahirkan.


semoga readers suka ceritanya.


dan maaf bila tak sesuai dengan spesifikasi nya readers🥺


penasaran dengan kelanjutan nya???


simak kelanjutan nya pada bab selanjutnya..


Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah ☺️


agar author makin semangat untuk update setiap hari nya ☺️


terimakasih**

__ADS_1


tbc


__ADS_2