Revenge Of The Princess (Revisi)

Revenge Of The Princess (Revisi)
40


__ADS_3

Setelah mendengar dari tabib bahwa zania sedang hamil. Nathan dan sekeluarga merasa sangat senang. Namun juga Nathan semakin di buat kewalahan karena tingkah zania yang semakin lama semakin aneh.


"Sayang!!!!" Teriak Zania di atas ranjang.


Nathan yang sedang ada di kamar mandi langsung berlari, tak peduli dengan tubuhnya yang masih di penuhi sabun dan tak berbusana.


"Ada apa???" Tanya Nathan ngos-ngosan.


"Eh, mengapa kau tak pakai baju, dan kau mandi tak bersih iek jorok. Sana pergi mandi dulu!!!" Usir Zania.


Nathan hanya bisa menghela nafas berat dan memilih masuk kembali untuk membersihkan diri.


Belum beberapa detik Nathan masuk ke kamar mandi, Zania kembali berteriak.


"Sayang!! Mengapa kau lama sekali????"


"Aaaaaaaaaaa apa lagi?????" Teriak Nathan frustasi, lalu keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk sepinggang.


"Huaaa hiks hiks haaaaa" Tangis Zania pecah.


"Oh ayolah sayang, mengapa kau menangis?" Tanya Nathan benar-benar frustasi.


Cukup, cukup sekali ini dia punya anak, lain kali ia tak mau lagi.


"Kau berteriak pada ku tadi hiks hiks" Ucap Zania berlinang air mata dan juga ingus.


"Sayang maaf kan aku yah!" Ucap Nathan memeluk Zania dan menghapus air mata Zania tak lupa pula ingusnya.


Ia harus mengalah dengan istrinya itu agar masalah menjadi kelar.


"Tidak mau!!" Ucap Zania memberontak


"Sayang jangan begitu! Aku akan menuruti apa mau mu okeh. Apa saja!" Ucap Nathan pasrah.


"Benarkah?" Tanya Zania imut.


"Iya sayang!"


"Apapun?"


" Ya."


"Terimakasih sayang" Ucap Zania memeluk erat Nathan.


Nathan menjadi sesak karena pelukan Zania. Entah mengapa ia merasakan setiap hari Zania semakin kuat hingga rasanya tulangnya akan remuk saja.


"Ya sudah ayo kita jalan-jalan" Ajak Zania sambil melepas pelukannya.


"Baiklah, tunggu di sini aku akan memakai baju dulu" Ucap Nathan ingin beranjak pergi tapi ditahan oleh tangan Zania.


"Tak perlu pakai baju. Begitu saja tidak apa-apa kok" Ucap Zania.


"Tapi sayang tak mungkin aku keluar hanya memakai handuk ini saja" Ucap Nathan.


"Aaaaaaaaaaa tidak mau ya sudah, tak usah jalan-jalan. Dan tak usah mendekatiku" Ucap Zania kesal.


Nathan semakin frustasi. Bagaimana bisa ia keluar dengan handuk kecil ini. Apa yang akan dikatakan orang nanti.

__ADS_1


Tapi kalau ia tak menuruti istrinya ini. Bisa-bisa masalah akan semakin runyam.


Ia menghela nafas berat, mencoba untuk tegar.


"Baiklah ayo kita pergi. Jangan marah lagi yah!" Ucap Nathan lembut.


"Yeeaay terimakasih sayangku" Ucap Zania semangat 45.


*****


Semua orang yang ada di istana di buat gentar, karena pemandangan pagi yang tak pernah terjadi sebelumnya.


Yah, semua orang menatap Nathan yang sedang berjalan santai bersama istrinya dengan mengunakan handuk saja.


Menampilkan roti sobek yang sangat seksi dan menggoda, rambut yang basah dan berantakan, dan satu lagi ia tak beralas kaki.


Mereka mengalihkan pandangan pada permaisuri yang terlihat???


Berantakan.


Bagaimana tidak? Permaisuri dengan rambut berantakan seperti orang yang baru saja bangun tidur. Dan memang ia baru bangun tidur sebenarnya.


Gaun tidur yang kusut, muka yang sepertinya belum di cuci. Tapi masih terlihat cantik.


Oh benar-benar pasangan berantakan.


Nathan menghela nafas berat. Ia harus sabar dan selalu tersenyum karena tak mau membuat istrinya kesal dan meminta hal aneh lagi.


"Nathan!" Panggil Raja Ronald.


Ronald mendengar berita tentang Nathan yang tak memakai baju. Dan ia menjadi penasaran.


"Yah, aku dengar ada penampakan menarik pagi ini dan aku penasaran penampakan apa itu" Ucap Ronald menahan tawanya.


"Huhfff, yah ini lah penampakan itu" Ucap Nathan menghela nafas berat.


"Oh, lihatlah kalian ini memang sangat cocok. Hahahaha sama-sama berantakan" Ucap Luisa


"Hmmm dimana Lucy?" Tanya Nathan mengalihkan pembicaraan. Jujur ia sangat malu dengan ini semua. Ia akan mengingat ini seumur hidupnya nanti.


"Hmmm mengapa kau mencarinya? Biasanya kau tak peduli!" Ucap Ronald.


"Oh ayolah, aku hanya tak melihatnya beberapa hari ini"


"Hmmm kau bahkan tak tau kalau adikmu akan menikah"


"Apa menikah?, dengan siapa?" Tanya Nathan terkejut. Zania langsung mengelus-elus punggung Nathan agar menenangkannya.


"Dia menikah dengan*****"


"Apa!!!! Dimana mereka sekarang ayah, bisa-bisanya mereka membodohi ku. Akan ku buat mereka menyesal."


"Lucy sedang ada di ruang pelatihan, untuk melatih menjadi istri yang baik. Sedangkan pria itu ia sedang di perpustakaan. Ayah menyuruhnya untuk belajar jadi suami yang baik".


Nathan langsung pergi tanpa bertanya lagi. Ia menggendong Zania agar mereka cepat sampai.


Melihat putra mahkota dan permaisuri datang. penjaga perpustakaan menunduk hormat.

__ADS_1


Nathan masuk ke dalam perpustakaan dan melihat ada seorang pria yang sedang membaca buku dengan fokus sampai tak menyadari keberadaan orang lain.


Nathan kemudian menurunkan Zania dengan pelan. Lalu mendekat pada pria itu.


"Sialan kau!!!" Teriak Nathan kesal.


Pria itu menoleh, dan alangkah terkejutnya ia mendapati Nathan sedang berjalan mendekatinya dengan wajah kesal dan penampilan yang berantakan.


"Kemari kau!!!"


"A ampun master!!" Ucap pria itu ketika ia sudah berada di tangan Nathan.


"Sialan kau Vian. Beraninya kau menghianati ku"


"Master apa maksud mu? aku tak mengerti"


"Halah, pura-pura tak mengerti! kau ingin menikah dengan adik ku yah."


"Maaf kan saya master!"


"Apa kau bilang, maaf!! Kau harus melalui ujian dariku dulu baru kau bisa menikahi adik ku!"


Via menelan ludah kasar. Ia tahu ujian itu sangat mengerikan.


"Sudah lah sayang, mengapa kau memperumit semua nya" Ucap Zania menyela perdebatan mereka.


"Tapi sayang! ini sangat menjengkelkan. Mereka menjalani hubungan di belakang ku. Mereka sudah menghianati ku."


"Kau ini terlalu berlebihan. Ayah dan ibu saja tak masalah, mengapa kau menjadi ribut sih"


"Itu benar master"


"Diam kau!! jangan kira karena kau di bela oleh ayah ibu dan istriku, kau akan bebas. Kau harus melewati ujian ku terlebih dahulu" Ucap Nathan.


"Baiklah master "


"Besok kau harus menemui ku".


"Ta tapi master! Besok adalah hari pernikahan ku!"


" Apa!!!" Ingin rasanya Nathan pingsan. Bagaimana bisa hal sebesar ini tak ada yang mengatakan pada nya.


"Hehehe maaf master"


"Sayang ayo kita ke kamar, kepala sangat pusing!" Ucap Nathan


"Hehehe terimakasih master untuk restu mu."


"Jangan kira kau akan lolos Vian. ujian akan dilaksanakan setelah kau menikah" Ucap Nathan pergi.


Via menjadi kecut, bagaimana ini? apa ia harus menggali lubang lalu menguburkan dirinya sendiri.


Tapi yasudah lah ini adalah resiko kalau ia mau menjadi ipar masternya.


******


Penasaran? jangan lupa vote dan tinggalkan jejak yah ☺️.

__ADS_1


Agar author makin semangat untuk update setiap hari nya ☺️


tbc


__ADS_2