
"Zaniaaaaaa!!! Cepat kemari"
"Matilah aku, Lariiiiiiiiii**!!"
Nathan mulai mendekat pada Zania dengan langkah lebarnya, ia tak akan membiarkan istrinya itu kabur lagi.
Zania yang melihat itu pun berencana ingin kabur. Tapi Nathan mengetahui bahwa istrinya itu akan kabur. Ia langsung mengeluarkan sihirnya. Mengikat Zania dengan tali agar Zania tak bisa lari.
Tali yang di keluarkan pun bukan tali biasa. Tali yang terbuat dari bunga-bunga indah. Walaupun Nathan tak ingin Zania kabur lagi, tapi ia tak akan menyakiti kulit istrinya itu yang berharga.
Zania sekarang tak bisa melepaskan diri, ia memberengut kesal.
Semua orang kaget melihat kedua insan itu.
Ada apa?
Apa putra mahkota sedang marah dengan permaisurinya?
Meira yang melibat itu tersenyum licik. Ini adalah kesempatan yang sangat bagus.
Ia berjalan mendekat dan membuat langkah Nathan terhenti.
Lalu ia memberi salam pada Nathan begitu juga yang lainnya.
"Putra mahkota, maaf bila saya lancang. Saya ingin mengatakan sesuatu pada anda. Ini tentang permaisuri." Ucap Meira dengan percaya dirinya.
Nathan menatap tajam kearah Meira.
"Apa?" Tanya singkat Nathan.
"Permaisuri tadi mengancam akan membunuh saya dan ingin menghisap darah saya sampai habis, hiks hiks. Saya sangat takut." Ucap Meira berpura-pura sedih.
Nathan menatap Zania yang sedang berusaha kabur dengan tatapan hangatnya. Berbeda dengan tatapan tajamnya pada Meira.
"Zania ku tak akan melakukan itu kalau kau tak punya salah" Ucap Nathan menatap tajam Meira.
Meira menjadi tertegun, tapi ia akan berusaha.
"Ta tapi yang mulia, kami hanya berbincang saja, namun tiba-tiba permaisuri datang dan langsung mengancam kami " Ucap Meira.
"Sayang lepaskan aku!!!!" Teriak Zania.
Nathan hanya tersenyum menyeringai. Ia melepaskan ikatan tali itu, dan ia tahu bahwa istrinya itu akan kabur lagi. Tetapi dengan sihirnya Nathan menarik Zania hingga ke pelukannya yang membuat Zania semakin tak bisa kemana-mana.
"Heiiii lepaskan!!!" Teriak Zania, semua orang terkejut. Bagaimana bisa ada orang yang berani berteriak pada putra mahkota dan hanya di balas dengan senyuman saja.
"Katakan! Apa kau mengancam mereka?" Ucap Nathan lembut sambil membelai rambut Zania.
Oh ternyata itu yah yang di bicarakan cecunguk ini. Hehehe ingin bermain-main yah baiklah kau yang meminta.
Yah, Zania memang tak mendengar percakapan mereka alias tak peduli karena ia lebih peduli bagaimana caranya kabur.
"Iya aku mengancam mereka!" Ucap Zania bergelut manja.
Meira menjadi kesal melihat Zania yang begitu manja dan di balas hangat oleh Nathan.
Tapi ia senang, karena pasti sebentar lagi putra mahkota akan murka pada wanita itu. Hahaha.
"Boleh aku tahu apa alasannya?" Tanya Nathan sambil mengecup puncak kepala Zania.
Apa apaan mereka ini? Dasar tukang pamer!
__ADS_1
"Emm dia ingin merebut mu!" Ucap Zania merengek manja.
"Tapi kan aku tak akan berpaling dari mu sayang, walau mereka berusaha sekuat mungkin. Bagiku mereka itu hanyalah dedaunan kering!"
"Tetap saja aku tak suka" Ucap Zania mengerucut kan bibirnya.
"Baiklah apa yang harus kita lakukan sekarang? Menyiksa, atau langsung bunuh" Ucap Nathan menatap tajam pada Meira
Meira menelan ludah nya kasar. Mengapa malah ia yang sekarang kena amarah dari Nathan?
"Hmmm dia juga menghina ku sayang!" Ucap Zania pura-pura sedih.
"Baiklah langsung ku bunuh saja sekarang!" Ucap Nathan
"Tidak yang mulia ampuni hamba!" Ucap Meira bertekuk lutut.
"Sudah lah sayang biarkan saja! Ayo kita pergi" Ucap Zania.
"Kali ini kau selamat. Tapi lain kali tidak, jika kau berani mengulangi kesalahan mu lagi akan ku pastikan kau akan mati saat itu juga bersama keluargamu" Ucap Nathan tajam.
Natha kemudian mengendong Zania ala bridal style. Zania melihat Meira yang memasang muka takut. Ia kemudian menjulurkan lidahnya mengejek.
*****
"Sayang aku tak mau ke tabib" Rengek Zania.
"Tidak, kau harus ke tabib titik tak pakai koma" Ucap Nathan tegas.
"Tapi aku tak sakit" Ucap Zania.
"Aku tak peduli"
"Sayang!"
"Tidak!!"
"Tidak!!"
"Nanti kita 'melakukan nya' dalam jangka waktu yang lama!"
"Baiklah kau yang mengatakannya, aku pegang ucapan mu!"
"Yeeee berarti tak jadi ke tabib kan?"
"Siapa bilang tak jadi! "
"Tapiiiii"
"Tak ada tapi-tapian"
"Aaaaaaaaaaa kau curang, menyebalkan"
"Hahahaha aku tak peduli"
*****
Sesampainya di kamar, Nathan membaringkan tubuh Zania dengan pelan. Ia kemudian memerintahkan kepada para tabib untuk segera masuk.
Para tabib itu masuk dengan raut wajah tegang. Tabib itu berjenis kelamin perempuan.
mengapa?
__ADS_1
Jangan heran, karena ini sudah jadi peraturan di kerajaan Diamond. Raja Ronald sengaja mencari tabib wanita khusus untuk memeriksa istrinya dan putrinya. Ia tak akan membiarkan tangan lelaki asing menyentuh kedua wanita yang ia cintai itu.
Begitu juga dengan Nathan yang tak ingin istrinya di periksa oleh laki-laki lain.
Para tabib sudah mendekat dengan raut wajah tegang mereka. Bukan saja mereka yang tegang melainkan Zania juga kini sedang tegang.
Menyadari suasana tegang itu, Nathan menghela nafas berat. Tabib dan pasien sama saja!
"Cepat periksa!!" Perintah Nathan.
"Awas jika ada yang salah nyawa kalian akan menjadi taruhannya!"
"Ba baik tuan"
Para tabib itu mulai mendekat pada Zania. Zania hanya bisa melotot pada mereka.
Ketika tangan tabib itu ingin menyentuh Zania, Zania langsung bangun membuat tabib itu terkejut.
"A aku ingin ke kamar mandi sebentar" Elak Zania.
Zania langsung berlari ke kamar mandi.
Ah, ini sangat buruk. Meski aku bisa meloloskan diri sekarang tapi tidak untuk nanti.
"Niaaaa!!! cepat keluar!!!" Teriak Nathan di balik pintu.
Zania langsung membuka pintunya dan tersenyum kecut. Matanya membulat lucu mengiba agar Nathan mengasihaninya. Tapi Nathan malah mengabaikannya, ia tak akan termakan dengan tipu daya itu lagi.
"Cepat berbaring"
"Baiklah" Ucap Zania memelas.
Nathan terkekeh geli melihat tingkah istrinya itu.
Para tabib mulai memeriksa Zania. Tak ada yang terlewatkan oleh mereka.
Sedangkan Zania hanya bisa menutup matanya erat, tubuhnya berkeringat hebat. Entah apa yang di takuti nya.
"Nathan bagaimana keadaan Zania. Apa dia baik-baik saja" Ucap Luisa yang baru masuk bersama dengan Ronald dan Lucy.
Mereka begitu khawatir, ketika mendengar Zania akan di periksa oleh tabib.
"Aku belum tau ibu! Kita lihat saja nanti"
Para tabib telah selesai memeriksa dengan wajah yang memancarkan kebahagiaan.
"Bagaimana" Tanya Luisa yang begitu cemas.
"Ibu tenanglah!" Ucap Lucy.
"Permaisuri baik-baik saja tuan" Ucap tabib itu.
"Kau yakin dia baik-baik saja. Tapi tingkah nya begitu aneh, dan selera makannya juga aneh" Ucap Nathan.
"Ituuuuuuu?????? Rahasia!! πππ kalau mau tahu? simak KELANJUTANNYA besok!!!"
DASAR TABIB GAK ADA AKHLAK!!!ππ
BUKAN TABIB! TAPI AUTHORNYAπππ
Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah.
__ADS_1
Agar author makin semangat untuk update setiap hari nya βΊοΈ
tbc