Revenge Of The Princess (Revisi)

Revenge Of The Princess (Revisi)
19


__ADS_3

Pagi ini Zania pergi ke taman untuk menenangkan diri. Ia masih mengingat kejadian memalukan di kamar mandi tadi. Bagaimana bisa Nathan dengan tenangnya bertelanjang dan memeluknya dari belakang. Bahkan ia dengan tak tau malu tersenyum seperti orang tanpa dosa, menyebalkan.


Disaat Zania sedang asyik merenung nasibnya, tatapannya tertuju pada beberapa pelayan yang sedang berbincang. Apa yang mereka bicarakan? sepertinya asyik.


Zania pun memejamkan matanya untuk bisa mendengarkan pembicaraan para pelayan itu . Dasar tukang nguping.


"Hei, kalian tau? ada berita heboh loh"Ujar pelayan 1


"Wah, berita apa itu? aku sangat penasaran"Ucap pelayan 2


"Itu, tadi pagi ada beberapa pengawal yang mengeluarkan ranjang rusak dari kamar putra mahkota. Menurut mu apa yang terjadi pada ranjang itu yah?"Ucap pelayan 1


"Wah, apa putra mahkota dan permaisuri nya melakukan nya semalam"Tanya pelayan 2 antusias.


"Menurutku sih iya. Buktinya ranjangnya sampai rusak" Ucap pelayan 1 malu malu.


"Hei mengapa kau yang malu malu hah?" Tanya pelayan 2 merasa heran.


"Aku hanya membayangkan bagaimana hebatnya pergulatan permaisuri dan putra mahkota sampai sampai ranjangnya rusak. Putra mahkota pasti sangat perkasa sekali ketika di atas ranjang."Ucap pelayang 1 tersipu malu.


Sebenarnya pelayan itu bertiga hanya saja pelayan yang satunya lagi memilih diam, ia tak tertarik untuk ikut dalam pembicaraan. Tapi makin lama ceritanya makin ngawur membuat ia merasa jengkel dan akhirnya buka suara.


"Apa apaan sih kalian ini? kalian itu membicarakan hal yang tak penting tau"Ucap pelayan 3 dengan nada kesal.


"Tidak penting apanya, ini tuh berita menarik. Bahkan seluruh istana saja asyik membicarakan berita ini, kau saja yang terlalu ketinggalan"Ucap pelayan 2.

__ADS_1


"Halah, palingan juga karena si gadis rakyat biasa itu yang menggoda putra mahkota, makannya putra mahkota melakukan hal itu, kalau tidak di goda mana mau putra mahkota dengan gadis ****** itu"Ucap pelayan 3 dengan beraninya.


"Hei kau sebaiknya jaga bicara mu kalau putra mahkota atau anggota kerajaan lain tau kau bisa di penggal " Tegur pelayan 1


Ketika itu pelayan 3 mengalihkan pandangannya dan tepat pada posisi Zania yang kini tengah duduk sambil menutup mata dengan tenang.Pelayan itu tersenyum mengejek, lalu berbicara begitu lantangnya, toh yang ada di situ cuma mereka berempat jadi dia tak takut sama sekali.


"Ja*ang yah tetap ja*ang." Teriak pelayan 3 yang membuat kedua pelayan lainnya heran lalu menatap ke arah pandangan pelayan 3, dan ternyata di sana ada Zania.


Hal itu sukses membuat kedua pelayan itu gemetar ketakutan, mereka tak ingin ikut campur akan hal ini, mereka masih ingin hidup.


Mereka pun ingin beranjak pergi, namun sebelum mereka pergi Zania sudah menahan mereka terlebih dahulu.


"Tunggu! Tetaplah duduk di tempat kalian masing-masing" Perintah Zania yang sedari tadi diam, dan dipatuhi oleh kedua orang tersebut.


Zania pun berjalan mendekat pada 3 pelayan tersebut. ia menatap kedua pelayan yang ingin pergi tadi sedang gemetaran ketakutan sedangkan yang satu lagi dengan percaya diri ia mengangkat kepalanya angkuh. Zania yang melihat pelayan itu tersenyum menyeringai.


"Ja*ang yah tetap ja*ang. Aku tak takut padamu meski kau adalah permaisuri putra mahkota"Ucap pelayan 3 dengan angkuhnya.


"Kalian berdua! Bawa perempuan itu ke gudang belakang, sekarang"Perintah Zania dengan nada lembut.


Mereka hanya mengangguk lalu menyeret pelayan 3 ke gudang sesuai dengan perintah Zania. pelayan 3 yang di seret paksa pun memberontak, tapi ia kalah karena ia hanya sendiri, sedangkan mereka berdua.


Sesampainya di dalam gudang, Zania memerintah kan mereka untuk mengikat tangan dan kakinya dalam ke adaan berdiri. kaki dan tangan nya di ikat ke tiang di belakang pelayan 3 hingga pelayan itu tak bisa bergerak.


Zania kemudian memerintahkan kedua pelayan itu mengambilkan pisau dan air asam di campur garam, kedua pelayan itu hanya mengangguk patuh tanpa niatan untuk membantah.

__ADS_1


Setelah yang di inginkan Zania sudah tersedia, Zania menyuruh mereka menutup pintu rapat rapat. hingga tinggallah mereka ber 4 di dalam gudang itu. Zania mulai mendekat pada pelayan 3 dengan sebuah pisau di tangan nya.


"Ah sudah lama aku tak melakukan ini"Ucap Zania menyeringai.


"A apa yang ingin kau lakukan hah?"Teriak pelayan 3.


"Kau sudah menghina ku jadi kau berhak mendapatkan ukiran legenda ku di tubuh mu"Ucap Zania mengarahkan mata pisau ke pipi kanan pelayan 3.


Zania mulai menggerakkan mata pisaunya mengukir sebuah bunga. Pelayan 3 hanya bisa berteriak histeris merasakan perih di bagian wajahnya. Dan teriakan itu membuat Zania semakin semangat, ia begitu merindukan hal hal yang berbau dengan darah.


setelah selesai dengan wajah yang terlihat cantik dengan ukirannya. Zania menuju leher pelayan itu.


"Wah di dalam leher ini pasti ada pita suara, tapi aku tak tau di mana letaknya, jadi untuk memastikan letaknya aku akan mencari taunya sendiri."Ucap Zania sembari tersenyum horor. pelayan 3 yang mendengar perkataan Zania menggeleng geleng kan kepalanya, ia telah salah mencari masalah dengan Zania.


Zania mengarahkan mata pisaunya di leher bagian samping lalu menancapkan mata pisaunya membuat pelayan itu berteriak sejadi jadinya. Belum puas, Zania menusuk bagian depan atas bawah tengah, hingga membuat darah mengucur deras dari leher pelayan itu yang sudah sangat lemah tak berdaya.


"Hmmm, aku bosan dengan leher mu jadi aku akan mencari tempat yang lebih menarik lagi." Ucap Zania sembari mengarahkan mata pisaunya ke bagian mulut si pelayan.


"Bagaimana dengan mulut ini saja? mulut ini sangat kecil tapi ucapan yang keluar dari mulut kecil ini sangatlah besar jadi aku akan memperbesar ukuran mulutmu agar ucapan dan mulut mu sama sama besar."Ucap Zania lalu memasukkan pisau itu ke dalam mulut si pelayan, setelah itu ia menyayat bagian samping mulut pelayan itu dengan gerakan slow motion dan indah.


Pelayan itu yang sudah tidak tahan lagi akhirnya menghembuskan nafas terakhir nya. Zania yang melihat pelayan itu sudah mati mendengus kesal. Masa seperti itu saja sudah mati, dasar lemah. Karena pelayan itu sudah mati ia tak bisa menggunakan air asam nya tadi padahal itu akan menyenangkan. Tapi ya sudahlah.


Zania pun memerintahkan pada kedua pelayan itu untuk membereskan mayat pelayan 3. Ia pun keluar dari gudang sambil tersenyum cerah.


Pagi yang indah (•‿•)

__ADS_1


jangan lupa vote dan tinggalkan jejakyah


__ADS_2